
Waktu terus berjalan tanpa terasa Ramadhan pertama Tampa ayah dan bunda yang siap menjadi alarm nya. kini alarm handphone lah andalan nya untuk membangunkannya untuk segera bergegas sahur. Tahun pertama merasakan bagaimana reportnya bunda menyiapkan makanan sahur, jika dulu dia dibangunkan setelah semua tertata rapi di meja, berbeda dengan tahun ini, dia harus menyiapkan semua sendirian, belum lagi saat dia terbangun terlambat harus bergegas.
Pengalaman pertama mengajar kan nya banyak hal..tidak mudah menjadi bunda, bangun di saat yang lain masih tertidur lelap, membuang semua rasa kantuk yang masih di pelupuk mata. walau mata berat, terbangun dengan sempoyongan tapi bunda tidak pernah mengeluh. belum lagi di saat yang lain bersantai menunggu waktu berbuka, bunda sibuk di dapur, tak ada rasa lelah, rasa lapar dan haus menjalani puasa itu tak bunda rasakan ataupun bunda keluhkan.
Rasa hati ingin segera pulang, memeluk sang bunda, meminta maaf dan mengucapkan terimakasih, walaupun ia tak akan bisa membalas semua yang sudah bunda berikan dan bunda lakukan.
memasang sabuk pengaman sesuai instruksi pramugari, memasang Handphone mode pesawat terbang..karna pesawat akan segera take Off semua penumpang wajib mengikuti semua peraturan dan instruksi dari sang pramugari.. Penerbangan Jogjakarta - Pekanbaru.
Dua jam lebih penerbangan jogjakarta - Pekanbaru, dan kini Pesawat pun sudah landing dengan aman dan selamat. Bandara Sultan Syarif Kasim II adalah bandara di kota Pekanbaru, kota yang sangat Syafeera rindukan, kota kelahirannya, Syafeera bukan suku asli Melayu, tapi karna Ayah dan bunda Merantau dan dia adalah putri kelahiran dari kota Pekanbaru. Darah kental Sunda masih mengalir dalam dirinya.
Berjalan menuruni tangga pesawat, mata nya terpancar kebahagiaan melihat sekeliling, hampir satu tahun lalu dia juga berada disini menuju Jogjakarta, kini dia kembali, senyum sumringah tak lepas, dan Syafeera pun segera menuju tempat bagasi untuk mengambil koper nya.
Setelah koper nya dia dapatkan, Syafeera pun bergegas menuju pintu keluar, kepulangan nya ini Tampa sepengetahuan ayah dan bunda jadi jelas tak ada jemputan, mencari taxi dan segera menuju alamat rumah nya.
"Ayah bunda...Sya pulang..." guman nya saat melangkah keluar mencari taxi.
kurang lebih Tiga puluh menit dari banda Menuju rumah nya. lebih tepatnya rumah ayah dan bunda. Taxi pun berhenti tepat di depan rumah Mungil dan sederhana itu, nampak begitu asri, karna rumah ayah memang di tumbuhi beberapa jenis tumbuhan dan bunga-bunga.
"ini pak ongkosnya, terimakasih pak"
"sama-sama neng..."
Syafeera pun melihat sekeliling, rumah yang dia rindukan, kehangatan, kebersamaan yang sangat dia rindukan... pintu rumah tidak tertutup rapat, tapi Syafeera memilih untuk mengetuk nya.
Tok..tok..tok
"Sebentar...."sahut dari dalam
"ya Allah itu suara bunda..." guman nya saat mendengar Jawaban dari sang bunda dari ketukan nya
Bunda berjalan menuju pintu depan, "siapa Bun...??" tanya Ayah
"Gak tau yah... bunda lihat dulu"
kreeek...
__ADS_1
Suara pintu terbuka perlahan, dan betapa kagetnya bunda saat melihat sosok yang ada di depan mata nya, bunda berkali-kali mengucek mata nya, bagaikan mimpi, tapi itu bukan mimpi, Syafeera menahan air mata nya agar tidak tumpah, tapi sia-sia, air mata nya mengalir tanpa permisi... memeluk sang bunda, meyakinkan sang bunda bahwa ini nyata, bukan mimpi
"hiks...hiks...bunda Sya pulang...hiks... hiks..."
