
"Adan au itut Mi..." rengek nya minta ikut sang ayah
"Syahdan di rumah aja ya, di sana panas loh.." ujar Aydan
"Ndak AU,, adan itut.." rengek nya semakin menjadi, malah air mata sudah jatuh
"ya udah ikut semua aja gimana??" usul ayah
"ada yang takut hitam tu om..." teriak Revan karna mereka memang sudah kumpul di rumah Syafeera
"sesekali gak bakal buat hitam kok Sya..." ujar Ayah
"kasihan Syahdan nya yah, kan disana panas, trus nanti mau berteduh di mana..??"
"ada tempat neduh nya kok, kan bawa mobil..." jawab ayah
"bunda ikut juga ya, kemping kita kemping..."
"ya udah siapkan keperluan Syahdan, dan bawa juga mainannya, takut bosen nanti dia" ujar Aydan
Akhirnya hari ini mereka pun mancing masal, bawa keluarga besar jadi nya. Menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, dan mereka juga memasuki kawasan kebun sawit.
"jauh banget yah...??"
"namanya mancing di alam terbuka Sya, kalau mancing di pemancing di belakang rumah juga ada tu Tempak Hj.Imron" balas Ayah
Merekapun sampai di sebuah aliran air, seperti waduk, di kelilingi pohon sawit, masih pagi saja sudah cukup menyengat, tapi itu bukan malah menyurutkan semangat mereka, mereka malah semakin semangat.
"Sya mau di buatkan tenda gak??" goda Andi
"kurang haseem kamu ndi...."
"Syahdan ikut om gak...??"
"ndak Adan ama akek a-ja"
"Sya perlu payung gak??" tanya Revan
"emang ada...??" tanya Syafeera
"tuh...." Tunjuknya pada pelepah sawit "hahaha..." dan itu membuat Revan terkekeh
"walau hitam cinta mas gak berkurang kok..." ujar Aydan sambel menahan tawa, lalu menggandeng tangan Syafeera untuk mengikuti nya, sedangkan Syahdan dalam gendongan sang kakek.
Mencari tempat ternyaman... dikira mau tidur kali ya...ðŸ¤
Lanjut memasang umpan.
pluk...pluk...pluk...
Pancing mulai mereka lempar satu per satu..
"Sya menunggu umpan di sambar ikan itu harus sabar, sama seperti menunggu pinangan seseorang.." ujar Andi
"salah..."
"trus yang betul apa??"
__ADS_1
"menunggu pacar jemput di depan gang... buat jantung jedak jeduk , takut ketahuan bokap...."
"pengalaman Sya..??" tanya Andi
"bukan pengalaman nunggu jemputan, tapi pengalaman pasang jilbab di depan gang..." balas Syafeera dan itu membuat ayah dan bunda geleng geleng
"Mi.....Adan au num..." (Mommy Syahdan mau minum...)
Syafeera pun memberikan Tumbler yang berisikan air ke pada sang ayah,.karna Syahdan duduk ngelesot tepat di depan sang kakek.
"Mas.... gerak-gerak tuh..." tunjuk Syafeera yang melihat pancing Aydan bergerak-gerak
Dengan cepat Aydan pun menarik tali pancing, sempat agak susah.
"kayak nya nyangkut tu Dan..." ujar ayah
"di ulur aja lagi mas, trus tarik lagi..." ujar Andi
"kayak kamu ya Ndi, suka nya talik ulur.." timpa Syafeera
"hahaha... bukan Andi yang tarik ukur, tapi dia yang di tarik ulur..." balas Revan
"kasihaaaan...." ledek Syafeera
Setelah cukup lama tarik ulur dengan pancing nya, akhirnya satu ikan lele pun Aydan dapatkan
"wuih.... lele mas..." sorak Syafeera,
"Yee... ayah ta-pat ikang..." sorak Syahdan tak mau kalah (Yee..ayah dapat ikan...)
"ikang apa tu ikang...??" tanya Andi
"ikan Adan... ikan...bukan ikang..." ujar Revan
"i-ya I-kang..." ujar Syahdan mengikuti ejaan yang Revan berikan, tapi hasil nya tetap sama, I-kang
"i...." ujar Revan
"i..." tiru Syahdan
"kan..."
