Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
SAH


__ADS_3

Dengan segala Persiapan yang extra cepat, berkat bantuan pak Wahid sang Dekan urusan penghulu pun beres, bukan soal uang yang bekerja, melainkan karna pertemanan pak Wahid dengan pak Ikhsan sang ketua KUA sekaligus penghulu.


Hari ini Kamis mereka sudah berkumpul di sebuah hotel AA yang Aydan sewa untuk acara sekaligus untuk sang calon mertua untuk menginap selama di jogjakarta. Qianita dan Yusuf juga sudah tiba di jogjakarta kemaren sore.


Semua sudah berkumpul baik Aydan beserta sang ibunda dan beberapa sanak saudara, Pak Wahid beserta istri, dan beberapa dosen yang dapat di percaya menurut pak Wahid dan yang pasti Syafeera beserta keluarga , tinggal menunggu pak penghulu.


Syafeera masih di depan cermin, melihat pantulan wajah nya sendiri.. entah bagaimana hati nya saat ini, dia sendiripun tak paham bagaimana kondisi hati nya sendiri. berbalut gaun putih nan indah, dengan jilbab putih yang di lilit leher, lengkap dengan mahkota kecil di atas kepala nya, Qianita dan Hanum lah yang merias nya..


"Cantik dek...." puji Qianita, tak ada jawaban hanya anggukan kecil dan senyum yang yang ketara keterpaksaan nya.


"Kok gitu sich ekspresi nya...?? Bahagia Donk, ini hari yang sakral loh..."


"Sya gak tahu harus gimana.." jawab nya masih dengan sorot mata yang menatap diri sendiri dari pantulan cermin,. seharusnya dia bahagia di hari pernikahan nya tapi bagaimana saat ini, menikah Karena kesalahan pahaman, eh bukan kesalahan pahaman, karna sebenarnya ayah percaya kepada mereka, lalu ini karna apa?? karna takut penilaian orang di luar sana?? atau karna tanggung jawab?? tanggungjawab untuk yang mana?? entahlah dia sendiripun bingung harus berkomentar apa lagi.


"happy Donk Sya... masa nikah sendu.." kali ini Hanum yang angkat bicara, memberi semangat untuk sang sahabat


Syafeera hanya mengedipkan mata nya.


"pak Aydan adalah laki-laki baik, kamu juga paham akan itu kan, jadi aku percaya dia pun akan memperlakukan mu dengan baik.."


"baik?? ya dia baik.. tapi dingin, bagai Bongkahan es" lirih nya tapi masih bisa di dengan oleh Qianita dan Hanum, dan mereka hanya bisa saling pandang dan menerbitkan senyuman tipis


Tak lam kemudian bunda datang, "Pak penghulu sudah datang.." bunda memberi tahu. Syafeera membalikkan tubuh nya menatap sang bunda dengan berkaca-kaca, lalu memeluk pinggang sang bunda


"hei.. nanti make up-nya nempel semua loh di baju bunda" ujar bunda mencoba menutupi rasa khawatirnya, bagaimana pun bunda sangat paham akan suasana hati sang putri, yang harus menikah dengan cara seperti ini.


"Sya gak mau..." lirihnya, kini bunda. berjongkok, menangkup wajah cantik sang putri yang berselimut awan itu..


"Bunda percaya Aydan laki-laki yang baik, dan satu lagi ibu mertua kamu nampak sangat menyayanginya kamu Sya..."


"Mulai dengan Bismillah, niatkan karna Allah.. maka Allah akan beri kita kemudahan" tambah bunda

__ADS_1


Di depan sana pak penghulu sudah berhadapan dengan Aydan..."bagaimana bisa kita mulai..??"


"bisa pak.." balas Ayah


"Bapak mau menikah kan langsung atau di wakilkan oleh saya??" tanya pak penghulu ke ayah


"saya sendiri pak..." jawab Ayah


"Baik, nak Aydan silahkan genggam tangan calon mertua kamu..." Aydan menurut, dan sekarang tangan Aydan dan ayah saling bersalaman


Pak penghulu memberi tahu apa yang harus mereka lakukan, untuk ayah ini kedua kalinya menikah sang putri.. tapi berbeda kali ini, pernikahan sang putri jauh dari impian nya selama ini. lalu bagaimana dengan Aydan? ada rasa grogi yang melanda dirinya, karna ekspresi wajah nya terlihat biasa, datar dan begitu tenang.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Syafeera Hadibah Putri binti Hendra Wirjaya dengan maskawin berbentuk cincin emas tunai.”


