Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
pertanyaan yg vulgar


__ADS_3

satrya masuk kedalam kamar itu dengan tampang cuek tanpa peduli dengan wulan yg sedang bertanya


satrya lansung masuk kedalam kamar mandi


wulan yg melihat satrya cuek pun, ia pun juga cuek balik "pikir dia sendiri yang bisa cuek" gumam wulan merasa jengkel dengan suaminya


satrya keluar dari kamar mandi itu, ia melihat wulan masih duduk di pinggir ranjang itu, sambil memikirkan banyak hal


"kamu kenapa belum tidur?" tanya satrya membuat wulan lansung sadar dari lamunannya


"kenapa masih duduk?" tanya satrya lagi


tanpa menjawab wulan pun lansung naik keatas ranjang & tidur dengan membelakangi satrya yg juga ingin tidur


melihat wulan naik tidur satrya pun ikutan naik keatas ranjang lalu membaringkan diri


"apa dia nggak anggap aku sebagai istrinya" gumam wulan kembali menginggat kata-kata mamanya


tak lama ia mendengar notifikasi ponselnya


wulan pun lansung mengecek, ia melihat ternyata ada transferan atas nama wuliana wiliam: yah mamanya


wulan pun lansung mengecek ternyata mamanya bukan cuma mentransfer 5 jt tapi 50 jt yg di transfer


wulan lansung memberi pesan kepada mamanya


"mama i love you, nanti wulan bakal ganti lagi kok, tapi ini terlalu banyak mah" ๐Ÿ“จ


wulan kembali menyimpan ponselnya & tidur, baru saja ingin memejamkan mata, satrya bertanya


"pesan dari siapa, kamu kayak senang gitu?" tanya satrya


"oh dari mama" jawab wulan santai tanpa berbalik menghadap satrya


"ada apa dengan mama, apa mama mau nyuruh kamu pulang gitu" tanya satrya sengaja


"aah nggak kak, mama hanya kirim pesan saja" jawab wulan "apa mungkin kak satrya dengar kalo tadi aku telponan sama mama, kok katanya lansung mama nyuruh aku pulang" gumam wulan dalam hati


"heum, kamu tidak ada kan yg senbunyiin dari saya" ucap satrya bertanya


"maksud kakak?" wulan tak mengerti, ia pun berbalik menghadap satrya yg sedang meliriknya


"ayok tidur" ucap satrya lansung berbalik membelakangi wulan


"huh...apa seperti ini suami istri" gumam wulan dalam hati


satrya merasa tak tenang ia pun kembali bertanya "kapan kamu datang bulan" tanya satrya to the point, karna ia ingin punya anak secepatnya, agar wulan bergantung pada dirinya,


ia tak ingin wulan seperti ini, kemana-mana di gangguin, & akhirnya nyaman dengan orang lain, lalu meninggalkan dirinya "pikiran satrya terlalu pendek"


"hah apa aku sedang datang bulan, apa tembus darahnya" gumam wulan dalam hati, wulan pun bangun mengecek p**tnya


"saya tanya kamu, kenapa kamu malah bangung" ucap satrya


"aah wulan pikir..." ucapnya terhenti karena malu melanjutkan perkataannya


"ayok tidur" ucap satrya


wulan pun kembali tidur, ia merasa gugup karena satrya sedari tadi hanya meliriknya tanpa berkata apa-apa


"gini amat yah" gumam wulan, satrya pun mendengar gumamannya


satrya kembali bertanya "wulan kapan kamu datang bulan" tanyanya lagi


"wulan sudah habis dua hari yg lalu, ada apa kak?" jawab wulan dengan malu-malu,


"saya mau ajak kamu bulan madu" ucap satrya, wulan hanya berOh ria, namun dalam hatinya sudah tak tenang


"apa ia ingin meminta hak nya" gumam wulan dalam hati

__ADS_1


"lusa kita berangkat, kamu mau kemana bulan madu kita" tanya satrya lagi


"ah..wulan...dari kakak saja" jawab wulan malu-malu


"negara mana yg ingin kamu datangi, saya akan membawah kamu kemanapun kamu mau" ucap satrya


"aarh suamiku" gumam wulan dalam hati, ia merasa senang namun juga ia sedang takut karena pasti akan terjadi hal itu


"mana yg ingin kamu datangi?" tanya satrya lagi


"dari kakak saja, wulan ikut saja kemana pun" ucap wulan, padahal dalam hati ia ingin ke paris & juga korea


"yah sudah, ayok tidur tanya sama kamu juga percuma, apa-apa ikut maunya saya, heran" ucap satrya ia merasa kesal karena wulan masih takut-takut dari cara bicaranya, padahal satrya ingin berbicara santai


layaknya suami istri pada umumnya


wulan pun kesal mendengar omongan satrya "iih aku juga pengen bilang ini itu, tapi aku nggak berani, takutnya dia ngatain aku yg nggak-nggak, aarh serba salah deh" gumam wulan dalam hati


wulan & satrya pun masuk kealam mimpinya masing-masing


****


pagi hari ricko sudah berangkat kerja pagi-pagi, karna ia takut satrya ngancam macam-macam


"pagi banget pak" tegur seorang kariyawan wanita


"ia" jawabnya cuek, biasa nya ricko tak cuek seperti itu, ia malah menggoda kalo seorang wanita yg menyapanya


