
setelah keluarga chevron pulang, wulan pun mulai masuk kedalam kamarnya, dia duduk di atas ranjang sambil berpikir "apa yg harus aku lakukan setelah aku di lamar & nggak lama lagi aku akan menikah dengan orang yg nggak menyukai ku sama sekali" gumam wulam
karna sebelum mereka makan orang tua wulan & satrya membahas pernikahan satrya & wulan, jadi pernikan wulan & satrya 3 bulan kedepan lagi karna masih menunggu wulan wisuda, & di iyakan mereka berdua saat papa wulan memberitahu mereka berdua di meja makan tadi.
"setelah aku wisudah aku juga harus kerja, biar aku juga dapat uang & nggak berharap sama dia" gumam wulan lagi. setelah lama wulan sendiri berbicara tanpa sadar dia pun terlelap.
di apartemen satrya, satrya sedang duduk di depan meja kerjanya sambil memeriksa file2 yg di kirim oleh ricko sekertarisnya
setelah periksa semua, satrya mulai naik ke atas ranjangnya
"apa gue terlalu kasar sama dia" pikirnya
"apa gue harus telpon dia biar dia nggak salah paham soal tadi" gumamnya lagi
saat satrya menelpon no wulan tak aktif satrya pun bergumam "mungkin dia sudah tidur, tapi kenapa gue sangat rindu dengannya padahal baru bertemu satu jam yg lalu"
"aah gue juga mau tidur" ucapnya lalu berbaring, tak lama dia pun terlelap
***
1 BULAN KEMUDIAN
hari ini adalah hari diamana wulan akan di wisudakan, wulan sangat senang akhirnya hari wisuda yg selama ini dia tunggu2, dia bersama kedua orang tuanya menuju ke gedung kampus di mana dia & teman2 nya akan di wisudakan.
satrya yg mendengar wulan wisuda pun meresa senang, sebenarnya dia ingin ikut namun dia terlalu gengsi memperlihatkan rasa perhatiannya jadi dia tak ikut, dia pun membeli bunga yg sangat cantik untuk di berikan kepada wulan
satrya menitipkan bunga lewat kelly,
kelly, rina & cika mencari wulan di gedung wisada saat melihat wulan mereka bertiga lansung berteriak "wulannn.."
wulan pun berbalik ternyata yg teriakin namanya adalah 3 semprul itu
__ADS_1
"wulan, selamat yah" ucap mereka bertiga
"makasih semuanya, gue sayang sekali" ucap wulan lalu memeluk mereka bertiga
"oyah Lan nih ada titipan bunga dari kak satrya" ucap kelly memberikan bunga itu, wulan pun menerimanya dengan senyuman manis
"katanya dia nggak bisa datang karena ada hal penting yg harus dia selesaikan di kantor" ucap kelly
"nggak apa2, yg penting kalian datang pun gue udah senang" ucap wulan, sebenarnya wulan sedih malah sangat sedih karna satrya tak datang di hari bahagianya, namun dia bisa apa kalo alasan satrya seperti itu, dia hanya wanita yg mengharapkan cintanya terbalas, namun itu hanya akan sia-sia pikir wulan
acara wisuda pun selesai jam 2 siang wulan benar2 sangat bersyukur karna dia sudah wisuda jadi dia bisa mencari kerja dalam waktu dekat ini,
"sayang ayok kita cari makan ajak teman2 mu" ucap mamanya
"kell, rin , Cik ayok kita cari makan hari ini gue traktir kalian" ajak wulan mereka pun mengiyahkan lalu mencari restoran
sampai di restoran mewah wulan & papa mamanya pun turun dari mobil di ikuti oleh kelly, rina, & cika
tak lama satrya & dua sahabatnya pun datang di restoran yg sama dengan wulan dan teman2 nya.
