
Semalam Syafeera terjaga, sesering mungkin membalur tubuh Syahdan dengan Zaitun plus bawang merah. Lelah dan rasa mengantuk itu adalah nomer sekian, tubuh nya seakan memiliki alarm, bergerak atau merengek sedikit saja sang buah hati, mata nya langsung terbuka.
Begitulah seorang ibu, untuk yang sudah menjadi ibu akan Pahan situasi ini, bagi yang belum nanti akan merasakan, atau saat ini sekedar tahu, begitulah ibu kita dahulu saat merawat kita.
Aydan terbangun dilihat nya Syahdan dalam pelukan Syafeera. meraih termometer, lalu mencek suhu tubuh Syahdan.
"36.7° Alhamdulillah udah normal, sepertinya Syafeera nampak sangat lelah..." Lirih Aydan sembari mengangkat Syahdan lalu di pindahkan nya. kemudian membangun kan Syafeera perlahan.
"sayang...udah subuh.." sambil mengelus pundak Syafeera
"hmmm...." sambil berusaha membuka mata nya walau berat.
"perasaan baru merem lah..." sambil mengucek mata nya lalu di menit kemudian memeriksa kondisi Syahdan dengan menaruh tangan ke kening Syahdan.
"Udah mas cek, Alhamdulillah udah normal.."
"Alhamdulillah...Sya udah khawatir banget mas, ya udah kita sholat dulu.."
Merekapun Menuju kamar mandi mengambil wudhu, lalu melaksanakan sholat subuh.
Niat hati ingin bangkit untuk bergegas menuju dapur, tapi lelah dan kantuknya tak bisa dia tahan, dan saat Aydan menutup Alquran nya, Syafeera langsung menjadikan paha sang suami sebagai bantal.
Aydan tidak protes, dia malah mencium puncak kepala sang istri. Syafeera memiringkan tubuhnya lalu merangkul pinggang Aydan. tempat ternyaman nya berada dalam naungan sang suami.
Dalam hitungan detik Syafeera terlelap masih lengkap dengan mukena nya, Aydan membopong tubuh Syafeera, di baringkan tepat di samping Syahdan,.di selimuti nya tubuh kesayangan nya itu, di cium kening mereka satu per satu. Lalu Aydan keluar kamar menuju dapur, dimana sudah ada bunda.
"Gimana cucu bunda...??" tanya bunda ke Aydan saay sudah berada di dapur
"Alhamdulillah sudah turun Bun panasnya,lagi pada tidur, Syafeera kelelahan semalaman Terjaga"
"Alhamdulillah kalau gitu, biarkan aja Syafeera istirahat dulu...urusan dapur ada bunda sama mbak..."
"kamu gak joging...??"
"gak Bun, Aydan mau dirumah aja"
"Green gimana..???"
"In Syaa Allah anak-anak yang lain bisa di andalkan.."
Tepat jam delapan pagi, Syahdan terbangun,. mencari keberadaan sang mommy, kebetulan Syafeera Sedang berada di kamar mandi.
"Mi....Mi..." panggil nya sembari menangis
Aydan yang sedang di balkon langsung menghampiri Syahdan yang sedang menangis sembari memanggil sang mommy
"mommy lagi mandi sayang.. Syahdan sama ayah aja ya...
"dak...Adan au Mi..." tolak Syahdan
"iya nanti sama mommy, sebentar mommy lagi mandi..." Aydan pun menggendong Syahdan, mereka menunggu di depan pintu kamar mandi,.karna Syahdan tak ingin ke tempat lain.
Beberapa menit kemudian Syafeera pun keluar dan langsung di sambut oleh dua pria tampan nya.
__ADS_1
"wich pada nungguin mommy ya..."
"Mi...Mi..."rengek Syahdan
"dia nangis dari tadi nyariin mommy nya.."
"kecarian ya, sebentar ya mommy pakai baju dulu..." Syafeera pun bergegas memakai pakaiannya, tak ada acara menyisir rambut apalagi pakai skincare, rambut nya di Cepol ke atas lalu segera menghampiri kesayangan kecil nya, Aydan tersenyum melihat kelincahan Syafeera, jiwa ke emak an nya semakin keluar
"Sini sama mommy.." mengambil Syahdan dari gendongan sang ayah
Syafeera langsung duduk di sofa dan memberi ASI untuk Syahdan, sedangkan Aydan malah ke meja rias mengambil sisir. Saat Syafeera memberi ASI untuk Syahdan, Aydan malam melepas cepolan rambut Syafeera.
