Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
My Husband


__ADS_3

Syafeera menarik Aydan ke arah ranjang, karna kamar nya tak ada sofa seperti kamar mereka di Jogja. Rasa kantuknya tiba-tiba lenyap karna pertanyaan sang suami dinginnya itu.


Aydan duduk bersandar di ranjang, dan Syafeera memposisikan tepat di samping sang suami, merangkul pinggang sang suami.


"jujur dech, kenapa mas tanya soal ini, dan mengambil kesimpulan bahwa teh Qia dan mas Yusuf di jodohkan..??"


"pengen tahu aja..." jawabnya datar


"hmm..... Sya, teh Qia dan mas Yusuf itu udah kenal dari kecil, tetangga malah, dan mereka menikah atas keinginan mereka sendiri, mas Yusuf yang melamar teh Qia.."


Kening Aydan mengerut, Yusuf menikahi Qianita atas keinginan, kenapa dia seakan menaruh hal lebih ke Syafeera?? apa yang Yusuf tunjukkan tadi bukan sekedar perhatian sahabat atau ipar, sekalipun Aydan lelaki dingin, tapi dia bisa membedakan semua itu.


"mas..kok diem...??"


"gak papa, tidur yuk..."


"mas iih,.ada yang di sembunyikan nich.."


"gak ada...mas agak aneh aja dengan perhatian mas Yusuf ke kamu, dia seakan mengenal kamu luar dalam..."


"huuffftt... dulu kami memang cukup dekat, tapi gak lebih, rasa nyaman, mungkin lebih ke adik kakak kali ya, tapi sejak dia memutuskan melamar teh Qia,.Sya merasa gak pantas aja jika terlalu dekat seperti dulu, jaga perasaan teh Qia aja..." aku Syafeera, walau belum sepenuhnya mengakui dia pernah menaruh hari pada Yusuf


"maaf mas,.Sya gak bisa bicara semua secara terbuka, Sya bukan gak mau jujur, Sya mau jaga semua nya aja.." batin Syafeera


"Dulu Sya cukup terbuka sama mas Yusuf, ya karna kan Ayah cukup keras dan mas Yusuf teman laki Sya satu-satunya yang ayah izinkan dekat sama Sya, ayah percaya sama mas Yusuf untuk jaga Sya dan teh Qia, kalau Sya lagi marah sama ayah, mas Yusuf teman sya cerita, tapi sebatas itu aja sih mas, karna Sya gak punya kakak laki-laki kali ya" alih Syafeera


Aydan membelai lembut rambut Syafeera "ya udah tidur yuk...besok kita jadi kan ke perpustakaan, lagian ini udah hampir jam 12"


"mas Yusuf ada ngomong apa sama mas?? jujur dech...???" tanya Syafeera penuh selidik


"hmmm..apa ya??"


"jangan buat Sya penasaran dech..."


"mungkin lebih takut kamu mas sakiti kali ya, tapi..."


"tapi apa...??"


"tapi mas ngerasa ke khawatiran dia bukan sekedar antara sahabat, ataupun adik...lebih ke perasa lelaki ke wanita nya.."


Syafeera mengerutkan dahi nya..."gak usah mengada dech, dia suami teh Qia loh mas..."


"tuh kan mas jadi serba salah, itukan penilaian mas....tapi mas gak peduli dengan itu, yang pasti kita baik-baik saja dan bahagia kan??"


Syafeera mengangguk "yang lalu cukup jadi masa lalu, mas masa depan Sya"


"ya udah kita tidur ya..." ajak Aydan


🌠🌠🌠


"Assalamualaikum Sya..." salam Fitri


"waallaikumusallam..." jawab bunda


"Sya mana Bun... dia jahat balik gak ngabarin Fitri..." omel Fitri Tampa sadar ada Aydan yang sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"ada.. lagi jemur pakaian..." jawab bunda dengan lembut.


Tak lama kemudian Syafeera baru masuk selesai dengan jemuran nya, dan Fitri langsung menjewer telinga Syafeera yang berbalut hijab.


"au.. sakit setrok..."


"kenapa Balik gak ngabarin??" omel nya sambil melepaskan jeweran nya


"hehehe... belum sempat,.. maklum banyak agenda..."


Fitri melotot tapi tiba-tiba mata nya teralihkan dengan sosok Aydan yang melihat interaksi mereka. tiba-tiba Fitri tersenyum semanis yang dia mampu saat melihat Aydan..


"siapa Bun...?? keponakan?? jodohin lah sama Fitri.." bisik nya


Bunda sontak terkekeh, mendengar bisikan dari Fitri. tapi kini Syafeera yang melotot.


"izin dulu sama Syafeera..." balas bunda


Fitri mengerutkan keningnya nya, melihat ke arah Syafeera "kok ke Sya Bun...??"


"mu siap jadi madu Sya...??" tanya Syafeera sambil memainkan alisnya


"uhuk...uhuk.." Fitri terbatuk-batuk


Syafeera berjalan mendekat ke Aydan dan duduk di samping Aydan...


