
1 bulan kemudian
hari ini adalah hari pernikahan satrya dan wulan, dan pernikahan ini hanya sederhana & yg dihadiri hanya orang-orang terdekat seperti sahabat kerabat terdekat dari mempelai pria dan wanita
karna wulan berkeinginan pernikahan yg sederhana, karna pikirannya belum terlalu percaya dengan satrya yg ingin menikahinya dalam waktu dekat,
karna dirinya & satrya belum akrab seperti pasangan biasa pada umumnya, maka dari itu wulan takut kecewa pada akhirnya.
begitupun sebaliknya dengan satrya, ia pun juga tak terlalu suka dengan keramaian, tapi bukan berarti ia terpaksa menikahi wulan, ia sudah sangat memikirkannya dengan matang, kalo wulan lah yg tepat jadi istrinya, makanya ia ingin secepatnya menikah dengan wulan
supaya wulan pergi kemana-mana bersamanya, karna banyak temannya yg sudah menikah, hanya ricko kevin & dirinya lah yg belum menikah, & karna ia juga umurnya sudah tak pantas lagi untuk menunggu, & ia juga tau banyak pria yg mengejar wulan,
& hari ini ia akan menjadi suami wulan, status nya akan di ganti, begitu pun dengan wulan
****
setelah satrya dan wulan duduk di depan penghulu,
"bagaimana sudah siap" tanya penghulu kepada mereka berdua
"sudah pak" jawab satrya & wulan mengangguk karna ia sekarang sedang benar-benar gugup
" pernikahan & ijab kabul pun selesai di ikuti sorakan kata "Sah" dari para keluarga
****
setelah selesai ijab kabul, wulan & satrya bersiap-siap untuk resepsi, walaupun di bilang sederhana, namun bagi wulan ia rasa ini mewah karna ada resepsinya,
wulan & satrya sedang berada di dalam kamar yg sama, wulan bingung harus ngapain karna baru jam 2, sedangkan resepsinya masih jam 6,
"gue harus ngapain, apa hanya diam begini saja, sedangkan jamnya masih lama, mau tidur takut" gumam wulan dalam hati,
ia mau tidur tapi ia takut satrya ngapa-ngapain dia, akhirnya wulan hanya duduk di sofa sambil menahan kantuknya
satrya yg masih saja sibuk dengan pekerjaannya, tak menghiraukan wulan yg sedang menahan ngantuknya, padahal hari ini adalah hari pernikahannya bersma wulan, namun ia masih sibuk dengan pekerjaannya
"huuh dia yg ngajak nikah, kenapa dia yg sama sekali nggak peduliin gue sih" gumam wulan dalam hati lagi, karna ia melihat satrya yg tengah sibuk dengan leptopnya
tak lama wulan pun tertidur di sofa, karna, ia benar-benar sangat mengantuk
setelah satrya selesai dengan leptopnya, satrya baru ingat kalau hari ini ia sudah resmi jadi suami, ia pun mulai teringat dengan wulan,
satrya melirik kanan kiri tak melihat wulan, "di mana dia" gumam satrya sambil mencari wulan ke kamar mandi
di kamar mandi ia tak menemukan wulan, satrya pun keluar lalu matanya melihat kearah sofa,
__ADS_1
"oh my god, ternyata dia tidur di sini" kaget satrya sambil memukul jidatnya, lalu berjalan kearah wulan
satrya pun mengangkat tubuh wulan ala bridal style, lalu membawahnya ke ranjang besar yg ia duduk tadi, satrya menidurkan wulan, setelah itu ia pun ikut terbaring di samping wulan, karna dia juga mengantuk, akhirnya satrya pun menyusul wulan ke alam mimpinya
***
jam menunjukan pukul 3 lewat orang tua wulan & orang tua satrya sedang sibuk dengan make up mereka masing-masing,
begitupun dengan kelly yg sedang duduk mainin ponselnya, karna ia masih menunggu mamanya yg sedang di make up oleh para maid
"kelly kamu coba cek kakak kamu sama istrinya apa sudah selesai bersiap-siap belum" ujar ketty kepada anaknya
namun kelly tak menghiraukan mamanya, ia malah asyik menonton youtube, karna hari ini ada lagu baru dari BTS berjudul PERMISSION TO DANCE
tak lama mamanya berkata lagi, karna sedari tadi anaknya masih saja tak bergerak dari tempatnya
"kelly kamu ini mama suru kok malah asyik sama hp sih, ayok sana cek kakakmu" ujar ketty lagi
"tunggu mah, baru juga jam 3 lewat, lagian kan resepsinya masih jam 6 mah" ucap kelly
"kelly" teriak mamanya
