Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
bertengkar


__ADS_3

hari pertama di pulau B.


sejak dari kemarin wulan datang ke pulau ini, wulan belum mendengar kabar satrya, karna ia malas untuk memberi kabar pada orang yang nggak ada kepekaannya


sebenarnya ia ingin menelpon satrya namun ia kembali teringat satrya yg tak perna peka dengannya akhirnya ia juga ingin malas tau tak menelpon satrya,


Pagi ini wulan & sella sedang bersiap-siap jalan-jalan ke pantai, karna cuaca sedang bagus-bagusnya


wulan pun menuju ke kamar nginap sella, lalu mengetuk pintu, tak lama sella membukanya


"kamu sudah rapi Lan" tanya sella


"yah kenapa mbak belum siap-siap sih, padahal wulan senangnya jalan-jalan di jam begini, entar kepanasan mbak" ucap wulan


"ia kamu tunggu yah, mbak ganti dulu, mbak pikir kita jalannya masih jam 10'an karna ini masih pagi, pikirnya kamu masih tidur" ujar sella


"nggaklah, wulan itu kan mau liburan mau keliling-keling biar liburannya itu bisa wulan nikmati" ucap wulan


"iyah..iyah tunggu bentar yah Lan" ucap sella lalu berjalan kelemari untuk mencari pakaian jalan-jalannya


tak beberapa menit sella sudah rapi, "ayok Lan" ucap sella mengajak wulan


"mbak nggak usah bawah hp yah, supaya nggak ada yg ganggu liburan kita mbak" ujar wulan


"tapi nanti kita mau foto gimana Lan" ucap sella


"tenang wulan sudah bawah kamera yg bagus" ucap wulan sambil menunjukan kamera nya


sella & wulan pun pergi jalan-jalan tanpa membawah hp.


***


chevron corp (Kantor)


satrya sedang di dalam ruangannya, ia memikirkan Wulan sambil bergumam


"katanya takut rindu, kenapa nggak telpon"gumamnya sambil melirik hp nya yg tak ada telpon masuk dari kemarin setelah wulan sampai di pulau B.


setela lama memandang hp, ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya


***


ricko yg baru saja datang, matanya lansung memandang ke resepsionis, ia melihat temannya sella bersama orang baru yg ada di resepsionis, "kemana dia" gumam ricko sambil melirik kiri kanan, namun tak melihat yg orang yg ia cari


ricko pun lansung berjalan masuk kedalam lift, setelah sampai di ruangannya ricko kemabli memikirkan sella "kenapa ada orang baru" gumam ricko


"hoiii mikirin apa sih" teriak kevin sambil mengedor mejanya,

__ADS_1


"loe apa-apa'an sih" ucap ricko kaget


"loe yg apa-apa'an,, mikiri apa sih, baru juga datang udah mikir-mikir aja, kerja woi kerja" ucap kevin


"anjir, keluar loe dari ruangan gue setan" ucap ricko kesal, sambil melempar kevin dengan bolpoin yg ada di tangannya


kevin pun lansung berlari dengan tertawa, saat melihat serangan dari ricko


setelah kevin keluar ricko mulai melanjutkan pekerjaannya menyusun rapat-rapat untuk satrya & para karyawan.


***


sore hari..


seharian berjalan-jalan wulan merasa capek, ia pun mandi & lansung tidur,


tak lama ponselnya berdering berkali-kali, wulan enggang mengangkat karena ia benar-benar capek & mengantuk.


saat ia sadar akan bunyi hp nya, ia ingin menekan tombol hijau, namun namun panggilan terputus.


wulan pun mengecek pesan yg masuk bertubi-tubi itu, ia kaget saat melihat ternyata semua pesan masuk itu dari satrya.