"Mas kenalin itu Fitri temen seperjuangan, tapi tidak seperkandungan...." ujar Menujuk Fitri


"ekstrim banget tu kata-kata Sya" protes Fitri


"Hahaha....oh ya Fit.... kenalin, ini mas Aydan, my Husband..." kata My Husband penuh dengan penekanan


Syafeera pun melempar nya dengan bantal sofa.


"Bun, Sya becanda kan...??" tanya Fitri ke bunda


"beneran setrok..." balas Syafeera


"kapan... kok Fitri gak di kasih tahu...??" protes Fitri


"udah 6 bulan... hehehe" jika dua sahabat itu sedang berdebat, berbeda dengan Aydan malah tampak santai


"Huaaaa.. bisa bisanya aku gak di kasih tahu..??"


"mas ke belakang dulu ya, nyusul Ayah, kalian ngobrol aja..." ujar Aydan dengan santainya, dan Syafeera mengangguk


Syafeera dan Fitri pun kini duduk berdua, Syafeera menceritakan semua yang terjadi, tak tertinggal satu hal pun, eits tapi ada yang gak Syafeera Ceritakan saat momen mereka berdua pastinnya, cukup jadi konsumsi mereka aja, Fitri belum cukup umur untuk tahu itu..🤭


"Trus Sekarang kalian??"


"kami baik...sangat baik dan bahagia, pacaran halal itu indah Fit, gak perlu takut dosa..." balas Syafeera


"kalian udah...??" sambil memainkan kedua jari telunjuknya nya


"anak di bawah umur di larang tahu...hahaha"

__ADS_1


"umur kita sama ya...??" protes Fitri


"iya, tapi kan Dirimu masih sigle, kalaupun ada pasangan, belum halal, jad Belum waktunya untuk tahu...hehehe" ledek Syafeera


"apapun itu yang penting kamu bahagia Sya, ya walau pun cara nya agak extrim juga sich..."


"soal jadi madu Sya gimana, jadi...??"


"emang boleh...??"


"boleh.....asal siap-siap aja...". sambil memainkan ke dua alisnya


"ogah ah...serem kayak nya.."


"hahaha..." Mereka pun tertawa berdua,. tak terbayangkan bagaimana kejamnya Syafeera jika Sampai memiliki madu. siap disiksa kali ya??? atau bakal kaya romusa??


🌠🌠🌠


"mas naik motor aja ya.."


"naik mobil aja Sya..." ujar ayah


"kalau naik mobil gak bisa menikmati pacaran yah..." ayah dan bunda menggeleng


"kuncinya mana yah??" ayah pun memberi kunci motor Syafeera yang lama, menikmati masa pacaran halal alasan nya.


Perpustakaan Soeman HS adalah tujuan mereka, sebuah perpustakaan negeri yang terletak di pusat kota Pekanbaru dengan bentuk bangunan seperti buku yang terbuka.



mana mungkin Aydan menolak, apalagi dia yang seorang dosen, membaca adalah salah satu jembatan bisa terus mencapai kesuksesan nya hingga di titik saat ini, bukan tanpa alasan Syafeera mengajak Aydan, Karna jika dilihat dari kamar Aydan yang memiliki pustaka kecil, jelas tempat seperti ini sangat dia inginkan.


Mereka sudah berada di dalam ruangan megah itu yang terdiri dari 6 lantai, ber AC dan free WiFi...serta kedap suara.


"tahu gak mas perpustakaan ini itu dijuluki perpustakaan termegah di Indonesia"


"mas pernah dengar, tapi belum pernah ada kesempatan untuk datang, hikmah berjodoh dengan orang Pekanbaru" balas Aydan sambil berjalan mengelilingi rak buku yang tersusun rapi


"Pustaka ini diapit dua gedung megah lainnya, sebelah selatan ada Bank Indonesia (BI) dan sebelah utara ada Kantor Gubernur Riau. Gedung pustaka Soeman HS ini terkesan unik dan eksotis"


"Bentuk bangunan dari kejauhan seperti atap gedung saling menyilang setengah lingkaran, tak ubahnya sebagai meja tempat untuk membaca Al Quran. Bentuk ini sebagai filosofi akan ajaran Islam yang erat dengan budaya Melayu" Syafeera menjabarkan


Bagaimana pun Syafeera telahir di kota ini, jelas dia tahu banyak tentang budaya Melayu,.tapi Ayah masih kental dengan Budaya Sunda nya, jadi gak heran jika Syafeera pun paham akan Budaya sunda dan bahasa nya.


"sepertinya ini juga tempat favorit Isti mas ini ya..??" Syafeera mengangguk


Tak heran jika Syafeera cukup cerdas karna membaca juga hobby, Bedanya dia tak memiliki pustaka seperti yang Aydan miliki.


🌠🌠🌠


Lanjut kita??


*Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya..🥰🥰


Maaf belum bisa balas satu-persatu ya🙏🙏*

__ADS_1


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2