Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
makan bersama


__ADS_3

sella menerimah telpon, ternyata itu dari ricko


"halo pak" jawabnya📞


"kamu sedang apa" tanya ricko📞


"aku lagi kerja pak" jawabnya


"pikirkanlah sella, saya mengajak kamu kesini karna memang saya menginginkan kamu di sini sella, apa kamu nggak percaya, kalo saya benar-benar ingin kamu tinggal di sini bersama saya" ucap ricko


"namanya orang playboy yah omongannya gini" ucap sella dalam hati, ia tak percaya, karna ricko begitu tiba-tiba mengajaknya padahal dulu ricko tak menyukainya📞


"apa dia ingin mainin aku karna ia tau aku menyukainya" gumam sella lagi


"sella apa kamu nggak percaya sama saya?" tanya ricko lagi


"anu pak..itu sella bukannya nggak percaya hanya sella sedang kerja di sini" ucap sella📞


"baiklah kamu memang nggak percaya saya, tapi jangan salahkan saya kalo saya akan membawahmu paksa kesini" ujar ricko geram📞


sella hanya diam, ia heran kenapa ricko begitu menginginkannga untuk tinggal di jakarta


"sella kalo begitu saya tutup dulu" ucapnya lalu mematikan telpon begitu saja


"dia fikir gue nggak bisa bawah dia kesini dengan paksa, lihat saja" gumam ricko geram


ricko menelpon orang suruhannya untuk pergi kebali & membawah sella ke jakarta, "bagaimana pun caranya kalian harus membawah wanita yg ada di foto itu kesini" ucap ricko melalui telponnya📞


"ia baik pak, apa perlu kami membunuhnya lalu membawah mayatnya saja" ujar orang itu📞


"apa kamu sudah gila, saya nggak menyuruh kamu membunuhnya, kamu tau nggak wanita itu adalah calon istri saya, jadi jangan macam-macam kalian" ucap ricko marah📞


"maaf pak, kita nggak tau, kita pikir bapak ada masalah dengannya" ucap orang itu📞


"jangan sentu dia, kalian cuma boleh membawahnya seksini dengan utuh-utuh jangan ada goresan apapun kalo nggak kalian yg akan saya bunuh" ucao ricko


"baik pak" jawabnya


"oke, alamat apartemennya saya kirim, besok kalian sudah harus membawahnya kesini" ucapnya lalu orang suruhannya pun mengiyahkan & panggilan pun berakhir


ricko pun duduk santai, tak lama ponselnya berbunyi lagi, ternyata satrya yg menelpon


"halo sat" jawabnya


"restoran mana" tanya satrya to the point


"restoran apa Sat" tanya balik ricko kebingungan


"yah ampun ricko, di mana restorannya yg kamu bilang pak fernandes ingin makam malam bersama saya itu" tanya satrya geram


"ah sorry bro, itu di restoran XX, gue pikir loe udah di sana" jwb ricko


"oke" jawab satrya lansung mematikan telpon


"dasar bos sinting kebiasaan" gumam ricko karena telpon di matikan begitu saja oleh satrya, padahal ia masih berbicara


****


setelah panggilan berakhir satrya melajukan mobil ke restoran yg di maksud ricko


sampai di depan restoran itu, satrya melirik wulan yg ada di sebelahnya


wulan heran karena satrya meliriknya lama, wulan pun bertanya


"ada apa kak, apa ada sesuatu di wajahku" tanyanya


"nggak, kamu nggak apa-apa kan, saya ajak kesini makan malam bersama rekan bisnis saya" tanya satrya, wulan hanya menggelang bertanda tak apa-apa

__ADS_1


wulan malah berfikir "apa kak satrya tak menganggapku istrinya, seharusnya ia tak usah bertanya seperti itu lagi, apa ia yg keberatan karna aku ikut" gumam wulan dalam hati


"ada apa, mikirin apa?" tanya satrya saat melihat wulan melamun


"aah nggak kak" jawab wulan,


"yah sudah ayok turun" ucapnya lalu mereka berdua pun terun berbarengan


wulan melihat satrya yg ingin berjalan masuk tanpa mengajaknya, ia pun lansung memanggil


