
Satu bulan sudah Agung memegang Green cabang, menjadi orang kepercayaan dari Aydan dan Syafeera. semua tak lepas dari usahanya selama ini, mampu memenangkan hati Aydan dan diberikan kepercayaan.
Jarak Green one dan Green Three kurang lebih dua jam perjalanan, Aydan sudah mempersiapkan semua nya, tersedia beberapa kamar di green yang bisa di pakai pegawainya.
"wooi...." sapa seseorang dengan menepuk pundak Agung, mereka adalah Bagas dan Hari
"udah datang aja....mau minum apa??"
"lupa nich sama menu favorit kita" balas Hari sambil menyikut perut Agung
"barang kali mau cari suasana baru..." balas Agung sambil masuk ke ruang takar kopi
"ya udah duduk gih, biar di buatkan dulu..."
Tak lama kemudian Agung membaca dua cangkir kopi dan Camilan ke meja dimana dua sahabatnya itu duduk.
"gak nyangka ya bisa sampai di titik ini..." ujar Bagas
"ya... Allah kasih jalan rezeki buat aku sama ibu dari berteman dengan Syafeera, belajar banyak hal dari mereka, dan di beri kepercayaan seperti ini, oh ya apa kegiatan kalian sekarang??"
"kalau aku mah bantu bokap aja di perusahaan..." balas Hari
"aku sih ada usaha kecil-kecilan lah..." balas Bagas
"kecil cuy... tapi sekali buka tiga ruko...hahaha" balas Hari
"papa sih mau nya ikut ngelola usahanya, tapi pengen aja punya toko buku dan perpustakaan, kan lumayan tuh bantu anak-anak kuliah yang sekiranya membutuhkan, gak semua anak kuliah itu mampu loh beli buku.." balas Bagas
"jiwa sosial pak Bagas mukai keluar...hahaha" balas Hari
"kapan nich kita kumpul semua...??" tanya Agung
"pada sibuk semua,. Heni, Hanum, Risa juga udah pada punya kegiatan masing-masing" ujar Bagas
"Hanum mah dia sibuk sama suami nya... kalian kapan??" tanya Hari
"hello... kalian tuh yang jomblo, aku mah ada ya..." balas Bagas
Lama tiga sekawan itu saling bercanda melepas rindu lama tak bersua, karna kesibukan masing-masing dan terpaut jarak juga.
"kapan mau balik ke rumah ibu??" tanya Hari
"In Syaa Allah sore ini, sekalian mau ngantar laporan juga ke pak Aydan..."
"bareng aja kalau gitu..." ajak Bagas
"aku bawa motor, kalau bareng kalian, besok balik pakai apa??"
"taxi online banyak bos..." balas Hari
"gak lah, besok mau kemana-mana payah gak ada kendaraan.."
Tepat bada Ashar Agung menuju kediaman sang ibunda, membawa motor nya sedangkan Hari dan Bagas satu mobil.
__ADS_1
Hampir magrib sampai di rumah sang ibunda,mencium takzim sang ibunda, memberikannya pelukan, tak terasa sebulan sudah ibunda hanya tinggal bertiga dengan sang adik.
🌠🌠ðŸŒ
Pagi ini Agung sudah bersiap untuk menuju Green sesuai janji nya dengan Aydan untuk menyerahkan laporan bulanan, merasa terbantu pasti nya karna Agung kuliah di jurusan FEB jadi soal pembukuan jelas dia sangat paham.
"wuih....gimana green cabang?? aman...??" tanya Arga
"Alhamdulillah aman.. bos mana mas??"
"belum datang, paling sebentar lagi, maklum akhir pekan.." Balas Arga
hampir jam sepuluh Aydan sampai di Green, ada Syafeera, Syahdan dan juga Adinda.
"om Gung..." teriak Syahdan saat melihat Agung yang baru kembali mengantar pesanan pelanggan
"Hei... keponakan om...." Balas Agung sembari membawa Syahdan dalam gendongan
"om tok lama dak ampak...??"
