
Hari ini rumah akan sangat ramai, bukan karna akan ada bazar, ataupun sedang ada acara amal, melainkan ada pasukan yang tak di undang tiba-tiba menginfokan akan main ke rumah Syafeera, lebih tepatnya rumah dosen mereka.
Bunda Syafeera yang kebetulan notabene adalah pembuat kue, jadi di bantu dengan si mbak, mereka pun mengebul dapur itu dengan aroma kue.
Mulai dari kue kering, keripik pisang, ubi semua bunda Syafeera membuat nya sudah bunda cicil dari satu pekan kemaren, Bukan karna ada pesta atau mau lebaran, dua bunda kesayangan mereka sudah mendiskusikan ini semua, bagaimanapun akan banyak keluarga, kerabat, dan Teman-teman mereka akan berkunjung saat kelahiran si dedek atau si Utun kesayangan mereka.
Tahta tertinggi ,Anak pertama, Cucu Pertama , Keponakan Pertama dari keluarga Aydan Atthallah..
Berlebihan kan semua ini?? karna bagaimana pun Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Semoga apa yang meraka persiapan saat ini tak akan menghasilkan hal yang mubazir.
"Banyak banget Bun...??"
"Sekalian untuk aqiqah Sya.." Jawab bunda Syafeera
"Bukan mau pamer bakat kan Bun..??" goda Syafeera
"rencana nya sih iya, sekalian hehehe.." balas bunda
"justru bunda malah Senang Sya, jadi banyak belajar loh dari bunda kamu.." balas bunda Aydan
"mbak juga banyak nih belajar tips kue nya, bisa di praktekkan pas mau untuk lebaran" balas si mbak gak mau kalah
"Assalamualaikum..." suara salam terdengar ramai dari luar pintu,
"Biang kerok datang Bun..." ujar Syafeera
"bisa aja kamu sya.. mbak bukakan pintu..."
"Biar sya aja Bun.." sambil berjalan ke depan menuju pintu depan.
"Waallaikumusallam..."jawab Syafeera sambil membuka pintu
"lama amat Mak..." ujar Hari
"suka-suka yang punya rumah Donk.. yuk masuk.." jawab Syafeera sambil mengajak mereka masuk
Syafeera membawa mereka ke ruang tengah, nampak bunda yang sibuk di dapur
Hanum langsung menghampiri bunda Syafeera...lalu mencium tangan bunda
"bunda sehat...??"
"Alhamdulillah sehat, Hanum sehat..??"
"Alhamdulillah Bun..."
"woi sini, tamu ga ada akhlak kalian, Salim dulu saya tuan rumah dan ini bunda nya Syafeera" ujar Hanum lalu beralih ke bunda Aydan dan mencium juga tangan bunda Aydan
Somplak CS pun secepat kilat menyusul Hanum.. memperkenalkan diri mereka satu per satu.
"bun sini Hanum bantu.."
"bantu susun Ke toples aja.." jawab bunda Syafeera
"kita juga bantu ya Bun.." ujar Risa disusul dengan yang lain
"ada yang kurang nih pasukan kita, ga ada agung..." ujar Hari
"dinas dia mah..." ujar Heni
"Bun,. aroma nya bikin laper .." ujar Bagas
__ADS_1
"sok di icip-icip...." ujar Bunda Syafeera
"Seriusan boleh Bun di cicipin..??" tanya Hari
"boleh tapi ingat pas nyicip, jangan banyakan yang masuk ke mulut, ke mulut dua ke toples satu, itu mah ngabis-ngabisin.." balas Syafeera
"Mak mah galak....gak kayak bunda bunda..." balas Hari
"bukan galak, tapi kalau gak di ingatkan dari awal kalian suka khilaf, di ingatkan aja khilaf" Hanum yang bersuara
"rame ya Bu..." ujar Bunda Syafeera ke bunda Aydan
"udah kayak pasar Bu kalau mereka datang .." mbak bersuara
"bukan pasar mbak, tapi acara amal... bagi-bagi sembako,.soal nya tahu nya ngabisin..." balas Syafeera
"gak apa apa atuh Mak....biar berkah.." balas Bagas
"Eh hari, tu mulut pantes diem aja, rupanya penuh sama keripik pisang, toplesnya kosong..." ujar Heni
"sirik kamu mah Hen..." balas Hari sambil terus mengunyah
Heni pun memukul kepala Hari dengan tutup toples.."belum selesai acara, habis ni kue sama Hari..."
