
tukang urut pun datang, wulan membawah tukang urut itu kedalam kamar tamu, karna ia sudah capek naik keatas lagi
"mari mbak di kamar tamu saja" ujar wulan, lalu mbak itu pun mengikutinya masuk kedalam kamar
mbak tutup pintu saja, takut ada yg lihat" ucap wulan, ia takut satrya masuk
"kan cuma ada suami non" jawab mbak itu
"ia mbak, tutup saja" ucap wulan, mbak itu pun menutup pintu
lalu mbak itu mulai mengurut punggung wulan yg sakit.
****
di ruang tamu satrya menelpon ricko, karna ia ingin ricko cepat masuk kerja, karna di saat seperti ini kevin sendiri yg ada di kantor, ia takut kevin tak bisa menangani rapat
"Ricko saya mau kamu masuk kerja besok, karna beberapa hari kedepan saya belum bisa masuk, istri saya sedang sakit" ucap satrya to the poin saat panggilan tersambung📞
"tapi bos, saya sekarang masih di bali bos" kata ricko📞
mau di bali, di mana, pokoknya saya mau kamu besok sudah harus masuk Ricko, karna istri saya sedang sakit" ucap satrya📞
"kan ada kevin bos" jawab ricko enteng📞
"baiklah, jangan lupa pulang dari sana, lansung ke kantor ambil surat penguduran diri kamu" ucap satrya mengancam📞
"iya..iyah iyah, gue pulang, main ancam aja kerjaannya" ujar ricko emosi📞
"ancam dulu baru kamu mau pulang, kalo nggak pulang saya nggak macam-macam lagi" ucap satrya📞
"iyah bos, gue pulang besok" ucap ricko📞
"oke baiklah" ucap satrya lalu mematikan telpon📞
****
di lain tempat sella menerima telpon dari no baru,
"iyah ini siapa yah" jawab sella
"sella ini saya ricko, kamu masih di bar kamu kan?" tanya ricko
"ow iyah pak, ada apa" jawab sella sopan
"saya mau bilang, kalo saya sebentar malam, saya sudah kembali ke jakarta" ucap ricko
"owh gitu yah pak" jawab sella
"kamu nggak ada nia ikut saya pulang ke jakarta gitu" tanya ricko
"nggak pak, saya sedang kerja, saya sibuk pak, saya matiin yah telponnya" ucap sella lalu mematikan telpon begitu saja
sebenarnya sella ingin ikut ricko, namun ia berfikir ricko akan membuangnya,
sella juga senang ricko datang ke bar kecilnya ini, namun sebentar ricko akan pulang ke jakarta, ia berfikir mungkin tadi adalah terikhir ia melihat ricko
__ADS_1
"entah kenapa aku merasa kehilangan dia, seharusnya aku senang dia pulang lagi ke jakarta," gumam sella
"aaarrrht sepertinya aku masih ada rasa sama dia, bagaimana ini" gumamnya lagi
****
selesai mengurut mbak itu pun pamit pulang,
satrya pun lansung bertanya saat wulan keluar dari kamar tamu itu
"udah di urut?" tanya satrya
"sudah kak" jawab wulan
"bagaimana, apa sudah mendingan?" tanya satrya lagi
"aah...sudah kak, makasih kak" ucap wulan
"heum..yah sudah mandi gih, habis itu kita makan" ucap satrya, wulan pun mengiyah kan, lalu naik kembali keatas kamar
"aarrh suamiku perhatian" ucap wulan sambil melompat kegirangan karena satrya hari ini perhatian padanya
"satrya yg ikut masuk ia bingung melihat wulan yg sedang melompat-lompat kegirangan di dalam kamar itu,
"kamu kenapa?" tanya satrya, wulan yg mendengar suara satrya pun lansung kaget
"aah nggak kak, wulan lagi senang saja" jawab wulan salting
"senang..senang karena apa kamu?" tanya satrya lagi
"aneh" ucap satrya lalu masuk kedalam kamar mandi
"eeh kak kan wulan yang mau mandi duluan" teriak wulan dari luar saat satrya menutup pintu kamar mandi
"saya mandi habis baru kamu, lagian dari tadi bukannya mandi malah lompat-lompat kayak cacing kepanasan" ucap satrya dari dalam
