Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
89


__ADS_3

pukul 12 siang lewat, setelah selesai berakting-akting dengan kendi, dosen pembinbingnya kelly


kelly pun keluar dari ruangan itu menuju kanting kampus, karna ia terlalu lapar, sedari tadi menguras tenaga di dalam ruangan dosen kendi.


"mang tehbotol sama mie ayam yah" ucap kelly memesan makanannya di kanting


"oky non" ujar mang kanting itu


kelly pun menunggu di bangkunya, saat sedang menunggu tak lama cika & rina menghampirinya,


"kelly, kok nggak ngajak-ngajak sih" ucap cika


"gue terlalu lapar menghadapi dosen kendi dari jam 8 lewat tadi, baru saja gue keluar, makannya lansung kesini pesan makanan" ujar kelly


"haaah tadi loe sudah ketemu dosen kendi kiler itu" tanya cika, kelly hanya mengangguk


"trus..trus gimana" tanya cika lagi


"gimana apanya" tanya kelly bingung


"hadehh bukannya loe terlambat, pak kendi itu kan orangnya taat peraturan, bagaimana bisa loe lansung di binbing begitu saja" ujar rina


"yah bukan kelly namanya, kalo nggak bisa lulukan hati dosen" ujar kelly menbanggakan dirinya


"heum, kita juga tadi sudah bertemu dengan dosen pembinbing kita masing-masing, semoga saja kita lulus & bisa wisudah secepatnya yah" ucap rina, di aminin oleh kelly & cika


cika & rina pun memesan makanan, tak lama pesanan kelly datang berbarengan dengan pesanan cika & rika, mereka pun makan siang bersama di kanting.


***


di kantor satrya, satrya menelpon wulan, karna ingin menjemput wulan di rumah


"iyah halo kak" jawab wulan saat panggilan tersambung


"kamu di rumahkan" tanya satrya


"iyah kak, wulan di rumah" jwb wulan


"tunggu yah, saya jemput kamu di rumah" ujar satrya, wulan pun mengiyahkan, lalu panggilan pun barakhir


satrya keluar dari ruangannya, ia bertemu dengan ricko, lalu ricko berkata "dasar manusia tak berperasaan" sindir ricko karna kesal soal pagi tadi


satrya yg mendengar hanya tersenyum, karna ia benar-benar puas "rasain" gumamnya dalam hati

__ADS_1


tak lama kevin datang lagi saat melihat satrya & ricko berdiri berpapasan


"pak satrya, mau makan siang" tanya kevin


"iyah" jawab satrya singkat


"cihhh gak sudih gue makan siang sama orang yg tak punya perasaan" gumam ricko, kevin yg mendengar pun lansung berkata


"anjir loe, semalam udah angkat loe mati-matian, ini hari loe bilang kita nggak punya perasaan, sialan loe" ucap kevin tak terima


"udah, biarin dia, berbicara sesukanya, dia yg tak punya perasaan" ujar satrya kembali menyindir ricko, lalu berjalan & masuk kedalam lift nya saat lift terbuka


kevin & ricko masih berdiri, lalu ricko bertanya "kev maksudnya apa kenapa gue yg nggak punya perasaan, jelas-jelas kalian berdua yg tak punya perasaan ninggalin gue di bawah tadi pagi" ujar ricko


"bodoh gue mau makan siang sama mama gue" ucap kevin pergi meninggalkan ricko sendirian


"dasar setan" teriak ricko karna emosi dengan kevin yg tak menjawabnya pergi begitu saja,


****


di rumah wulan,


wukan sedang siap-siap karna di jemput oleh satrya, ia hanya memakai baju santainya, takutnya nanti ia salah kostum lagi, mau pake ini itu takutnya ke tempat lain, soalnya satrya tak memberitahu mau kemana, selesai bersiap-siap, ia menunggu satrya di teras depannya,