"hiks...hiks...Sya ini beneran kamu sayang" jawab bunda dengan merenggangkan pelukannya Syafeera, lalu menangkup wajah sang putri nya,
"ini Sya Bun... ini Syafeera anak bunda..hiks...hiks..." dan jawaban itu malah membuat tangis bunda pecah sejadi jadi nya, dan bunda mengeratkan pelukan nya,
Ayah yang mendengar ada suara tangisan pun keluar khawatir
"Bunda ada apa..??" tanya Ayah, dan ayah pun di buat kaget dengan pemandangan yang ada di depan nya.. ada seorang bunda yang sedang memeluk erat sang putri nya.
Ayah pun langsung merenggangkan pelukannya dua Wanita beda generasi itu, menatap sang putri nya,
"Ayah....hiks...hiks..." lirih Syafeera
"masyaallah Syafeera...." lirih Ayah lalu menghujani sang putri dengan kecupan sayang di kening dan pipi kanan kiri Syafeera
"Sya gak di suruh masuk nih...hiks...hiks... di suruh di depan pintu aja" oceh nya,.dan itu membuat kedua orang tua nya tertawa kecil
"masuk... sayang masuk... Sakin bahagia nich.." ujar Bunda membawa Syafeera masuk kedalam, sedangkan ayah menarik koper Syafeera
"katanya gak pulang...??" tanya bunda,
"lumayan Bun, dua pekan melepas rindu.."
"bilang aja mau ngerjain ayah dan bunda ya??" lirik ayah dengan expresi sok marah nya tapi nampak senyum tipis masih terukir.
"bukan ngerjain ayah, tapi kejutan...hehehe".ayah mencubit hidung mancung sang putri dan membuat sedikit merah
"sakit yah... udah gak sayang ya sama Sya, atau jangan-jangan program ayah mau buat adek buat Sya berhasil..." omel Syafeera
"hahah....ia berhasil..." balas ayah
"serius...??" tanya Syafeera tak percaya
__ADS_1
"kamu percaya sama ayah...??" tanya bunda
"iih ayah mah..."
"ia kali bunda mau lomba sama teteh kamu Qianita.." ujar Bunda
"hahaha....cucu dan anak sama nanti usia nya kalau sempat berhasil" ujar Syafeera
"udah...udah...dilanjut nanti ngobrolnya,.kamu Pasti lelah kan, puasa...??"
"Alhamdulillah puasa yah... ya udah Sya ke kamar dulu ya yah,Bun..."
Syafeera pun menuju kamar di antar oleh bunda, di bukanya pintu kamar, dan kamar itu masih sama seperti saat terakhir dia tinggal.
"bersih kok.. selalu bunda bersihkan" ujar bunda
"makasih ya Bun..bunda tebaik.." sambil mengecup pipi kiri sang bunda
"ya udah kamu istirahat... Bunda mau lanjut buat bukaan puasa"
"Sya bantu ya..."
"gak usah sayang... kamu istirahat aja"
"tapi kan..."
"masih ada besok Sya..." syafeera pun menurut, dan bunda tak berhenti tersenyum melihat perubahan sang putri nya..biasa harus disuruh baru akan membantu, ini malah dia menawarkan padahal dia baru menempuh perjalanan cukup jauh.
Mengamati sekeliling,. benar-benar tak ada yang berubah, bunda begitu menjaga kamar nya, bahkan tak ada debu sedikit pun, duduk di atas ranjang, mengelus ranjang nya, seperti melepas sedang melepas rindu,lalu beberapa menit kemudian dia merebahkan tubuhnya, karna tak mampu di pungkiri, tubuhnya memang lelah.
🌠🌠ðŸŒ
Alhamdulillah bisa double UP,
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
__ADS_1
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an