
"Kenapa ada tanda tidak menerima amplop disini yah..??" tanya Yusuf saat melihat sisa undangan
"Karna tujuan disini adalah bersedekah, disini kita ingin berbagi kebahagiaan.. mungkin ada sebagai yang sudah paham akan makna Aqiqah.. tapi tak jarang ada juga yang belum paham.. sebenarnya kembali ke niat yang di undang, tapi dari pihak Aydan dan Syafeera murni ini untuk acara berbagi kebahagian"
"tapi apa tidak terkesan sombong...??"
"Kembali ke pola pikir masing-masing saja.."
"Lalu bagaimana dengan mereka yang membawa kado..??"
"itu tak bisa di hindari kan?? tapi kan tujuan mereka memberi untuk sang anak, buka untuk sang orang tua, jika uang yang ada untuk orang tua nya, padahal kan mereka sedang bersedekah.."
"kembali ke pemikiran masing-masing saja..." tambah Ayah lagi
🌠🌠ðŸŒ
Aydan bukan tidak sadar akan sikap Yusuf, sejak Aydan ke PKU, Yusuf memperlihatkan ketidak kesukaan nya, tapi dia tak pernah ambil pusing dengan semua itu.
Berbeda dengan Yusuf, ada rasa tak nyaman melihat bagaimana sikap Syafeera.
Kini malam pun datang,. para Genk Somplak juga sudah pulang, tempat acara sudah tertata rapi, semua persiapan sudah selesai, makanan besok akan di antar.
Syahdan sudah terlelap di dalam box nya..dan kini gantian Aydan yang bermanja, tidur di atas paha sang istri...
"Sayang.. mas boleh tanya sesuatu...??"
"apa..??" jawab Syafeera sambil memijat kecil kepala Aydan dan itu membuat Aydan sangat nyaman
"Kamu, kak Qianita dan mas Yusuf udah sahabat dari kecil kan...??" Syafeera mengangguk
"di antara kalian siapa yang paling sering berinteraksi dengan mas Yusuf...??" satu pertanyaan yang membuat Syafeera menghentikan aktifitas nya di kepala Aydan
"kok berhenti sich...??"
Syafeera tahu arah pembicaraan sang suami, tapi haruskah dia membuka cerita lama, tentang dulu perasaan nya terhadap Yusuf, perlukan itu Semua???
"sayang...kenapa malah ngelamun...???"
"kenapa mas tanya soal itu...??"
"hmm... kenapa ya, hmmm...mau tahu aja"
"bohong..." ujar Syafeera
__ADS_1
"Huuftt..." Aydan membuang nafas nya ke udara
"jujur ya, mas ngerasa mas Yusuf gak suka sama mas..." jujur Aydan
"kenapa tiba-tiba jadi peduli dengan pandangan orang lain ...??"
"bukan gitu, agak risih aja, apalagi keluarga...mas sadar kok dia selalu berusaha memojokkan mas di hadapan ayah..."
"jika bahas dekat memang benar Sya dulu lebih dekat, karna setiap kami kemana-mana mas Yusuf yang nemenin, ayah cukup percaya sama mas Yusuf, mungkin karna udah kenal baik dengan keluarga mas Yusuf kali ya.."
"Sya bilang dia sendiri kan yang melamar Teh Qia, bukan ni karna mereka di jodohkan kan..??"
"iya.. mas Yusuf sendiri yang minta ke ayah, dan gak lama dari itu di adakan acara lamaran, kurang lebih dua bulan mereka menikah.."
"Kenapa mas ngerasa dia juga menaruh hati sama istri mas ini..." sambil mencolek dagu Syafeera
Mata Syafeera membulat, tak percaya bagaimana mungkin Yusuf menaruh hati pada nya, dia sendiri yang melamar sang kakak, dia sendiri yang menyatakan cinta nya ke sang kakak, di hadapannya.
"Kaget...??"
"mas gak usah mengada dech..."
