
sudah berjam-jam wulan hanya duduk tanpa berbuat apa-apa, ia benar-benar kesal dengan satrya yg tak ada sedikit pun kata peduli padanya,
"huff....dasar manusia kulkas, coba gue jadi mamanya, udah gue cabik-cabik tu wajahnya yg ngeselin itu" gumam wulan dalam hati sambil melirik kesal kearah satrya yg sedang sibuk dengan komputernya
kaki & tangan wulan sudah sangat gatal, ia ingin sekali membunuh satrya karna terlalu kesal, ia pun berdiri & berjalan kearah pintu,
"mau kemana kamu?" tanya satrya
"pulang" jawab wulan kasar
"duduk di sana" perintah satrya
"nggak peduli" ucap wulan tetap berjalan kearah pintu
"mau saya yg dudukin kamu, atau kanu sendiri yg duduk" ucap satrya tegas
"iih kamu tuh ngeselin banget sih arrht" ujar wulan dengan emosih
"duduk saya bilang, kalo capek tidur saja" ucap satrya
"aarrh"wulan pun kembali ke tempat duduknya, dengan menatap sinis satrya
"lain kali, gue nggak akan mau datang kesini lagi, gue benar-benar tobat bin tobat" gumam wulan pelan namun masih di dengar oleh satrya
"kamu pikir saya akan menyuruh kamu di rumah gitu, saya di mana, yah kamu juga harus disitu"ujar satrya
"saya bukan asisten kamu, supaya kamu tau pak satrya chevron yg terhormat" ucap wulan penuh penekanan
"tolong bicara dengan suami itu yang sopan, apa kamu kurang berpendidikan, hingga bicara kasar seperti itu dengan suamimu?" ujar satrya bertanya
wulan sudah emosih karna di bilang kurang berpendidikan, namun ia pun berfikir "ia gue orang berpendidikan jangan mau ladenin mulut kotornya itu" gumam wulan dalam hati sambil melirik sinis kearah satrya
"kenapa melirik saya seperti itu, kamu sedang mengumpat saya yah?" tanya satrya
"aku mau tidur aahh, pusing kepalah ku tau nggak" bukan menjawab wulan malah berkata ingin tidur,
wulan pun lansung membaringkan tubuhnya di atas sofa, karna malas bekata-kata lagi
satrya kembali melanjutkan pekerjaannya lagi, karna ia sudah melihat wulan berbaring
****
satrya melirik jam di tangannya baru pukul 11 siang, ia pun berjalan kearah wulan yg tidur di atas sofa itu
satrya pun melirik wajah wulan, "cantik, tapi cerewet, kadang bikin emosih mulu" gumam satrya, lalu satrya pun mengangkat tubuh wulan ala bridal style
lalu membawah wulan masuk kedalam kamar yg tersembunyi di ruang kerjanya itu, satrya membaringkan tubuh wulan di atas kasur king zize nya, satrya menyelimuti wulan, lalu ia melirik wulan sekelas tiba-tiba ia mengecup pucuk kepalah wulan dengan senyum
setelah itu satrya keluar dari ruangan tersembunyi itu, lalu ia pun menelpon ricko,
"Ricko jam berapa meeting" tanya satrya📞
"20 menit lagi bos, saya masih persiapkan file-file yg akan kita bahas nanti bos" ujar ricko lewat telpon📞
__ADS_1
"yah sudah, kamu siapkan semuanya, kalo semua sudah ada di ruangan, panggil saya" ucap satrya📞
"baik bos" jawab ricko, lalu panggilan pun berakhir
satrya pun lanjut lagi dengan pekerjaannya.
