
Motor sport itu pun berhenti di parkiran, banyak mata yang memandang, tadi pagi-pagi di hebohkan dengan undangan pernikahan Syafeera dengan dosen mereka, dan Sekarang dengan kedatangan motor sport yang nampak asing.
"mahasiswa baru ya??"
"gak tau juga... mahasiswa lama motor baru kali..."
"siapa sich,.buat penasaran aja"
Aydan membuka helm nya.. dan benar saja itu membuat para penghuni kampus, terutama Mahasiswi melongo di buat nya, dan yang membuat mereka lebih melongo, lagi saat Aydan membuka helm seorang wanita yang juga baru turun, siapa lagi jika Wanita itu bukan Syafeera.
Aydan membuka helm yang melindungi kepala Syafeera, bukan hanya sebagian pelindung, memakai helm juga adalah tata tertib dalam berkendaraan menggunakan motor kan, tadi sebagai warga Indonesia yang taat, harus pakai helm.ðŸ¤
Tak hanya sampai disitu,.Aydan merapikan jilbab Syafeera yang sedikit berantakan karna helm yang dia gunakan.
"Mas Sya kok takut ya..."
"mas antar sampai kelas..ok..." Ujar nya sambil menggandeng tangan Syafeera.
Bukan hanya expresi melongo, ada juga yang membuat ekspresi menangis, mengusap air mata, tapi bohong, karna tidak ada air mata yang menetes..ada juga yang menghentak kaki nya lalu kabur entah kemana.
"Jadi undangan itu bener, bukan hoax??"
"lihat dech dosen tercintaku...kenapa malah sama si Syafeera sich..huaa??"
"ada pak Wahid juga yang turut mengundang guys, jadi udah jelas ini bukan hoax" ujar salah satu mahasiswa yang memutar ulang undangan nya.
"pak Aydan nampak cuek di luar, lumer di dalam ya..."
"Lo kira di wafer bang bang..."
Ada sosok pria yang hanya bisa diam, memendam sakit, hati nya hancur sehancur hancurnya. pagi tadi dengan datangnya undangan online itu, dan Sekarang dengan kemesraan dua sejoli itu.
Komentar baik sampai Buruk jangan di tanya..tapi sepertinya kata Aydan, jangan pedulikan, jangan di balas, cukup baca dan balas chat dari Aydan dan keluarga.
Aydan mengantar Syafeera sampai depan kelas...jelas banyak mata yang melihat. bisikan-bisikan tak jelas bagai tawon pun silih berganti.
"selesai jam langsung ke ruangan mas" Syafeera mengangguk,.Aydan pun meninggalkan Syafeera.
Kedatangan nya di sambut oleh para CS nya..
"Syafeera....".teriak mereka kompak lalu memeluk nya.
__ADS_1
"seneng dech..." Ujar Hanum
"Sya itu beneran pak Aydan....si dosen killer plus dingin itu??" tanya Heni
"Sya.. ini bukan mimpi kan...??" tanya Risa dan Syafeera hanya bisa menjawab semua pertanyaan sahabat-sahabat nya itu dengan senyuman dan anggukkan
Syafeera duduk di tempat dia biasa duduk, berusaha santai menanggapi cibiran yang kadang agak di keraskan volume agar Syafeera dengar. tapi mengabaikannya itu lebih baik.
Brak...!!! Tiba-tiba suara meja Syafeera di gebrak
"kak Tiara apa-apaan sich??" tanya Hanum
"eeh... muka tembok,.Lo itu jangan-jangan selama ini bisa dapat IP tinggi karna mepetin pak Aydan ya...??" tuduh nya Tampa dosa, dan benar saya tuduhan itu membuat teman-teman yang lain saling berbisik
"*wich.. jangan-jangan bener tu kata kak Tiara??"
"diam-diam, sok jual mahal... ternyata di obral sama dosen nya*"
Syafeera membuang nafasnya kasar, berusaha tenang, walau rasa nya emosi nya sudah naik ke ubun-ubun
"jaga ya ucapan kak Tiara... ingat Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan" jawab Syafeera sambil berdiri dan kini melihat ke arah Tiara
Syafeera mengepalkan tangannya, ingin sekali dia tonjokan ke bibir lemes itu.
"dulu kamu deketin Adrian, untuk bisa masuk ke anggota BEM, aku ngalah ya.. dan Sekarang kamu diam-diam...ckckck"
"parah Lo Sya..." komentar salah satu teman sekelasnya.
