
di bali ricko kembali ingin bertemu dengan sella, ia kembali ke bar kecil itu,
sella yg melihat kedatangan ricko pun, ia lansung berjalan masuk ke ruangannya,
ricko yg melihat sella pergi, ia lansung mengikuti sella dari belakan, saat sella ingin membuka pintu ruangannya ricko lansung menahannya
"ada apa?" tanya sella dengan tampang
kaget
"kamu kenapa malah kabur saat lihat saya masuk kesini" tanya ricko menatap wajah sella
"sa..saya nggak lari pak" jawab sella terbata-bata
"hahaha kamu lucu sekali" ujar ricko sambil tangannya mebelai wajah sella, sella merasa bulu kuduknya berdiri
"apa-apa'an kamu, nggak sopan sekali" ucap sella yg sudah emosih sambil membuang tangan ricko dengan kasar
"sella sella sekarang makin sukses makin berani yah" ucap ricko dengan senyum menyebalkan bagi sella
"kalo kamu datang hanya ingin mengganggu saya, mending kamu jangan datang saja, karna saya punya banyak kerjaan" ucap sella
"oyah..apakah saya di sini nggak bayar sampai-sampai kamu bicara kalo saya datang hanya mengganggu kamu" kata ricko karna ia sudah kesal dengan sella yg sok jual mahal
melihat ricko yg sudah emosi, sella pun lansung berkata dengan lembut "pak saya mohon maaf, saya permisi kedalam" ucapnya lansung membuka pintu & masuk kedalam
saat ingin menutup pintu, ricko lansung mendorong pintu itu, & membuat sella kaget lalu terjatuh
"Aow..aah" sella kesakitan bokong menimpah lantai dengan keras
"sella kamu nggak apa-apa" tanya ricko cepat, lalu membantu sella berdiri, sella merasa kesal dengan ulah ricko pun hanya menatap ricko dengan tatapan tajam
sella sambil mengelus-elus bokongnya karena merasa sakit,
"sella saya minta maaf, saya pikir kamu nggak di situ" ujar ricko
"pikir-pikir, udah tau gue mau tutup pintu, malah nggak tau gue nggak di situ lagi" ucap sella kesal
"ia maaf, mana yg sakit" ucapnya bertanya sambil ingin mengelus bokong sella,
sella pun lansung memukul tanganya "iih apa-apa'an sih, keluar sekarang, saya mau kerja" ujar sella mengusir ricko
ricko tak berdiri, ia malah asik duduk di sofa ruangan itu, sambil menutup matanya
"apa-apa'an sih kenapa dia malah datang kesini, & malah membuat ulah seperti ini di depanku" gumam sella dalam hati sambil melirik ricko yg sedang duduk menutup matanya
"sella, kamu nggak ada niat gitu balik ke jakarta?" tanya ricko
"nggak...lagian saya kesana mau ngapain" jawab sella kasar
"kamu kenapa resign dari kantor satrya?" tanya ricko lagi
__ADS_1
"nggak kenapa, hanya ingin cari kerja baru saja" jawab sella
"apa kamu benar-benar tak ingin balik lagi ke jakarta gitu" tanya ricko lagi sambil matanya menatap sella yg sedang duduk di kursinya itu dengan tatapan serius
"aku udah bilang, mau ngapain kesana, aku udah betah di sini" jawab sella kesal
"ikutah dengan saya, kita ke jakarja" ricko berkata serius
sella tak menjawab ia malah berkata "heheh pak, bapak nggak kerja, kok malah keluyuran di bali sini" ucapnya menyindir
"saya serius sella, ayok pulang ke jakarta bareng saya" ucap ricko lagi
"heum pak saya kesana juga mau ngapain, kerja udah nggak lagi, mau makan apa saya di sana, kalo nggak kerja" jawab sella
"kalo soal hidup kamu nggak perlu pikir, karna ada saya sella" jawab ricko serius
"maksudnya?, kenapa kalo ada pak ricko,emang pak ricko siapanya saya, sehingga saya harus bergantung pada pak ricko" ujar sella
"heum, besok saya jemput kamu di apartemen kamu" kata ricko
"mau ngapain?" tanya sella serius
"mau ngajak kamu tidur" ucap ricko asal, karena sudah kesal dengan sella yg keras kepalah
"haa." sella kaget
"sudah saya balik dulu, jangan kema-mana besok, karna kalo kamu nggak ada di apartemen besok, bar kamu akan saya hancurkan" ucap ricko mengancam, lalu ia keluar dari ruangan sella begitu saja
"aah ngapain aku takut, dia main ngancam orang seenaknya saja" ucap sella lagi
sella pun kembali bekerja, sambil memikirkan besok ia harus menunggu ricko di apartemen atau ia harus kabur
"aaarttt kenapa jadi nggak tenang sihh" gumam sella.
tak lama ponselnya berdering "aart bikin kaget tau nggak" gumamnya ia kaget karna di saat sedang tegang, ponselnya tiba-tiba berdering.
