Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
63


__ADS_3

satrya membuka pintu ruangan wulan dengan kasar & masuk kedalam tanpa mengetuk pintu & menutup kembali dengan kasar pula, karena ia sudah emosih dengan wulan yg keras kepalah itu


"apa-apa'an ini" teriak wulan emosi saat melihat satrya masuk tanpa mengetuk


satrya berjalan kearah wulan & menarik wulan, lalu menyadarkan wulan pada tembok diding ruangan itu, "kamu benar2 menguji kesabaran saya yah" ucap satrya dengan penuh tekanan


"lepasin saya, kita nggak ada urusan apa2 lagi" ucap wulan, bukannya melepaskan wulan dari kunkungannya tubuh & tanganya, satrya malah menekan tangan wulan pada tembok supaya tak bisa bergerak untuk melepaskan diri.


"SATRYA..LEPASIN SAYA" teriak wulan memanggil satrya dengan kasar


"kamu fikir saya akan mmelepaskan kamu begitu saja saat kamu sedang menguji kesabaran saya hah" satrya sudah benar2 emosih, & dia tidak takut di marahi & di seret oleh papanya wulan, walaupun ia tau ini di kantor papanya wulan.


"SATRYA..jangan seperti ini, ini sakit" ucap wulan yg sudah menangis karena menahan rasa sakit di tangannya yg di tekan kuat oleh satrya


"saya bilang jangan menguji kesabaran saya, saya memintamu baik2 untuk menemui saya, tapi kamu dengan keras kepalahnya menolak permintaan saya wulan" ucap satrya kasar tanpa melepas tangan wulan, walaupun wulan sudah menangis


"please Kak,,lepasin tangan wulan, ini sakit kak" ucap wulan sudah lembut karena tangannya sakit, satrya pun melepaskan wulan dari kunkungannya karena tak tega melihat wulan menangis


setelah terlepas dari satrya, wulan lansung terduduk di lantai karena badannya sudah lemas, satrya hanya diam melihat wulan yg duduk di bawah kakinya


satrya ikut duduk berjongkok lalu berkata "saya cuma mau menanyakan, kenapa kamu resign dari kantor saya wulan" tanya satrya sambil mengankat dagu wulan, agar wulan melihatnya


wulan hanya diam tanpa menjawab "jawab wulan,kenapa kamu resign, kamu tau kan kantor saya tidak menerima karyawan baru resign, kecuali di keluarkan" ucap satrya lagi


"karna saya sudah kerja di kantor papa, kenapa saya harus tetap di situ, sedangkan kantor papa juga ada untuk saya kerja" ujar wulan


"itu bukan alasan utama kamu wulan, kalau itu alasannya kenapa kamu capek-capek melamar kerja di mana-mana, padahal ada kantor papa kamu" ujar satrya, wulan hanya diam "bagaimana dia bisa tau kalo aku melamar kerja di semua tempat" gumam wulan dalam hati


"jawab wulan" kata satrya dengan sedikit nada tinggi karna sudah kesal


"udalah, nggak ada alasan apa-apa, saya hanya ingin resign saja, apa nggak bisa?" ucap wulan

__ADS_1


"yah nggak bisa, karena aturan kantor saya Harus punya alasan & itupun kami tidak menerimah jika pekerja mengajukan surat pengunduran diri dalam waktu yg dekat & kami tidak menerima pekerja pemula untuk resign, kecuali di pecat"


"yah, anggap saja saya di pecat" ujar wulan kesal


"kamu fikir kamu bicara dengan ricko yg harus anggap-anggapan hah" teriak satrya, wulan kembali diam


"saya nggak mau tau, sebelum kamu mengatakan alasan kamu resign, kamu harus tetap bekerja di sana" ujar satrya penuh tekanan, wulan hanya diam "mengerti kamu" ujar satrya lagi,


"tapi saya sudah kerja di sini juga hampir 2 bulan, tidak mungkin saya kembali kesana" ucap wulan


"saya nggak mau tau, mau setahunpun saya tidak peduli" ujar satrya tak lama hpnya berdering "iyah ada apa kevin" jawab satrya


