
di ruangan satrya, ia masih berkutak dengan komputernya tak lama pintunya di ketuk "masuk" ucap satrya dari dalam, ricko pun masuk
"ada apa" tanya satrya tanpa melihat ricko
"bo saya pamit pulang duluan" izin ricko, satrya hanya "heeum" tanpa melirik, tak lama kevin pun masuk "bos" panggilnya, satrya hanya "heeum" tanpa melirik
"bos, bos belum pulang" tanya kevin
"apa kamu tidak melihat saya sedang apa?" tanya balik satrya
"oyah kevin, kamu bilang ke wulan, bahwa sudah jam pulang" perintah satrya
"bos tadi saya melihat nona wulan sudah pulang duluan" ucap kevin, ricko hanya mendengar
"apa dia sudah tau jam pulang kerja?" tanya satrya
"tadi saya mendengar dia bertanya pada aldo saat aldo mengajarinya tentang keuangan" ucap kevin
"aldo siapa?, siapa yg menyuruh laki2 itu mengajari dia?" tanya satrya dengan wajah yg sudah mulai kesal
"saya yg meminta bantuan pada aldo bos, soalnya hanya aldo yg tau karna aldo bekerja di bagian keuangan bos" ucap kevin
"lain kali bertanya dulu baru melakukan apa yg saya suruh" ucap satrya sudah jengkel
"maafkan saya bos" ucap kevin
"silakan kalian pulang, saya masih banyak kerjaan" ucap satrya yg sudah merah di wajah & telinganya karena benar2 kesal mendengar wulan di ajari pria lain,kevin & ricko pun cepat2 keluar, takut kena marah,setelah mereka keluar, satrya pun lansung melihat rekaman cctv tadi pagi saat aldo mengajari wulan, saat melihat, satrya benar2 jengkel karena aldo & wulan saling tersenyum seperti orang yg sudah akrab, "dasar wanita ganjeng" gumam satrya kesal.
satrya pun menelpon wulan, namun wulan tak mengankatnya karena wulan sedang menyetir, beberapa kali satrya telpon namun tak di angkat "apa ini, dia malah tak mengangkat telpon dari saya" ucapnya sambil melirik kesal hp nya,
__ADS_1
wulan sampai di rumah, wulan pun turun sambil melihat berapa panggilan satrya "waow ada perlu apa panggilan sampe puluhan lebih ini" gumam wulan sambil berjalan saat melirik hp nya, "tapi tunggu dulu gue mau mandi ntaran aja baru gue nelpon balik" gumamnya lagi, saat sampai di dalam rumah mama wulan menyapa putri sematawayangnya "baru pulang sayang" tanya mamanya
"ia mah" jawab wulan sambil menyalim tangan mamanya
"oyah sayang..gimana hari pertamaMu kerja di kantor calon suami" tanya mamanya
"heum yah nggak gimana2 mah, yah sudah mah wulan keatas dulu mau mandi" ucap wulan
"iyah sayang" jawab mamanya, wulan pun naik ke atas kamarnya & bersiap mandi, setela 15 menit mandi dia pun keluar mengganti pakaiannya, setelah itu baru dia menelpon satrya.
satrya pun mengangkat & lansung berkata "tadi saya telpon kamu kemana saja,kenapa nggak di angkat, apa masih jalan2 sama laki2 kamu itu" tanya satrya panjang lebar
"maksud bapak apa, saya nggak ngerti, & ada perlu apa juga bapak menelpon saya di jam istrahat saya, jam kerja saya kan sudah habis hari ini" tanya balik wulan
"saya bertanya, kenapa tanya balik" ucap satrya
"yah sudah kalo tidak ada kepentingan saya matikan saja, saya mau istrahat" ucap wulan kesal, karna setiap kali mereka berdua berbicara nggak di telpon, atau secara empat mata, selalu saja bertengkar
"mau ngapain kerumah saya" ucap wulan
"mau pe**sa kamu, biar kamu cepat hamil supaya kamu nggak jalan2 lagi sama lelaki2 kamu itu" ucap satrya, wulan pun lansung diam tak berkata apa2
"wulan, kenapa diam" tanya satrya
"kalo sudah selesai, apa boleh saya menutupnya, karna saya sudah sangat capek, ingin istrahat" ucap wulan dengan nada lembut, agar satrya tak berkata-kata hal itu lagi, wulan malu.
