
tak lama telpon ruangan satrya berbunyi
satrya pun berjalan kearah meja, lalu ia pun mengankat telpon
"Halo" jwb strya📞
"......."
"ya sudah lansung saja antar ke ruangan saya" ucap satrya📞, lalu satrya lansung mematikan telpon
satrya kembali duduk di kursi kerjanya, ia menatap wulan yg sedang sibuk dengan ponselnya dengan wajah cemberut, satrya hanya menggeleng kepalah sambil bergumam "kenapa dia jadi manja gitu yah, dikit-dikit ngambek" gumam satrya
tak lama pintu di ketuk, satrya menyuruh masuk, lalu OB itu pun masuk dengan membawah makanan di tangannya
setelah satrya menerima pesanannya, OB itu pun pergi
"nih..ayok kita makan" ujar satrya sambil meletak kan makanan itu di atas meja yg ada di depan wulan, lalu ia pun ikut duduk di samping wulan
satrya membuka kotak makan itu, lalu memberikan 1 kotak kepada wulan & satunya untuk dirinya sendiri
"ayok makan" ujar satrya
wulan hanya melirik satrya, lalu ia melirik lagi makanan yg ada di depannya dengan kesal ia berkata
"kenapa sih, kakak nggak ada sedikitpun perhatian sama wulan" ucap wulan kesal
"saya harus perharian ke kamu yg seperti gimana lagi, saya pusing wulan, setiap kali kamu selalu melirik saya dengan wajah kesal lalu tiba-tiba menangis" ucap satrya
"udah aah, habis makan wulan mau pulang, wulan ada perlu" bohong wulan
"perlu apa emang?" tanya satrya
"ada.." ujar wulan cuek
"setelah makan kamu masuk tidur, jangan kemana-mana, tunggu saya pulang baru kita pulang sama-sama" ujar satrya wulan hanya diam ia sudah malas berdebat
"apa-apa'an sih dia, seenak nya saja memerintah orang" gumam wulan dalam hati sambil melirik sinis kearah satrya yg sedang sibuk makan
wulan tak makan, ia hanya duduk malas tau, karna ia benar-benar emosih dengan satrya,
"kenapa di lihat saja makanannya, apa tidak cukup untuk kamu makan?" tanya satrya yg sudah mulai kesal dengan wulan yg hanya melihat makanan namun tak memakannya
"nih makan" ujar satrya lagi sambil memberi sendok yg berisi nasi kemulut wulan
"ayook buka mulut" ujar satrya, wulan pun membuka mulutnya lalu menerima suapan dari satrya
"mau makan saja susah sekali" ucap satrya geram
wulan hanya menatap satrya sinis, lalu ia pun makan dengan sendirinya,
__ADS_1
setelah selesai makan, wulan membereskan semuanya, satrya kembali melanjutkan pekerjaan
wulan mencuci tangannya, lalu ia berjalan kearah sofa lalu duduk,
ia pun bertanya pada satrya "kak wulan pulang sekarang yah, soalnya wulan capek duduk di sini terus tanpa harus berbuat apa-apa" ujar wulan
"yah sudah, bantu saya cek keuangan kalo kamu capek duduk" ujar satrya tanpa melihat wulan
"heum...yah sudah mana, wulan bantu" jawab wulan sambil berjalan kearah satrya
satrya tak percaya, ia melirik heran wulan mau membantunya tanpa berdebat dengannya,
"kamu nggak protes gitu" tanya satrya
"ngapain protes, mana laptopnya biar wulan cek di sana" ujar wulan menunjuk sofa
"heum..nih" satrya memberikan laptop nya serta file kepada wulan, lalu wulan pun mebawah laptop dan mengecek file keuangan kantor satrya
"heum...sama seperti dulu, nggak ada kecurangan, karyawannya setia juga" gumam wulan sambil kerja
jam menunjukan pukul 4 sore, satrya melirik kearah sofa, ternyata wulan sudah tertidur di sana
"heumm tidur dia" gumam satrya, lalu ia berjalan ke sofa, ia memeriksa apa yg di kerjakan wulan, ternyata ia sudah menjumlah semua, & semuanya pun sudah selesai
"cepat sekali" gumam satrya, lalu satrya mengankat tubuh wulan & membawahnya kembali kedalam kamar yg tadi siang wulan tidur
