Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Romantis di atas motor


__ADS_3

Mereka sudah keluar dari gedung megah itu, menyusuri kota Pekanbaru, mampir ke gedung MtQ dan masjid besar di Pekanbaru, selain melaksanakan sholat Aydan pun jadi tahu banyak tempat Pekanbaru, bangunan dengan khas Melayu menjadi pusat perhatiannya


Syafeera merangkul Aydan, tak ingin menyia-nyiakan momen romantis ini, sekalipun sederhana...jadi begini nama nya pacaran, bedanya mereka Halal, tak takut zina atau bahkan di kejar satpol PP karna berduaan..🤭


"mas...mas...Sya mau itu" tunjuk Syafeera saat melihat ada penjual tahu berontak


Aydan menepikan motor nya...."mau apa??"


"itu ada tahu berontak.. puter balik" pinta Syafeera


"tahu berontak...??" tanya Aydan heran


"ia loh mas, itu loh kayak adonan tahu gitu, tapi ada isian di dalam nya, sosis, NuGet, telur, makan nya di cocok pakai saos...Ayuk buruan.."


Aydan pun memutar balik motor nya, menuju sang penjual tahu berontak yang Syafeera maksud, lumayan anti yang beli,tapi bukan Syafeera jika dia peduli dengan semua itu. Syafeera ikut dalam antrian.


"Syafeera...!!" sapa seseorang


"kak Aditya...." balas Syafeera


"ambil liburan nich ceritanya.."


"iya kak, pengen liburan di sini" Syafeera dan Aditya pun saling berbincang sembari menunggu pesanan nya selesai.. beberapa menit pun berlalu.. "kak ini pesanan nya" ujar seorang anak kecil memberikan pesanan kepada Syafeera, sepertinya anak dari penjual tahu berontak.


"makasih dek...ini ya uang nya.."


"kak,.Sya duluan ya, udah lama ni ngantri dari tadi..."


"oh ya Sya... hati-hati..." Syafeera pun menuju di mana Aydan menunggu, bergegas naik ke atas motor, dan Aditya melihat itu, dahi nya mengerut, mencoba mengingat sesuatu


"eh.. bukannya itu dosen pembimbing waktu acara debat, kok bisa bareng Syafeera,. dan nampak akrab.." ujar nya dan ingin menghampiri tapi telat karna motor yang mereka kendarai sudah melaju.


"apa hubungan mereka??" tanya Aditya dalam hati, tapi sayang pertanyaan itu hanya bisa dia pertanyaan dalam hati Tanpa ada jawabannya.


Syafeera dan Aydan menikmati suasana sore di kota Pekanbaru, jika sudah sore begini jalanan akan lumayan macet, karna banyak yang akan jalan-jalan menikmati suasana sore, atau sekedar jajan bersama buah hati.


"mas mau coba??" Syafeera menawarkan


"Boleh, tapi kan mas lagi nyetir Sya....nanti aja"


Syafeera melingkar kan tangan kanan nya om ke leher Aydan sambil memegang sepotong tahu berontak, lalu menyuapkan ke mulut Aydan


"Aaa....mas cukup buka mulut, Sya yang suapin,.nanti kalau udah dingin gak enak" ujar Syafeera

__ADS_1


Aydan pun menurut,.mereka menikmati jajan itu di atas motor yang terus melaju, Syafeera juga dengan cekatan memberi Aydan minum.


Ada kenikmatan tersendiri menikmati makanan di atas motor bersama mereka yang terkasih, di selingi canda dan tawa kecil, kadang juga membuat lelucon yang gak jelas arah nya.


"enak kan...??" Aydan mengangguk


"enak tahu berontak atau enak Sya suapin..."


"enak semua nya, enak makanan, enak di suapin istri, enak pacaran yang udah halal,.lengkap kan??" ujar Aydan


Syafeera mengeratkan pelukannya, di jamin jomblo meronta-ronta.


🌠🌠🌠


Sebelum magrib mereka sudah berada di rumah, dan ternyata ada Qianita, Yusuf dan Qeisha juga yang baru sampai.


"dari mana dek..."


