Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Pedihnya sebuah Penghargaan


__ADS_3

"Ternyata kalian semua terlalu pi*cik... ini kampus Almamater Coklat, Tarap Internasional, diakui Dunia,. semua ingin bisa kuliah disini karna yakin akan Prestasi nya.. kualitas nya.. lalu kalian berfikir dosen nya bisa di suap?? dengan apa?? Hampres?? atau rayuan maut?? dengan Tu*buh...?? Jangan jadi korban Sinetron"


"Sekarang terserah kalian, mau berfikir seperti apa!! untung rugi masing-masing yang menanggung, dan karna sudah kejadian seperti ini, sekalian aja dech, yang berkenan datang di acara resepsi pernikahan Sya dan Pak Aydan, silahkan.. yang tidak mau, ya tidak masalah, jatah makan kalian nanti bisa di kasih ke anak yakin...!!"


Syafeera mengajak CS nya untuk keluar... tapi baru beberapa langkah, Syafeera membalikkan badan nya lagi...


"Oh ya lupa.... Hampres kak Tiara dan beberapa mahasiswi lain masih ada loh di ruangan pak Aydan... kalau mau di ambil lagi juga boleh, kalau gak mau, nanti dech Sya bagi-bagi kan...oh lupa, yang cepat kadaluarsa udah Sya bagi-bagi tapi, ke pak satpan dan petugas kebersihan....Ikhlasin ya.!!" tambah Syafeera lalu berlalu pergi, di ikut tawa para Sahabat nya


"malu tuch...." ujar Hari dengan volume yang di keraskan,


Syafeera melewati Pak Wahid dan sang suami, tersenyum simpul, lalu berlalu menuju kantin, dosen yang seharusnya memberikan materi pun mau tak mau kembali ke ruangan nya, jam nya sudah di habiskan oleh aksi Syafeera tadi.


Bukan Aksi heroik, hanya aksi emak ngomelin anak...🤭


Syafeera seolah kembali ke masa SMA dulu, tak membiarkan siapapun bisa menginjak harga diri nya. Aydan melihat sisi lain dari istri nakal nya, benar kata sang ayah mertua, Syafeera cukup nakal ternyata, beda nya dia nakal tapi cerdas, memiliki segudang prestasi.


"Sya.. baru tahu dech kamu punya keberanian seperti tadi..!!" ujar Risa dan Syafeera hanya tersenyum


"Sya pak Aydan itu kan killer, dingin, tapi gak nyangka dech, penggemar nya banyak.. Serius tuh Hampres masih di simpan??" tanya Hari


"dasar Lo somplak,.temen lagi emosi malah di tanyain yang begituan" balas Hanum sambil lempar tisu ke muka Hari


"kenapa...?? mau...??" tanya Syafeera


"emang apa aja Sya isi nya??" tanya Hanum kepo


"yeee..dia ikutan kepo..." balas Hari


"banyak.. ada makanan seperti coklat, ada juga benda benda, seperti jam tangan, kemeja juga ada.. mau...??"


"wich enak ya jadi pak Aydan.."


"Sya pakai jurus apa bisa buat pak Aydan bucin...??" tanya agung


"gak ke dukun kan Sya...??" Tanya Heni


"anak di bawah umur gak Boleh tahu... di sensor..." jawab Syafeera sambil melahap bakso nya


"yah... sombong dia sementang udah jadi binik pak dosen..hahah, pakai sensor-sensor" ujar Agung


"lagian pertanyaan kalian aneh-aneh..., ikut sya nanti ke ruangan pak Aydan ya, kalau mau Hampres nya..."


"serius Sya...??" tanya mereka kompak


"serius lah, yang cepat kadaluarsa sich udh kami bagi-bagi kan.."

__ADS_1


"Sya bisa bicara sebentar.." suara Adrian terdengar


"bicara aja kak.. silahkan.."


"gak disini sya.."


"maaf kak, Sya gak bisa, yang ada malah jadi fitnah.." tolak Syafeera dengan lembut


"sebentar aja Sya..." mohon Adrian


"disini aja kak.."


"Sya...kenapa sich gak jujur dari awal..??" tanya Boy seakan mewakili pertanyaan Adrian, Doni Manarik lengan Boy


"Jujur...?? jujur dalam hal apa..??"


