Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
lanjutan lagi


__ADS_3

sampai di kamar di mana wulan berada, satrya masuk tanpa mengetuk pintu, rina & cika yg melihat satrya masuk pun, lansung berkata kepada wulan yg duduknya membelakangi arah pintu satrya masuk


"Lan suami loe udah datang, kita pergi dulu yah" ujar cika


wulan pun membalikan tubuhnya, & melihat satrya yg sedang berdiri dengan memasukan 2 tangannya kedalam saku secalana tisu samping kiri kanan


tak lama kelly juga datang, "kakak, nanti turunnya barengan wulan yah, awas aja turunnya pisah-pisah" ancam kelly


satrya hanya diam, wulan yg melihat satrya diam pun lansung berkata


"kalian nggak temani gue di sini yah" kata wulan berlagak sok manis, padahal ada maunya


"nggak, aku mau turun duluan, siapa tau dapat gebetan baru, ayok cika,rina" ucap kelly lalu mengajak cika & rina turun cika & rina pun mengikuti kelly turun


setelah kepergian kelly & 2 sahabatnya, wulan hanya duduk diam, karna ia tak tau harus bicara apa, ia benar-benar sangat gugup berduan dengan satrya yg masih berdiri di tempatnya sambil melirik wulan yg cantiknya 2X lipat


"kak duduk aja" ucap wulan menyuruh satrya duduk


satrya pun duduk, tapi matanya terus menatap wulan, wulan jadi salah tingkah, ia tak tau harus ngapain sekarang,


"walaupun siang tadi gue berdua'an sama dia tapi itu kan kak satrya nya lagi sibuk kerja, nggak kayak sekarang natap gue dengan serius gini,,,aaarg salah tingkah kan gue" gumam wulan dalam hati


namun satrya terus saja menatap wulan, wulan pun sudah merasa jenuh dengan tatapan satrya, akhirnya wulan bersuara


"kak apa ada yg salah dengan wulan" tanya wulan


"haa..nggak, emang kenapa" tanya balik satrya


"soalnya kakak sedari tadi menatap wulannya serius sekali, wulan pikir wulan ada salah sesuatu gitu" jawab wulan


"jam berapa sih baru kita turun ke bawah" tanya satrya mengalihkan pembicaraan


"wulan juga nggak tau kak, wulan coba telpon mama" ucap wulan, di angguk satrya


wulan pun ingin berdiri mengambil ponselnya yg ia taro di atas meja rias, namun wulan susah berjalan karena dresnya benar-benar sangat berat


"aduu berat banget lagi ini" gumam wulan pelan, satrya yg mendengar pun lansung berdiri dan berkata


"kamu duduk saja, biar saya yg telpon kelly" ucap satrya


"aah ia kak" jawab wulan, wulan pun duduk sambil bergumam dalam hati "dari tadi kek"


satrya pun menelpon kelly, setelah panggilan telpon tersambung satrya lansung bertanya


"kelly berapa lama lagi kami akan tunggu" tanya satrya

__ADS_1


"kelly tanya mama dulu, soalnya tamunya sudah datang banyak sih" jawab kelly


"kenapa harus tunggu tamu, kan saya sudah bilang jangan ada resepsi, meropotkan sekali" ucap satrya dengan kesal,


wulan pun kaget saat satrya berkata begitu, wulan jadi perasaan, tak enak hati, karna sebenarnya ia pengen ada acara resepsi, & orang tua mereka juga begitu,


namun wulan mengalah karna satrya tak ingin ada resepsi, terakhir mamanya satrya merasa tak enak hati dengan wulan, akhitnya ia bertanya pada wulan waktu itu tentang resepsi


*flasback*


"Lan gimana sayang, satrya nggak mau ada resepsi, tapi kita mau ada resepsi, kamu mau nggak ada resepsi" tanya ketty mamanya satrya


"yah ikut kak satrya aja tante, wulan mana-mana aja" jawab wulan


"kok gitu sayang, coba deh kamu jujur sama tante, kamu pengen kan ada resespi? iakan sayang" tanya ketty lagi


"nggak usah terlalu sibuk tante, mungkin maksud kak satrya baik untuk tak mengadakan resepsi" jawab wulan


"kamu jujur sama tante wulan, tante tau kemauan cewek, cewek itu pasti ingin nikahnya mewah-mewah, tante ngerti, tante juga perna di posisi kamu wulan" tanya ketty lagi


"ia tante wulan mau, tapi kak satrya nya nggak mau, jadi kita ikuti saja kak satrya" ucap wulan