"iiih nggak asyik banget kalo kayak gini" ucap kelly lalu keluar dengan muka cemberutnya
"nggak asyik-nggak asyik, nontonnya kan bisa tunda, kamu yah bikin orang tua dara tinggi saja" ujar mamanya namun kelly sudah keluar
***
sampai di depan pintu kamar satrya & wulan kelly pun mulai mengetuk pintu
"kak,,,kak satrya" panggil kelly dari depan pintu, namun tak ada sahutan dari dalam
"kak satrya, kakak iparku" panggil kelly lagi, namun sama saja tak ada sahutan sama sekali
kelly pun mulai emosi sambil memukul keras pintu dan berteriak "kak satrya, wulan apa kalian sudah siap atau belum, apa kalian sedang membuat keponaan buat kelly" teriak kelly dengan kencang,
"kelly apa-apa'an kamu teriak kayak gitu, panggil yg santai dong, gimana sih" tegur ketty saat anaknya berteriak dengan keras di depan pintu satrya & wulan
"tuh sendiri panggil, orang kelly udah panggil dari tadi juga nggak ada yg nyahut, makanya kelly teriak" ucap kelly lalu berjalan meninggalkan mamanya yg sewot terhadap dirinya
"anak ini benar-benar yah" ucap ketty dengan kesal saat melihat kelly sudah berlalu
"sat,,,wulan apa kalian sudah siap nak" panggil ketty dari luar, namun tak ada sahutan dari dalam
"ada apa jeng, apa mereka sudah siap" tanya wuliana mamanya wulan
__ADS_1
"ini jeng, nggak tau dari tadi nggak ada suara sahutan dari dalam" jawab ketty
"aduu jangan sampai mereka masih tidur, yah ampun ini sudah mau jam 4 lagi" ujar wuliana sambil melirik jam tangannya
"wulan satrya, apa kalian sudah siap" panggil wuliana, namun tak ada sahutan, ketty & wuliana saling melirik,
"teriak jeng" ucap ketty, lalu mereka berdua pun meneriaki nama satrya & wulan secara bersamaan
"wulan, satrya buka pintunya, kalo enggak mama dobrak" teriak mama wulan & mamanya satrya bersamaan sambil mengedor-ngedor pintu kamar itu dengan keras-keras.
****
wulan dan satrya kaget mendengar suara teriakan dari luar, wulan lansung terduduk dari tidurnya dan melirik satrya yg di sampingnya yg sama halnya juga sedang duduk dengan muka kebingungan
"aarrrhh" teriak wulan saat dirinya di atas ranjang yg sama bersama satrya
"heii apa-apa'an kamu teriak, kamu nggak dengar orang lagi teriakin kita dari luar" ucap satrya menatap tajam wulan
"lalu kenapa kita di ranjang yg sama, kenapa juga aku di sini, ini kamar siapa" ucap wulan bingung karna ia belum sadar bawah dirinya sudah menikah pagi tadi
satrya lansung menyentil wulan, & berkata
"apa kamu amnesia, atau tadi kamu jatuh dari kamar mandi lalu kepalahmu terbentur" ucap satrya agar wulan sadar
"aah aiis,, nggak tuh, kepalah ku baik-baik saja" ucap wulan sambil merabah keningnya dan kepalahnya yg tak apa-apa
"ayok buka pintu sana, lihat siapa yg teriak di luar itu, mengganggu saja" ucap satrya lalu turu dari ranjang lansung menuju kamar mandi
wulan pun juga ikut turun lalu berjalan kearah pintu untuk membuka pintu siapa yg mengedor pintu dengan kasar itu
"mama, tante, ada apa" tanya wulan setelah membuka pintu ia melihat mama dan mamanya satrya yg ternyata mengedor pintu dengan kasar itu
"wulan kamu...aaarrhh yah ampun, kalian ngapain aja dari tadi hah, kanapa baru buka pintunya" ucap wuliana dengan wajah kesal karna melihat anaknya yg masih berantakan, belum ada tanda persiapan juga
"yah ampun wulan, satrya mana, kenapa kalian belum siap hah, resepsinya jam 6 loh, aduuuhhh" kesal ketty sambil memijit keningnya dengan kasar
"maaf mah,tante, wulan tadi ketiduran" ucap wulan merasa bersalah
"terus satrya mana" tanya ketty
"mandi tante" jawab wulan
"yah sudah kamu juga siap-siap mandi, yah mandi di kamar mama saja, biar sekalian lansung di make up pin" ujar mamanya, wulan pun menurut
"yah sudah kamu ke kamar mamamu sekarang biar satrya mama yg tangani dia" ujar ketty mamanya satrya
__ADS_1
"ia tante" ucap wulan, lalu ia pun membawah barang-barang perlengkapannya ke kamar mamanya.
bersambung