
Ricko sudah siap-siap ingin ke bandara, namun sebelum pergi ia masih singgah ke bar kecil nya sella
dalam perjalanan ia berfikir keras bagaimana caranya membawah sella kembali ke jakarta
"gimana caranya, dia itu nggak mungkin mau ikut gue" gumam ricko
"kenapa kak, mau bawah siapa emang?" tanya Rasya,
"kepo bangat kamu" ucap ricko sinis
"kalo gue nggak mau yah bang" ucap Rasya
"iih PD kamu, siapa yg mau bawah kamu, nanti gue yg malah susah jadinya kalo bawah kamu" ucap ricko
"heheh..trus mau bawah siapa bang" tanya Rasya lagi
"husst kamu nyetir yg diam, jangan banyak nanya, masih kecil juga kepo dengan urusan orang dewasa" ujar ricko
"Gue rasa..mbak sella nggak mau ikut deh" ucap Rasya, ricko lansung menoel kepalah rasya agar diam
rasya pun lansung diam,
"Ras ke bar kecil itu dulu" ujar ricko menyuruh
"nggak, capek nyetir bolak balik" ucap rasya
"abangnya udah mau kembali ke jakarta, adek nya nggak ada perasaan banget yah sama abangnya ini" ucap ricko menyindir rasya
rasya pun lansung memutar mobilnya menuju bar yg ricko maksud itu,
melihat rasya memutar mobil itu, ricko lansung tersenyum
sampai di depan bar itu ricko lansung turun dengan buru-buru ia lansung menuju ruangan sella
ricko mengetuk pintu beberapa kali baru di buka oleh sella, karna ia sedang malas untuk jalan, ia hanya diam sejak ricko menelponnya memberitahu kalo ricko akan pulang ke jakarta lagi
"masuk" ucap sella tanpa melihat siapa yg ada di balik pintu itu
"sella" panggilnya
"pak ricko" ucap sella kaget
"sella, ayok ikutlah bersama saya, kita ke jakarta sekarang" ucap ricko
bukannya menjawab sella malah berkata "pak, maaf saya lagi kerja, bapak nanti terlambat pesawat" ucapnya
"baiklah, suatu hari saya akan jemput kamu, nggak lama lagi" ucap ricko pasrah karena jam penerbangan jam 7 malam, sedangkan sekarang sudah jam 6:40
ricko pun buru-buru keluar dari bar kecil itu, lalu masuk kedalam mobil adiknya
"bagaimana bang, apakah berhasil mengajaknya" tanya rasya
"kalo berhasil nggak mungkin sekarang gue di sini sendirian" jawab ricko kesal
"heheh lucu, habisnya ngajak orang tiba-tiba, pikir bali ama jakarta dekat apa" ucap rasya
__ADS_1
"jangan banyak ngomong, ayok cepat sudah mau jam 7 nih" ucap ricko
rasya pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sedangkan ricko ia yerus memikirkan sella,
padahal ia berharap banget sella mau di ajak ke jakarta, karna ia sangat menyesal waktu itu ia menolak sella dimana sella menyatakan kalo ia menyukai ricko.
melihat abangnya yg sedang duduk seperti orang patah semangat rasya pun berkata
"udah bang, jangan di pikirin lagian nggak jauh kok hanya dalam indonesia, kalo luar negri baru kepikiran" ucap rasya, ricko hanya diam
"cuma bali bang, tenang rasya bakal jagain mbak sella buat abang, lagian Rasya juga di bali" ucap Rasya menghibur kakaknya
"yah sudah Ras cepatan dikit udah mau jam 7 nih, kalo kamu ngomong trus nanti abang terlambat" ucap ricko mengomel
rasya pun kembali mengebutkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
***
di apartemen
selesai makan, kelly & wulan pun nonton sambil bercerita
sedangkan satrya sedang berada di ruang kerjanya, kelly & wulan asyik sekali bercerita sampai-sampai kelly lupa pulang karena ini sudah jam menunjukan 9 malam
satrya yg sudah mengantuk pun keluar dari ruang kerjanya, saat ingin naik ke kamar nya, ia mendengar suara tawa wulan & kelly
satrya pun kembali berjalan ke arah ruang tv, ternyata wulan & kelly sedang asyik bercerita
dengen emosi satrya lansung berkata dengan nada tinggi
wulan & kelly pun lansung kaget mendengar suara tinggi satrya
"kelly..pulang cepat" teriak satrya emosih
"kak, kelly nginap di sini yah, besok baru pulang, soalnya kelly kangen sama wulan" ucap kelly memohon