"pacaran..." Jawab Syafeera dengan senyum sumringah


"Sya...mas mau berbersih dulu ya, mau ke masjid.." ujar Aydan


"ikut..." jawab Syafeera, merekapun masuk ke kemar mereka.


Setelah Aydan sudah rapi mereka pun keluar,. yang awal nya dengan penampilan casual nya, kini menjelma menjadi pangeran bersarung.


Bergegas menuju masjid bersama ayah dan juga Yusuf. para tetangga juga sudah tahu jika Aydan adalah suami dari Syafeera. ada penilaian posisi dan negatif juga, tapi Aydan tak ambil pusing dengan itu semua..


"gak usah di pikiran kata ibu-ibu tadi" ujar Ayah saat mereka berjalan menuju rumah, karna sempat ada komentar ibu-ibu yang menyudutkan Syafeera, nanti kebobolan Bu, makanan nikah diam-diam.


"gak papa yah.. anggap aja angin lalu..." balas Aydan santai


"tapi ngomong-ngomong kalian apa menunda...??"


"menunda apa yah..??" tanya Aydan sedikit tidak paham arah pembicaraan sang ayah mertuanya itu


"maksud ayah menunda momongan" Yusuf yang menjawab dengan nada berjuta arti


"Syafeera gak pernah minta untuk menunda, tapi Aydan yang mengatur jika masih bisa di tunda biarkan saja dulu ya, Aydan pengen Syafeera bisa fokus dengan target cumlaude nya"


"kalian tahu mana yang terbaik, apapun ayah dukung..." balas Ayah sambil menepuk pundak Aydan


Saat tiba di rumah Aydan langsung Menuju kamar untuk menggantikan baju nya dengan baju ala rumahan. sedangkan Bunda dan kedua putrinya sedang berbincang di dapur sambil menyiapkan makan malam.

__ADS_1


"Dek, kalian udah...??" tanya Qianita


"udah apa teh...??" tanya Syafeera balik


"hubungan suami istri..??"


"iih teteh Qia kepo ni Bun... hehehe"


"ya kan kalian menikah karna terpaksa...teteh takut aja.."


"Teh, Sya bahagia dengan pernikahannya Sya dan mas Aydan, ya awal nya memang sulit, tapi berjalannya waktu Allah pun beri jalan untuk saling Mencintai..."


"jangan KB Sya... Bunda gak setuju, karna kan kami belum punya.."


"Sya gak ada KB pakai obat atau suntik kok Bun,.kami langsung Konsultasi dengan dokter, jadi KB dari masa subur aja" balas Syafeera menjelaskan


"kalau itu bunda setuju... tapi kalau mau cepat punya bunda juga lebih setuju.."


"Sya bukan menolak, tapi kesibukan sya, jad takut nanti malah gak baik untuk semua nya.."


"gak perlu takut, Allah punya cara tersendiri untuk seorang calon ibu berjuang di masa kehamilan... banyak kok yang kuliah dan mengandung, sehat.. ada juga sich yang harus menelan pil pahit (keguguran) "


Syafeera mengangguk, Aydan memang tidak menuntut dalam waktu dekat, tapi bagaimana seorang lelaki jika sudah menikah pasti ingin keturunan kan?? dan itu juga berlalu untuk Aydan, hanya saja Aydan tak pernah mengutarakan, melainkan memprioritaskan yang terbaik untuk istri nakal nya itu.


Tampa sadar pembicaraan mereka di dengar oleh Yusuf yang sedang berjalan menuju kamar nya.


"Jadi benar mereka benar-benar sudah menjalani pernikahan mereka selayaknya suami istri..." batin Yusuf


Saat makan malam Yusuf banyak diam, malah pandangan teralihkan oleh Syafeera dan Aydan, ada rasa malu menyelimuti Yusuf, apalagi saat mengingat apa yang di ucapkan beberapa hari yang lalu kepada Aydan,. meremehkan hubungan mereka pasti nya.


Menyimpulkan apa yang mereka perlihatkan adalah sandiwara belaka. Menyimpulkan pernikahan mereka tak akan berangsur lama.


🌠🌠🌠


Lanjut kita??


*Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya..🥰🥰


Maaf belum bisa balas satu-persatu ya🙏🙏*


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2