
setelah sampai di kantor, satrya turun tanpa bicara apapun pada wulan yg ada di sampingnya
wulan menlongo melihat satrya turun & berjalan malas tau masuk kedalam kantornya, tanpa mengajak wulan
"aneh banget, masah gue istrinya nggak ada niat dikit pun ngajak gue turun, gila..benar-benar gila nih" ucap wulan yg masih berada di dalam mobil. ia hanya menggeleng tak percaya
wulan pun malas untuk turun karna moodnya sudah tidak bagus lagi, akhirnya ia hanya duduk di dalam mobil itu tanpa beranjak keluar
**
sampai di dalam kantor, satrya di sapa oleh karyawan yg lalu lalang di situ, satrya masuk kedalam lift
setelah sampai di lantai atas ruangannya, satrya keluar & bertemu ricko yg baru saja keluar dari ruangan kevin
"ee bos, selamat pagi" sapa ricko
satrya hanya hm saja, tak berbicara apa-apa
"bos.. sariawan yah?" tanya ricko iseng,namun satrya tidak menjawab
"nggak dapat jatah yah, atau belum malam pertama nih" gumam ricko pelan namun masih di dengan oleh satrya
satrya yg begitu kaget dengan ucapan ricko, ia baru ingat kalo ia datang bersama wulan
"waduu..wulan, di mana dia" ucap satrya dalam hati sambil melirik kanan kiri
"bos cari apa?" tanya ricko
"kamu lihat wulan nggak?" tanya balik satrya
"haa..wulan, nggak tuh, emang tadi lu dateng bareng wulan?" tanya balik ricko
"ia makanya gue tanya dodol" ucap satrya kesel
"ya..ampun sama istri sendiri lu lupa, yg benar aja lu sat" ucap ricko antusias
"eeh setan, jangan teriak anjir" ucap satrya kesal dengan teriakan ricko
"ups sorry bos" ucap ricko
"ayok cari wulan bareng gue, di mana tuh kevin, gara-gara dia nggak jemput gue, gue sendiri yg tadi nyetir" ucap satrya & bertanya
"kevin di ruangannya, gue panggilin yah'" ujar ricko lalu pergi memanggil kevin
"oh my god bagaimana bisa gue lupa sama dia, apa mungkin masih di mobil yah, gue kembali ke mobil saja" gumam satrya, lalu kembali masuk ke dalam lift
ricko & kevin pun datang ke tempat di mana satrya tadi berdiri tepat di depan lift itu
"satrya mana?" tanya kevin karna satrya sudah tak ada di situ
"tadi dia di sini, kemana dia, apa mungkin di ruangannya" ucap ricko
"emang mau ngapain manggil gue?" tanya kevin
"mau cari wulan istrinya" ucap ricko
"haah emang wulan kemana?" tanya kevin kaget
"mana gue tau, dia saja nggak tau, makanya dia mau kita bertiga nyari istrinya" ujar ricko
__ADS_1
"coba lu telpon dia" kevin menyuruh ricko menelpon satrya
"nggak, kita ke ruangannya saja, mungkin dia di sana, lagi cari petunjuk dia mana istrinya berada" ujar ricko, lalu mereka berdua pun pergi ke ruangan satrya
saat kevin membuka pintu, namun satrya tak ada di dalam, "nggak ada Rick" ucap kevin
"biar gue nelpon dia" ucap kevin lalu ia pun menelpon satrya
****
sampai di lantai 1 (satu), satrya keluar dari lift nya, ia pun berjalan keluar dari kantor, tiba-tiba ponselnya berdering
satrya mengambil ponselnya yg ada di saku jas nya, lalu ia pun mengangkatnya
"ada apa kevin?" tanya satrya📞
"bos di mana?" tanya balik kevin📞
"gue di luar, nyari wulan, udah dulu yah" ucap satrya lalu mematikan telpon begitu saja📞
satrya celingak-celinguk,
"di mobil mungkin" gumam satrya lalu ia pun berjalan menuju mobilnya yg sedang terparkir di basement
sampai di sana ia mengintip masuk lewat kaca jendelah mobilnya, ternyata wulan sedang tidur di dalam
"huuh pikir dia nyasar ke ruangan gue" gumam satrya sambil mengelus dadanya karna ia merasa lega sudah menemukan wulan
satrya pun membuka pintu mobilnya, lalu ia membangunkan wulan
"wulan,,wulan ayok bangung" ucap satrya sambil menepuk pelan lengan wulan, namun wulan masih saja tidur