"kak satrya" panggilnya


"ada apa? mereka sudah menunggu kita" ucap satya


"kalo kakak merasa nggak nyaman wulan ikut, wulan tunggu di sini saja kak" ucap wulan, ia merasa dirinya seperti sekertarisnya satrya, karna satrya berjalan masuk tanpa mengajaknya


"maksud kamu apa bicara seperti itu" satrya bertanya balik, wulan hanya diam


satrya pun lansung mengerti dengan keadaan seperti itu, ia kambali mendekati wulan & berkata


"ayok" ajaknya lalu memberi lengannya agar wulan mengandeng padanya


wulan pun mengandeng lengan satrya, lalu mereka pun berjalan masuk ke restoran mewah itu


saat pak fernandes melihat satrya ia pun lansung melambaikan tangan kepada satrya


satrya pun tersanyum & berjalan kearahnya dengan wulan yg masih mengandeng padanya


"malam pak satrya"sapa pak fernandes sambil berjabat tangan dengan satrya


"ia malam pak, bagaimana kabar bapak?" tanya satrya membalas jabatan tangan pak fernandes


wanita yg di sebelah pak pernandes itu melirik wulan dengan sinis karena mengadeng lengan satrya, wanita itu tak lain adalah putri Pak fernandes


"pak ricko, kenalkan ini putri saya,namanya Bella Fernandes ia baru saja selesai dengan studi nya di luar negri, putri saya ini yg akan menggantikan saya melanjutkan di perusaan saya, karna dia putri satu-satunya saya" ungkap pak Fernandes panjang lebar menbangga-banggakan putrinya


"oh iyah, saya satrya, kenalkan ini istri saya pak, bu bella" ucap satrya sambil mengenalkan wulan pada anak & bapak itu


namun tak dengan bella, ia menatap wulan dengan sinis tak suka, lalu ia bergumam dalam hati "iih kayaknya dia wanita miskin yg cari perhatian sama satrya"


mereka pun memesan makanan, beberapa menit kemudian pesanan mereka datang


saat wulan ingin mengambil nasih untuk satrya,namun bella lansung berkata


"pak satrya mau lauk apa, biar bella bantu ambilin" ucap bella cepat


terpaksa wulan pun hanya diam karena satrya tersenyum pada bella


"dasar laki-laki ganjeng" gumam wulan dalam hati, ia kesal


"nggak usah, saya sendiri saja yg ambil" ujar satrya


"nggak apa-apa pak, sebagai pertemuan pertama saya akan melayani pak satrya" ujar bella


wulan merasa geram dengan perkataan bella, "yah ampun dasar wanita nggak tau diri, dia itu sudah punya istri, istrinya itu gue" gumam wulan emosi dalam hati


satrya melirik wulan yg ada di sampingnya terus melirik bella dengan wajahnya yg memerah karna emosih


satrya pun lansung peka, ia mengambil piringnya yg di tangan bella dengan kasar & berkata "istri saya yg ambilin" ucap satrya


bella yg medengarpun lansung melepaskan piring itu pada satrya


satrya pun memberikan piring berisi nasih itu pada wulan, lalu wulan terimah & bertanya


"kamu mau lauk apa?" tanyanya, satrya pun menunjukan lauk yg ia mau.


setelah mengambil nasih & lauk pada satrya begitupun dirinya, mereka pun makan bersama dalam diam, namun mata bella melirik satrya dengan tatapan kagum

__ADS_1


& melirik wulan dengan tatapan benci "dasar wanita miskin, dia pikir gue nggak bisa bikin satrya nyaman apa, lihat saja satrya bentar lagi kecuekan loe akan jadi cinta sama gue" gumam bella percaya diri


wulan yg merasa bella meliriknya dengan tatapan sinis ia pun membalas menatap bella dengan tatapan ingin makan mentah bella


"loe pikir loe bisa rampas suami gue, nggak akan gue biarkan ada pelakor di rumah tangga gue" gumam wulan seakan tau isi hati bella


