Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
47


__ADS_3

ruangan satrya


setelah wulan keluar satrya merasa menyesal karna sudah berkata kasar pada wulan, "bagaimana aku bisa berkata kasar seperti itu padanya" satrya benar2 frustasi dia pun menelpon kevin


"kevin kamu di mana sekarang" tanya satrya lewat telpon


"saya di ruangan saya bos, ada apa bos?" tanya balik kevin


"apa kamu sudah mengantar wulan ke ruangan itu" tanya satrya


"sudah bos" jwb kevin


"apa dia baik2 saja kevin" tanya satrya lagi karna dia benar2 khawatir dengan wulan


"dia baik2 saja bos, apa tadi bos adu mulut dengan nona wulan" tanya balik kevin


"nggak, saya cuma tanya saja" ucap satrya


"baiklah kevin kalo gitu" sambung satrya lansung mematikan telponnya


walaupun tak tenang karna sudah berkata kasar kepada wulan, satrya pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


***


di ruangan wulan, wulan sedang di ajari cara2 pekerjaan yg bersangkut dengan keuangan, wulan benar2 teliti & walaupun baru namun wulan cepat mengerti,


"baiklah nona apa nona sudah mengerti?" tanya aldo


"sudah mas, terimakasih sudah mau mengajari saya" ucap wula


"sama2 nona, saya senang mengajari orang seperti nona, karna nona cepat mengerti" ucap aldo


"hehe mas masa cepat mengerti, saya merasa saya terlalu lola (loading lambat) mas, oyah hampir lupa,, mas nama siapa kalo boleh tau" tanya wulan

__ADS_1


"saya aldo nona, nona bisa panggil saya mas aldo" ucap aldo


"oyah baik mas aldo terimakasih sekali lagi, mas juga jangan panggil saya nona, mas panggil saja wulan, karna nama saya wulan mas" ucap wulan, aldo pun tersenyum & mengangguk tanda mengiyahkan


"kalo gitu saya permisi dulu wulan, kalo ada perlu apa2 wulan bisa menghubungi saya lewat nomor ini" ucap aldo sambil memberi nomor di kertas.


"oke mas aldo" ucap wulan sambil mengisi nomor aldo di hp nya, aldo pun pamit keluar. wulan pun berpikir "nggak cuma ganteng tapi juga baik hati" gumamnya dalam hati


jam sudah menunjukan pukul 1:20 wulan masih saja sibuk dengan komputernya, dia mengecek semua pengeluaran & pemasukan bulan ini, tak lama ricko mengetuk pintu ruangannya "masuk saja" ucap wulan dari dalam ricko membuka pintu wulan tanpa masuk hanya berdiri di pintu ruangan itu


"halo nona wulan, kow belum isterahat makan siang" tanya ricko, ricko itu playboy, orangnya suka cari perhatian dari wanita2 cantik seperti wulan apalagi karyawan2 baru di kantor ini, namun dia tak tau kalo wulan adalah calon istri bos nya


"saya belum lapar pak" ucap wulan


"tapi ini sudah waktunya istrahat nona, walaupun belum lapar nona harus istrahat untuk merenggangkan otot2 nona, supaya capeknya hilang" ucap ricko


"terimakasih pak, nanti saja saya istrahat" ucap wulan


"sekarang saja nona soalnya di sini istrahatnya cuma 30 menit" ucap ricko


satrya yg melihat ricko yg berada di pintu ruangan wulan itu merasa sangat kesal, karna satrya tau ricko itu playboy suka menggoda karyawan2 wanita yg baru disini satrya pun lansung memberi kode kepada kevin untuk memanggil ricko, kevin pun berjalan ke arah ricko & menarik ricko sambil berkata pada wulan "maaf nona wulan" ucap kevin, wulan hanya tersenyum


" apa-apaan sih loe, gue lagi ngajak wulan istrahat soalnya dia nggak tau jam istrahatnya" ucap ricko


"apa kamu sudah gila, ada bos disini, pasti dia sudah memberitahu pada nona wulan jam istrahat, nggak perlu kamu yg mengingatkannya" ucap kevin


"gue kan cuma mau ngajak dia makan siang bareng kev" ucap ricko


"nggak perlu, bos saja tak mengajaknya makan siang, loe yg mau nggak dia, mau kena makan loe dari bos" ucap kevin kesal, tak lama satrya memanggil kevin & ricko


"kalian berdua ngapain masih disitu, cepatan" panggil satrya, kevin sama ricko pun berjalan cepat kearah satrya


"bos kita mau makan siang yah" tanya ricko

__ADS_1


"emang loe nggak mau makan siang" kevin yg menjawab


"gue tanya bos bukan loe dodol" ucap ricko,


"kalo nggak mau makan silakan masuk kembali" ucap satrya, ricko pun hanya diam tanpa menjawab perkataan satrya.


sampai di parkiran mereka bertiga pun masuk kedalam mobil, satrya pun memeriksa CCTV di bagian ruangan wulan lewat hp nya, satrya melihat wulan masih sibuk dengan komputernya. dia pun khawatir karna wulan belum istrahat, satrya mulai mengirim pesan kepada wulan "cepat istrahat & makan siang" pesannya


wulan pun membaca pesan yg di kirim satrya, setelah itu dia mulai berfikir "kayaknya dia tau gue belum istrahat, tapi tau dari mana" gumamnya sambil melirik ke atas kiri kanan, ternyata ada cctv di ruangannya, "oh ternyata dia lihat gue dari nih cctv yah" gumamnya lagi


"belum lapar" balas wulan


"makan sekarang" satrya


"heum nanti" wulan


"sekarang yah sekarang" satrya


"heum" pesan wulan, "sok perhatian dia" gumam wulan, wulan juga sudah merasa lapar akhirnya makan bekal yg dia bawah pagi tadi tak lama pesan masuk lagi


"kamu makan di ruangan?" tanya satrya


"iyah, kan wulan bawah bekal" balas wulan


"yah sudah, saya juga mau makan siang sekaran" balas satrya, wulan hanya bergumam "makan saja nggak ngajak2, bagaimana bisa dia menyebutku calon istrinya" wulan melanjutkan makan & tanpa membalas pesan satrya.


jam sudah menunjukan 5 sore waktunya karyawan2 chevron pulang, termasuk dengan wulan, wulan pun membereskan meja kerjanya, setelah itu wulan keluar dari ruangannya, ricko yg melihat wulan pun lansung memanggil "wulan" pangil ricko


"iyah pak, ada apa?" ucap wulan


"kamu sudah mau pulang yah" tanya ricko


"iyah pak" ucap wulan

__ADS_1


"mau saya antar?" tanya ricko


"terimakasih pak, tapi saya bawah mobil sendiri, kalo begitu saya pamit pulang pak" ucap wulan di angguk ricko, wulan pun pulang, ricko hanya melihat wulan yg berlalu di depannya sambil berguman "wanita yg sangat berbeda" setelah itu ricko berjalan ke arah ruangan satrya.


__ADS_2