"iya om kan jaga Green yang satu lagi..." sambil mencubit pipi chubby Syahdan
"sehat Gung...??" sapa Syafeera
"Alhamdulillah sehat Sya, kmren Hari sama Bagas ke green, titip salam ni buat kamu Sya dan juga buat keponakan nya yang chubby ini.."
"sampai sana juga mereka...??
"iya..."
"om agung ke ayah dulu ya, nanti kita main lagi..ok.."
"main aja duyu,.ke ayah anti aja.."
"Syahdan, om Agung lagi ada kerjaan sama ayah, gak boleh gitu Donk..." ujar Syafeera
"nanti kerjaan om sama ayah selesai kita main.. Boscil nya om ini kan pinter, baik lagi.."
"janji..." sembari memberikan jari kelingking
"janji..." agung menyambut jari kelingking syahdan dan jari kelingking nya
Saat akan ke ruangan Aydan,.tak sengaja Agung hampir tabrakan dengan Adinda,
Pucuk dicinta ulam pun tiba, mungkin kurang lebih seperti itu kali ya suasana hati agung, tujuan utama untuk memberikan laporan, dapat bonus bisa melihat seseorang yang mengusiknya akhir-akhir ini.
"ehmm...." dehem Syafeera, membuat dua insan itu salah tingkah, dan agung langsung ngacir masuk ke ruangan Aydan.
"kalau Aydan terserah sama Adinda nya aja pakde, kan dia yang menjalani, gak perlu Lah di jodoh-jodohkan" ujar Aydan membalas ucapan seseorang dari balik telfon
Deg.. jantung Agung menjadi tak karuan mendengar itu semua
"sejauh ini sih Adinda gak ada dekat sama siapapun, ya kalau memang ingin mengenal ya di persilahkan, tapi untuk jodoh menjodohkan Aydan gak setuju pakde"
__ADS_1
"oh ya pakde, kita sambung nanti ya, Aydan ada kerjaan ni... Assalamualaikum" memutus sambungan telfon nya lalu meletakkan Handphone nya di atas meja.
"gimana Gung, sehat..?" tanya Aydan saat agung sudah duduk di hadapannya.
"Sehat pak..."
Mereka pun membahas mengenai omset green selama satu bulan ini,. laporan harian Agung tulis secara terperinci.
"suka dengan laporan kamu Gung... semoga bulan ini grafik nya naik ya..."
"aamiin pak.. itu juga harapan team green cabang"
"kalau ada kendala segera Kabarin..."
"in Syaa Allah pak..."
Agung terdiam sesaat seperti ada yang ingin di sampaikan, tapi berat untuk mengutarakan.
"kenapa?? ada yang mau di sampaikan??" tebak Aydan
"eh..gak pak...saya permisi keluar dulu, udah janji sama Syahdan tadi" Aydan membalas dengan anggukan
Agung membawa Syahdan ke taman luar, bermain bersama, saat sedang asik bermain Syafeera menghampiri mereka.
"asik banget anak Mommy..."
"gimana les privat nya Sya..??" tanya Agung
"Alhamdulillah.. kamu gimana kapan mau halalin Adinda...??"
"kamu ini Sya.. mana berani lah aku, aku sampai di titik ini aja berkah kamu dan pak Aydan,. apa kata dunia.."
"masih peduli kata dunia?? kenapa takut di bilang gak bermodal karna keluarga pihak wanita lebih mapan??"
Agung Tersenyum mendengar apa yang Syafeera ucapkan.
"haruskah Adinda seperti Khadijah yang melamar Rasulullah...??"
"kamu itu udah buktikan , kalau kamu adalah lelaki yang bertanggung jawab, berakhlak, pasti tahu kita semua sama di mata Allah.. hanya iman kita yang menjadi pembeda nya, dan itupun hanya Allah yang tahu..."
"yang aku tahu, tiga hari lagi pakde berencana datang ingin memperkenalkan seseorang untuk adinda.. sekarang keputusan ada di kamu Gung, lebih baik kalah setelah berperang atau mundur sebelum berperang..."
"tapi tetap harapan aku sich menang saat berperang..." tambah Syafeera dan Agung masih terdiam
"Syahdan, hati-hati ya main nya, mommy mau masuk dulu..."
"oke My...."
🌠🌠ðŸŒ
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an