"dimaklumi dirumahnya yang ada ubi rebus.." balas Bagas
"kok kamu tahu Gas... ngintip ya..." balas Hari
"nampak dari bau keringat kamu Har..."
"Anjiir.... aku pakai parfum ya harga 300rb an lagi..."
"alah.... parfum 10rb aja ngaku nya 300rb.." ujar Risa
"Hen lapor polisi yok..." ajak Risa
"ngapain...??" tanya Heni heran
"Soal nya ada yang Kebakar tuch..." jawab Risa
"Kebakaran jenggot maksud nya,.karna parfum 300rb nya gak ada yang percaya" tambah Risa
"hahaha.... Hari buka kebakaran jenggot Ris..." ujar Bagas
"trus....??" tanya Hanum
"Pipi nya butuh salep..." ujar Bagas
"kok salep...??" tanya Henj
"soalnya habis kena tampar sama kenyataan kalau gak ada yang percaya sama dia..hahaha" balas Bagas
"wooi... berisik ni tau gak sih,.mau sya panggil kan pemadam kebakaran..??"
"buat apa non Sya...??" tanya si mbak
"buat nyemprot mereka mbak,. biar dingin..."
"hahaha..non Sya ini sa ae..."
"woi...Mak ngamuk tuch,.buruan beresin kerjaan kalian...".ujar Hanum
__ADS_1
Hari ini rumah bener bener berasa pasar, ribut balas ejekan, tak ada habis nya pembahasan mereka.
"dimaklumi ya Bun, efek kalau lebaran hanya kebagian remahan peyek ya gini Bun.." ujar Hari jujur
"yah..jujur dia kalau lebaran yang dimakan remahan peyek..." ujar Heni
"aku mah jujur ya, gak jaim kayak kalian..."
"udah tinggal di makan.. gak perlu remahan nya, yang utuh pun boleh kok.." ujar bunda Syafeera
Urusan kue pun selesai walau penuh dengan keributan yang di buat oleh mereka, tapi benar-benar terbantu.
Bunda menghubungi Alvian untuk membawa beberapa Cup minum untuk mereka, mereka juga ikut membatu si mbak mencuci peralatan dan bekas makan mereka.
Dengan cepat rumah pun sudah kembali mengkilat, Aydan bersama dengan Agung pun datang membawa beberapa Cup minuman dari Green.
Agung Bun membagikan ke teman-teman Somplak nya itu..
"telat kamu Gung, jadi gak bisa nyicip kue nya bunda Syafeera.." ujar Bagas
"tentang nanti aku mah di bungkus aja... hehehe" balas Agung
"dikira warung bakso, pakai di Bungkus..." balas Hari
"Mereka gak tahu aja ya Gung.." ujar Syafeera
"apa nich yang gak kita yang kita tahu...??" tanya Bagas kepo
"Agung mah udah duluan nyicip, udah bungkus lagi untuk ibunya di rumah.." jawab Syafeera
"beneran Gung...??" tanya Hari
"kalau bener kamu mau ikutan bungkus...??" tanya Agung
"Rencana...hahaha...."balas Hari Tanpa beban
Aydan, bunda-bunda dan si mbak hanya bisa geleng-geleng dan sesekali terkekeh melihat tingkah mereka.
Tapi ya begitulah memang persahabatan mereka, saling ejek, saling ledek, tak jarang mereka para lelaki sering kena timpuk oleh para wanita, terlebih-lebih Hari, tapi bukan sakit hati. walaupun begitu mereka saling menyayangi.
"Mas kenapa...??" tanya Syafeera
"salut aja sama persahabatan kalian.. "
"ya kami punya cara tersendiri untuk saling merangkul satu sama lain mas..."
"ya.. tak ada yang mendominasi, lebih saling mengisi... berbeda latar, dan keseharian, tapi itu bukan penghalang untuk kalian.."
Kini mereka ada di taman teras rumah, jika yang lain bercanda gak jelas dan gak berarah, Aydan dan Syafeera malah saling rangkul, kan sesekali mengelus perut Syafeera dan dengan cepat di respon oleh si dedek.
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Gift
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an