"ada kak, di dalam" jawab wulan,


"ayok antar saya ke tante wuliana" ucap satrya, wulan dengan cemberut mengantar satrya ke mamanya yg sedang berada di taman belakan


wulan pun bergumam "kenapa malah mau ketemu mama, bukannya mau jemput wulan" gumamnya dalam hati


"sini kak mama di taman belakan" ucap wulan, satrya pun mengikuti wulan dari belakan,


sampai di taman, wuliana yg melihat wulan & satrya menujunya lansung menyapa satrya "hei sat, kamu datang yah" tanya wuliana


"ia tante" jawab satrya


"ayok duduk Sat, tante lagi cek-cek tanaman tante" ucap wuliana, wulan yg berdiri melihat satrya malah duduk, ia dengan cemberutnya lansung masuk kedalam rumah, karna kesal


"kata nya mau jemput wulan, ini malah datang bertamu saja, bukan jemput iiih, untung wulan nggak pake baju yg buat jalan-jalan" ucap wulan pelan sambil berjalan masuk kedalam rumah


wuliana yg melihat wulan masuk pun lansung berkata dengan sedikit keras agar di dengar oleh wulan "Lan, tolong buatin kopi untuk satrya yah nak" ucap wuliana


"iyah mah" jawab wulan malas, satrya yg mengerti dengan jawaban malas dari wulan lansung berkata

__ADS_1


"Nggak usah tante, satrya kesini mau minta izin ajak wulan keluar" ucap satrya cepat


"owh gitu yah Sat, pantas wulan cemberut gitu saat kamu duduk di sini, ia pikir kamu nggak ngajaknya lagi heheh dasar anak itu" ujar wuliana tersenyum geli


"kalo gitu satrya nyusul wulan dulu, takutnya dia sudah bikinin satrya kopi lagi" ucap satrya


"iyah sat" ucap mamanya wulan, satrya pun berjalan masuk menyusul wulan kedapur, saat melihat wulan sedang siap-siap ingin membuat kopi, satrya berkata


"Lan ayok kita jalan sekarang" ujar satrya


"loh jalan kemana kak, kakak ngopi dulu, wulan buatin nggak lama" ucap wulan bertanya, karna ia pikir satrya datang hanya bertamu, bukan untuk mengajaknya keluar


"heum nggak usah, ayok" ujar satrya


"wulan pake gini" tanya wulan,


"nggak apa-apa, kenapa juga dari tadi nggak mau bersiap diri" ujar satrya wulan hanya diam, sebenarnya wulan bersiap-siap tapi kerna takut di bilang gimana-gimana akhirnya wulan hanya pakai pakaian santainya.


"ayok" ajak satrya, wulan pun mengambil tas nya yg ada di sofa ruang tamu & berjalan mengikuti satrya dari belakan


satrya membuka pintu mobil untuk wulan, lalu wulan pun masuk dengan gaya saltingnya saat di bukakan pintu oleh satrya


"kenapa sih kak satrya tiba-tiba gini" gumam wulan dalam hati,


satrya pun masuk kedalam mobil tempat pengemudi, lalu membunyikan klakson mobil agar mamanya wulan tau kalo dia dan wulan akan keluar sekarang


satrya pun menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah wulan,


wulan hanya melirik satrya dengan bingung "mau kemana yah, kenapa gue pake kaya gini ia tak masalah" lagi-lagi ia bergumam


satrya yg melihat wulan menatapnya dengan bingun, satrya lansung menyentil wulan dengan sedikit keras "aaaaooo" ngelu wulan sakit ia lansung memegang keningnya dengan pelan


"makannya jangan terlalu banyak melamun, banyak kebingungan gitu" ujar satrya


satrya tersenyum lalu kembali meramas pelan kening wulan yg tadi ia sentil, wulan hanya diam ia benar- benar gugup sekarang, di perlakukan seperti itu oleh satrya


"kita mau makan di mana" tanya satrya lembut,


"terserah kakak saja"ucap wulan,


satrya mengiyahkan, lalu satrya pun melajukan mobilnya kearah restoran yg menjadi favoritnya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2