
satrya membawah wulan duduk di ranjang yg tadi wulan tidur itu, "ayok kakak mau perlihatkan kamu waktu itu apa yg terjadi di ruangan kakak, apakah ciuman atau tidak" ucap satrya lalu menunjukan rekaman CCTV lewat hp nya itu ke wulan
setelah wulan melihat ternyata betul satrya & Laura tak berciuman
"bagaimana nggak kan" kata satrya, wulan mengangguk
"makanya tanya dulu sebelum pergi, oyah coba kasih nomor itu, siapa yg mengirim foto itu, kaka mau cari tau" ucap satrya, lalu mengambil nomor yg mengirimi wulan foto itu
"yah sudah, lain kali nggak boleh percaya sama orang, percaya sama kakak karna kakak lamar kamu bukan dengan mabuk jadi kakak nggak perna ada niat mainin kamu, kakak serius sama kamu wulan" ucap satrya serius ia sudah berani, sambil melirik wulan dengan dalam, karna dengan cueknya selama ini wulan jadi salah paham & terluka lalu di angguk oleh wulan
"kamu maukan maafin kakak" tanya satrya, wulan kembali mangangguk
"jangan cuma mengangguk, tapi menjawab" ujar satrya lalu menyentil pelan kening wulan
"iyah, wulan maafin, tapi jangan cuekin wulan lagi" ucap wulan di angguk satrya lalu mengecup kening wulan, wulan hanya diam dengan jantunya yg berdetak kencang itu.
"oyah,kenapa kamu tadi mabok, kamu minum dimana, atau kamu ke bar tadi" tanya satrya
"wulan cuma minum dikit di depan, ee wulan lansung mabuk, itu pun alasan supaya wulan bisa cari kak satrya di hotel-hotel" ucap wulan
"kamu sekarang nggak mabok lagi kan" tanya satrya di angguk oleh wulan
"lain kali nggak usah minum-minuman seperti itu lagi, kakak nggak suka" ucap satrya wulan mengiyahkan lalu satrya mengelus manja kepalah wulan
"kak coba lihat jam" ucap wulan saat melihat jam tangan satrya, satrya pun melihat jamnya ternyata sudah pukul 11 malam
"udah jam 11, ayok pulang" ajak satrya, lalu wulan & satrya pun keluar dari kamar menuju resepsionis lalu membayar kamar itu sekalian memberikan akses kard kepada resepsionis karna tadi wulan sudah pake tidur & mereka sudah menyelesaikan masalah mereka yg selama ini salah paham juga di sana
"wulan yg bayar kak" ucap wulan, namum satrya sudah menbayarnya,
"ayok jalan" ucap satrya tanpa merespon wulan yg ingin membayar kamar itu, mereka pun keluar sampai di luar
"nih kak uang nya, wulan ganti" ucap wulan
"kamu mau simpan itu uang, atau saya robek itu uang" ujar satrya kesal, wulan lansung menyimpan kembali uang itu
"baru juga lembut, sekarang udah galak aja" ucap wulan dalam hati
__ADS_1
"lain kali jangan seperti itu lagi, kakak sudah menbayarnya, nggak perlu kamu kasih kembali ke kakak" ujar satrya di iyakan wulan, satrya & wulan pun masuk kedalam mobil wulan, "eits kak, wulan bawah mobil deh tadi datang" ujar wulan
"udah nanti mobilnya kakak suruh supir rumah yg datang ambil" ucap satrya, wulan mengangguk oke, lalu mereka pun pulang.
***
mama & papanya wulan sudah pulang, mama & papanya menelpon wulan namun no wulan tak aktif karena tadi satrya mematikan no wulan setela melihat foto itu, karna ia ingin masalahnya dengan wulan selesai tanpa ada gangguan telpon dari ini itu,
mama & papa wulan curiga saat pulang mereka tak melihat mobil wulan "wulan kemana, bukannya tadi mama bilang dia sedang sakit, makanya dia nggak ikut bersama" tanya wiliam
"mana mama tau, tapi tadi di bilang kok kalo dia lagi sakit" ujar wuliana
"tapi mana, mobilnya nggak ada, mana mungkin orangnya ada di dalam" ucap wiliam
"yah ampun pah, mama nggak tau dia ada di dalam atau nggak, ayok kita cari di dalam" ujar wuliana, lalu suami istri itupun masuk kedalam rumah besar itu, wuliana lansung menuju kamar anaknya ternyata pintunya di kunci
"dia nggak mungkin ada di dalam, kamarnya dia hanya sengaja kunci saja, patah hati kok gitu wulan, mama khawatir loh sayang" ucap mamanya sedih mengingat wulan yg sedang patah hati karna satrya
"mah gimana, dia ada nggak di kamarnya" tanya wiliam
"nggak ada pah, kamarnya dia sengaja kunci biar kita nggak curiga kalo di ada di dalam" ujar wuliana
"nomornya nggak aktif pah" ucap wuliana
"jaringan mungkin mah " ujar wiliam
"yah papa saja yg telpon, kaya nggak punya hp saja" ucap wuliana marah, karna anaknya pergi tanpa memberitahu, biasa juga jarang keluar malam
"patah hati kok gitu Lan, banyak laki-laki di luaran sana bukan satrya sendiri di dunia ini sayang, nggak boleh senekat itu" ucap wuliana sedih
papanya yg kembali menelpon wulan namun sama saja nomo tak aktif "Ma nomor tak aktif juga
"tuh kan pah, gmana ini, ayok kita cari di luar saja" ucap wuliana & di angguk oleh suaminya lalu mereka keluar.