****
satrya menyetir membawah wulan ke supermarket, namun karena sudah mau jam 12 satrya berhenti di rumah makan
"kita makan dulu, setelah makan baru kita ke supermarket" ucap satrya, wulan pun hanya mengikuti satrya turun, karna ia juga sudah lapar
satrya & wulan memesan makan siang, setelah beberapa menit pesanan datang, lalu mereka pun menikmati makan siang itu
"mau tambah lagi" tanya satrya yg sudah habis makan, ia melihat wulan makan dengan sangat lahap, akibat sudah lapar
"udah kak, wulan sudah kenyang" jawab wulan setelah habis makan
satrya pun menaruh uang di atas meja itu, lalu ia dan wulan pun keluar dari rumah makan itu,
satrya & wulan kembali menuju supermarket yg besar di kota itu, sampai di supermarket itu, ingin memarkirkan mobilnya
__ADS_1
"kak boleh pulang, wulan yg masuk belanja" ucap wulan sambil membuka pintu mobil itu
"kenapa saya harus pulang, apa kamu mau bertemu sama gebetan kamu makanya kamu ingin saya pergi, begitu?" ucap satrya marah
"enak saja, saya mau belanja kak, bagaimana bisa kakak berfikir begitu" jawab wulan
"ayok turun, saya temani kamu, lagian saya pulang, nanti kamu mau pulang sama siapa" ucap satrya sengaja beralasan, wulan pun mengiyahkan dari pada tamba masalah
wulan & satrya pun turun berbarengan, & satrya pun berjalan kearah wulan, tiba-tiba wulan melihat ada motor yg berlari sangat kencang rasanya ingin menabrak wulan dari penglihatan satrya
"wulan awas" teriak satrya, lansung saja satrya memeluk tubuh wulan, & badan wulan terbentur di mobilnya,
wulan yg kaget pun lansung pinsang, satrya melihat tak ada pergerakan tubuh wulan, ia melihat ternyata wulan sudah pinsang
"wulan..wulan..wulann" panggil satrya
"wulan tolongin saya pak, istri saya pinsang" ujar satrya meminta tolong sekuriti supermarket itu,
lalu sekuriti itu pun membantu satrya, menahan tubuh wulan, lalu satrya masuk kedalam mobil
sekuriti itu membantu memasukan wulan kedalam mobil satrya bagian depan agar kepalah wulan bisa berada di atas paha satrya
"makasih pak" ucap satrya, lalu membawah wulan dengan mobil kecepatan tinggi menuju rumah sakit peninggalan kakek nya itu, & rumah sakit itu sudah menjadi milik mereka
sampai di rumah sakit, satrya menggendong wulan lalu berlari masuk kedalan rumah sakit besar itu & memanggil para dokter dengan teriakan
"DOKTER..DOKTERRRR" teriak satrya sekencang-kencangnya
semua dokter di rumah sakit itu lansung berlari keluar karna mendengar suara satrya yg berteriak, mereka sudah hafal dengan suara satrya, mereka juga tau kalau satrya itu orang yg begitu kejam
"KERJA KALIAN JADI APA SAJA HA, KENAPA NGGAK ADA DOKTER SATU PUN YANG BERJALAN DI KORIDOR INI, APA KALIAN INGIN MAKAN GAJI BUTA HAAA" teriak satrya marah
"maaf tuan, tadi.." ucapn seorang dokter terpotong
"MASIH TUNGGU APA LAGI, ISTRI SAYA PINSANG.." satrya benar-benar marah, lalu para dokter itupun lansung membawah wulan masuk kedalam ruang pemeriksaan, & satrya menunggu di luar
setelah beberapa menit dokter pun keluar, satrya lansung bertanya
"BAGAIAMANA Dokter, apakah istri saya baik-baik saja" tanya satrya kasar lalu lembut lagi
"istri tuan baik-baik saja, nyoya mungkin kaget saat melihat motor yg ingin menabraknya makanya dia pinsang" jawab dokter itu
"baiklah, saya bisa masuk kan" tanya satrya lagi, lalu di persilakan masuk,
satrya berjalan kearah ranjang yg sedang wulan tidur itu, satrya duduk di kursi itu, sambil melihat wulan yg masih belum sadar
tak lama, wulan mulai sadar, wulan membuka matanya, lalu bertanya
"Aku di mana?" tanya wulan, membuat satrya sadar dari lamunannya
"wulan kamu sudah sadar?" tanya balik satrya.
__ADS_1
bersambung....