"kang...." tiru Syahdan dan itu membuat semua terkekeh
"bisa marah nanti yang punya nama di samakan sama ikan..."ujar Andi
"siapa emang nya Ndi...??" tanya Ayah
"Ikang Fawzi om... penyanyi legendaris itu..." balas Andi
"hahaha... iya ya... Ikang... ikang Fawzi" balas Bunda
Suasana mancing hari ini cukup meriah dengan adanya Syahdan, karna dia yang tidak mau diam.. bahkan Syafeera tak bisa duduk sejenak jika Syahdan sudah beraksi, takut nyemplung kata nya
"Adan... awas nanti nyemplung loh..." teriak Syafeera, dan benar saja, sang mommy baru pun menutup mulutnya, Syahdan malah nyemplung ke lubang kecil dan itu membuatnya Syafeera terkekeh
"mas....liat tu Syahdan..." teriak Syafeera, Syahdan bukan menangis dia malah asik dengan mainan baru nya
__ADS_1
"astagfirullah Syahdan..." teriak Bunda
"hahaha... dulu ayah nya yang nyemplung pas mancing, sekarang anak nya ya..." ujar ayah sembari terkekeh mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat membawa Aydan mancing pertama kali
"en-nak Mi... ing-in Mi.. ing-in" (enak Mommy, dingin Mommy dingin...)
"udah...yuk mentas, takut gatel nanti ya.. itu jorok loh..." ujar Aydan sembari membawa Syahdan bangkit dari duduk nya.
"trus gimana tuch...??" tanya Syafeera
"kan bawa air galon, mandiin aja, ayah kan sengaja bawa itu, nama nya bawa anak kecil.."
"iih jorok kan..gak dengar mommy sich, hati-hati" ujar Syafeera sambil membawa Syahdan ke belakang mobil
"sini biar kakek yang mandiin ya.... untung gak ada duri sawit..." ujar sang kakek sambil geleng-geleng, tapi sang kakek bukan langsung di mandiin tuh Syahdan, malah di ajak Foto
"ayah....kok malah foto-foto..." omel Syafeera
Melihat itu bunda malah juga ikutan foto
"moments langka ini Sya....kapan lagi coba, mana bisa di ulang...hahaha..." balas ayah
"pangeran kecemplung lumpur itu mah..." ujar Andi
Tak terasa mereka sudah cukup lama, hasil pancingan juga lumayan, dan mereka juga bisa melihat pangeran terjun ke lumpur hari ini.
Sekitar jam empat sore mereka sampai rumah Syafeera, dan Andi serta Revan tidak pulang, Syafeera malah mengundang teman-teman dekatnya untuk datang kerumah, acara bakar bakar hasil pancingan tadi.
Rumah Ayah malam ini sangat ramai, dan Artisnya malam ini adalah Syahdan, Qianita dan keluarga kecil nya juga ada. Ayah juga memposting moments Syahdan ke cempluk tadi...dan jangan di tanya bagaimana heboh nya mereka
"untung ganteng ya kan...jadi tetap kharismatik walau penuh lumpur.." ujar Fitri
"coba Andi yang ke cempluk, di jamin gak bakal ketemu, soal nya sama-sama hitem kayak lumpur nya..." ujar Winda
"awas ya Lo Lo pada makan hasil pancingan gue..."
"Andi ngambek woi..Andi ngambek...ada yang mau membujuknya gak...??" tanya Fitri
"buang ke got aja Fit..." balas Revan
"hasem kalian...."
"kopi...Kopi... pada mau minum kopi ala Green gak...??" tanya Syafeera sembari membawa gelas yang sudah berisi kopi.
Aydan tak pernah telat kopi jika ke PKU jadi stok kopi untuk sang ayah aman selalu.
"wah kopi Nya green mana bisa nolak..." balas Revan
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Ingat ini hanya coretan renyah saya yang mungkin kadang suka gak jelas.. jadi kalau gak nyambung, ya di sambung sambungin ajaðŸ¤
__ADS_1
Karna....
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an