Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
sella


__ADS_3

pagi hari satrya bersiap-siap untuk ke kantor, sebelum berangkat ia menelpon wulan, saat pangilan tersambung satrya lansung berkata


"kamu di mana" tanya satrya


"di rumah" jawab wulan singkat, karna masih kesal dengan satrya efek semalam


"kamu nggak ke kantor" tanya satrya lagi


"ini juga sudah mau berangkat" jawab wulan


"kamu tunggu di situ saya yg jemput kamu" ucap satrya


"emangnya kakak belum berangkat ke kantor" tanya wulan


"mau berangkat, makanya sekalian saya antar, kalo nggak mau yah sudah" ucap satrya lansung mematikan telponnya tanpa mendengar jawaban wulan


***


wulan benar-benar tak habis pikir, "ngapain tanya kalo ujung-ujungnya gini, kan wulan capek mikir kak satrya yg gini terus iiiih" ucap wulan pada dirinya sendiri karna satrya mematikan telpon begitu saja


wulan mau telpon balik juga, tapi ia mikir "aku telpon balik terus di matiin sama dia lagi, kan akunya yg malu, & aku kayak nggak punya harga diri, emang sih nggak apa-apa sama calon suami, tapi calonnya gitu" gumam wulan sedih


"udalah nggak usah pikir, kalo ingat aku calon istrinya sendiri jemput aja atau antar aja, nggak usah kayak tadi nanya trus di matikan gitu aja" ucap wulan, lalu ia pun berangkat ke kantornya.


***


di kantor satrya,


satrya sudah berangkat ke kantornya tanpa menjemput wulan, karna tadi ia menelpon wulan, namun ia mematikannya tanpa mendengar jawaban wulan,


satrya masuk kedalam kantornya, lalu di beri salam oleh semua karyawan yg ia temui di lobi, satu persatu memberi salam sampai ia masuk kedalam liftnya


tak lama ricko pun masuk, tak lupa karyawan kantor juga memberi salam,namun tidak dengan sella, karna sella sedang emosih dengan ricko


ricko melihat sella yg biasa-biasa, ia pun berfikir "apa dia belum membukanya"


sella benci, marah, kesal semua jadi satu, ia juga berfikir gimana cara kembaliin kotak itu ke ricko lagi, "gue titip di pak kevin saja" gumam sella


tapi ia tak melihat kevin masuk dari pertama satrya masuk, padahal setiap satrya datang ke kantor selalu ada kevin di sampingnya karna kevin asisten pribadinya satrya


"apa pak kevin nggak masuk, lalu gimana ni aku ngasih ke pak ricko" gumamnya lagi

__ADS_1


"sella loe kenapa gelisa gitu" tanya Nia


"aku nggak napa-napa Na" ucap sella


setelah ngobrol mereka pun melanjutkan aktifitas mereka seperti biasa


jam menunjukan 11 siang, ricko pun menelpon resepsionis,


"Halo selamat siang, ada yg biasa saya bantu" ucap Nia


"Ini saya sekertaris Ricko, apa ada Sella di situ" tanya ricko


"oh ibu sella nya lagi ke toilet pak, apa ada pesan yg mau saya sampaikan pak" tanya Nia


"iyah, setelah dia datang, tolong suruh dia keruangan saya" ucap ricko


"baik pak" ucap Nia, panggilan pun berakhir


tak lama sella datang, nia pun berkata


"Sell loe di panggil sama pak ricko, suruh loe keruangannya" ucap Nia


"haaah keruangan" tanya sella kaget


"en..nggak gue nggak ada hubungan apa-apa, mungkin soal pekerjaan yg tidak beres" ucap sella cepat


"yah sudah ayook sana, pangerang playboy nya tunggu tuh pasti" ucap Nia, sella pun terpaksa harus ke ruangannya ricko, padahal ia tak ingin bertemu dengan ricko, tak lupa ia membawah kotak yg di berikan ricko padanya itu.


