Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
ungkapan


__ADS_3

"wulan kamu sekarang lagi nggak ada sibuk-sibuknya kan" tanya satrya serius


"aah..ia nggak terlalu sibuk, paling kerja" jawab wulan santai


"bulan depan kita nikah, bagaimana menurutmu" tanya satrya lagi


"haaa..apa, bulan depan nikah" tanya balik wulan karna kaget


"ia kamu nggak mau menikah dengan saya" tanya satrya lagi


"bukan nggak mau, tapi apa kakak sudah memikirkan nya" tanya wulan lagi,


"kamu ini, kamu pikir saya masih anak remaja yg tak bisa berfikir, lansung nikah saja begitu yah?" tanya satrya


"bukan gitu kak, hanya.." ucap wulan terpotong


"hanya apa, saya bukan anak remaja wulan, saya sudah cukup umur untuk menikah" ucap satrya dengan nada sedikit emosih


"tapi kakak kan belum cinta sama wulan, bagaimana wulan bisa percaya dengan pernikahan yg tak ada cinta di hati kakak untuk wulan" wulan bergumam namun masih di dengar oleh satrya


"haa..apa kamu bilang, jadi selama ini kamu nggak perna merasa apa yg saya lakukan itu dari hati saya, kenapa kamu bisa berfikir & nggak peka sama sekali wulan" ucap satrya dengan nada tinggi, satrya lansung berdiri, karna ia sudah sangat emosih


wulan pun ikut berdiri lalu membekap mulut satrya dengan telapak tangannya, karna takut di dengar oleh semua org yg nginap di villa ini


"kak pelankan suara kakak, gimana kalo mereka dengar" ucap wulan takut, satrya melepas kan tangan wulan yg membekap mulutnya, lalu berkata


"nggak peduli, mereka dengar atau tidak, karna kamu sudah keterlaluan nggak perna peka dengan perasaan saya" ucap satrya masih dengan nada tinggi


wulan hanya diam lalu kembali duduk, ia tak menjawab apa-apa, karna ia takut semakin ia menjawab semakin tinggi pula suara satrya, lalu wulan pun bergumam dalam hati


"kakak yg nggak peka sama perasaan wulan, kalo cinta ya ungkap, nggak bisa gantungin kayak jemuran gini, wulan kan jadi ragu kalo kayak gini" gumam wulan


"kenapa nggak jawab, bukannya tadi siang saya sudah mengatakannya di dalam mobil" ucap satrya, karna ia pikir juga tadi siang ia sudah mengungkapkan kata I LOVE YOU untuk wulan


wulan sebenarnya sudah dengar kata itu, namun wulan sengaja karna satrya mengatakannya pun dengan suara pelan, ia ingin satrya mengungkapkan dengan suara lantang, walaupun tidak dengan romantis


"saya tanya sekali lagi sama kamu, kamu mau atau tidak kita menikah bulan depan, tapi kalo kamu nggak mau saya nggak maksa kamu, yg penting kamu jujur" ucap satrya

__ADS_1


wulan ingin menjawab kalo ia mau, namun bibirnya terasa kaku, ia malu, "bagaimana cara menjawabnya agar wulan tak malu, sekarang aja wulan benar-benar malu" gumam wulan dalam hati


"ayook jawab wulan, saya nggak maksa kamu, saya cuma minta persetujuan kamu, mau atau tidak" ucap satrya lagi


wulan lansung berdiri lalu ia memeluk satrya dari belakan, & berkata "Wulan mau kak" jawab wulan lalu menyembunyikan wajahnya di punggung satrya karna ia benar-benar malu saat ini


melihat tangan wulan melingkar di perutnya, satrya pun berbalik, namun di tahan oleh wulan, karna wulan tak ingin satrya melihat wajahnya yg memerah karna malu


"kenapa, kakak nggak boleh balik" tanya satrya karna merasa ia di tahan oleh wulan, agar ia tak balik ke wulan


"wulan malu" ucap wulan pelan


"kenapa harus malu" tanya satrya dengan senyumannya sambil mengelus tangan wulan.


