
wulan berangkat ke acara satrya dengan mobilnya sendiri.
sampai di rumah satrya ia memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah satrya, karna masih ada tempat mobil,ia turun & memberi undangan itu kepada yg bertugas, saat masuk di pintu besar itu semua mata tertuju padanya, karna malam ini ia terlihat sangat cantik memakai gaun berwarna putih hitam bertali satu, wulan pun hanya menunduk kepalah kepada semua orang yg melihatnya bertanda hormat,
satrya yg melihat wulan masuk dari pintu dengan pakaian yg menurutnya sangat terbuka itu merasa kesal sendiri "kenapa juga harus pakai baju seperti itu sih aaarrth" gumam satrya pelan namun di dengar oleh mamanya yg berada di sampingnya
"ada apa Sat" tanya mamanya
"nggak mah" jawab satrya, lalu kembali menyapa tamu yg datang,
*
"malu banget gue,kenapa pada liatin gue sih, apa penampilan gue salah malam ini" gumam wulan dalam hati
saat melihat kelly wulan lansung berjalan kearah kelly yg berdiri sendiri menyapa yg lain, kelly yg melihat wulan pun melaimbaikan tanganya ke arah wulan.
"kelly, gue malu banget di liatin sama yg lain, apa penampilan gue salah malam ini" tanya wulan saat sudah di dekat kelly
"nggak salah lah, orang loe cantik banget makanya mereka pangling liatin loe trus" ujar kelly
"kelly aah gue malu" ucap wulan
"nggak usah malu, ayok duduk di sana Lan" ujar kelly, lalu mengantar wulan duduk di kursi, setelah wulan duduk kelly berujar
"Lan gue ke mama dulu yah menyambut tamu yg lain datang" ujar kelly
"oyah kell gue belum sapa bokap, nyokap loe karena gugup tadi" ucap wulan
"ia sudah entaran saja lu nyapa sekalian selamatan sama kak satrya" ujar kelly wulan mengiyahkan, lalu kelly pun pergi menuju mamanya & menyapa para tamu yg datang begitu banyak malam ini
"kalo gue selamatin kak satrya, yg ada gue ketahuan dong datang kesini, mending gue nggak boleh selamtin kak satrya ah, ntar di kira gue nyari-nyari dia makanya datang, kan dia nya sendiri nggak gundang gue" ucap wulan dalam hati
wulan sedang duduk sendiri & melirik ternyata ada sella juga yg datang, ia pun melambaikan tangan pada sella, lalu sella menghampirinya "wulan, kamu datang juga" tanya sella karna sella tak tau wulan itu calon istrinya satrya
"iyah mbak, wulan juga nggak mau datang sebenarnya, hanya orang tua wulan lagi keluar kota makanya wulan mewakili papa mama datang kesini" ucap wulan
"owh gitu yah Lan, ya sudah kamu sudah selamatin pak satrya belum mantan bos Mu" tanya sella
"entaran aja mbak, soalnya masih banyak tamu yg berselamatan dengannya" ujar wulan
__ADS_1
"oke kalo gitu kita barengan entar baru selamat" ucap sella di angguk oleh wulan
wulan pun melirik kedepan, ternyata ada satrya yg sedang melihat kearahnya, jadi ia lansung bersembunyi, takut ketahuan "waduuh moga aja kak satrya nggak lihat gue" ucap wulan mengelus dadanya karena takut ketahuan satrya, padahal satrya sudah melihatnya saat masuk di pintu tadi
"gue harus pindah tempat" gumam wulan dalam hati lagi
"mbak, wulan ke toilet dulu" bohong wulan, agar ia bisa bersembunyi dari satrya, lalu di angguk oleh sella,
wulan pun berjalan kearah bagian belakan-belakan banyak orang itu agar tak ketahuan "aah di sini aman" ucap wulan pelan" berdiri lama kelamaan ia capek sendiri kakinya pegal semua "aduu gue kayak pencuri aja yg datang nggak bawah surat undangan pake sembunyi segalah lagi" gumam wulan dalam hati
*
satrya menghampiri sella yg sedang duduk sendiri karena tadi bersama wulan "sella, wulan kemana" tanya satrya
