
1 minggu sudah setelah pertengkaran wulan & satrya lewat telpon, mereka tak saling menghunbungi satu sama lain, & hari ini wulan akan pulang karna hari liburan bersama sella sudah selesai
"Lan kamu hari ini pulang kan" tanya sella
"ia mbak, mbak belum mau pulang yah" tanya wulan
"ia mbak pengen di sini dulu, maaf yah Lan, kita nggak bisa pulang bareng" ucap sella
"tapi bagaimana dengan pekerjaan mbak" tanya wulan, karna sella belum cerita kalau sella sudah mengundurkan diri dari kantor satrya
"mbak udah nggak kerja lagi di kantor pak satrya Lan, jadi mbak pengen kelolah bisnis kecil mbak disini aja, soalnya mbak dapat tawaran Lan" ucap sella
"jadi mbak punya bisnis, trus mbak bisnisnya apa" tanya wulan
"owh nggak bisnis apa gitu sih, hanya sebatas jualan saja Lan, yah mbak cuma mau buka caffe di sini, kamu tau kan di sini itu rame karna banyak turis dari berbagai negara, bagus buat mbak mengais rejeki di sini" ucap sella
"kenapa sih mbak, emang kak satrya yg pecat mbak yah, kan di sana gaji besar nggak mungkin mbak sendiri keluar kan" ucap wulan bertanya.
"bukan pak satrya yg pecat mbak, mbak yg mau keluar aja Lan" ujar sella, wulan hanya berohria, tapi ia penasaran bagaiman sella berinisiatif mau keluar dari kantor satrya karna di sana gajinya besar, "Pasti mbak sella punya alasan lain, bukan alasan membuka caffe" gumam wulan dalam hati
"secara mbak sella sudah bertahun-tahun kerja di kantor kak satrya" gumamnya lagi
"yah udah mbak, mbak nggak ada niat gitu ngantarin wulan kebandara" tanya wulan
"yah antar dong Lan, ayok kamu udah siap-siap semuanya kan" ucap sella bertanya
"sudah dong mbak, kalo gitu wulan ambil koper wulan di kamar dulu" ucap wulan lalu ia pun pergi mengambil koper serta tas gantungnya di kamar yg ia nginap itu.
"ayok mbak" ucap wulan mereka pun pergi ke resepsionis untuk chek out nya wulan,
setelah chek out sella pun mengantar wulan dengan mobil sewaannya ke bandara,
tak beberapa lama sampai di bandara wulan pun berpamitan pada sella, lalu ia pun masuk chek in,
****
kelly sedang duduk santai di gazebonya sambil menikmati matahari pagi, tak lama ponselnya berdering, ia pun lansung menggeser tobol hijau,
"yah Lan" jawab kelly
"Kell jemput gue di bandara yah, soalnya tadi gue nelpon bokap sama nyokap gue, katanya mereka masih di luar kota Kell" ucap wulan di seberang
"yah sampai di bandara jam berapa, supaya gue jemput" tanya kelly
"mungkin setengah jam lebih lah kell, soalnya ini pesawat udah mau take off" ucap wulan
__ADS_1
"oke deh" ucap kelly, panggilan pun berakhir
"jemput siapa" tanya satrya yg baru saja datang, karna hari ini weekend jadi satrya hanya di rumah orang tuanya
"jemput wulan lah" jawab kelly
satrya pun lansung memikirkan "kenapa dia nggak nelpon gue, malah nyuruh kelly yg menjemputnya" gumam satrya dalam hati
"jam berapa sampai, biar kakak yg jemput dia" ucap satrya dengan datar
"aah betul banget, kak satrya aja yg jemput, katanya setengah jam lagi dia nyampe di bandara kak" ucap kelly
satrya pun lansung berjalan masuk menuju kamarnya,
setelah mengambil ponsel & kunci mobilnya ia pun lansung turun kebawah
"mau kemana sat, kok buru-buru" tanya ketty mamanya satrya
"jemput calon istri" bukan satrya yg menjawab tapi kelly yg menjawab saat masuk kedalam rumahnya, mamanya pun hanya berohria
****
sudah setangah jam wulan pun sudah menunggu kelly di parkiran, tapi tak ada tanda-tanda bahwa kelly sudah datang
"gimana sih kelly, gue udah capek nih nunggu" gumam wulan,