"Mu...Ra...Han..." ujar Tiara dengan melihat Syafeera sinis, dan kata-kata di itu benar-benar membuatnya gak bisa menahan emosinya.
Prak....!!!
Satu tamparan mendarat di pipi Tiara,.membuat Tiara meringis, Tiara ingin membalas tamparan itu, tapi dengan cepat Syafeera tangkap tangan itu.
"MURAHAN....?? Jaga ya ucapan kak Tiara, selama ini saya diam, bukan berarti saya gak bisa melawan..." sambil menghempaskan tangan Tiara
"Pertama... saya tidak pernah mendekati kak Adrian... Pernah saya mendatangi nya??? ada yang pernah lihat saya berdua dengan kak Adrian untuk urusan pribadi...??" tanya Syafeera ke semua yang ada di ruangan
"kakak Tiara lupa,. kakak yang mengejar kak Adrian, tapi di TOLAK...!!! Lupa dengan kejadian di kantin??" tanya Syafeera mengingat
"Soal BEM.... Lupa jika kalian semua yang mendukung saya?? bahkan pak Wahid yang merekomendasikan saya!! kalian lupa??"
__ADS_1
"Kalian lupa saya masuk di Almamater coklat ini karna jebolan mahasiswa BERPRESTASI?? LUPA...???"
"Dan beasiswa itu Sya dapatkan dengan usaha Sya sendiri, bahkan tidak kenal dengan Pak Aydan...!!!"
"Kak Tiara perlu tes langsung.. ayo, kita tes, sudah sampai mana sich SKS kak Tiara..?? atau jangan-jangan Jauh tertinggal dengan Sya??" satu pertanyaan menohok untuk seorang Tiara
"Dan.. kak Tiara lupa, beberapa hari lalu, siapa yang datang ke ruangan Pak Aydan, lalu memberikan nya Hampres...?? perlu sya sebutin isi nya apa??" Lagi-lagi Tiara terpojok
"Tolong di lihat baik-baik, saya dan pak Aydan sudah SAH Dimata Hukum dan Agama 7 bulan lalu... dan pak Wahid lah saksi pernikahan kami....jika ada yang bertanya kenapa di sembunyikan...??? bukan di sembunyikan, tapi kami memang belum melaksanakan resepsi..."
"Kenapa baru sekarang...??? ya ini nich jawaban,. kalian begitu cepat mengambil kesimpulan tanpa mau bertanya, isi ot*ak kalian semua bisikan Syai*tan..."
"ini undangan resepsi pernikahan, buka demo yang harus kami umumkan pakai Toa di depan mimbar, atau berita kematian yang harus kami umumkan di Masjid..."
"Rahasia kan Pinangan Mu, Umum Pernikahan... Pernah dengar itu??? "
Emosi Syafeera seakan ingin dia tumpakan, di cap Murahan, begitu sakit, bagaimana dia murahan, sedangkan dia menyerahkan diri nya untuk sang suami, tangan yang menggenggam nya ada tangan sang suami, Tangan yang merangkul nya adalah tangan sang suami, tubuh yang memeluknya adalah tubuh sang Suami.
Semua yang ada di ruangan itu diam..
"kenapa diam...??? mau uji prestasi?? dalam bidang apa?? study mata kuliah?? ekskul..??" tanya Syafeera dengan nada sinis dan senyum nya mengembang, tak niat meremehkan, tapi sepertinya kali ini dia harus menjadi Syafeera yang dulu, Arogan!!
"kapan...?? sekarang...??? ayo sya jabanin, jika kalian beranggapan hubungan Sya dengan pak Aydan adalah karna sebuah nilai..untuk sebuah gelar prestasi"
" tanya ke Pak Aydan.. pernah saya memberikan nya Hadiah???" sindir Syafeera dan itu membuat beberapa Mahasiswi yang pernah memberikan Hampres ke sang suami saling sikut, atau meng injak kaki teman nya.
Ruangan itu kini dipenuhi dengan mahasiswa lain, bahkan dari kelas lain pun ada..para dosen pun ada, bahkan pak Wahid dan sang suami nya ada... mereka tersenyum bangga dengan keberanian Syafeera.
Syafeera yang awalnya bingung harus berbuat apa, takut serta malu, tapi dia memiliki banyak doa dan dukungan, walaupun mungkin yang membenci nya lebih banyak. tapi satu hal yang baik, benar, apa yang harus di takutkan.
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Mau lanjut kemana nich...?? author mah mau lanjut nyapu rumah dulu...ðŸ¤ðŸ¤
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1