Dengan satu tarikan nafas, lancar bagaikan jalan tol, Tampa hambatan..tak ada sedikitpun terpancar raut wajah yang grogi, apa karna pernikahan ini Tampa dasar cinta??


Kata SAH pun terdengar menggema di dalam ruang kamar itu. Syafeera memeluk sang bunda sebelum bunda membawa nya ke hadapan Aydan yang telah resmi menjadi suami nya. Bunda berusaha menguatkan sang putri. Bunda paham akan apa yang awan yang menyelimuti putri nya.


Syafeera berjalan menuju dimana Aydan dan yang lain berkumpul, Gaun putih sederhana namun anggun nampak cantik melekat pada tubuh Syafeera, entah karna gaun nya yang cantik, atau Syafeera nya yang cantik, semua yang memandang pasti akan terkagum melihat, padahal hanya polesan sederhana pada wajah nya.


Syafeera duduk di sofa tepat di samping Aydan duduk.. dengan tertunduk dan sesuai arahan dari pak penghulu, ada rasa canggung dan ragu, tapi bunda mengelus punggung Syafeera, seakan menyalurkan kekuatan, Syafeera meraih tangan Aydan lalu mencium punggung tangan Aydan.


Aydan memegang ubun-ubun istrinya , ya Istrinya gadis yang ada di depan nya ini telah menjadi istri nya, sambil membaca doa pengantin baru.


“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


"ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya"


Lalu beralih mencium puncak kepala Syafeera.


Mata Ayah dan Bunda berkaca-kaca melihat pemandangan ini, sekalipun pernikahan ini ada unsur paksaan, tapi Aydan menunjukkan bahwa pernikahan ini bukan permainan, dia bersungguh sungguh.

__ADS_1


Tak ada obrolan untuk kedua mempelai ini, saling diam, tapi berbeda dengan yang datang, mereka mengucapkan selama dan doa terbaik untuk Mereka.


Acara selesai pak penghulu dan tamu pun kembali kerumah masing-masing, tinggal keluarga Syafeera, Aydan dan sang bunda yang ada di kamar itu. Hanum juga sudah pulang.


"Syafeera sini..." Panggi bunda Aydan memintanya untuk duduk di samping nya


"Maaf ya Acara nya sederhana, nanti resepsi nyusul ya..."


Haruskah dia mengangguk?? ini bukan pernikahan di yang dia inginkan. bermimpi pun tidak,.bahkan dia berharap ini mimpi.agar dia bisa segera terbangun dari mimpi ini.


"Bunda tahu ini tidak mudah, tapi Kalian harus bisa melewati ini semua bersama, perjalanan kalian baru akan di mulai" tambah bunda Aydan


Syafeera berusaha tersenyum, dan mengangguk kepala nya.


Ayah dan Aydan pun nampak sedang berbincang.. bukan hal horor yang di perbincangkan, hanya pesan ayah untuk Aydan.


"Ayah yakin kamu pria baik-baik, ayah titip gadis nakal ayah, dia agak keras, jadi mohon sedikit bersabar ya..." pesan Ayah


"In Syaa Allah yah... Aydan tidak bisa menjanjikan kebahagiaan selalu untuk Syafeera, tapi Aydan akan berusaha melakukan yang terbaik dan membahagiakan nya"


"Jangan sekali pun main tangan saat kamu marah atau dia membuat kesalahan, Jangan hujani dia dengan harta, tapi hujani dia dengan ilmu agama, ayah percayakan Syafeera kepada Mu, ayah yakin kamu bisa membawanya untuk lebih dekat dengan Allah..."


"In Syaa Allah yah..." jawab Aydan dengan mantab


🌠🌠🌠


Gimana??? Lanjut???


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...


Dukungan dan komen reader semua sangat memacu semangat Author....

__ADS_1


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2