
di kantor kevin sedang duduk di meja kerjanya, hari ini ia datang paling awal, karna biasanya ia datang bersama satrya, namun satrya baru nikah jadi ia tak ingin mengganggunya
kevin sedang membalas chat dari kelly dengan senyum-senyum,
tiba-tiba ia di kaget kan sama ricko yg baru datang "hoii senyum-senyum bae lu" teriak ricko
"astafirullah..jantung gue mau copot anjir" ucap kevin marah
"loe kenapa senyum-senyum kayak orang lagi kerasukan?" tanya ricko
"urusan gue" jawab kevin singkat
"anjir loe" ucap ricko melempar kertas yg sudah ia jadikan bolah kearah kevin
"ke ruangan loe sana" ucap kevin mengusir ricko
namun ricko hanya diam, ia tak bergerak dari tempat duduknya, sebenarnya ia mau curhat dengan kevin, namun ia melihat kevin senyum-senyum seperti orang gila, ia merasa ngeri sendiri melihat kevin
kevin kembali kedunianya, membalas chat dari kelly dengan senyum-senyum
"anjir gila loe, kok gue merinding yah" ucap ricko
"urusan loe" ucap kevin tanpa melihat ricko, ricko hanya menggelengkan kepalah
"Kev loe lagi kasmaran mah siapa sih?" tanya ricko
"heum...nanti juga loe tau, sekarang belum saatnya" ucap kevin tanpa melihat ricko lagi
"enak yah kalian, kasmaran sendiri-sendiri, lah gue?" ucap ricko bete
"hahahaha, kan loe playboy pastinya loe tiap hari bahagia, ngapain juga muka loe kayak bete gitu" tanya kevin saat melihat wajah bete ricko
"gue lagi patah hati" ucap ricko sedih
"haah sejak kapan loe patah hati?" tanya kevin kaget
"nggak tau" ucap ricko bete
"wow nggak beres nih, ini hari seorang ricko mengatakan bahwa dia sedang patah hati men" ucap ricko antusias
"lebay loe, teriak kayak gitu anjir" ujar ricko
"ayok cerita, kenapa loe patah hati rick, siapa tau gue bisa bantu gitu?" ucap kevin
"aah malas gue, gue balik keruangan gue dulu" ucap ricko lalu keluar dari ruangan kevin dengan tampan tak bersemangat
"aneh, wanita manah sih yg buat dia kayak gitu" gumam kevin
lalu kevin kembali melanjutkan pekerjaannya, karna kelly sudah tak membalas pesannya lagi
****
setelah selesai mandi satrya keluar dari kamar mandi, ia memakai pakaian kantornya,
"dia mau kerja lagi, & ninggalin gue di sini lagi" gumam wulan dalam hati
"kenapa kamu berpakaian seperti itu?" tanya satrya saat melihat wulan hanya memakai pakaian santainya
__ADS_1
"emangnya, wulan harus pakek apa?" tanya balik wulan
"kamu nggak ke kantor?" tanya satrya
"wulan belum di bolehin sama papa ke kantor" jawab wulan
"makanya kamu ke kantor kakak, ayok ganti pakaianMu" ujar satrya, wulan tersenyum senang karna satrya mengajaknya bukan meninggalkannya sendirian di hotel
"kakak nggak apa-apa wulan ikut kekantor?" tanya wulan hati-hati, lalu di angguk oleh satrya
"huh gue pikir dia mau melakukan hal yg sama lagi seperti kemarin" gumam wulan dalam hati
wulan membawah pakaiannya kedalam kamar mandi untuk ganti di dalam
sambil menunggu wulan satrya membuatkan kopi panas untuk dirinyan & membuat susu panas untuk istrinya
saat wulan keluar, ia melihat satrya sedang mengaduk dua gelas kopi sama susu yg ada di depannya
"seharusnya gue yg siapin dari pagi" gumam wulan sedih
"kalo sudah selesai, minum susu ini, saya sudah buat untuk kamu" ucap satrya
"aah ia makasih kak" ucap wulan ia mengikat rambutnya ke atas,
"nih minum dulu" ucap satrya memberikan segelas susu kepada wulan.
