
kevin pun kembali kekantor dengan kecepatan tinggi, karna kalo satrya sudah lebih dulu tiba di kantor, matilah sudah ia akan dapat semprot pagi-pagi
jam 8:15 barulah kevin sampai, & saat sampai ia melihat satrya & istrinya baru saja masuk kedalam kantor besar itu
"huuh dia sudah datang" gumam kevin lalu berlari cepat masuk kedalam kantor itu
sampai di depan satrya, kevin lansung menyapa satrya dengan ramah agar tak di marahi
"pagi bos, pagi nyoya bos" ucap kevin
"dari mana saja, kenapa baru datang" bukannya jawab salam kevin satrya malah bertanya
"anu..bos tadi macet" ucapnya
"macet pala mu, tadi saya datang tak ada hambatan apapun, kamu sudah tidak jemput saya, kamu malah makin terlambat" kata satrya
kevin hanya diam, satrya kembali berkata
"siapkan file yg akan kita rapat nanti dengan tuan Mickael" ujar satrya serius
"hah tuan mickael mau datang yah bos, waduu mati gue" ucapnya bertanya
"heum" satrya pun lansung meninggalkan kevin yg masih berada di dalam lift itu, wulan pun mengikuti suaminya
sebelum ia keluar dari lift, ia berkata kepada kevin
"semangat" ucap wulan, kevin hanya tersenyum simpul saja
wulan mengikuti suaminya masuk, & duduk di sofa itu seperti biasa menemani suaminya
wulan duduk dengan santai tak lama ia merasa bosan, wulan mulai haus ia berdiri ingin mengambil air minum
"mau kemana?" tanya satrya saat melihat wulan berdiri
"wulan haus kak, wulan mau beli menum dulu" jawab wulan
satrya pun berdiri lalu berjalan kearah kulkas di ruangannya itu, ia mengambil aqua lalu memberikannya pada wulan
wulan pun menerima & meminumnya, wulan kembali duduk,
tak lama ada yg mengetuk pintu itu, wulan ingin membuka pintu namum satrya berkata lagi
"udah duduk saja" ujar satrya
"heum" wulan pun kembali duduk, ia sudah merasa sangat bosan sekali
kevin masuk saat di persilakan masuk oleh satrya
"tumbeng ketuk, biasanya lansung masuk saja" ucap satrya kepada kevin
"yah kan sekarang udah nggak kayak dulu" jawab kevin
"maksudnya" satrya tak mengerti
"takut nya pas saya masuk bos sedang wik..wik sama nyoya bos gimana heheh" ujar kevin, satrya lansung menatapnya dengan tatapan tajam
wulan yg mendengar pun lansung merona karena malu,
"mau ngapain kamu kesini?" tanya satrya
__ADS_1
"bos lupa, lima menit lagi rapat bos bersama Tuan mickael chevron" ucap kevin menyebut nama papa nya satrya
"nggak...saya sudah mau jalan, ayook" ucapnya mengajak kevin keluar karena ia melihat wulan hanya menunduk saat kevin berkata hal-hal itu
"wulan kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana, kalo kamu ingin makan apa cek saja di kulkas itu" ucap satrya kepada wulan, lalu di angguk oleh wulan
"saya pergi dulu" ucapnya lagi lalu satya & kevin pun keluar dari ruangan itu,
kevin merasa curiga kalo hubungan satrya & wulan itu seperti bukan suami istri,
"kenapa gue merasa mereka berdua bukan suami istri yah, kok kaku banget" gumam kevin dalam hati
satrya & kevin pun menuju ruang rapat, tak lama papanya satrya datang "sat" panggilnya
"papa kapan nyampe?" tanya satrya
"baru saja sampai, ayok kita ke ruang rapat" ujarnya mengajak satrya & kevin keruang rapat, lalu mereka pun menuju ruang rapat bersama
****
di dalam ruangan itu, wulan sedang duduk, duduk capek ia berdiri lalu menuju kulkas itu, ia membuka kulkas ternyata kosong hanya ada beberap Aqua serta 2 buah apel
"huu kosong, katanya mau makan apa saja, benar-benar pelit yah tu orang, duit banyak nggak mau isi kulkas full, mau di apain duit sebanyak itu" gumam wulan sambil ngecek-ngecek kulkas itu
tak lama ponselnya berdering, wulan pun menerima telpon
"ia kell" jawabnya📞
"Lan loe lagi ngapain, gue rindu sama loe" ucapnya bertanya📞
"gue lagi ngecek kulkas kakak loe, gue juga kangen loe" jawab wulan📞
"iih wulan, ketemuan yok" ajak kelly📞
"emang loe di mana, loe di apartemen kakak" tanya kelly📞