"oke fine, ada resepsi, kamu tenang aja, akan ada resepsi selagi ada tante" ucap ketty percaya diri


"kamu tenang tante yg bicara sama si satrya itu" ucap ketty lagi, wulan pun hanya mengangguk karna ia juga berkeinginan ada pesta resepsi, walau pun tak mewah-mewah amat


"kak, kata mama boleh turun sekarang, karna tamunya sudah pada datang" ucap kelly di seberang telpon


satrya lansung mematikan telponnya tanpa berkata apapun lagi kepada kelly,


"merepotkan sekali" umpat satrya kesal


wulan yg mendengar hanya menundukan kepalah, ia benar-benar malu, pasti mamanya waktu itu bilang kalo dirinya lah yg mau


"ayok kita turun" ucap satrya, wulan pun kaget lansung mengangkat mukanya melirik satrya


"aah..aah ia kak" jawab wulan, wulan lansung berdiri dengan cepat, walaupun ia kesusahan berdiri, tapi berusaha karna tak ingin merepotkan satrya, karna satrya sudah merasa repot dengan adanya acara resepsi ini


melihat wulan yg kesusahan satrya bertanya, "apa kamu bisa jalan bawah gaun sebesar itu" tanya satrya


wulan hanya menggelengkan kepalah karna memang ia tak bisa, gaunnya berat


satrya hanya menatap, lalu satrya berkata


"ayok saya bantu" ucap satrya, lalu wulan berjalan dengan mengandeng lengan satrya dengan perasaan gugup

__ADS_1


" kamu jangan gugup, ada saya di samping kamu" ucap satrya, wulan hanya diam & keluar bersama satrya


karna ia merasa wulan kesusahan, satrya pun mengambil ponselnya di saku celana, lalu ia menelpon kelly lagi


"cepat naik keatas, wulan kesusahan jalan, karna kalian dengan bodohnya memberikan dia gaun yg begitu berat, apa kalian ingin membunuhnya" ucap satrya geram


"kakak ini..." baru juga kelly ingin menjawab satrya sudah mematikan tolponnya


"kita tunggu saja dulu, biar ada yg datang bisa bantu kamu" ujar satrya, wulan hanya mengangguk,


dan mereka pun kembali duduk menunggu, tak tau siapa yg datang, intinya ada yg bisa datang membantunya


****


kelly yg berdiri dekat rina & cika hanya mengumpat Kakaknya tak jelas, karna mengomel & mematikan telpon begitu saja


"dasar orang gila, dia yg nikah gue muluh yg di marahin, nggak mama, nggak dia semuanya marahnya ke gue, kesalnya ke gue" kelly berbicara sendiri


"kenapa loe kell" tanya rina


"iis itulah bujang lapuk gila, ini hari dia yg nikah gue muluk yg di semprotin sama nyokap lah, sama dia lah, gila kan" ucap kelly


"husst...jangan gitu kakak loe tu" tegur rina


"iyah kakak gue, masalahnya yg ngasih gaun itu kan bukan gue, sih orang tua itu" ucap kelly asal


"orang tua siapa, & gaun yg mana?" tanya rina lagi


"aargh...rina mah, yah gaun wulan itu yg ngasih kan nyokap gue, trus gue yg di marahin sama kak satrya" ucap kelly kesal


"udahlah loe kan adik ngalah aja, demi hari bahagianya sahabat kita, & kakak loe, emang loe nggak mau wulan bahagia gitu di hari bahagianya ini" ujar rina


"iyah mau lah, masah nggak mau sahabat sendiri bahagia" ucap kelly


"cool,,oke ayok kita bantu wulan kayaknya dia nggak bisa turun,, makanya kakak loe nelpon ia kan" ucap rina


"oke deh, eeh tapi mana cika, tadi di sini deh perasaan" ujar kelly mencari cika yg tiba-tiba menghilang


"tuh anak main hilang-hilang aja kayak jelangkun" ucap rina


"eeh tu dia" ujar rina menunjuk cika yg sedang mengobrol dengan kedua sahabat satrya yaitu kevin & ricko


kelly pun melihat arah tunjuk rina, lalu memanggil


"Cika sini" panggil kelly

__ADS_1


di sebarang cika berujar kepada kevin & ricko "kak cika ke sana dulu, soalnya dah di panggilin sama kelly" ucap cika, di angguk oleh ricko, kevin hanya melihat di mana kelly berdiri memanggil cika.


""bersambung""


__ADS_2