"kamu mau angkat atau saya susul kamu kesitu"


pesan dari satrya


satrya


"baiklah..jangan salahkan saya kalo saya menghancurkan liburan kamu yg tidak jelas itu" pesan satrya lagi, banyak sekali bermacam-macam pesan yg di kirm satrya, wulan yg membacanya pun kaget karena satrya menelponnya berkali-kali & mengirim pesan juga banyak sekali


"astaga, kenapa sebanyak ini, yah ampun kayak nggak punya kerjaan saja, padahal di kantor kerjaannya full deh" gumam wulan sambil melihat banyak pesan dari satrya


"tapi ngapain juga sih dia menelpon & mengirim pesan sebanyak itu, apa ada hal penting" gumam wulan sambil memikirkan


tak lama hp nya kembali berdering, wulan pun cepat-cepat mengangkatnya karna ia sudah takut dengan ancaman satrya yg ingin menghancurkan liburannya, takut satrya menyusulnya,


"halo kak" jawab wulan dengan sangat lembut


"kamu kemana saja, kenapa telpon dari tadi kamu nggak angkat haa" tanya satrya dengan nada marah


"anu..tadi wulan ketiduran kak, maaf kak" jawab wulan lembut


"kamu jangan mencoba untuk membohongi saya yah, saya tau siapa kamu itu" ucap satrya karna ia sudah sangat kesal sekali


"saya nggak perna bohong yah, saya tadi memang ketiduran, kenapa sih, harus marah-marah nggak jelas" jawab wulan karna sudah di tuduh berbohong


"kamu itu centil, bagaimana bisa saya percaya sama kamu, mungkin saja di sana kamu sedang jalan-jalan sama gebetanmu makanya kamu tidak mau angkat telpon dari saya" ucap satrya emosih

__ADS_1


"yah ampun, jangan asal nuduh, kalo nggak lihat pake mata kepalah sendiri" jawab wulan geram, ia sudah hilang kesabarannya


"saya tau siapa kamu, kamu jalan sama saya saja, orang lain tanya kamu bilang saya bukan pacar kamu, apalagi kamu jalan sendiri pasti kamu marasa saya bukan siapa-siapa & kamu akan bebas jalan sama yg lain, itukan pikiran kamu" ucap satrya


"O my God, bagaimana bisa saya seperti itu" ucap wulan geram


"jangan kamu menutup fakta, kamu pikir saya bego yg di bodohin sama kamu haa" ucap satrya tambah marah lagi


"terserah deh, kamu mau omongin saya yg nggak-nggak" ucap wulan lansung mematikan telponnya, karna ia malas ladenin omongan satrya yg tak ada benarnya


"kenapa kak satrya bisa seperti itu" gumam wulan sambil memikirkan perkataan satrya yg bilang kalo ia perna bilang ke orang satrya bukan pacarnya


"oh my god, pasti waktu itu, saat dia ngajak wulan keluar makan malam, trus sih mas nanya kak satrya, lalu gue jawab bukan pacar gue," gumam wulan lagi


"auuh bukan berati gue nggak anggap dia, kan emang kak satrya bukan pacar gue, dia calon suami gue, gimana gue bisa jawab kalo dia pacar gue, sedangkan gue nggak perna pacaran sama dia, lansung aja di lamar sama dia" gumam wulan lagi


***


di apartemen


satrya benar-benar tak terimah saat wulan mematikan telpon begitu saja


"benar-benar yah dia" gumam satrya dengan emosih


satrya pun kembali menelpon wulan, saat wulan angkat satrya lansung berkata


"apa-apa kamu, main matiin telpon begitu saja ha" ucap satrya kasar


"kak jangan marah lagi lah, wulan capek tau, kakak marah mulu deh" ucap wulan dengan lemas


"kalo kamu tidak ingin saya marah, kenapa kamu tak menjawab malah mematikan ha" ucap satrya lagi dengan kasar


"iyah wulan salah kak, tapi wulan di sini nggak jalan sama siapa-siapa kok, hanya sama mbak sella aja, kalo kakak nggak percaya kakak bisa lansung tanya sama mbak sella aja, gimana??" ucap wulan


"nggak perlu, nggak penting" ucap satrya cuek


"kalo nggak penting buat kakak, kenapa juga harus marah-marah sama wulan yg nggak berbuat salah di belakan" gumam wulan dalam hati


"kenapa kamu diam" tanya satrya


"kan nggak penting kakak, wulan capek, wulan isterahat dulu" ucap wulan di seberang telpon


"heum....sudah bosan bicara dengan saya" tanya satrya


"auuu ah" ucap wulan pelan namun masih di dengar oleh satrya


"oke, istrahat lah" ucap satrya lansung mematikan telponnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2