***
dalam perjalanan pulang wulan berkata. "kak nanti wulan mau bilang apa kalo papa sama mama tanya" tanya wulan
__ADS_1
"bilang aja kamu mabuk, & mencari kakak di hotel" ujar satrya
"yah nanti papa marah donk kalo tau wulan mabuk" ucap wulan
"yah kan kamu memang minun mabuk tadi" ujar satrya, wulan hanya cemberut, "nggak ada niat sekali bantuin berfikir kek" gumam wulan namun masih di dengar oleh satrya, satrya hanya tersenyum
"ngomong jujur saja, nggak baik bohongin orang tua Lan" ujar satrya wulan hanya diam tak menjawab apapun, satrya melirik wulan di sampingnya lalu mengelus kepalah wulan, "udah sampai" ujar satrya
-rumah wulan
baru saja ingin keluar mereka mendengar bunyi mobil di depan, lalu mereka cepat2 membuka pintu, "siapa yah kok bukan mobil wulan" gumam wuliana
tak lama wulan & satrya turun bersamaan dari dalam mobil itu, mamanya lansung bertanya "kamu dari mana wulan" tanya wuliana
"maaf mah wulan dari.." ucap wulan tak tau harus ngomong apa, satrya lansung bicara
"dari hotel XX tante" ucap satrya, wulan melototkan matanya "kok kak satrya tega banget" ucap wulan dalam hati,
"bukannya tadi kamu bilang sakit wulan, ngapain kamu harus ke hotel haah" tanya mamanya marah, wulan hanya menunduk diam
"maaf tante, semua karna satrya juga" ucap satrya
"bagaimana bisa karna kamu Sat, wulan.. sakit hati juga nggak harus ke hotel, ngapain ke hotel wulan, mama nggak habis pikir sama jalan pikiran kamu wulan" ujar mamanya yg sudah benar2 marah
"mah, wulan ke hotel bukan seperti yg mama fikirkan, wulan hanya..."ucap wulan lalu tiba2 diam,
"wulan tadi hanya mencari saya di hotel tante, wulan pikir saya di hotel, karna tadi ada nomor baru yg mengirimi dia foto saya bersama wanita lain di hotel" ucap satrya
"wulan masuk kedalam" ucap papanya, wulan pun lansung masuk kedalam,
setelah wulan masuk wiliam bertanya pada satrya "Satrya apa benar anak om ke hotel hanya mencariMu, tapi om tak habis fikir bagaimana dia bisa senekat itu mencari kamu di hotel"
"maaf kan saya om, ini salah saya yg terlalu cuek dengan wulan, wulan tadi minum mabuk lalu ia mencari saya di hotel itu dengan keadaan mabuk" ujar satrya
"pantas dia berani mencari kamu, karna dia mabuk" ujar wiliam, satrya hanya mengangguk
"satrya om hanya ingin minta tolong sama kamu, tolong jangan sakiti wulan, wulan adalah putri om satu-satunya, ia tak punya saudara satu pung, kalo kamu merasa dia nggak pantas buat kamu, tolong kamu lansung ngomong saja dengannya agar dia tak mengharapkan kamu lagi, setelah kamu bicara dengannya om akan mengirim dia ke luar negri supaya dia bisa melupakan kamu, walau tak secepat itu" ucap wiliam di angguk oleh istrinya
__ADS_1
"maaf om tante, karna sifat saya om sama tente nggak percaya sama saya, tapi saya benar-benar yakin dengannya makanya saya melamar wulan waktu itu, sebenarnya saya juga ingin secepatnya menikah dengannya tapi selama satu bulan lebih kemarin saya berada di luar negri mengurus bisnis & perusahaan saya yg ada di negara XX, makanya belum sempat membicarakan hal ini lagi dengan wulan" ucap satrya panjang lebar, orang tua wulan hanya diam
bersambung...