"pak ada meeting 15 menit lagi" ucap kevin


"baiklah saya kesana sekarang juga" ujar satrya lalu mematikan panggilan,


setelah panggilan berakhir satrya melirik wulan "baiklah saya pulang, tapi bukan berarti urusan kita selesai" ucap satrya sambil mengangkat dagu wulan lalu mencium & me**at sedikit bibir wulan dengan tiba2, wulan hanya diam, setelah itu satrya menghapus bibir wulan yg basah akibat cumbuannya, & setelah itu satrya lansung keluar dari ruangan wulan


"gimana caranya aku bisa lupa kak satrya, kalo ciuman nya saja aku nggak nolak" gumam wulan sambil memegang bibirnya Huuuuu wulan kembali melanjutkan kerjaannya walau hati tak tenang


jam sudah menunjukan pukul 6 magrib, wulan membereskan semua berkas2, setelah itu wulan pun keluar dari ruangannya ia melihat semua karyawan2 sudah pulang tinggal ia sendiri, karena papanya sedang keluar kota jadi semua pekerjaan papanya dia yg mengerjakan jadi ia baru bisa pulang sekarang.


wulan keluar dari kantor menuju parkiran, setelah masuk wulan menyalahkan mesin mobil lalu pulang.


sampai di rumah wulan turun dari mobil lalu masuk kedalam sambil menyapa mamanya yg sedang duduk di ruang tamu dengan orang tua satrya, karena orang tua satrya datang "sore tante, mah" ucap wulan sambil menyalami telapak tangan mamanya & mama satrya


"ia sore sayang,kamu baru pulang yah" tanya mama satrya


"ia tante" ucap wulan


"Lan,,tante mau tanya sama kamu, bisa nggak" ujar mama satrya

__ADS_1


"ia tante, tanya aja" ucap wulan


"tante mau tanya, bagaimana hubungan kamu sama satrya" tanya mama satrya


"haa..aku..hubungan kita seperti biasa tante" ujar wulan


"seperti biasa gimana wulan, tante dengar sudah lama, katanya kamu minta resign dari kantor satrya yah, sebenarnya tante mau tanya dari lama, tapi tante fikir satrya belum datang jadi tante nggak tanya, setelah tante liat2 hubungan kamu sama satrya semakin tak baik, makanya tante datang untuk bertanya" kata mama satrya


"ia tante, wulan yg minta resign dari kantor kak satrya" kata wulan


"kenapa kamu minta resign, apa kamu sama satrya ada masalah waktu itu" tanya mama satrya


"nggak tante, wulan merasa bersalah saja sama pacarnya kak satrya, karena mengganggu hubungannya mereka" ucap wulan


"pacar satrya yg mana, yg tante tau satrya nggak perna pacaran dengan siapapun dari dulu soalnya dia itu gila kerja" ujar mama satrya


"nggak tante pacar kak satrya cantik & seorang model, wulan juga melihat kak satrya dengannya berciuman di ruangan kak satrya" ucap wulan


"iyah itu tante sudah dengar sayang, tapi itu bukan pacarnya dia, emang satrya tak perna menjelaskan sama kamu Siapa Laura" tanya mama satrya, wulan hanya menggeleng kepalah


"yah ampun, dasar bujang lapuk, bagaimana wanita bisa percaya kalo si pria saja tak menjelaskan apa2 sama wanita" ujar mama satrya sambil memijat-mijat keningnya "tante nggak habis fikir satrya sekaku itu sayang" kata mama satrya, wulan hanya tersenyum


"wulan kamu harus minta penjelasan sama satrya Nak, supaya hubungan kamu sama dia baik2 saja" ucap mama satrya lagi


"udalah tante pacar kak satrya juga sudah menjelaskan sama wulan, jadi wulan tak perlu minta penjelasan lagi sama kak satrya" ucap wulan


"maafin anak tante yah sayang, & tante yakin Laura pasti menjelaskan bahwa dia pacarnya satrya kan" tanya mama satrya di angguk oleh wulan


"tuh kan Wulan, kamu nggak boleh percaya sama dia, dia itu wanita ular" ujar mama satrya, wulan hanya tersenyum lalu mama satrya memeluk wulan, mama wulan hanya diam, & melirik wulan "pasti kamu sangat sedih sayang" gumam mama wulan dalam hati, ia merasa sedih melihat anaknya di sakiti, namum tak perna menceritakan tentang kesedihannya kepada mamanya.


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like & vote donk teman, supay author senang


__ADS_2