"nggak, gue di kantornya kak satrya, makanya gue lagi bosan malas, gue cuma di suruh duduk temanin dia tau nggak kell bosan gue kell" ucap wulan📞
"what...cuma duduk temanin dia, apa si maunya bujang lapuk itu, takut loe kabur kali" kata kelly📞
"eits bujang lapuk siapa, dia udah nggak bujang lagi, kan gue istrinya" ucap wulan membelah📞
"hehehh cie belah suami" goda kelly📞
"ia dong, oyah loe di mana kell, sini temani gue disini" tanya wulan lalu mengajak kelly📞
"hahaha nggak ah, gue nggak mau ganggu penganting baru, ntar gue di marahi sama mama, di bilangnya gue nggak dapat keponakan kalo gue ganggu kalian" ujar kelly📞
"ponaan palah lu, gue aja masih perawan" 📞 ucap wulan, wulan tak sadar ternyata ada yg mendengar ucapannya,
"siapa yg tlpon?" wulan kaget saat satrya bertanya
"gawat, jangan-jangan dia dengan apa yg barusan gue ngomong" gumam wulan dalam hati
"wulan kak satrya yah?" tanya kelly📞 namun wulan tak fokus, karna kaget dengan satrya
"kelly yg telpon kak" jawab wulan, satrya hanya berOh
"Lan kak satrya yah?" tanya kelly lagi📞
__ADS_1
"iyah kell, udah dulu yah kell, gue mau perbi belanja bahan-bahan kulkas soalnya kulkas kosong" ucap wulan berbisik saja📞
"oke bye, jadi istri yg baik yah" goda kelly lalu mematikan telpon
wulan pun memasukan kembali ponselnya kedalam tas nya,
"kelly tanya apa kamu jawab seperti itu?" tanya satrya
"tanya apa? jawab apa?" wulan balik bertanya seperti orang bego
"kamu ingin saya jawab tentang ponaan-ponaan itu" ujar satrya, wulan lansung salting
wulan hanya diam menunduk saja karena ia malu satrya mendengar semua omongannya
"ternyata dia dengar" gumam wulan dalam hati
satrya kembali bekerja saat wulan diam tak menjawab
5 menit kemudian wulan berkata & bertanya
"kak wulan boleh nggak keluar sebentar ke supermarket" ucapnya
"ngapain kesana" tanya satrya tanpa melihat wulan karna ia masih fokus dengan pekerjaannya
"mau beli buah-buahan sama snake soalnya kulkas kakak kosong hanya ada aqua sama 2 buah apel saja" ucap wulan
"nggak usah, nanti saya suruh OB yg beli perlengkapan kulkas" ujar satrya
wulan pun hanya mengangguk, satrya yg kambali bertanya pada wulan
"kamu sudah lapar?" tanyanya
"belum" jawabnya singkat tanpa melihat satrya, karna ia kesal satrya tak menyuruhnya keluar, ia benar-benar seperti istri tahanan saja
sebenarnya satrya ingin melepaskan dia kemanapun dia mau, tapi satrya takut, satrya tak ingin kehilangannya,
makanya satrya sangat posesif padanya, karna satrya tau banyak pria yg menyukai wulan & mengingingkan wulan
satrya melirik jam sudah menunjukan pukul 11 siang, satrya melirik wulan yg sedang serius mengotak-atik ponselnya
"yah sudah ayok kita ke supermarket" ajaknya karna ia merasa wulan sudah kesal dengannya,
"nggak aah, wulan capek" jawab wulan tanpa melihat satrya, ia malah fokus dengan ponselnya
"serius sama siapa sih, saya bicara saja kamu nggak perhatiin" satrya merampas ponsel wulan dari tangan wulan
"wulan kan udah jawab kak" ucap wulan sambil menatap satrya yg sedang berdiri di depanya
"tadi katanya mau ke supermarket" ujar satrya
"nggak jadi, kan ada OB yg mau belanja" jawab wulan sinis sambil ingin mengambil kembali ponselnya,namun satrya mengangkatnya tinggi-tinggi agar wulan tak dapat mengambil karna wulan tingginya cuma sampai bahu satrya
"aaah kakak berikan ponsel wulan, wulan lagi main game, entar game nya mati" ucap wulan dengan wajah kesal sambil melompat-lompat agar bisa mengambil ponselnya yg ada di tangan satrya,
satrya pun melihat hp wulan ternyata benar wulan sedang main game, bukan chating sama orang
"hum, makanya ayok, saya temanin kamu ke supermarket" ujar satrya, namun tak memberikan ponsel wulan,
"kalo nggak mau yah sudah hp nya saya sita" sambunya lagi, terpaksa wulan pun mengiyahkan
__ADS_1
wulan mengangkat tas nya, lalu berkata "ayok" ajaknya lalu berjalan keluar dari ruangan satrya & satrya pun mengikuti wulan keluar.
bersambung