"kell loe udah datang belum sih, gue udah nunggu lama ney" tanya wulan saat panggilan tersambung
"oh, jadi kak satrya belum nyampe situ yah Lan" tanya kelly
"haah kak satrya, emang loe nyuruh kak satrya yg datang jemput gue gitu" tanya wulan kaget
"bukan gue yg nyuruh kok" jawab jelly, namun belum sempat wulan bicara, satrya sudah membunyikan klakson mobilnya,
wulan pun kaget saat melihat satrya turun dari mobil yg bunyi itu,
"ayokk, masih nelpon sama siapa" ucap satrya datar, wulan pun lansung mematikan telpon,
wulan pun mengitu satrya dari belakan sambil medorong kopernya, sampai di mobil satrya membuka bagasih mobil & mengambil koper wulan lalu memasukannya di bagasih
"ayok masuk" ucap satrya menyuruh wulan masuk dengan tampang cueknya
"cuek amat sih" gumam wulan lalu ia pun masuk mengikuti ucapan satrya, setelah itu mereka meninggalkan bandara
dalam perjalanan wulan & satrya hanya diam, karna wulan enggang mau bicara apa, apa lagi satrya sama halnya dengan wulan
__ADS_1
melihat wulan yg hanya diam, satrya jadi kesal, akhirnya ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, wulan lansung berbalik & berkata
"apa-apa'an sih, pelan dikit napa" ucap wulan kesal
satrya masih diam, ia malah menambah kecepatan tinggi,
wulan yg kesal lansung berteriak di telinga satrya
"kak satrya stop, wulan mau turun aja" teriak wulan saking kerasnya membuat satrya berhenti mendadak, kepalah wulan lansung terbentur di bagian depan nya, untung satrya lansung menahan kepalah wulan dengan tangannya
"wulan turun aja deh hiks..hikss" ucap wulan air matanya sudah jatuh, wulan menangis, karena tak biasanya seperti itu
satrya pun merasah bersalah, lansung memeluk wulan, & menenangkan wulan sambil meminta maaf
"Maaf" hanya satu kata itu yg keluar dari mulut satrya, sebenarnya satrya hanya rindu dengan wulan, namun wulan tak menelponnya untuk menjemput, karena kesal ia pun melampiaskannya dengan membawah mobil seperti itu
namun bukannya diam, wulan malah makin terisak dengan kata maaf satrya itu,
"udah jangan nangis lagi" ucap satrya sambil mengelus manja rambut wulan
wulan pun mulai meredahkan isakannya, & melirik satrya yg masih memeluknya dengan erat karna saking rindunya dengan wulan
"kak kenapa Kakak bawah mobil seperti itu, apa kakak masih kesal sama wulan yg waktu itu lewat telpon" tanya wulan to the point
"udah jangan bahas itu lagi, ayok kita cari makan dulu pasti kamu lapar" ucap satrya lembut
"wulan nggak lapar, wulan hanya kangen dengan kak satrya" ucap wulan spontan lalu ia lansung memeluk satrya, ia sudah berfikir kalo ia nggak boleh malu dengan ungkapan isi hatinya,
satrya pun membalas pelukan wulan, lalu mencium pucuk kepalah wulan dengan lembut
"i love you" ucap satrya pelan sekali untung masih di dengar oleh wulan
"kak, kakak ngomong apa" tanya wulan sengaja, satrya tak menjawab tapi malah mencium bi**r wulan dengan lembut,
wulan pun lansung kaget saat di cium bendadak oleh satrya, setelah melepaskan ciuman bi**r nya, wulan salting, ia lansung menghadap keluar jendelah mobil dengan pipinya yg merona bak kepiting rebus
satrya hanya tersenyum & berkata lagi "kalo kamu nggak lapar ayok kita pulang, entar malam kakak mau ngajak kamu keluar" ucap satrya lembut
"haa..keluar kemana kak" tanya wulan
"kemana aja, " ucap satrya, wulan hanya mengangguk-angguk
setelah itu, satrya pun mengantar wulan pulang.
bersambungg.......
__ADS_1
...""maaf lambat up""...