Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Nyonya Aydan Atthallah


__ADS_3

Hampir pukul tiga sore Aydan tersadar dari tidur lelap nya, tidur siang terindah untuk nya. Di tatapnya sang istri yang masih terjaga. Begitu teduh dan tenang, tapi jika sedang marah,. jangan di tanya, Aydan harus meningkatkan kesabaran nya dengan extra.


Di kecup nya kening Syafeera "Terima kasih sayang....mas sangat mencintai mu,jangan pernah berfikir untuk bisa pergi.. maka mas akan kejar kamu kemana pun.." kata tergombal dari seorang Aydan, tapi sayang yang di gombalin dia sedang terlelap.


Aydan bangkit dari tidur nya menuju kamar mandi, melaksanakan mandi wajib..setelah selesai dan lengkap dengan pakaiannya Aydan turun ke bawah, suara cacing di perut nya sudah berdendang sedari tadi.


Aydan menuruni anak tangga, dengan rambut nya yang masih basah. bunda yang kebetulan dari belakang baru selesai memetik cabai pun terfokus pada rambut putra nya itu, bagaimana tidak, jam segini Aydan turun dengan rambut yang basah dan senyum yang tak lepas dari pipi nya.


Bunda pun ikut menyunggingkan senyuman, seakan Pahan dengan apa yang terjadi dengan anak dan menantunya itu.. Yah ranjang memang salah satu cara menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.


"tumben jam segini udah fres, keramas lagi.." goda bunda


Aydan bukan tersipu malu karna tengah terciduk.. Aydan malah memeluk bunda dari belakang, gelendotan seperti anak kecil, seakan sedang menyalurkan kebahagiaan nya.


"Syafeera mana?? masih tidur??? kalian gak makan siang loh..."


"masih terlelap Bun..."


"Kamu pasti buat mantu bunda kelelahan ya.." satu godaan lagi lolos dari bibir bunda


"hehehe... Lelah jadi Lillah Bun..."


"Bunda ikut bahagia untuk kalian, semoga cepat jadi ya... biar rumah ini ramai.." Aydan melepaskan pelukannya


"Doain yang terbaik, karna Aydan gak mau maksa Bun, Syafeera masih kuliah.."


"doa tebaik pokok nya..."


"Bun Aydan lapar..."


"ya udah buruan makan....oh ya soal Larisa gimana???"


"Aydan udah jelasin Bun, kalau Syafeera gak percaya, ini semua gak akan terjadi kan...??" Bunda tersenyum dengan jawaban Aydan


"Aydan makan di atas aja Syafeera pasti juga lapar " Ujar Aydan lagi sambil mengambil satu piring nasi berserta lauk dengan porsi double.


Di kamar Syafeera menggeliat kan tubuh nya, mata nya berusaha di buka dengan paksa karna rasa kantuk yang masih terasa, mata nya menerawang melihat jam dinding, dan betapa kaget nya dia saat jam sudah menunjukkan jam 3 lewat.


Syafeera berusaha mendudukkan tubuh nya, tubuhnya seperti baru kerja rodi, remuk redam, dan ingatan kembali ke kejadian beberapa jam lalu.


Pipi nya merona, mengingat semua nya, di tepuk tepukan pipi nya sendiri, sungguh membuat nya malu,..tapi bahagia tidak ada penyesalan.


Ceklek!!


Pintu terbuka perlahan, dan melihat pintu terbuka Syafeera langsung menyembunyikan wajah nya di antara dua kaki nya..Dan Aydan yang melihat itu langsung meletakkan makanan yang dia bawa ke meja dekat sofa, dan bergegas menghampiri Syafeera.


"Sya kamu kenapa?? ada yang sakit?? atau menyesal..???" tanya Aydan penuh ke khawatiran


Syafeera menggeleng... dan Aydan menghembuskan nafas nya lega dengan gelengan Syafeera, ada rasa takut jika ternyata Syafeera menyesali apa yang terjadi tadi.

__ADS_1


"Trus kenapa??"


"Sya malu..."Jawab nya lirih tapi masih bisa Aydan dengan, dan mendengar jawaban itu Aydan malah terkekeh kecil.


Mendengar Aydan tertawa,. Syafeera mendongak kepala... "iih kok malah ketawa sich..??" kesal nya


"udah buruan mandi, trus kita makan, laper kan..??" bukan jawaban yang Aydan berikan


"mau mas bantu ke kamar mandi nya??" Aydan menawarkan dengan sedikit nada menggoda


"gak... Sya bisa sendiri??" jawab nya sambil mendorong Aydan agar dia bisa lewat. walaupun langkahnya gak seperti biasanya, tapi Syafeera menolak untuk di bantu. malu mengingat akan apa yang terjadi hari ini.


Syafeera cukup lama di kamar mandi, tidak seperti biasanya, Aydan pun agak khawatir dan memilih mengeruk pintu kamar mandi nya.


"Sya... kok lama..?? Kamu Ok...??"