"ee pak satrya, selamat pak atas kesuksesannya" ucap sella
"iya makasih sella, wulan mana" ucap satrya bertanya lagi
"wulan tadi katanya ke toilet pak, tapi nggak kembali-kembali" ujar sella
"oyah sudah, kalo begitu saya permisi" ucap satrya yg sudah melihat wulan sedang berdiri di belakan banyak orang itu, "dia bersembunyi dari saya ternyata" gumam satrya lalu berjalan kearah wulan yg sedang serius berdiri itu
wulan hanya menunduk & berpindah pelan-pelan "ketahuan kan gue aa.ahh" gumam wulan dalam hati
baru juga selangka satrya sudah bertanya "kenapa kamu berdiri di sini" tanya satrya
"aah...aa..wulan lagi capek duduk saja" ucap wulan gugup karena bohong, namun satrya sudah tau bahwa ia sedang menipu satrya
"ayok ikut saya" ucap satrya lalu menarik pelan wulan
"ma...mau kemana kak" tanya wulan
"ikut saya diam-diam saja nggak bisa" ucap satrya dengan nada tak bersahabat,
satrya membawah wulan kearah belakan, lalu ia membuka jas nya untuk wulan
"pake ini saja" ujar satrya sambil memakaikan wulan jasnya
"wulan nggak dingin kak" ucap satrya
__ADS_1
"pakaian kamu itu sudah membuat para pria ingin melirikmu terus menerus" ujar satrya kesal, wulan hanya diam & mengikuti apa kata satrya
"kenapa tadi kamu melihat saya, malah bersembunyi di belakan orang-orang itu" tanya satrya
"maaf wulan datang tanpa memberitahu kakak, bukan maksud apa-apa nih yah, wulan hanya mewakili papa & mama kok" ucap wulan, takut satrya berfikir kalo wulan datang mencarinya, karena satrya tak mengundang dirinya, padahal satrya tak berfikir sampai di situ
"maksudnya" ucap satrya tak mengerti
"ia makanya wulan sembunyi, takut kakak marah"
"kenapa saya harus marah" tanya satrya merasa bingung dengan perkataan wulan
"wulan kan nggak di undang sama kakak, wulan hanya di undang sama tante, takut kakak berfikir yg nggak-nggak tentang wulan" ucap wulan
satrya lansung menyentil kening wulan "huh nih otak mikirin hal-hal yg gak guna-guna itu, siapa juga yg berfikir seperti itu, kamu ini aneh sekali" ucap satrya, wulan hanya mengelus keninngya yg di sentil oleh satrya itu,
satrya hanya melihat wulan yg masih mengelus keningnya, lalu satrya mengelus kembali kening wulan lalu mengecupnya "muach" kecupan satrya di kening wulan, wulan hanya diam dengan jantungnya yg berdetak kencang itu
"ayok makan dulu,kamu belum makan kan" tanya satrya di angguk oleh wulan, saat ingin berjalan kearah meja makan itu, wulan mengingat bahwa ia belum menyapa orang tua satrya juga
"kak, wulan belum nyapa om sama tante" ucap wulan
"yah sudah kamu mau makan dulu atau menyapa papa sama mama dulu" tanya satrya
"menyapa dulu kak" ujar wulan, di angguk oleh satrya, lalu satrya pun mengandeng tangan wulan berjalan kearah orang tuanya.
"om, tante, selamat malam" ucap wulan sambil menyalami tangan orang tua satrya
"ee wulan, selamat malam sayang" seru ketty menyambut wulan & mickhael suami ketty hanya tersenyum
"maaf om tante, wulan baru selamat, karna tadi banyak orang, & wulan lihat tante masih menyapa banyak orang makanya wulan belum menyapa tante & om" ucap wulan
"iyah nggak apa-apa nak" ujar mickhael papa satrya "iyah sayang nggak apa-apa" sambung ketty mama satrya,
"Sat ajak wulan makan dulu sana, ini sudah jam 8 lewat" ucap mamanya,sambil melirik jam tangan emasnya, lalu di angguk oleh satrya
"Ayok Lan" ajak satrya,lalu mereka berdua pun pergi ke meja makan.
bersambung...
__ADS_1
❤❤