"mas kok di lepas??"
"udah fokus aja sama Syahdan, rambut jadi urusan mas..."
Aydan dengan telaten menyisir rambut Syafeera, membuat Syafeera menyunggingkan senyuman, dengan lihai juga Aydan menyepol rambut istri kesayangan nya itu
"nah..cantik kan..." ujar Aydan sambil mencuim pipi kanan Syafeera
"makasih suami..."
"sama-sama istri..." mendengar panggilan itu membuat mereka tertawa dan Syahdan malah menepuk bibir sang Mommy
"iih kok mommy di pukul..." lagi-lagi Syahdan menepuk bibir sang mommy dengan masih fokus pada ASI nya, dan di pukulan ke tiga, Syafeera menggigit kecil tangan Syahdan lalu menggoyang goyangkan nya
membuat Syahdan melepaskan ASI nya lalu tertawa.. ada rasa geli di tangan nya, tawa khas bayi usia satu tahun ke atas.
"Yee... jogaan nya mommy udah ceria..."
"jagoan mommy ya...??" Syahdan seakan tahu sedang di perebutkan membuat nya bangkit lalu memeluk kedua orang tua nya
"uh..uh..uh.. jagoan ayah dan mommy ternyata..." ujar Aydan
"Nen (ngeASI) nya udah??" tanya Syafeera
"dah..." jawab Syahdan sembari turun dari pangkuan Syafeera lalu beralih menuju benda pipih sang Ayah, lalu di berikan ke sang Ayah
"pon akek... pon Akek.." pinta Syahdan
"telfon kakek maksud nya...??" Tanya sang Ayah memastikan, dan Syahdan mengangguk
"ok...sini ayah pangku, kita telfon kakek.."
"Mommy ke bawah dulu ya ambil makan Syahdan ok.."
"ke Mi..." sahut Syahdan
Aydan pun memilih Panggilan Vidio, dan tak butuh lama sang ayah mertua di seberang sana langsung menjawab panggilan nya
"Assalamualaikum Yah..."
"Waallaikumusallam..."
__ADS_1
"Ayah sehat..??"
"Alhamdulillah... cucu ayah mana nich...??"
"Ada nich, malah dia yang minta tadi, kangen sama Kakek nya.." Aydan pun mengarahkan layar ke arah Syahdan
"Assalamualaikum kek.." ujar Aydan membimbing Syahdan
"Kum kek..."
"waallaikumusallam cucu kakek, lagi ngapain nich...??"
"lagi manja dia kek, kmren sore tiba-tiba demam..." Aydan yang menjawab
"Subhanallah.. Sekarang gimana??" tanya Ayah dengan nada khawatir
"Alhamdulillah udah membaik yah.. langsung di tangani,. mungkin kelelahan Yah .."
"Kek ni ni pat Adan..."
"waduh kakek gak mudeng..hehehe..."
"Kek sini tempatnya Syahdan..." ujar Syafeera yang baru datang
"incu nya kangen tuh kek.." ujar Bunda yang juga baru bergabung
"In Syaa Allah ya, nanti ada kesempatan kakek tempat Syahdan..." ada rasa getir di hati saat mendengar permintaan Syahdan
"Kek... Syahdan sambil makan ya.." ujar Syafeera membahasakan Syahdan
"wich pakai apa tuch lauk nya...?? enak gak??" tanya sang Kakek
"Pakai sup ayam kek, enak lah..."
"cup yam.." tiru Syahdan
Syafeera tak lupa membimbing Syahdan untuk membaca doa, pagi ini Syahdan sarapan di temani oleh sang kakek dan nenek nya dari video call. melepas rindu seperti itu mungkin istilahnya.
selesai video call, Aydan menyempatkan menelfon sang ayah mertua dengan panggilan telfon biasa, membahas sedikit jika memang sang ayah jangan terlalu memikirkan permintaan Syahdan, In Syaa Allah libur semester mereka yang akan berkunjung ke PKU.
Tapi yang nama nya kakek atau nenek mendengar permintaan cucu, tetap tak bisa di pungkiri, ada rasa sedih belum bisa mewujudkan nya, karna bagaimanapun ayah juga punya usaha yang di kelola.
🌠🌠🌠
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Ingat ini hanya coretan renyah saya yang mungkin kadang suka gak jelas.. jadi kalau gak nyambung, ya di sambung sambungin aja🤭
Karna....
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an