"kelly kakak loe tuh" ucap rina yg lebih dulu melihat kakaknya kelly, kelly pun berbalik & ternyata betul
wulan yg ikutan melihat pun merasa sedih karna kata kelly tadi satrya ada urusan di kantor, lalu kenapa satrya ada di sini, wulan benar2 patah hati dia juga mulai berfikir kalo bunga yg kelly kasih itu juga sebenarnya bukan dari satrya tapi dari kelly sendiri, kelly hanya berbohong kalo itu dari kakaknya supaya wulan tak merasa sakit hati.
wulan pun pamit ke toilet "mah pah teman2 wulan ke toilet dulu" ucap nya lalu berjalan ke toilet, sampai di toilet wulan benar2 menangis terisak di dalam kamar mandi itu, "hiks..hiks..apa seperti ini harapan yg tak terbalas" gumamnya wulan pun menangis lama di kamar mandi tak lama hp nya berdering "yah halo mah" ucap wulan mengangkat telponya
"kamu masih buat apa sayang, kok lama" tanya mamanya
"nggak mah wulan sudah selesai, wulan akan segara ke situ mah" ucap wulan lalu mematikan telponnya takut di dengar oleh mamanya kalo dia baru habis nangis.
setelah dia mencuci munkanya, dia pun memakai kembali bedak yg dia bawah tadi di dalam sakunya, setelah itu dia keluar karna rasa sudah kembali rilex.
"Lan loe lama sekali" ucap kelly, satrya yg mendengar nama wulan pun berbalik & ternyata mereka di restoran yg sama
__ADS_1
"kelly kalian juga di sini" satrya mengirim pesan untuk adiknya
"iyah kak" balas adiknya
setelah makanan datang mereka pun makan, setelah selesai makan wulan pun pergi membayarnya & di ikuti satrya dari belakan, satrya lansung memberikan kartu debitnya ke kasir sebelum wulan memberikan kartunya, "pak sekalian bayar dengan punya dia" ucap satrya sambil menunjukan wulan
"nggak usah pak, ini kartu saya" ucap wulan cepat, satrya hanya meliriknya, namun pelayan itu memberitahu bawah uangnya dia sudah ambil dari kartunya satrya.
wulan pun kesal & berkata "tunggu di sini saya akan mengembalikan uang anda" ucap wulan
"tak perlu, saya sudah membayarnya" ucap satrya pergi begitu saja, wulan benar2 kesal dengan satrya, tadi dia sudah menangis karna satrya, sekarang dia harus kesal karna satrya lagi
"ayok kita pulang" ucap mamanya mereka pun pulang kerumah masing.
sampai di rumah wulan hanya memandangi bunga yg di berikan kelly katanya dari kakaknya, wulan ingin menanyakan apa benar bunga ini dari kakaknya, soalnya wulan tak percaya satrya memberikannya bunga, secara tadi di restoran saja satrya sama sekali tak memberikan selamat padanya
"nggak mungkin kak satrya yg ngasih, kayaknya si kelly ngarang2 aja biar gue nggak terlihat sedih" gumam wulam sambil masuk kedalam kamarnya.
tak lama hp nya wulan berdering bertanda ada yg memanggil, walan pun melirik hp nya ternyata satrya yg menelpon "ada apa yah dia nelpon gue" gumamnya lalu mengankat telpon dari satrya
"wulan, kamu sekarang lagi apa" tanya satrya to the poin
"wulan lagi tidur" ucapa wulan berbohong sambil menguap
"kamu bisa tidak ke apartemen saya sekarang" ucap satrya
"maaf kak wulan nggak bisa kesana, wulan mau isterahat soalnya tadi berdiri trlalu lama" ucap wulan lalu mematikan telponnya,dia sudah menangis tadi di toilet restoran, sekarang satrya ingin wulan ke apartemennya wulan benar2 tak habis pikir, sebenarnya perasaan satrya itu terbuat dari batu apa, "kenapa dia sangat tidak bisa mencintaiku" gumam wulan
satrya menyuruh wulan ke apartemennya untuk memberikan hadiah wisuda kepada wulan, & dia juga ingin minta maaf soal tadi tak bisa ikut ke acara wisudanya wulan.
"kenapa dia mematikan telponnya" gumam satrya
bersambung
__ADS_1