"malu aja aaah" ucap wulan


"hahahh kakak pengen lihat wajah malunya kamu" ucap satrya lansung berbalik menghadap wulan dengan tersenyum jahilnya


wulan lansung menyembunyikan wajahnya di dada satrya, "kakak aah" ucap wulan


"ayok kamu pasti gantuk, kakak antar kamu ke kamarmu" ucap satrya sambil menarik tangan wulan dengan pelan agar wulan mengikutinya


sampai di dalam villa satrya pun bertanya


"di kamar mana kamu tidur" tanya satrya


"di sana kak" jawab wulan menunjukan kamar yg ia tidur malam ini dengan 3 sahabatnya


sampai di depan kamar satrya bertanya lagi,


"kamu tidur sama siapa, kalo sendiri kakak temani yah" ucap satrya jahil, ia ingin mengerjai wulan


"kakak ih, wulan masuk Byee" ucap wulan lalu berlari untuk Masuk kedalam, namun baru ingin memegang hendel pintu satrya sudah menariknya lalu memeluk wulan


"I LOVE YOU wulan" ucap satrya sambil memeluk wulan mesra, wulan yg mendengar ucapan satrya kaget, ia hanya diam,


"kenapa nggak jawab" tanya satrya, namun wulan masih diam,

__ADS_1


"wulan nggak dengar yah, ucapan kakak tadi" tanya satrya lagi


"LOVE YOU TOO kakaknya kelly" ucap wulan dengan gugup


setelah mendengar jawaban wulan, satrya melepaskan pelukannya dari wulan, lalu menatap wulan dengan penuh cinta, "tidur yah, tapi kalo mau ayok tidur bareng kakak" ucap satrya


"nggak..." jawab wulan cepat


"kenapa, kan bulan depan kita sudah nikah" ucap satrya


"sekarang kan belum nikah kak" jawab wulan


"ia, tapi kakak ingin tidur sama kamu, kaka nggak ngapa-ngapain kamu kok, hanya tidur aja nggak lebih suer" ucap satrya sabil menunjukan jarinya bentuk V


wulan hanya diam, sebenarnya ia mau, namun ia takut satrya kebablasan, karna kata orang tuanya, nggak baik wanita dewasa & pria dewasa tidur dalam satu kamar, karna takut kebablasan


"kita nggak ngapa-ngapain, kamu hanya temani kakak tidur, nggak lebih" ucap satrya memohon


wulan pun mengiyahkan, "ayok kekamar sebelah" ucap satrya menarik wulan ke kamar sebelah yg belum di tempati oleh temannya, karna ia tau kevin & ricko pasti satu kamar


"nggak usah takut, kakak pengen tidur sama kamu aja, nggak ngapa-ngapain kok, kakak tau batasnya" ucap satrya masuk kedalam kamar yg ingin ia & wulan tidur malam ini


setelah wulan masuk, satrya mengunci kamarnya, melihat satrya yg mengunci kamar, wulan semakin takut , ia bertanya


"kenapa di kunci kak" tanya wulan gugup


"kenapa, apa nggak boleh kunci, nanti ada yg tau kalo kamu tidur sama kakak, saat mereka melihat kamu di sini" ucap satrya


"ayok tidur, kakak ngantuk sekali" ucap satrya naik keatas ranjang & menyuruh wulan untuk ikut naik ke ranjang


"tidur di sini" ucap satrya sambil menepuk tempat tidur untuk wulan agar wulan tidur dekat dengannya


wulan pun mengikuti kemauan satrya & berbaring di depan satrya, satrya lansung memeluk wulan dari belakan, karna wulan tidur memunggungi satrya


"selamat malam wulan" ucap satrya lembut sambil mencium kepalah wulan


wulan yg di perlakukan seperti itu benar-benar gugup, ia melirik tangan satrya yg memeluk perut lansingnya

__ADS_1


tak lama wualan pun ikut tidur menyusul satrya yg sudah kealam mimpinya


...""Bersambung""...


__ADS_2