"iiih baru juga di buat melayang" ucap wulan kesal, wulan pun terpaksa menunggu satrya sambil meyiapkan baju untuk satrya
selesai mandi satrya keluar dengan telanjang dada & handuk di pinggangnya
wulan yg melihat pun salting, ia lansung dengan cepat-cepat mengambil handuknya & pakaian gantinya lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi itu
"dasar nggak tau malu" gumam wulan sambil mengelus dadanya
satrya yg melihat wulan berlari masuk pun hanya menggeleng sambil tersenyum
20 menit berlalu wulan keluar dengan sudah berganti pakaian,
wulan melihat satrya duduk di atas ranjang sambil mengotak-atik ponselnya
"dia kalo sudah begitu lupa sama orang yg di sebelahnya" gumam wulan dalam hati
wulan hanya berdiri memandang satrya yg sedang sibuk dengan ponselnya, "pasti lagi chatan sama pacar simpanannya" gumamnya lagi
"ayok kita turun makan, mandi saja lama sekali" ucap satrya membuat wulan kaget dari lamunan nya
__ADS_1
tanpa menunggu satrya selesai bicara, wulan malah lebih turun dahulu, padahal satrya tadi masih ngomong
"wanita memang seperti itu" gumamnya melihat wulan yg sudah keluar dari kamar itu
sampai di ruang makan, wulan menyiapkan piring untuk mereka berdua, karena semua sudah di siapkan oleh satrya, hanya piring sama sendok yg belum
satrya pun duduk di depan wulan yg ada di meja sebelahnya
wulan pun menyendok nasih untuk satrya,
"mau sayur yg mana kak?" tanya wulan saat ingin mengambil sayur untuk satrya
"nggak usah, biar saya sendiri saja" jawab satrya
wulan pun memberi nasih itu kepada satrya, lalu satrya sendiri mengambil sayur untuknya, begitupun dengan wulan
saat mereka ingin makan ada yg mengetuk pintu, wulan pun berdiri ingin membuka pintu
satrya lansung berkata "kamu makan saja, biar saya yg pergi lihat siapa yg datang" ucap satrya
"nggak apa-apa kak, wulan saja" ucap wulan lalu ia pun pergi begitu saja,
"semakin keras kepalah saja" gumam satrya emosih, ia pun mengikut wulan, melihat siapa yg datang
saat wulan membuka pintu, ternyata kelly yg datang
"hay kakak ipar ku yg cantik" ucap kelly antusias
"kelly kamu sama siapa, malam-malam gini datang kesini?" tanya satrya yg ada di belakan wulan
bukannya menjawab kelly malah berkata "heheiii ada kakak ku juga ternyata" ucapnya
"ayok masuk kell, sekalian kita makan, kebetulan kita pas mau makan malam" ujar wulan mengajak
"ayooklah,,, etts tunggu" ucap kelly berhenti saat wulan membawahnya masuk
"ada apa kell?" tanya wulan
"Lan, apa kamu baik-baik saja?" tanya jelly serius
"yah ampun aku kira apa,, yah aku baik-baik saja kell?" jawab wulan
"yg betul nih yah kamu baik-baik saja, gue tuh khawatir tau nggak Lan" ucap kelly
"iyah, gue nggak apa-apa kok kell, ayok kita masuk makan dulu" ucap wulan, satrya yg berdiri di belakan mereka berdua hanya melihat & mendengar omongan mereka saja
"ayok makan, saya sudah lapar, kelly kamu kalo nggak penting nggak usah datang, ini sudah malam, jangan keluyuran malam-malam gini" ujar satrya mengomel
"jahat banget sih nih kakak gue" bisik kelly di telinga wulan
"hehehe ayok, jahat untuk kebaikan kamu kell" jawab wulan sambil berjalan bersama kelly keruang makan, satrya pun mengikuti mereka berdua
"cie..mentang-mentang istrinya, belain dia" ucap kelly
"ayok duduk, jangan banyak bicara, saya sudah lapar" ujar satrya
__ADS_1
wulan & kelly pun hanya diam, tak bicara lagi, kelly pun ikut makan malam bersama dua pasutri itu.