Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
Ricko & Sella


__ADS_3

malam hari di bali ricko kembali ke bar kecil itu hanya ingin melihat sella


kali ini ricko tak minum banyak, ia hanya minum sedikit untuk menghilangkan rasa tdk percaya dirinya saat di depan sella


sebenarnya ia percaya diri, namun ia malu karna perna menolak sella, tapi pada akhirnya ia sendiri lah yg mencari sella


"huuf di mana dia" gumam ricko sambil melirik kesana kemari mencari sella


"mas mau tamba lagi?" tanya pelayan itu, tak lama ada wanita dengan pakaiannya yg terlihat sangat minim wanita itu sangat ****,


wanita itu datang & mendekat ricko yg sedang minum di meja bar itu,


wanita itu menggoda ricko dengan menyenggol-nyenggol tubuh ricko tangannya meraba-raba dada ricko


"kau tampan sekali" ucapnya sambil membelai wajah ricko, ricko tersenyum dikatai tampan


sella dari arah samping yg sedikit jauh datinya, hanya melirik ricko dengan sinis & bergumam "dasar pria playboy"


ricko lansung tersadar saat melihat sella yg sedang berdiri di samping nya yg sedikit jauh darinya itu


ricko lansung membuang tangan wanita itu dengan kasar


sella sudah pergi, sella masuk kedalam ruangannya, "begitulah orang kaya yg ganteng, di mana-mana juga ada wanitanya" gumam sella, sebenarnya ia sudah melupakan ricko,


namun tiba-tiba ricko muncul di depannya, ia tak yakin kalau ia sudah melupakan ricko


"aarh kenapa dia datang di saat aku sudah mulai melupakannya, aaarh kenapa mesti tumbuh lagi rasi ini" gumam sella sambil memegang dadanya


"apa mungkin kaget aja, masa gini jantung ku" gumam sella karena jantung berdetak & ia merasa sesak di dada


sella hanya duduk saja dalam ruangan itu, ia tak tau harus ngapain, biasanya ia kontrol takut ada apa-apa, namun karna ia melihat ricko, akhirnya sella hanya duduk diam di dalam ruangannya


tak lama bunyi pintu di ketuk dari luar, sella berkata "masuk"


"mbak sella itu ada yg ingin bertemu dengan mbak" kata kariyawan nya


"humm suruh masuk aja mbak" ucap sella di angguk oleh kariyawannya


lalu orang itu pun di persilakan masuk


"owh ini ruanganmu" ujar ricko melirik kanan kiri ruangan sella


"pak ricko" sella kaget ternyata orang yg ingin menemui nya itu ricko


"mau ngapain dia kesini, mau hina aku kah" gumamnya bertanya-tanya dalam hati


"ruangannya sempit sekali, apa kamu betah di tempat seperti ini" tanya ricko


"maaf pak, kalo tak ada hal yg penting bapak bisa keluar sekarang, karna saya sedang sibuk" ucap sella penuh penekanan


"wah sekarang kamu sudah sangat sombong yah, kenapa kamu berubah begitu cepat, padahal baru 2/3 bulan loh kita nggak ketemu" kata ricko


"maaf pak, bukan sombong, hanya ini jam kerja saya" ucap sella


"sella..sella apa begini cara kamu melayani tamu & tamu itu teman kerja kamu loh" ujar ricko

__ADS_1


"huuuh susah banget sih, nyuruh dia kekuar" gumam sella dalam hati


"bapak pasti sudah mabok, ayok pak saya antar bapak ke mobil bapak" ucap sella


ricko tampak berfikir, dengan senyum licik, ricko pun berbohong kalau ia mabok berat


"wulan, kayaknya kepalah saya pusing banget" akting nya sengaja mengurut-urut dahinya


"yah sudah pak, mari saya antar ke mobil bapak" ucap sella di angguk oleh ricko


sella pun lansung membopong lengan ricko ke bahunya, & tangannya memeluk pinggang ricko


"berat banget sih nih orang" gumam sella dalam hati


sella pun membawah ricko keluar dari ruangannya lansung menuju kedepan


"pak di mana mobilnya" tanya sella


"aah di mana yah" ricko sengaja lupa agar sella percaya bahwa ia benar-benar mabuk berat