"Sya...kamu wanita cerdas gak mungkin gak tahu kan...?? kenapa harus pakai alasan ayah melarang, fokus ke cita-cita, mengejar cumlaude.. Ternyata...ckckck" oceh Boy


"Kak Boy....Sya gak pernah Berbohong soal perasaan, apa yang sya sampaikan apa ada nya, dari awal saya kuliah memang gak mau ada kata pacaran, ayah juga melarang, Sya memang kejar cumlaude...dan itu sudah saya jelaskan ke kak Adrian, dan beberapa waktu lalu saya juga udah jelaskan, hati Sya udah ada yang mengisi, Sya gak bisa... silahkan tanya kak Adrian, apa jawaban Sya sebelum libur semester kemaren..??!!" Balas Syafeera


"bahkan Sya juga sampaikan, jika ayah mendukung, Sya udah jelasin itu semua kepada kak Adrian.. tapi soal siap lelaki itu,.Sya memang gak bisa jelaskan, karna kami dalam Persiapan"


Boy melihat ke arah Adrian, Adrian membuang nafas nya panjang.. Sebenarnya boy pun menaruh hari dengan Syafeera, tapi boy mampu mengendalikan rasa nya, apalagi saat tahu Adrian sang sahabat menyukai Syafeera.


"Dan untuk kak Adrian... maaf Sya tidak pernah bermaksud memberikan harapan kepada siapapun, Jauh sebelum Sya mengenal Pak Aydan, Sya memang belum siap untuk membuka hati.. dan jika di tanya kenapa bisa untuk pak Aydan.. hanya Allah yang mempunyai jawaban... Sya menganggap semua lelaki yang dekat dengan Sya, gak lebih dari sebatas teman.."


"Kak Adrian laki-laki baik, pasti Allah juga sudah siapkan wanita baik pula, bukan kak Adrian tidak baik untuk Sya.. tapi Sya yang gak baik untuk kak Adrian, karna Allah tidak izinkan kita saling membalas perasaan, Allah berikan jalan lain untuk kak Adrian.."


"Kak Adrian, kak Boy dan Kak Doni itu teman lelaki Sya yang baik, Bisa jadi kakak yang baik juga.."


Tiba-tiba ada langka kaki berhenti di meja mereka..


"Sya udah makan nya, kita mau jemput bunda.." mereka menoleh ke sumber suara


"Udah Mas.." Jawab Syafeera, Panggilan Mas membuat yang lain melongo, tapi tidak dengan Hanum, dia sudah pernah merasakan kekagetan itu sebelumnya.


"Sya duluan ya.. besok aja kita bongkar Hampres nya" pamit Sya ke sahabat sahabat nya itu.


Aydan menggenggam tangan Syafeera, kebersamaan mereka masih menjadi pusat perhatian, tapi Syafeera sudah tak mau ambil pusing. Berjalan santai menuju parkiran, anggap saja hanya ada mereka di kampus ini, yang lain sedang kemah...🤭


"Syafeera manggil pak Aydan apa tadi..??" tanya Hari memastikan


"Mas..." jawab Hanum


"kirain salah denger..."

__ADS_1


"pak Aydan dingin-dingin gitu ternyata di depan istri beda ya..." ujar Agung


"meleleh lihat keromantisan mereka"


Adrian memiliki beranjak meninggalkan mereka, hati nya sekarang sudah bagai debu, hancur tak bersisa.


Dia yang selalu menolak, tapi kali ini berulang kali dia lah yang di tolak berulang kali oleh orang yang sama.


Adrian duduk bersandar di pilar masjid... mengingat apa yang Syafeera utarakan tadi di dalam kelas saat melawan Tiara, mengingat apa yang barusan dia jelaskan.


Doni menepuk pundak Adrian, ikut duduk di samping Adrian.


"Aku pernah dengar seorang ustadz menyampaikan sebuah pesan, pesan dari imam besar kita..Imam Syafi'i, mau dengar??"


"Apa...??"


"Ketika Hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu Pedihnya sebuah Pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat Mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangi Mu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada Nya" (Imam Syafi'i)


"Huufft..." hembusan nafas Adrian


"seperti kata Syafeera, bahwa dia tak baik untukmu, dia baik untuk Pak Aydan. ada wanita baik yang Allah siapkan Untukmu, siapa dia.. hanya Allah, maka memintalah kepada Allah"


"Allah membuat hubungan mereka halal tanpa proses Pacaran,semua berjalan saat mereka sudah SAH.. itu berarti hubungan mereka Allah yang membentuk nya"


"tunggu.. kamu tahu dari mana..??"


"sorry... sebenarnya aku udah tahu sebelum nya,.. gak sengaja lihat kebersamaan mereka" jujur Doni


"kapan?? kenapa gak pernah cerita Don...??"


"Karna mereka punya cara tersendiri untuk mengungkapkan itu semua, dan itu privasi mereka, aku harus hargai...dan itu juga alasan aku selalu menolak untuk kita terlalu dekat dengan Syafeera.. buka tak boleh, tapi karna aku tahu kamu menaruh harapan pada seseorang yang telah memiliki suami"


Adrian mengusap wajahnya kasar.


"move on....banyak yang ngantri tuh di luar, tinggal pilih.. Tiara juga masih stay.." ujar Boy tiba-tiba


"Lo gila....Dedemit gitu....kayak gak ada yang lain aja.." omel Adrian


"hahaha..." Boy terbahak


🌠🌠🌠


Lanjut ??


Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰

__ADS_1


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2