
pagi hari wulan sedang bersiap2 untuk melamar kerja di perusahaan satrya, padahal baru satu hari saja dia sudah menyerah melamar di lain tempat, karena hasilnya tetap sama,
pagi ini dia membawah mobilnya menuju kantor satrya, sampai di depan dia mengambil surat lamarannya lalu turun & ternyata satrya pun baru datang, satrya melihat wulan turun dari mobilnya sambil membawa map, "apa itu dia mau lamar kerja" ucap satrya pelan namun di dengar oleh kevin, kevin pun lansung menjawab "iyah bos sepertinya begitu, soalnya kemarin dia melamar di lain tempat semuanya sudah tidak menerimahnya" ucap kevin
"jadi kamu sudah membereskan semua yg saya suruh" tanya satrya
"iyah bos, makanya nona wulan kesini, mungkin karna sudah menyerah lamar di lain tempat" ucap kevin
"bagus, kali ini tunggu saja bonusMu" ucap satrya
"betul yah bos, jangan asal ngomong saja, tapi bonus nggak berjalan" ucap kevin
"kalo gitu nggak jadi bonusnya" ucap satrya lalu turun dari mobil & lansung masuk ke dalam kantornya, kevin hanya melihat bosnya pergi begitu saja lalu bergumam "dasar bos pelit"
di resepsionis wulan sedang berdiri untuk menanyakan "selamat siang mbak"
"ia siang, ada yg bisa saya bantu mbak" ucap resepsionis ramah
"apa di sini masih ada lowongan kerja mbak" tanya wulan, sebenarnya resepsionis itu ingin bilang kalo di sini sudah tidak ada lagi, namun melihat kevin berjalan & mengode bahwa di sini masih ada, akhirnya mbak itu menjawab.
"masih ada mbak" ucap resepsionis itu
"mbak, saya ingin melemar kerja di sini apa boleh saya meninggalkan lamaran ini di sini" tanya wulan sambil mununjukan surat lamarannya
"boleh mbak" ucap mbak resepsionis itu, wulan pun memberikan surat itu & mbak itu melihat nama di bagian depan map tertulis "WULAN WILIAM" gumamnya pelan, dia pun lansung berpikir bahwa kemarin kevin menyuruhnya kalo ada yg bernama wulan wiliam lamar kerja di sini di terima saja itu perintah dari bos, "oh ini wanita yg bernama Wulan wiliam, cantik banget pantas bos mau menerimahnya" gumamnya dalam hati
"baiklah mbak nanti saya akan kabari, kalo akan di interview pada hari apa2" ucap mbak resepsionis,
"iyah mbak kalo gitu saya permisi pulang mbak" ucap wulan, ingin melangkah pergi mbak itu memanggil lagi.
"mbak..mbak" panggilnya
"iyah mbak" jwb wulan berbalik
"kita belum berkenalan" ucap mbak itu
"oh iyah saya wulan mbak" ucap wulan sambil bersalaman dengan mbak resepsionis itu
"oh saya Sella mba, mbak bisa panggil saja Sella" ucapnya
"oh iya mbak sella, maaf mbak kayaknya nggak sopan kalo cuma panggil sella, saya panggil mbak sella saja, mbak panggil saya wulan saja karna saya rasa saya masih di bawah umur mbak sella" ucap wulan
__ADS_1
"hehehe oke wulan, nanti mbak kabari yah" ucap mbak sella ramah
"iyah mbak sella terimakasih, kalo gitu saya permisi pulang" ucap wulan di angguk oleh mbak sella, wulan pun keluar dari kantor satrya
satrya di dalam ruangannya hanya melihat wulan lewat cctv yg merekam itu "lamar juga dia di perusahaan chevron" gumamnya,
"beres bos resepsionis itu sudah menerimahnya" ucap kevin antusias yg baru masuk
"kamu itu kurang ajar sekali yah masuk nggak ketuk pintu, bagaimana jantung saya copot bikin kaget orang saja, saya potong ganji kamu 50% bulan ini" ucap satrya marah
"bos ini bagimana sih tadi mau kasih bonus, sekarang mau potong gaji dasar pelit" ucap kevin
"makanya sopan sedikit masuk ruangan saya, supaya saya nggak pelit" ucap satrya
"oyah nanti kamu yg interview dia" tamba satrya lagi
"kalo mau kasih kerjaan cepat, tapi kalo mau kasih bonus pelitnya minta ampun" ucap kevin kesal
"yah sudah potong 70% saja bagaimana kevil deal kan" ucap satrya santai
"bos jangan gitu dong" ucap kevin dengan wajah sesedih mungkin
"cepat keluar dari sini, sebelum saya tambah pemotongannya, soalnya saya jijik liat muka kamu yg sedihnya bohongan itu" ucap satrya
"benar2 menguras emosi sih tenggil itu" ucap satrya lalu melanjutkan pekerjaannya
wulan sudah di rumahnya, sekarang dia hanya ingin istrahat, karna surat lamarannya sudah di terimah dia tinggal menunggu di interviw.