"aah itu.." tunjuk ricko


sella pun kembali membawah ricko kearah mobilnya, sampai di mobil, ricko memberikan kunci mobil kepada sella


sella pun membuak mobil ricko & menyuruh ricko masuk


"pak hati-hati" ucap sella khawatir


"saya sedang mabuk sella, apa kamu tidak bisa mengantar saya" ucap ricko di balik jendelah mobilnya


"ta..pi.." sella


"pak makanya jangan minum mabok, minum sih minum tapi jangan banyak dong, kan susah pulang sendiri gimana sih" omel sella


ricko tersenyum puas, dalam hati ia merasa senang di omeli oleh sella


"yah sudah, biar saya yg nyetir" ucap sella meengalah, lalu masuk kedalam mobil, bukannya duduk di tempat nyetir


ia malah masuk di samping ricko, karna ricko tak pindah


di dalam mobil sella berkata lagi "pak geser, biar saya saja yg nyetir"


bukannya geser ricko malah menekan tombol kunci pintu mobil, & menjalankan mobilnya


"pak bair saya yg nyetir saja, bapak kan mabuk" ucap sella saat mobil sudah keluar dari area parkiran bar kecil sella


ricko tersenyum puas, lalu ia bergumam "akhirnya"


"apanya yg akhirnya pak, jangan macam-macam yah pak, saya nggak mau mati dulu" ucap sella takut ricko ngebut & menabrak orang karna mabuk


"kita kemana?" tanya ricko, sella bingung dengan pertanyaan ricko


"heh.." sella


"iyah ini baru jam 9 malam, jadi kita mau kemana dulu" tanya ricko

__ADS_1


"pulanglah pak, katanya mabuk, kanapa malah bertanya kemana" ucap sella kesal


"saya nggak mabuk" ucapnya


"hah..maksudnya?" sella tak mengerti


"iyah saya lapar, ayok kita cari makan dulu, dari tadi saya belum makan" ucap ricko


"wah benar-benar nih orang, aku pikir dia benar mabuk" gumam sella


"kenapa melamun, apa kamu sudah makan?" tanya ricko,


sella menggeleng kalo ia juga lapar, karna memang ia juga belum makan malam


saat melihat warung yg masih buka ricko pun berhenti lalu berkata pada sella


"kita makan disini" ucapnya, di angguk oleh sella


lalu ricko & sella pun turun & masuk kedalam lalu memesan makanan untuk mereka berdua


sambil menunggu makanan datang, sella hanya duduk diam tak bersuara, ia hanya melirik kearah orang-orang yg ada di samping kiri kananyanya, karna ia malu harus berhadapan dengan ricko


ricko yg melihat tingkah sella, ia hanya tersenyum, lalu ricko bertanya pada sella


"sella kamu sama siapa tinggal di sini?" tanyanya


"sendiri pak" jawabnya singkat


"keluarga kamu?" tanyanya lagi


"jauh pak" jawabnya


"apa kamu orang bali" tanya ricko lagi


"nggak pak,aku orang bandung keluarga ku juga di sana" jawab wulan


"kamu kesini sama siapa? & apa yg membuat kamu untuk tetap tinggal di sini padahal keluarga kamu jauh di Kota Bandung sana


"senang saja di sini, aku datang sama Wulan" jawabnya


"owh sama wulan" ucapnya


"kenapa selama ini mereka nggak bilang sama gue, padahal gue udah cari dia dari pertama dia pindah" gumam ricko dalam hati


"yah sudah saya ingin membawah kamu kembali ke jakarta mau kan" tanya ricko


"saya nggak kemana-mana lagi pak, saya di sini saja" tolak sella


"tapi kamu memang harus kambali ke jakarta bersama saya" ucap ricko


"nggak pak, saya ingin kerja di sini saja, lagian saya di sana juga mau ngapain, udah nggak punya kerja, makan minum susah" ucap sella


sella tak ingin kambali ke sana, karna hidupnya di jakarta membuatnya menyesal karna ia mengungkapkan perasaannya pada laki-laki yg salah


ia merasa malu, makanya ia bersikeras tak ingin kembali ke jakarta di sana pun ia tak punya siapa-siapa hanya punya teman yaitu wulan

__ADS_1


tak lama pesanan mereka pun datang lalu ricko & wulan pun makan


bersambung


__ADS_2