"pak ricko napa?" gumamnya dalam hati


ricko pun lansung masuk kedalam lift, tak lama si kevin datang dengan berteriak


"tunggu" teriaknya


ricko tak jadi menekan tombol lantainya, ia pun terpaksa menunggu kevin


"gimana liburannya?" tanya kevin saat sudah masuk kedalam lift


"kunyuk? siapa itu?" tanya kevin


"iih itu si satrya bos loe" jawab ricko kesal


"aaah kenapa dia nelpon loe, bukan nya loe bilang cuti seminggu, & loe baru 4 hari perasaan cutinya" ucap kevin


"gila nggak, gue lagi liburan enak-enak di telpon tiba-tiba sama dia, katanya loe sendiri di kantor, istrinya lagi sakit dia nggak bisa datang" ucap ricko tak terimah karena liburannya tak puas


"ia sih, istrinya masuk rumah sakit, & gue sendiri yg nangani semuanya, untung ini hari loe dah masuk kerja, kalo enggak mampos gue" ucap kevin sambil keluar dari lift saat sudah sampai di lantai ruangan mereka


"kalian berdua memang menjengkelkan tau nggak" ucap ricko kesal


"nanti aja cutinya, lagian istrinya sakit dia nggak bisa masuk lah, loe kan tau dia tuh penganting baru" ucap kevin, ricko hanya diam


lalu kevin & ricko pun masuk keruangan masing-masing


****


di apartemen satrya, wulan sudah bangun, membuat sarapan untuk mereka,


setelah membuat sarapan wulan pun naik keatas kamar untuk membangunkan satrya, & memandikan dirinya yg sudah bau asap dapur


saat masuk kedalam kamar ia melihat, ternyata satrya sudah rapih dengan pakaian kantornya


"wulan tolong pasangin saya dasi ini" ucap satrya


wulan pun menuju kearah satrya, lalu mengambil dasi itu dari tangan satrya & memasangnya pada satrya


namun karena satrya terlalu di tinggi wulan kesusahan memakaikan dasi itu pada satrya


"aah tinggi banget nih orang" gumam wulan dalam hati

__ADS_1


wulan kembali berjinjit, satrya yg melihat wulan berjinjit pun lansung menunduk agar wulan tak kesusahan memasang dasi


"heum kamu pendek sekali" ucap satrya tiba-tiba saat wulan sedang sibuk memasang dasi di lehernya


"kakaknya yg terlalu tinggi, bukan aku yg pendek" jawabnya membela diri, satrya hanya tersenyum dengan jawaban wulan


setelah memasang dasi, wulan melihat raut wajah satrya lalu bergumam "sepertinya moodnya hari ini sedang bagus, jadi kesempatan untuk bertanya" dalam hati


"kamu nggak mandi?" tanya satrya melihat wulan yg sedang melamun


"aah ia kak, oyah kak, wulan boleh nanya nggak?" tanya wulan


"nanya apa emang?" jawab satrya


"aa..anu kak, itu.." ucap wulan


"itu apa, anu-anu apa? ngomong yg benar" ucap satrya


"itu kak, wulan bisa nggak naroh meja rias wulan di sini" tanya wulan berhati-hati


bukanya menjawab satrya malah bertanya "apa kamu sudah pesan meja riasnya?" tanyanya


"belum kak" jawab wulan


"trus mau naroh apa, kalo meja nya saja belum kamu pesan" ucap satrya


"nanya dulu sama kakak, takutnya kakak nggak mau, kan percuma wulan pesan" jawab wulan


"yah sudah, kamu mau yg model seperti apa?" tanya satrya lagi


"aah.. apa saja yg penting murah kak, soalnya uang wulan nggak cukup heheh" ucap wulan ๐Ÿ˜ƒ


satrya pun mengambil ponselnya & menelpon seseorang


"halo pak ini saya satrya, saya mau pesan meja rias untuk istri saya" ucap satrya saat panggilan๐Ÿ“ž tersambung


"......" ๐Ÿ“ž


"ia pak nanti saya kirim gambarnya" ucap satrya


"......"


"baik pak, nanti tolong antarkan yah ke apartemen saya" ucap satrya lalu penggilan pun berakhir


setelah itu satrya mengirim model meja rias yg bagus & terlihat mewah untuk penjual itu.


wulan kaget ia pikir satrya menelpon siapa, ternyata satrya menelpon penjual meja rias,


"sudah, kamu tunggu saja di rumah, nanti ada orang yg antar, terserah kamu mau naroh di bagian mana" ucap satrya


wulan hanya mengangguk, ia senang karena satrya perhatian padanya, walaupun dengan hal-hal kecil seperti ini


lalu wulan & satrya pun turun kebawah untuk sarapan bersama, wulan nggak jadi mandi karna ia ingin melayani satrya untuk makan


"kamu nggak mandi?" tanya satrya saat mereka berdua sudah duduk di meja makan


"wulan bau yah kak, wulan nggak makan kok, wulan hanya membantu kakak saja di sini, setelah kakak pergi baru wulan mandi" ucap wulan


"heum yah sudah ayok makan bersama" ucap satrya, wulan pun mengambil nasih goreng untuk satrya


setelah itu ia mengambil air minum untuk satrya, lalu ia pun duduk agak sedikit jauh


"kenapa duduk di situ?, kenapa nggak makan?" tanya satrya


"entar baru wulan makan kak" jawab wulan


"ayok makan, saya bukan majikan kamu" ucap satrya


wulan pun megambil nasih untuk dirinya, lalu ia pun makan bersama satrya di meja itu.

__ADS_1


"bersambung"


__ADS_2