
satrya pun keluar dari kamar adiknya & berjalan ke dapur untuk mengambil air minum, sehabis minum dia pun berfikir tentang wulan, merasa tak tenang, karna dalam hati nya ada rasa khawatir tentang wulan, dia pun menyusul wulan kedepan, ternyata taksi wulan belum datang karna wulan masih berada di pinggir jalan. satrya yg melihat wulan pun mengambil kunci di dalam & mengeluarkan mobil bermaksud untuk mengantar wulan pulang, sesampainya dia di depan wulan dia lansung menawarkan wulan "ayok masuk saya antarin kamu pulang" kata satrya,
"nggak usah, saya bisa pulang dengan taksi" kata wulan cuek.
"mana taksinya, perasaan dari tadi kamu sudah bilang ke mama saya kalo taksi kamu sudah di depan, tapi mana taksinya nggak ada kan" kata satrya.tak lama taksi yg wulan pesan pun datang
"terimakasih atas penawaran anda pak, taksi saya sudah datang" kata wulan. satrya merasa kesal karna dia di tolak wulan, setiap wanita tidak perna menolaknya, baru kali ini dia di tolak sama wanita yg tak lain adalah wulan, "awas saja kamu wulan, bilah kau duluan yg jatuh cinta, aku akan perhitungkan apa yg kau tolak hari ini. ucap satrya dalam hati karena tak terima.
"dengan nona wulan wiliam yah" kata taksi itu.
"iya pak dengan saya sendiri" kata wulan, wulan pun masuk kedalam taksi itu & taksinya pun berjalan, satrya hanya melihat kepergian wulan, namun dalam hati kecilnya dia khawatir dengan wulan, "bagaimana dia di apa2'in sama supir karna melihat bajunya yg kurang bahan itu, mending saya nengikuti saja dia" gumam satrya. satrya pun mengikuti taksi yg wulan tumpangi itu.
taksi itu pun sampai di depan rumah wulan, wulan pun keluar & masuk kedalam rumah, satrya hanya pantau dari jauh takut di katain ini itu sama si wulan.
"dia sudah masuk" satrya pun memutar mobil & pulang
sesampainya dia di rumahnya, satrya masuk kedalam "bagaimana apa kamu sedah mengantarnya pulang dengan selamat" tanya mama satrya yg melihat anaknya masuk membawah kunci mobil di tangannya.
"satrya nggak mengantarnya, tadi satrya keluar dia sudah jalan" bohong satrya, dia gengsi untk mengatakan bawah dia tandi mengikuti wulan dari belakan taksi yg wulan tumpangi,karna takut & malu kalo nanti mamanya memberitahu wulan.
__ADS_1
satrya pun masuk kedalam kamarnya & merebahkan tubuhnya di atas kasur, sambil memikirkan wulan, kalo dia sudah jatuh cinta dengan wulan namun dia tak sadar akan hal itu. "wanita bar-bar itu bikin khawatir saja" gumamnya
"apa kok gue khawatir tentang dia" gumamya lagi yg kaget akan perkataannya.
"arrh.. apa yg gue pikirkan bagaimana bisa gue khawatirin dia" katanya lagi. "mending gue mandi biar rileks. dia pun masuk ke kamar mandi & mandi
di sisi lain wulan masuk kedalam rumahnya "sayang kamu sudah pulang nak" tanya mamanya
"iya mah" jwb wulan sambil berjalan naik ke kamarnya.
"siapa yg ngantarin kamu sayang apa satrya yg ngantarin" tanya mamanya lagi.
"loh kok dia pulang sama taksi, kenapa bukan satrya yg ngantar" kata mamanya sambil berjalan
"makanya mama jangan terlalu menentukan masa depan anak kita, biarkan dia menjalani hidupnya dengan bebas jangan berencana akan hal2 untk mendekatkan wulan dengan satrya, karna kalo memang jodoh, mereka pasti bisa bersatu tanpa adannya usaha kita" kata papanya karna merasa kasihan dengan anak gadis nya yg di cuekin sama satrya,papanya berfikir kalo satrya tidak menyukai wulan sama sekali di lihat dari cara bicara satrya tentang wulan.
"papa itu seharusnya bantu mama gimana mendekatkan dia wulan dengan satrya, karna satrya itu pintar mengelolah bisnis, ganteng, tinggi pokoknya idaman para wanita. idaman juga jadi calon mantunya emak2 di luaran sana huuh pokoknya luar biasa sempurna deh" kata istrinya wiliam
"jangan2 mama mau dia jadi calon mantu kita karna dia kaya kan, mah jangan lihat orang dari kaya raya & tampannya, tapi lihatlah dia dari hatinya, apakah dia bisa mencintai anak kita atau tidak mah" kata papa wiliam alias papanya wulan wiliam.
__ADS_1
"yah ampun pah, mama itu nggak lihat dia dari kaya nya, kalo kaya wulan juga termasuk kaya. ngapain mama cari mantu kaya tapi nggak cinta anak kita, mama mau jadiin dia mantu kita karna mama tau dia & wulan itu cocok" kata mama wulan.
"cocok dari mananya, kita saja tak perna melihat mereka berjalan bersama, mama asal ngambil kesimpulan cocok2 saja" kata suaminya.
"ya sudah ayok tidur ngomong sama papa itu mematahkan semangat mama saja"kata mamanya yg sudah capek berdebat dengan suaminya. akhirnya mereka pun tidur.
selesai mandi wulan pun naik ke atas tempat tidur dan memikirkan sikap satrya yg tadi di saat mereka masih di dlam kamarnya kelly, wulan bergumam "dasar laki2 tak berperasaan, setelah dia ngomong gitu ke mamanya dia mau ngantar gue pulang, dia pikir gue takut apa pulang malam2 naik taksi" tak lama wulan pun tidur.
kelly & mamanya yg sedang duduk di kamarnya kelly. kelly bertanya "mah bagaimana, tadi kakak jadi ngantarin wulan pulangkan"
"kata kakakmu dia nggak ngatar wulan pulang, karena wulan sudah pulang dgn taksinya, pas dia mau keluar ngantar wulan sudah tidak ada" jwb mamanya
"yah kalo tau gini kelly nggak bo'ong wulan kalo kelly sakit, kasihan wulan pulang dengan taksi, semoga dia baik2 saja" kata kelly nyesal karna sudah berbohong namun tak membuahkan hasil. sia2 saja.
"ya sudah sayang coba kamu telpon wulan" kata mamanya, kelly pun menelpon wulan berkali2 namun tak angkat.
"mah coba mama telpon mamanya wulan karna kelly telpon wulan berkali2 namun tak angkat" kata kelly, mamanya pun menelpon mamanya wulan & mamanya walan mengankat, mengatakan bahwa wulan sudah sampai dari tadi, & mamanya satrya meminta maaf karna sia2 membujuk satrya tapi satrya tak mau mengantarkan wulan. mamanya wulan tak mempermasalahkan, karna wulan pulang dengan selamat.
bersambung....
__ADS_1