"makasih kak, nanti wulan sendiri ambil kak" ucap wulan
"nanti lupa kamu nggak minum, ayok minum" ucap satrya, wulan mengangguk lalu meminum susu itu
"udah nggaak apa-apa, mau saya yg siapin, atau kamu pun sama saja" ujar satrya
"kak satrya dewasa banget" gumam wulan dalam hati, lalu ia pun minum susu yg di berikan satrya padanya.
jam sudah menunjukan hampir pukul 8 pagi, satrya & wulan pun berangkat ke kantor satrya,
satrya yg jalannya masih pincang ingin masuk ke dalam mobil bagian nyetir, lansung di halangi oleh wulan
"kenapa, kamu keluar lagi" tanya satrya saat melihat wulan menghalanginya padahal tadi ia sudah membukakan pintu mobil untuk wulan masuk
"biar wulan yg nyetir aja, sebagai tanda perminta"an maaf dari wulan" ucap wulan cepat
"awas sana, masuk ke tempat duduk kamu, tadi saya sudah bukakan kamu pintu kan" ujar satrya
"ia kak, tapi biar wulan yg nyetir kak, tenang wulan akan membawah kakak sampai ke kantor kakak dengan selamat, sehat sentosa" ucap wulan panjang lebar
"nggak awas, saya bisa nyetir sendiri wulan" ujar satrya sambil mendorong kecil lengan wulan agar menjauh dari pintu.
"nggak, pokoknya nggak yah enggak" ucap wulan kesal
"loh kenapa kamu yg malah kesal" tanya satrya dengan tampan bingung
"wulan yg nyetir kak,,aahh" ucap wulan
"masuk atau kamu tinggal" ucap satrya penuh penekanan
wulan yg takut pun akhirnya mengalah & kembali ke tempat duduk di samping satrya dengan wajah cemberut
__ADS_1
"dari tadi nggak mau duduk tenang, ini sudah jam 8 lagi" ucap satrya sambil melihat jam di tangan kirinya
"dari tadi kakak coba nyuruh wulan nyetir pasti kita udah nyampe" ucap wulan
"wulan, diam yah, jangan banyak ngomong lagi, saya nggak mau debat karna hal sepeleh ini, oke" ucap satrya,
wulan pun lansung diam dan bergumam dalam hati "udah baik aku mau bantu nyetir, lagian siapa juga yg mau debat sama kamu" gumam wulan dalam hati karna kesal
dalam perjalanan, satrya melihat warung yg buka 24 jam, akhirnya ia pun berkata
"ayok kita makan dulu" ujar satrya
"ini kan masih pagi kak, kenapa makan sekarang?" tanya wulan
"sarapan wulan," ucap satrya
"heum katanya sudah terlambat" gumam wulan pelan, namun di dengar oleh satrya
"jangan banyak bergumam nggak jelas, ayok turun makan" ucap satrya saat mobilnya sudah terpakir di halaman depan reston
melihat satrya sudah turun, akhirnya wulan pun ikut turun, & mengikuti satrya masuk sambil berkata dalam hati
"nggak ada romantisnya, main ninggalin istri aja" gumam wulan
"lama bangat kamu jalannya" ucap satrya saat wulan berdiri di dekatnya, wulan hanya diam
satrya & wulan pun memilih tempat untuk mereka duduk, lalu mereka pun memesan makanan untuk sarapan pagi
satrya & wulan memesan nasih goreng, karna mereka sama-sama suka nasih goreng buat sarapan
setelah satrya selesai makan, ia menunggu wulan yg belum selesai makan sambil mengecek email di hp nya
wulan perasaan melihat satrya masih menunggunya, akhirnya ia pun menyudahi makannya
"ayok kak" ajak wulan kepada satrya yg masih fokus dengan hp nya
"habisin tu, masih banyak" ujar satrya
"nggak ah, wulan udah kenyang" ucap wulan
"ayok wulan, nggak baik menyisahkan makanan di piring" ujar satrya
"ini pagi-pagi gini, wulan nggak bisa makan banyak kak" ucap wulan
"kamu takut gendut, ayok makan, saya nggak suka istri saya kurus, jadi biasakan makan banyak pagi, siang, sore" ucap satrya
"nanti wulan gendut juga nggak suka, pasti lebih melirik yg kurus" ucap wulan cemberut
"mau kamu kurus gendut, kamu tetap istri saya, saya bukan lelaki mata keranjang" ujar satrya
"bohong banget" gumam wulan dalam hati
wulan pun terpaksa menghabiskan makanannya karna di paksa oleh satrya.
selesai makan mereka pun kembali melanjutkan ke kantor.
"bersambung"
__ADS_1