"sebentar mas....Sya Ok kok.." jawab nya. tapi lagi-lagi Aydan mengetuk pintu kamar mandi, karna Syafeera belum juga keluar


"Sya.. kamu gak tidur kan...??" Syafeera mendongakan kepalanya di balik pintu.


"Mas....Sya lupa bawa baju..." ucap nya sambil nyengir kuda


"Astagfirullah Syafeeraaaa.... jadi dari tadi gak keluar karna gak bawa baju...??" Syafeera mengangguk


"Keluar sekarang..." titah Aydan dengan wajah dingin nya


"keluar..." mau tak mau Syafeera keluar hanya dengan menggunakan handuk berwarna kream yang panjangnya di atas lutut dengan langkah malu-malu, tak apa Sya, yang penting bukan malu-maluin 🤭


Aydan menggeleng "mas udah lihat semua nya, kenapa harus malu" ujar nya Tampa dosa dan itu membuat Syafeera meninju pundak Aydan


"Au....kok mas malah di pukul..."


"tauk ah..." jawab nya sambil meninggalkan Aydan menuju lemari nya,. Selesai dengan pakaiannya, Syafeera menghampiri Aydan yang duduk di sofa


"sholat dulu yu mas..." ajak nya


"makan dulu, kita belum makan dari siang, gak baik sholat dalam keadaan lapar, yang ada kita gak khusuk..." Jawa Aydan sambil menarik tangan Syafeera untuk duduk


Mereka pun makan sepiring berdua... "keburu dingin kan nasi nya.." ujar Aydan


"dah biasa sama yang dingin-dingin, Sya aja punya suami juga dingin"


"kamu sich kelamaan di kamar mandi nya.."


"kan Sya malu kalau harus keluar tanpa pakaian.." jawab nya jujur


"mas udah tahu, mas udah lihat semua nya.."


"iih mas...jangan bilang mas ngebayangin yang tadi...malu tahu..." oceh Syafeera

__ADS_1


"gak ada larangan ngebayangin hal itu sama istri kan??" tanya Aydan Tampa dosa sedangkan Syafeera wajah nya sudah merona mendengar penuturan Aydan membayangkan apa yang tejadi siang tadi.


Sebenarnya Syafeera juga belum bisa move on dari kejadian siang ini, tapi tetap saja rasa malu masih sulit dia tutupi.


Aydan mengelap sudut bibir Syafeera yang sedikit belepotan dengan tisu, lalu menyodorkan jus jeruk untuk nya.


"Udah...???" Syafeera mengangguk "kita Sholat ya..."


Mereka pun melaksanakan sholat ashar bersama. jika ditanya perasaan Syafeera, jelas dia bahagia. sangat bahagia, mendengar pengakuan Aydan tentang perasaannya.. apa ini yang dinamakan wanita itu sok tak tahu tapi maha tahu.


Sama hal nya perasaan Aydan, dia dapat merasakan nya, tapi seolah tak tahu Karna tak ada pengakuan darinya. tapi saat mendengar semua nya, dengan Tampa ragu dia serahkan semua nya, entah itu atas dasar kewajiban atau balasan akan perasaan. hanya dia yang tahu, yang pasti apapun itu, semua nya halal .


Aydan membawa Syafeera keatas sofa, merangkulnya.. sesekali mencium puncak kepalanya.


"makasih Nyonya Aydan..." bisik Aydan tepat di samping telinga Syafeera, walau kaku tapi menggodanya sang Istri seakan itu kepuasan untuk nya, melihat Syafeera malu-malu dengan pipi merona seakan menjadi booster untuk nya.


"mas iih..Sya malu tahu..."


"malu nya kamu itu kebahagiaan buat mas.."


satu cubit mendarat di perut Aydan tapi beberapa detik kemudian Syafeera merangkul sang suami dingin nya itu.


"mas bahagia, sangat bahagia... Dan seperti nya mas harus mengucapkan terimakasih kepada Larisa... Karna dia ini bisa terjadi"


mendengar nama Larisa di sebut, Syafeera melepaskan pelukannya....lalu menyilang kan tangan nya di depan dada. dan itu membuat Aydan terkekeh.


"jadi Nyonya Aydan Cemburu nich ceritanya??" goda Aydan


"tauk ah..." Rajuk nya, dan itu membuat Aydan mengecup bibir Syafeera, awal nya ke-cupan singkat namun lama-kelamaan menuntut. Syafeera mendorong dada Aydan agar bisa terlepas dari ciuman itu.


"Mas mau buat Sya kehabisan nafas ya...??" omel nya, dan Aydan hanya tersenyum puas


"tenyata Suami dingin Sya cukup mesum.."


"Yang penting mesum sama istri, bukan sama yang lain..." jawaban santai


"kalau mas berani mesum sama yang lain di luar sana, siapa-siapa gak lihat Sya lagi" ancam nya, dan Aydan langsung merangkul nya, Istri nakal nya ini kalau marah sungguh sulit untuk menaklukkan nya.


🌠🌠🌠


Lanjut kita ??


Afwan belum bisa maximal Up nya ya


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2