
sesuai janji yang Agung buat dia akan datang malam ini, kok malam?? kenapa gak sore aja?? kalau sore masih baru pulang dinas gusy.. masih bau keringat, bau asap kenalpot.
Bada magrib agung dan sang ibunda pun menuju kediaman Aydan..
"Gung, di kompleks ini rumah nya?? gak salah??" tanya sang ibu saat motor agung memasuki kawasan komplek
"gak salah Bu, ini salah satu alasan agung gak berani, tapi banyak yang mengingatkan agung, maka dari itu agung beranikah diri Bu.. kan ibu udah pernah agung ceritakan, pak Aydan aja punya tiga cabang coffeshop, toko kerajinan, dosen lagi..." balas Agung sambil fokus pada jalan
"kenapa sekarang jadi ibu ya yang minder, baju ibu pantes gak nich??" tanya sang ibu lagi sambil melirik ke baju yang di kenakan nya
"kita apa adanya saja Bu, gak perlu di lebih lebihkan, karna agung kenal banget keluarga itu, sangat sederhana..."
tin..tin..tin
Bunyi klakson motor Agung yang mengintruksikan si mamang untuk membuka pagar.
"eh mas Agung...masuk mas..." sapa mamang dengan ramah
"makasih mang..." balas Agung tak kalah ramah.
"itu satpamnya ramah gitu Gung..??"
"kan agung udah bilang, mereka itu sangat rendah hati... orang-orang di sekeliling nya pun ikut rendah hati Bu..." balas Agung sambil mencagakkan motor nya
"apapun keputusan kamu ibu akan selalu dukung, dan apapun jawabnya nanti kamu harus terima dengan lapang dada jika tidak sesuai harapan, dan tetap jaga hubungan baik, serta jaga kepercayaan bos kamu itu" agung membalas dengan anggukan
Agung dan sang ibu pun berjalan ke teras, lalu mengetuk pintu.
Tok..tok..tok...
"Assalamualaikum..." salam Agung dan ibu
pintu pun terbuka
"waallaikumusallam... eh mas agung, masuk mas masuk..." balas si mbak sambil membuka pintu
"om Gung..." teriak Syahdan yang sedang duduk asik dengan permainan puzzle nya, sudah tersusun ke atas, karna Semangat nya untuk mendekat ke arah agung jadi terjatuh dan berserakan semua
"eh..eh...eh... lagi main apa..??"
"pacel om.. ayok..." tarik Syahdan
"eh udah datang Gung..." Sapa Syafeera ramah
"ini ibu Gung??" tanya Syafeera sambil mencium takzim ke ibu Agung
"iya Sya ini ibu..."
__ADS_1
"om Gung ayooo...." tarik Syahdah
"Adan main sama mbak Lastri dulu ya, om agung lagi ada kerjaan sama ayah..." ujar Syafeera sambil berjongkok mengimbangi tinggi Syahdan
"kan uda mayam mi....nda oleh teja lagi..."
"sebentar aja kok, nanti kalau udah selesai kita main..ok Boscil..." ujar agung
"benelan ya nda toong ya om..."
"toong..??"
"bohong maksudnya..." balas Syafeera sambil terkekeh
"mbak Lastri tolong bawa syahdan nya ya" tambah Syafeera
"Duduk yuk Bu, mas Aydan nya lagi sholat Isya, sebentar lagi turun.. ibu dan Agung kalau mau sholat Isya dulu juga bisa"
"iya Bu.. yuk.." ajak Agung
"iih..ibu malu, masa tamu numpang sholat"
"agung itu udah kaya anak saya kok Bu, sudah biasa di rumah ini.." ujar Bunda yang baru saja datang dari arah belakang, sembari menghampiri ibunda Agung dan menyalaminya
"masyaallah.. penghuni rumah ini Bener-bener hangat" batin Ibunda Agung
Agung pun membawa sang ibunda ke mushola rumah ini, melaksanakan sholat di mushola rumah, saat mereka keluar sudah ada Aydan dan Bunda yang duduk di sofa, nampak sedang berbincang, sedangkan Syafeera tadi sedang di dapur membantu si mbak membuat minuman.
"mbak di panggil ya Adinda nya" ujar bunda ke arah si mbak
"baik Bu..."
Ibu Agung di buat takjub, baik dengan karakter penghuni rumah nya dan juga Kondisi rumah nya.