"lihat saja, satrya akan jatuh cinta sama gue, & dia akan ngebuang wanita miskin kayak loe" gumam bella lagi


setelah selesai makan, wulan permisi ke toilet, tak lama bella pun juga ikut, satrya & pak fernandes sedang serius membahas bisnis mereka


setelah selesai wulan keluar dari toilet itu ia berpapasan dengan bella yg ingin masuk kedalam toilet itu juga


bella lansung berkata "hei kamu" tunjuknya pada wulan


"ia ada apa" tanya wulan santai


"kamu wanita miskin kan yg hanya ingin hartanya satrya" ucapnya to the point


"saya nggak miskin, & saya juga nggak menginginkan harta suami saya" ucap wulan percaya diri karna memang ia tak miskin walaupun tak sekaya satrya


"halah jujur saja kamu, mana ada miskin ngaku miskin" ucap bella


"terserah mbak mau ngatain saya apa" ucap wulan lalu berjalan meninggalkan bella


"lihat saja kamu pasti akan nangis darah, karna suami kamu akan ngebuang kamu " ucapnya percaya diri


wulan berjalan kearah tempat duduknya dengan muka yg kesal, "aarh dasar wanita gila" gumamnya dalam hati


"nak wulan apa kamu tak bertemu dengan bella di toilet soalnya tadi dia juga ikut kamu dari belakan" tanya pak fernandes


satrya baru sadar kalo ternyata bella juga ke toilet mengikuti wulan, "pantas saja wajahnya kesal gitu, apa yg wanita itu bicarakan pada wulan" gumam satrya


setelah beberapa menit bella datang, satrya pun berpamitan dengan pak fernandes, karna ia merasa bella menatapnya dengan tatapan menggoda & menatap istri nya dengan tatapan sinis


"pak kami permisi pulang dulu" ucap satrya berpamitan


"oke sat, sampai ketemu lagi" ucap pak fernandes


"ia Sat semoga pertemuan kita panjang nggak cuma sampai disini saja" sambung bella di angguk oleh pak fernandes, papanya nggak tau kalo anaknya berkata seperti itu karna ia menyukai satrya, bukan semata-mata bisnis


"iiih dasar wanita nggak tau diri" ucap wulan kesal dalam hati


satrya tak merespon ucapan bella, ia & wulan pun keluar dari restoran itu menuju mobil mereka


"kamu kenapa mukanya cemberut gitu" tanya satrya saat meraka sudah berada di dalam mobilnya


"tau ah" ucap wulan kesal


"lah kenapa jawab gitu" tanya satrya


"ayok wulan mau pulang cepat, wulan pengen tidur cepat-cepat" ucap wulan


"yah sudah nggak mau ngasih tau, saya nggak akan bawah kamu pulang" ucap satrya mengancam


bukannya jawab, wulan malah bertanya


"apa bella cantik?" tanya wulan serius


"yah cantik" jawab satrya sengaja ingin membuat wulan cemberut


wulan hanya diam ia pun mulai berkir "wanita kayak bella yg dia suka, padahal mah gue lebih cantik" gumam wulan, satrya yg mendengar pun hanya tersenyum


melihat satrya tersenyum, wulan malah merasa kesal dengan geram ia lansung memkul-mukul lengan satrya, & berkata "dasar laki-laki ganjeng" ucapnya dengan emosi


"wanita lebih cantik, saat dia jadi istri saya & mau mengandung anak anak saya" ucap satrya menyindir agar wulan peka


"yg nggak mau punya anak siapa" ucap wulan, ia pun lansung menutup mulut dengan kata-kata yg keluar begitu saja dari mulutnya

__ADS_1


satrya pun lansung menc***m bibir wulan dengan mesra & berkata "kamu itu yang paling cantik, makanya saya ingin kamu mengandung anak-anak saya biar anak kita cantik & ganteng" ucap satrya lalu bibirnya kembali mencium kening wulan dengan mesra


"bersambung"


__ADS_2