satrya kembali mamanggil wulan "wulan bangung, kita sudah di kantor" ucap satrya sambil menggoyang tubuh wulan agar wulan bangun
"kak satrya" ucap wulan
"ayok masuk kedalam" ajak satrrya
"bukannya kakak tadi sudah masuk duluan" ujar wulan
"ia makanya saya kembali lagi" ucap satrya
"kak satrya lupa wulan yah, masah keluar dari mobil nggak ngajak keluar" ucap wulan sedih
"maaf, tadi saya pikir kamu ikut saya keluar" ucap satrya merasa bersalah
"udah nggak apa-apa, wulan pulang saja kak, lagian wulan kesini juga mau ngapain" ucap wulan yg masih kecewa, lalu ia pun keluar dari mobil
"pulang kemana, ayok ikut masuk" ujar satrya sambil menarik pinggang wulan, alhasil wulan lansung menabrak dada bidang satrya
& terjadilah saling tatap menatap, lalu di buyarkan oleh bunyi ponsel satrya yg tiba-tiba
satrya lansung mengangkatnya " ada apa lagi kevin" ujar satrya📞
"apa bos sudah ketemu nona wulan?" tanya kevin📞
"sudah" jawab satrya lalu mematikan panggilan begitu saja📞
"ayok kedalam" ajak satrya, wulan pun terpaksa ikut masuk kedalam,
__ADS_1
wulan berjalan sambil melirik resepsionis karna ia ingin melihat Sella, namun sella tak ada, ia pun bertanya pada satrya
"kak apa benar, mbak sella sudah resign dari sini?" tanya wulan satrya hanya menjawab ia,
ada yg masih kenal dengan wulan, mereka menyapa wulan, memberi senyum kepada wulan, namun ada juga yg memberi tatapan tak suka terhadap wulan,
wulan sebenarnya malu, namun ia memberanikan diri untuk percaya diri
wulan melihat Aldo sedang berjalan di depannya ia lansung berteriak nama Aldo
"mas aldo" wulan memanggil
"eeh Wulan, apa kabar kamu" tanya aldo berjalan kearah wulan yg berada di belakan satrya, aldo pun berjabat tangan dengan wulan
"seperti yg mas aldo lihat, wulan baik, bagaimana dengan mas aldo" tanya balik wulan
satrya yg melihat wulan begitu akrab dengan aldo, lansung menegurnya
"ngapain masih berdiri di situ?" tanya satrya
"kakak duluan saja, nanti wulan nyusul" ucap wulan menyuruh satrya
"pak aldo, bisa kah kamu lanjut kerja kamu" ujar satrya kepada aldo
"owh ia baik pak, maaf" ucap aldo
"wulan, saya lanjut keruangan saya yah" ujar aldo di angguk oleh wulan, lalu aldo pun meninggalkan wulan dan satrya
wulan kesal dengan satrya, karna ia baru juga bertemu dengan aldo eeh malah suruh pergi
"ayok, ngapain masih di situ" ujar satrya lalu berjalan memasuki lift
"iiihh emosih,,emosih gue" gumam wulan kesal, lalu ia pun mengikuti satrya masuk kedalam lift dengan wajah yg cemberut
"kenapa muka nya di buat gitu?" tanya satrya, wulan hanya diam
"kamu kenapa?" tanya satrya lagi sambil berhadapan dengan wulan
"nggak kenapa-napa" jawab wulan kasar tanpa menatap satrya
"kamu jangan sembarang sama karyawan saya kek gitu lagi" ujar satrya
"hah..ke gitu gimana?" tanya wulan bingung
saat satrya ingin menjawab lift nya terbuka, lalu satrya & wulan pun keluar,
"kek gitu gimana?" tanya wulan lagi sambil berjalan
"hust,,, diam ini di kantor, orang-orang pada kerja" ujar satrya
"nggak...orang-orang kerja di ruangan masing-masing, jadi nggak ganggu, lagian wulan tanyanya juga pelan" ucap wulan
satrya tak menjawab, ia masuk kedalam ruangannya,
"iih...aahh gue pengen ramas mukanya dia yg ngeselin itu" ucap wulan dengan gemas + kesal
"kenapa masih berdiri di situ?" tanya satrya melihat wulan yg masih berdiri
wulan masuk kedalam ruangan satrya tanpa menjawab, ia dengan kesal lansung duduk di sofa yg berada di ruangan satrya
__ADS_1
melihat tingkah wulan, satrya tak peduli, ia pun membuka komputernya, lalu ia pun mulai dengan pekerjaannya yg menunmpuk
"Bersambung"