"Sya.. persahabatan laki-laki dan perempuan itu gak sepenuhnya murni, apalagi ada rasa nyaman, sedikitnya ada rasa ketertarikan, mas bisa lihat itu, hanya saja kadang kita baru menyadari setelah semua berubah, contoh ya ini, kamu berubah sama dia, di tambah pernikahan kita.."
Yang Aydan katakan benar, persahabatan laki-laki dan perempuan tidakgak semurni itu, karna Syafeera pun pernah menaruh rasa,tapi semua sudah dia kubur... haruskah dia mengakui semua itu, tapi untuk apa? toh sekarang sepenuhnya hati nya untuk sang suami dan keluarga kecil nya.
"istri mas sendiri gimana perasaannya...??"
"maksudnya..??" tanya Syafeera karna bingung oleh pertanyaan Sang suami
"kamu dulu ke dia...??"
"kenapa harus membahas sesuatu yang udah jelas?? jangan memercik api mas, soal sikap mas Yusuf , jangan ambil pusing, kita fokus kepada keluarga kecil kita, jikapun benar pemikiran mas mengenai dia menaruh rasa sama Sya, kita doakan aja , bagaimanapun ada teh Qia dan Qey juga kan.. Sya gak mau menimbulkan masalah.. dan Sya juga udah punya mas dan Syahdan"
"ya udah mas percaya kok sama istri mas ini, Bobok yuk..." Aydan pun mengubah posisi, kini Syafeera ada dalam dekapan sang suami dinginnya itu.
Di kamar Qianita, nampak Yusuf sedang termenung di balkon. Ingatan kembali dimana sang sahabat sempat mempertanyakan kenapa melamar Qianita, bukankah selama ini dia lebih dekat dengan Syafeera.
Ingatan kembali ke moment kebersamaan mereka bertiga, dia memang lebih akrab dengan Syafeera, tapi saat itu Syafeera jauh dari seorang istri idaman, dia yang selalu bersitegang dengan sang ayah, dia yang selalu lalai dalam sholat, manja.
Benarkah dia menyimpan rasa untuk Syafeera?? Yusuf mengacak rambutnya, ada rasa frustasi, tiba-tiba terdengar suara Qeysha yang menangis, sedangkan Qianita sepertinya sedang di kamar mandi.
Yusuf menghampiri Qeysha, di tatapnya lekat pada manik bulat Qeysha, dia adalah buah cinta nya dengan Qianita, dia tidak boleh menghancurkan nya, jika pun benar dulu menyimpan rasa dan baru kini dia menyadari, nasi telah menjadi bubur.
__ADS_1
Hidup terus berjalan, dia harus bisa fokus pada keluarga kecil nya, jangan sampai merusak semua nya.
"Qey haus....??"
"ma-ma..." oceh Qeysha
"sebentar ya, mama lagi di kamar mandi, sini papa peluk..." Ujar Yusuf lembut, menarik Qey pada pelukannya, dan tak lama kemudian Qia datang.
"Qey kenapa mas..??" tanya Qianita saat keluar dari kamar mandi.
"haus seperti nya,.coba di ASI in.."
"ma-ma..." Panggi Qeysha
"oh Qey haus ya..sini..." Qianita membawa Qey dalam dekapannya
Yusuf menatap dua Wanita itu, senyuman terukir, dia tak boleh menyakiti dua wanita yang ada di hadapannya.
Penyesalan selalu di akhir jika di awal nama nya Pendapat.
Harus bisa move on, karna menjaga itu lebih sulit dari pada mendapatkan nya..banyak rumah tangga hanya harus berakhir pada sebuah perpisahan.
Yusuf tiba-tiba mencium kening Qianita dimana Qianita sedang terpejam saat memberikan ASI untuk Qey, lalu Yusuf mencium Qeysha juga, yang membuat nya mendapat hadiah pukulan kecil dari Qey tepat di wajahnya, karna merasa terusik akan apa yang sang Papa nya lakukan.
"iya...iya... Papa gak minta kok, Qey lanjut ASI nya...." ujar Yusuf
"mas kenapa...??"
"gak apa-apa, emang salah ya cium anak dan istri...??"
"ya gak salah sih, rada aneh aja...."
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Gift
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an