
"Mas jawab, apa mas Mencintai Sya.." tiga kali sudah pertanyaan itu lolos.. Tapi bukan jawab Aydan malah hanya menatap Manik Syafeera yang menahan tumpahan air mata, ibarat bendungan jika tertimpa hujan deras sekali lagi, maka banjir bandang siap melanda.
Kenapa?? kenapa begitu sulit untuk mengutarakan nya.. itulah isi hati Aydan saat ini. bagaimanapun wanita pasti ingin suatu ucapan kepastian,bukan hanya tindakan.
Saat Aydan akan membuka mulut nya memberanikan diri mengungkapkan isi hati nya, Syafeera menepis genggam tangan Aydan, Syafeera berdiri dan bersiap untuk beranjak meninggalkan Aydan, tapi dengan cepat di cegah oleh Aydan, Aydan meraih Tengkuk syafeera tanpa izin , Aydan mengecup bibir Syafeera walau sesaat.
Mata Syafeera membulat sempurna.. Aydan sudah tidak peduli jika dia harus di cap Lelaki yang tidak menepati janjinya, 5 bulan pernikahan Aydan menahan, dan kejadian hari ini membuat nya tak lagi bisa menahan di tambah pertanyaan demi pertanyaan Syafeera.
Sikap Syafeera yang meragukan nya, seperti ini cara membuat Syafeera yakin kepada nya. Aydan menangkup wajah Syafeera, menatap nya begitu dalam. Aydan berfikir perhatian, kepedulian sudah cukup membuat Syafeera sadar bahwa dia mencintai nya. tapi itu salah.. sangat salah.
Di tatapnya lekat mata Syafeera, "dengarkan mas baik-baik"
"Bismillah....Mas Mencintai Mu... sangat Mencintai Mu.." kata yang dia tahan akhir nya dia ungkapkan
"Tak ada keraguan, bahkan jika ditanya Kapan, mas tidak tahu, tapi mas rasa jawaban nya saat Ijab Kabul itu bersaut dengan kata SAH.. hanya mas belum bisa merasakan nya dan belum mampu mengungkapkan nya" Air mata Syafeera tumpah, Syafeera tak mampu berucap, air mata seakan jadi jawaban.
"maaf kamu harus menunggu lama untuk mendengarkan kata ini... tapi gak mudah Sya.. dan seharusnya kamu tahu mas sangat mencintai mu dari semua tindakan yang mas lakukan..." tambah Aydan sambil menghapus air mata Syafeera dan dengan sigap Syafeera memeluk sang suami dinginnya itu.
cukup lama Syafeera menangis dalam pelukan Aydan, Aydan berusaha merenggangkan pelukan itu.
"apa pernyataan cinta mas sangat menyakitkan??" Syafeera menggeleng
"trus kenapa nangis, udah dong nangisnya..." Aydan mengelap banjiran air mata yang ada di wajah istri nakal nya nya itu dengan tisu yang ada di nakas "jangan nangis lagi ya.." Syafeera mengangguk
Aydan menarik jarum pentul yang tersemat di jilbab Syafeera, melepas Bros jilbab yang ada di samping dada kiri Syafeera, melepas cepolan rambut Syafeera, dan kini rambut itu terurai dengan indah nya.
Rambut itu di tarik ke sisi kiri leher Syafeera, Aydan mengecup puncak kepala Syafeera cukup lama. lalu mengelus pipi Syafeera. syafeera tak menolak ataupun berkontak, Syafeera hanya bisa memejamkan mata nya, menikmati perlakuan lembut sang Suami dingin nya itu. haruskah dia bersyukur memiliki suami dingin?? karna hanya dia yang bisa merasakan kehangatan itu seutuh nya, hanya Syafeera seorang.
__ADS_1
Aydan menarik tubuh Syafeera hingga menghilangkan jarak di antara mereka. Aydan mengecup kening Syafeera, lalu berganti ke mata, hidung dan bibir ranum itu di ke-cup nya dengan sangat lembut
Syafeera hanya bisa memejamkan mata nya, karna ini adalah pertama bagi nya di sentuh seorang pria se intim ini, tapi tak perlu takut, karna semua sudah halal untuk mereka lakukan.