"sebentar tolong ketemu saya di kafe xx jam 8 malam" ucap satrya
"iyah pak" jwb wulan
__ADS_1
"yah sudah, kamu istrahat sekarang, jangan lupa jam 8 malam" ucap satrya lansung mematikan telponnya
wulan pun lansung bergumam dalam hati "apa tadi kak satrya bilang,,omg, kalo gue ketemu dia trus dia melakukan hal2 sepeti itu, apa gue mau, apa gue nggak nolak, secara gue kan suka sama dia...aaah" wulan berteriak di dalam kamarnya
jam sudah menunjukan 6:30 barulah satrya pulang ke apartemennya, sampai di apartemennya satrya masuk lansung menuju kamarnya. sampai di kamar satrya merebahkan tubuhnya di atas sofa, satrya berfikir "sekarangkan sudah satu bulan lebih dari perjanjian kemarin waktu lamaran sama wulan, jadi bulan depan kan nikah yah" gumam satrya setelah beberapa menit satrya pun mandi setelah selesai satrya berganti pakaian dengan kemeja hitam polos & celana panjang jeans hitam, tak lupa dengan parfumnya, setelah itu dia menelpon wulan, wulanpun mengangkat
"iyah halo pak" ucap wulan di seberang sana
"wulan kamu baru bangun tidur" tanya satrya
"iyah pak" jawab wulan
"apa kamu lupa dengan janji tadi sore" tanya satrya
"aduuu ini jam berapa" gumam wulan & melirik jam di hpnya sudah jam 19:25 malam "pak wulan mandi dulu, wulan akan susul pak kesitu" ucap wulan lansung mematikan telpon dari satrya, satrya hanya menggeleng kepalah sambil melirik hp nya & berangkat duluan
di rumah wulan.
wulan sedang mandi, setelah mandi wulan cepat2 berganti pakaian dengan blous lengan pendek sampai siku berwarna hijau tua & rok pendek namun tak terlalu pendek berwarna biru agak keputian, rambutnya di gerai begitu saja, tak lupa dengan tas warna senada dengan rok nya, wulan pun melirik jm sudah mau pukul 8 malam, akhirnya wulan pun berangkat
tak lama sampai di kafe itu, wulan merasa jantungnya mau copot dag..dig..dug.. padahal dia masih di dalam mobilnya belum juga turun jantungnya sudah seperti lari maraton saja mungkin karna baru pertama bertemu satrya di kafe "kenapa gue juga dandan begini sih, nanti di kira gue mau kencang sama dia" gumam wulan, tak lama hp nya berbunyi wulan pun mengangkat "ya halo" jwb wulan
"apa kamu masih mau di dalam mobil?" tanya satrya
"nggak pak ini sudah mau turun" jwb wulan dengan nada gugup
"kok lama sekali keluar dari mobil, padahal saya lihat mobil kamu sudah dari tadi parkir di situ" ucap satrya mengoda wulan, karna satrya mendengar nada kegugupan saat berbicara
"ini sudah mau turun pak" ucap wulan cepat
__ADS_1
"ya sudah saya tunggu kamu, cepat kesini jangan dandan lagi kamu sudah cantik" ucap satrya lansung mematikan telponnya dengan senyum karna berhasil membuat gugup wulan, karna yg satrya tau kalo wanita gugup bertemu kita artinya dia menyimpan rasa terhadap kita
"siapa juga yg dandan, orang gue nyesal aja dandan begini, bukan karna gue lagi dandan di dalam mobil kok" gumam wulan, lalu turun dari mobilnya, wulan pun berjalan kearah kafe itu