"Sella loe mau apa'in bawah itu kado ke ruangannya pak Ricko" tanya Nia lagi


"kamu diam dulu, nanti aku akan cerita, setelah urusan aku sama pak ricko selesai, oke" ujar sella


"oke, gue kepo, pokoknya loe harus cerita" ucap nia sella menganggukan kepalahnya lalu berjalan masuk kedalam lift.


sampai di lobi lantai bagian satrya, sella turun lalu ia menuju ruangan ricko & mengetuk pintu..


tak lama ricko menyahut dari dalam "Masuk"


sella pun masuk kedalam ruangan itu, ricko berkata "Duduk"


"nggak usah pak, ada perlu apa anda memanggil saya kemari" tanya sella to the point,

__ADS_1


"kamu pasti tau dong alasan saya nemanggil kamu kesini" ucap ricko dengan main mata


"recehh" gumam sella dalam hati dengan kesal "saya mau kembaliin ini ke anda" ucap sella


ricko terlihat bingung, lalu sella berkata lagi "anda salah orang memberikan barang seperti itu ke saya, saya cuma mau bilang walaupun saya menyukai anda, bukan berarti saya murahan" ucap sellah tegas, air matanya sudah tumpah menahan emosi


ricko hanya diam, tak berkata apapun, lalu sella pun berpamitan "Maaf, saya permisi" ucap sella lalu keluar dengan mengelap air matanya,


"sella kamu kenapa" tanya kevin saat ia berpapasan dengan kevin


"nggak apa-apa pak, saya permisi" ucap sella lalu berjalan cepat ke lift & masuk kedalam lift,


"huuuuh," sella menarik nafas lalu kembali menghapus air matanya, sampai di lantai bawah sella lansung menuju kamar mandi & lansung mencuci wajanya agar tak ada yg curiga bawah dia baru habis nangis


setelah di rasa sudah oke, sella pun keluar dari kamar mandi menuju tempat nya yaitu resepsionis,


"sell loe lama banget, emang pak ricko purlu apa sih" tanya Nia,


sella hanya diam, ia memasukan berkas-berkasnya kedalam tas,lalu ia berkata kepada Nia


"Nia tolong izinin aku yah, aku nggak enak badan" ucap sella, nia merasa bingung dengan sella,


"sell apa kata pak ricko, apa kata-katanya menyakiti perasaan loe" tanya Nia, namun sella tak menjawabnya, sella pun pulang tanpa berpamitan dengan bosnya,


"aku nggak peduli, mau di pecat juga nggak masalah, dari pada aku menyukai orang tapi orang menganggapku cewek murahan" ucap sella sedih dalam hati.


sella sudah naik taxi untuk pulang, dalam perjalanan pulang,hp nya pun berdering, sella melihat layar hp ternyata wulan yg menelponnya


"halo lan apa kabar" tanya sella


"ee mbak sell, kabarku baik, gimana sama mbak sella baik juga kan, moga baik-baik saja yah" ucap wulan di seberang sana, sella hanya tersenyum mendengar omongan wulan.


"wulan kamu nggak kerja" bukannya menjawab sella malah bertanya


"wulan kerja, hanya wulan lagi malas aja di kantor jadi wulan nongkrong di cafe XX, mbak sella makan siang nanti kita ketemuan yah" ucap wulan


"ia Lan, gimana sekarang aja, soalnya mbak juga bolos kerja Lan" ucap sella


"mbak lagi malas juga yah kayak wulan, gitulah mbak kerja trus bikin bosan, gimana kalo kita nanti liburan aja mbak" ujar wulan


"ia Lan, mbak sampai di situ baru kita ngoborol yah soal liburan" ucap sella, lalu panggilan pun berakhir karna sella ingin menyusul wulan ke cafe XX..

__ADS_1


"pak ke cafe Xx saja yah" ucap sella lalu supir taxi pun membawahnya ke cafe tersembut.


bersambung....


__ADS_2