***
sudah lewat dua hari wulan mulai berfikir "kenapa nggak ada kabar dari mbak sella, katanya mau mangabariku" gumamnya
tak lama hp nya berbunyi bertanda pesan masuk dari satrya
"kamu di mana" satrya
"di rumah, ada apa" wulan
"saya dengar kamu melamar kerja di perusahaan chevron corp yah" satrya
"heum, nggak di terima yah" ucap wulan patah semangat
__ADS_1
"nggak tau bukan saya yg ngurus di bagian itu" satrya.
"hiss nih orang, gue tau loe CEO nya jadi nggak mungkinlah loe di bagian situ, gue kan cuma nanya" gumam wulan, dia pun tak membalas pesan dari satrya lagi karna malas dengan jawaban satrya.
"kenapa nggak balas" satrya
"saya lagi sibuk" wulan
"saya telpon yah" satrya
"saya sibuk" balas wulan, tak lama hp nya berdering, ternyata satrya benar menelponnya "hiss jawabannya sudah begitu malah mau nelpon orang, bikin orang hilang semangat untuk kerja saja" gumamnya, hp nya berbunyi lagi dia pun mengangkat tanpa melihat layar hp, karna sudah kesal
"iyah kenapa" jawabnya kasar dia pikir yg nelpon itu satrya ternyata bukan
"halo wulan, ini saya sella dari chevron corp mau mengonfirmasihkan bahwa besok jam 8 pagi datang ke kantor untuk interview"
"aduuh maaf mbak..maaf wulan pikir ada orang yg isengin wulan, iyah mbak makasih, wulan akan ke kantor jam 8 pagi bseok" ucap wulan merasa bersalah
"nggak apa2 wulan, besok jangan lupa yah jam 8 pagi jangan terlambat yah Lan" ucap mbak sella
"baik mbak asiap" ucap wulan lalu panggilan pun berakhir
"yess..yess.. besok gue di interviw" ucap wulan girang sambil melompat di atas kasurnya
tak lama hp nya berdering lagi ternyata yg telpon satrya, dia pun mengankat karena dia lagi senang sekarang.
"yah halo ada apa, ada yg bisa saya bantu" ucap wulan
"kedngarannya kamu lagi senang yah terimah telpon dari chevron corp" ucap satrya
"bukan urusanmu" ucap wulan
"nanti juga akan jadi urusanku, urusanmu urusanku juga" ucap satrya santai
"heum wulan tutup yah" ucap wulan
"kamu nggak sopan sekali sama calon suami" ucap satrya
"calon suami saja nggak sopan sama calon istri" ucap wulan lansung mematikan telponnya karna dia benar2 malu dengan jawaban calon istri, "ini mulut nggak ada rem nya"gumamnya sambil memukul bibirnya sendiri
"habiss dia nggak ada pedulinya sekalu sama gue" gumam wulan lagi
__ADS_1
tak lama pesan masuk lagi dari satrya
"kamu itu baru juga calon suami mu mau bicara, sudah mematikan begitu saja" wulan hanya membaca dengan bersemu merah di pipinya.