setelah itu satrya keluar membereskan semua yg wulan kerjakan tadi, lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya,
jam 6 magrib satrya membereskan semua pekerjaannya, setelah itu satrya masuk kedalam kamar di ruangan nya di mana wulan sedang tidur enak di atas ranjang besar itu
satrya melihat wulan tidur nyenyak sekali, bukannya membangungkan wulan, satrya malah ikutan tidur di samping wulan, dengan tangannya melingkar di perut rata wulan
tak lama wulan sadar dari alam mimpinya karna mendengar ponsel satrya berbunyi bertanda panggilan masuk
wulan mengucek matanya, ia merasa ada sesuatu yang meninpah perutnya, lalu wulan pun melirik kaget, satrya memeluk perutnya
"kak satrya" gumam wulan, lalu ia pun membangungkan satrya sambil menepuk-nepuk bahu satrya & berkata
"kak..bangun ada yg telpon tuh" ucap wulan, satrya pun bangun karna ia tidur belum juga lama jadi belum terlalu nyenyak
satrya mengangkat telpon ternyata dari ricko
"heum ada apa?" tanya satrya to the point📞
"bos sudah pulang yah" tanya ricko📞
"belum, emang kenapa?" tanya balik satrya📞
"lalu bos di mana sekarang? kok di ruangan bos nggak ada" tanya ricko📞
__ADS_1
"heum saya di luar ada apa?" tanya balik satrya📞
"tapi mobil bos masih di sini" ucap ricko
"aah ribet bangat kamu, kamu mau apa sih?" ujar satrya sudah kesal,
"bos saya mau cuti seminggu, boleh nggak?" tanya ricko
"aais mau bicara itu saja, mutar-mutar lama sekali, saya mau tidur seharusnya kamu bicara itu dari tadi, ganggu saja" ujar satrya kesal
"maaf bos, tadi saya mau..." ucapan ricko terpotong
"sudah terserah kamu, mau cuti atau tidak, yg penting jangan ganggu, saya mau tidur lagi" ujar satrya lalu mematikan telpon begitu saja
wulan melihat satrya yg yg sedang kesal hanya menaikan alisnya,
satrya kembali mengajak wulan tidur, "ayok tidur lagi" ucap satrya, wulan menatapnya bingung
"kak ayok pulang, bukan tidur lagi" ujar wulan,
"kamu sudah nggak ngantuk?" tanya satrya
"udah nggak, ayok pulang, wulan udah gerah banget mau mandi" ucap wulan
"kenapa nggak mandi di sini, inikan ada kamar mandi juga" ucap satry
"tapi wulan nggak bawah ganti kak" ucap wulan
"yah sudah ayok pulang" ujar satrya, lalu mereka berdua pun pulang kembali kehotel
jam menununjukan pukul 7 malam,
sampai di hotel, wulan masuk dengan cepat-cepat, lalu ia pun memasak makan malam untuk mereka berdua
"katanya kamu gerah, kenapa nggak mandi, malah masak," tanya satrya saat melihat wulan sedang masak di dapur hotel itu. karna dapur itu kusus yg punya hotel jadi ini punya satrya
"ia dari pada pesan, mending wulan masak sekalian kakak tes percobaan pertama masakan wulan" ucap wulan tanpa menatap satrya yg sedang berdiri di belakannya
"yah sudah terserah kamu, saya mau mandi" ujar satrya lalu pergi meninggalkan wulan
selesai masak, wulan membawah makanan ke kamar mereka, karna tak mungkin mereka berdua makan di ruag makan yg besar itu di hotel kusus keluarga satrya
wulan membuat nasi goreng sosis campur bakso. tak lupa denga telus mata sapi 2 untuk temani nasi goreng mereka
"hum..moga kak satrya suka" gumam wulan tersenyum senang melihat masakannya
setelah satrya selesai mandi, satrya berkata pada wulan "mandi sana" ucap satrya
wulan pun lalu pergi mandi, namun sebelum masuk kamar mandi ia berkata pada satrya
__ADS_1
"kak makan saja duluan, nanti wulan nyusul, makanan sudah wulan siapin di atas meja itu" ucap wulan sambil menunjukan meja yang ada di kamar itu, satrya mengangguk, lalu wulan masuk mandi.
"bersambung"