"nggak...pulang sekarang juga, kalo kamu disini, yg ada kalian nggak akan tidur, kalian akan bercerita sampai pagi & lanjut lagi sampai malam, & seterusnya" ngomel satrya
"ayok pulang, kakak antar kamu" ucap satrya
wulan yg mendengar 2 orang berbicara itu ia hanya diam, karna ia melihat satrya sedang marah, sedangkan kelly sedang memohon
"ayok pulang kelly" ucap satrya lagi
"iyah kak" jawab kelly malas, lalu kelly pun berpamitan pada wulan,
wulan pun mengantarnya kedepan teras,
satrya yg melihat wulan hanya berdiri pun, ia lansung berkata
"kamu masuk tidur gih, saya nggak lama" ucap satrya
wulan pun mengangguk lalu masuk kedalam,
satrya mengantar kelly pulang ke mension
__ADS_1
"kak jangan kasarin wulan, ngomong yg lembut sama istri kak" ucap kelly menasihati satrya
"kamu kecil-kecil mau nasihati kakak" ujar satrya
"di bilangin juga, entar istrinya kabur baru tau rasa" ucap kelly jengkel, satrta tak menjawab ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa cepat sampai & ia juga bisa cepat pulang ke apartemennya lagi
****
wulan pun masuk kedalam kamar lalu menuju kamar mandi untuk mecuci muka
selesai cuci muka, wulan mencari cream wajanya di dalam tas yg masih berada di dalam lemari pakaiannya karna ia masih belum punya meja rias saat pindah ke apartemen satrya
di meja samping ranjang itu pun hanya ada 1 dan itupun penuh dengan barang-barangnya satrya
setelah ia memakai cream wajanya, wulan pun berfikir, "heum apa aku naruh meja rias ku di sini, kak satrya marah nggak yah" gumam wulan
"tapi uangku sudah nggak cukup buat beli meja rias, sedangkan cream serta yg lain saja sudah pada mau habis" gumamnya lagi
"aarhh nggak kerja, mau aku ambil uang di mana" sambungnya lagi, ia tak sadar ternyata ada yg sedang menguping di balik pintu kamar itu, karna pintu kamar itu tertutup namun tak rapat
wulan pun mulai berfikir untuk menelpon mamanya & ingin meminjam uang pada mamanya
"semoga aja mama nggak marah" gumamnya lalu ia pun menelpon mamanya
"malam sayang" jawab mamanya saat panggilan tersambung📞
"mah wulan mau minta tolong boleh nggak mah" ucap wulan 📞, satrya masih saja menguping di balik pintu kamar itu
"iyah minta tolong apa sayang" tanya mamanya📞
wulan mau minta tolong, mah tolong transferin wulan uang 5 jt mah, boleh nggak" ucap wulan bertanya dengan nada takut-takut📞
"hah emang kamu mau ngapain Lan" tanya mamanya📞, karna nggak biasanya wulan meminta mamanya mentransfer uang untuknya, walaupun cuma 5 jt
"wulan mau beli meja rias sama cream-cream wajah wulan mah" jawab wulan📞
"kamu nggak di kasih uang sama suami kamu wulan?" tanya mamanya sudah mulai dengan nada yg tak bersahabat📞
"yah mungkin kak satrya lupa mah, udah mah, kak satrya sibuk mungkin dia lupa" jawab wulan membela📞
"kamu jangan bela-bela suami kamu yah" ucap mama wulan sudah mulai meninggi suaranya📞
"yah ampun mah, mama kok jadi marah sih" ucap wulan sudah mulai takut📞
"orang tua mana yg nggak marah, mama nggak mau kamu di nikahin hanya di jadiin gitu saja, mama tau dia itu nggak ada niat buat nikahin kamu, mama lihat dia itu cuek sekali sama kamu, kamu jangan membelah dia wulan" ucap mamanya marah📞
satrya yg mendengar omongan wulan pun lansung curiga kalo mamanya wulan sedang marah, satrya pun sengaja mengetuk pintu
"udah dulu yah mah, kayaknya suami wulan sudah pulang" ucap wulan lansung mematikan telpon tanpa mendengar mamanya lagi
wulan pun lansung berdiri menyambut suaminya, "kakak sudah pulang" tanya wulan lembut, satrya hanya diam tak menjawab pertanyaan wulan
wulan mulai merasa curiga kalau satrya mendengar pembicaraannya dengan mamanya.
"moga aja dia nggak dengar" gumam wulan dalam hati
__ADS_1
"bersambung"