"Gimana Gung...??" tanya Aydan
Agung melihat ke arah sang ibu, seakan meminta doa dan dukungan di lihat dari pancaran mata nya, dan sang ibunda menganggukan kepalanya
Tak lama kemudia Adinda pun turun dan menghampiri mereka.
"bunda manggil Dinda..??" tanya Adinda
"duduk sini..." titah bunda sambil menepuk sofa di sebelahnya, Adinda pun menuruti titah sang bunda
"Sebelumnya Agung minta maaf sudah mengganggu waktu istirahat pak Aydan sekeluarga, sebagaimana maksud dan tujuan saya malam ini sudah saya sampaikan ke pak Aydan.. tapi pak Aydan minta saya untuk menyampaikan langsung di depan keluarga besar" ujar Agung
"gak ada yang terganggu, kami malah senang ada kunjungan malam ini, dan semoga maksud serta tujuan nak Agung itu baik pula" balas bunda
__ADS_1
"Dinda... kemaren sore pas mas undangan dan tak mampir ke Green cabang, Agung menyampaikan sebuah niat baik kepada mas untuk kamu, tapi mas minta dia harus mengutarakan nya langsung kepada kamu" ujar Aydan
"niat baik...??" tanya Adinda heran, karna baik Aydan maupun yang lain memang belum memberitahukan semua ini
"Silahkan di disampaikan Gung" titah Aydan
"Bismillahirrahmanirrahim....Adinda Niat baik saya malam ini adalah untuk melamar Adinda untuk menjadi Istri saya, Mungkin saya terlalu berani untuk menyampaikan hal sebesar ini, karna saya sangat tahu bagaimana kehidupan saya dan bagaimana kehidupan keluarga bunda dan pak Aydan.." Ujar agung
Adinda membulatkan mata nya tak percaya, tangan nya menggenggam erat tangan bunda.
"saya bukan dari keluarga yang bergelimang harga,. bahkan kehidupan keluarga saya membaik berkat bantuan Syafeera dan pak Aydan...saya bisa seberani ini juga karna sahabat saya..." tambah Agung sambil melihat ke arah Syafeera sejenak
"saya tidak bisa menjanjikan soal harta,. tapi jika memang Allah izinkan, saya akan berusaha memberikan semampu yang saya bisa"
"Gimana sayang...??" tanya bunda
"Rezeki, jodoh dan maut itu sudah Allah tulis jatah nya untuk setiap hamba mulai di tiup kan nya roh, sama seperti saat ini apa yang mas agung jalani , yang mas agung alami tak lepas dari jalan yang Allah sudah tentukan"
"Wanita mana yang tak ingin hidup bergelimang harta, tapi dinda yakin, kaya miskin itu pilihan kita.. jika pun kita sudah berusaha, sudah berdoa, sudah duha, sudah sedekah, tapi kita tidak kaya, bisa jadi Allah sedang mempersiapkan hal baik di akhirat.. tidak kaya di dunia tapi kaya di akhirat" tambah Adinda
"Cukup lah merasa kecil di hadapan Allah.. karna harta dan nyawa ini hanya titipan"
"Bismillahirrahmanirrahim.. dengan menyebut nama Allah ,.dan dengan memohon kerindhoan Bunda dan juga mas Aydan,. Dinda bersedia menjadi istri dari mas agung, jika bunda dan mas Aydan meridhoi...apa mas dan bunda meridhoi??"
"Alhamdulillah.. in Syaa Allah mas meridhoi"
"Alhamdulillah.. bunda pun meridhoi nya nak, nak agung anak yang baik, dia pasti bisa jagain kamu"
Ibu dan agung saling berpelukan tak percaya.
"Alhamdulillah... ini bagaikan mimpi untuk ibu..."
"ibu bersyukur Agung bisa mengenal keluarga ini, bukan karna harta tapi agung banyak belajar banyak hal di keluarga ini.." tambah Ibu, ibu beranjak mendekati Adinda.
"nak Dinda, ibu tak mambawa apa-apa, hanya ini" menunjuk sebuah kota cincin
"ini adalah cincin pernikahan Ibu dan bapaknya Agung, apa nak Dinda bersedia menerimanya??" tanya Ibu dan Adinda membalas dengan anggukan,.semua pun tersenyum bahagia dan ibu pun menyematkan cincin itu di jari manis Adinda
"lama.. Adan udah antuk nih.." ujar Syahdan tiba-tiba
"ooh...udah ngantuk, ya udah syahdan tidur aja ya, lain waktu kita main lagi"
"benel ya, nda toong..??" Agung membalas dengan anggukan
🌠🌠ðŸŒ
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an