Aydan berbalik ke leher jenjang Syafeera, mencium aroma tubuh Syafeera, yang membuat nya begitu rileks dan nyaman.
"Sya... sepertinya mas udah gak bisa menahan ini semua lebih lama lagi... bolehkan???" pinta Aydan "Jika kamu belum izinkan, maafkan mas tidak bisa menepati janji yang satu ini.." bisik nya dan itu membuat bulu kuduk Syafeera merinding
Syafeera mengangguk sebagai jawaban, walau berat tapi dia sadar bagaimana pun Aydan adalah lelaki normal, dan Syafeera adalah Istri nya, wajib baginya menunaikan kewajiban dalam menyenangkan sang suami.
Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu… Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya” (QS. Al Baqarah: 223)
Nafkah Batin, 5 bulan pernikahan Nafkah itu belum bisa mereka jalankan satu sama lain, padahal itu salah satu jalan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.
Mendapatkan persetujuan dari Syafeera, benar-benar membuat gejolaknya semakin memuncak.
"geli mas..." lirih Syafeera, tapi Aydan tak memperdulikan itu, Aydan malah semakin melancarkan aksi nya, menyentuh istri nakal nya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, bagaimana tidak nakal, Syafeera benar-benar membuatnya harus Ektra sabar.
Aydan membisikan satu ayat di telinga Syafeera, bukan Ayat cinta, tapi Ayat penyatuan cinta.. ibarat makan ingat harus baca bismillah agar saat makan tidak di ganggu oleh syaiton. begitupun saat ini, Aydan tak ingin penyatuan itu di nikmati juga oleh syaiton.
"mas Sya malu..." lirih Syafeera saat melihat kondisi mereka saat ini, Aydan Tersenyum dengan tingkah istri nakal nya itu, seakan kata malu dan malu-malu kucing itu sangat beti(beda tipis).
Aydan merebahkan tubuh Syafeera perlahan, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, seakan tak ingin kegiatan itu ada yang mengintip sekalipun itu nyamuk.
Bukan malam panjang, tapi ini adalah siang terpanjang untuk mereka, penantian itu terbayarkan siang ini, penyatuan itu sempurna. memberikan cap "engkau miliki seutuh nya"
"mas udah iih..., badan Sya udah kayak ayam geprek nich..." omel Syafeera, karna Aydan seakan tak mau menyudahinya
__ADS_1
Aydan tersenyum puas... mencubit hidung Syafeera... " Done Sya... eh salah..."
"salah apa...??" tanya Syafeera terheran
"ia salah yang bener Done Nyonya Aydan Atthallah..." Jawab Aydan menggoda sekaligus menginfokan, Syafeera seutuhnya adalah milih nya.. ya miliki nya, Nyonya Aydan Atthallah.
Syafeera mencubit kecil perut Aydan di balik selimut dan Itu membuat Aydan membawa Syafeera ke pelukannya.
"Tidur lah... pasti lelah.." Syafeera tak lagi menjawab karna benar dia saat ini benar-benar lelah, beberapa jam lalu lelah karna emosi nya, dan ini karna penyatuan cinta mereka.
Jika mereka saat ini bahagian dengan cinta mereka berbeda dengan bunda, bunda sedang harap-harap cemas, menanti kabar apa yang terjadi, tapi mereka tak kunjung turun.
Durhaka gak tuch ya??🤭
Bunda pun menuju kamar mereka, mencoba mendengar sesuatu, siapa tau ada adegan lempar piring...kok lempar piring sich??, dikira Rumah makan Padang kali ya?? tapi sayang tak ada suara, bahkan sangat senyap.
"masa iya mereka tidur...??" tanya bunda dengan diri sendiri
"Yo wes lah....seng penting akur" (ya sudah lah...yang penting akur) Bunds pun memilih untuk menuju kamar nya.
🌠🌠🌠
Lanjut kita ??
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an