****
kevin yg ingin keruangan satrya, ia bertemu dengan ricko,
"kev...lu mau ke ruangan bos satrya?" tanya ricko
"iyah, gue mau minta tanda tangannya bos" ujar kevin
"oh ya, gue juga mau keruangannya, mau panggil untuk meeting" ucap ricko
"waduu gue belum siap berkar-berkas lagi, gue lupa anjir" ujar kevin kaget, ia lupa jika hari ini akan ada meeting
"yah sudah, sana lu, biar gue yg bawah berkas lu kedalam, lu siapin tu berkas-berkas yg perlu untuk meeting kita" ujar ricko, lalu kevin pun memberikan berkas itu, dan dan ia pun pergi meninggalkan ricko
sebelum masuk ricko menyuruh karyawan-karyawan yg akan ikut meeting segera keruang meeting,
setelah di lihat semua duduk rapi, ricko pun membawah berkas kevin menuju ruangan satrya, sampai di depan pintu ricko mengetuk pintu
"masuk" suara satrya dari dalam, ricko pun masuk
"apa semua sudah siap, apa mereka sudah di ruang meeting" tanya satrya
"ia bos, oyah, sekalian tanda tangan ini dulu bos, tadi kevin nitip, soalnya dia lupa siapin file-file buat meeting ini" ujar ricko
"nggak bos, sudah di susun semua, tinggal siapin bawah masuk kedalam ruangan meeting saja bos" ujar ricko, satrya berangguk-angguk
setelah satrya tanda tangan, satrya bertanya "apa kita meeting sekarang?"
"iyah bos..ayok" ucap ricko, lalu satrya pun keluar di ikuti oleh ricko dari belakan,
sampai di depan ruangan satrya, kevin datang membawah berkas-berkas & file nya
"eeh bos" ucap kevin, satrya hanya hmm
"ayok ke ruang meeting sekarang" ujar satrya lalu mereka bertiga pun berjalan ke ruang meetin, di sana karyawan yg ikut meeting sudah menunggu
meeting pun berjalan dengan lancar selama 45 menit,karna meeting kali ini tentang proyek pembangunan & pemasaran semua punya ide yg bagus,
setelah selesai meeting satrya pun keluar lebih dulu, ia melihat jam sudah menunjukan pukul 12 lewat, satrya kembali ke ruangannya
satrya masuk kedalam ruangannya & melanjutkan kembali pekerjaannya, sambil mengecek berkas pemasukan dari meeting tadi.
****
di dalam kamar wulan baru bangun, ia mengucek matanya tak percaya kalo ia berada di kamar,
"perasaan tadi gue di ruangan kak satrya, trus ini dimana, gue..gue di mana" ucap wulan sudah mulai takut
__ADS_1
"kamar siapa ini, siapa yg nyulik gue" wulan bertanya-tanya pada diri sendiri
"kak satrya di mana dia,Huaa gue di culik..hiks..hiks" ucap wulan yg sudah mulai nangis
wulan pun turun dari ranjang itu, ia berjalan ketakutan kearah pintu kamar itu,
wulan membuka pintu kamar itu dengan sangat hati-hati agar tidak ada yg mendengarnya, karna ia takut jika benar ia di culik
setelah membuka pintu, wulian menengok ke kiri & kanan, ternyata ia berada di ruangan satrya, & ada kamarnya juga
wulan lansung berlari kearah satrya yg sedang sibuk dengan komputernya,
wulan lansung memeluk erat tubuh satrya dari samping, karna ia sudah takut sedari ia bangun tidur tadi
"apa-apa'an sih kamu" tanya satrya kasar sambil melepas pelukan wulan dengan kasar, karna satrya juga kaget di peluk tiba-tiba
wulan yg di perlakukan kasar pun lansung mundur jauh dari satrya dengan air matanya yg sudah kembali melele membasahi pipinya,
wulan hanya menangis dalam diam, ia memeluk satrya juga bukan kerna mau, tapi karna ia bersyukur karna ia tak di culik
"hiks..hiks..maaf" ucap wulan sesunggukan semakin menjadi-jadi
satrya kaget ia lansung berbalik saat mendengar wulan menangis sesunggukan,
"kamu kenapa?" tanya satrya, wulan tak menjawab ia malah berjalan ke safa & duduk di sana, sambil melihat ponselnya
"kamu nggak apa-apa kan?" tanya satrya lagi, ia belum sadar kalo perlakuannya tadi yg membuat wulan menangis seperti ini
wulan menekan layar hp nya, lalu ia mencari nama supir rumahnya, setelah dapat ia menelpon supir rumahnya
"halo siang pak" sapa wulan ramah📞
"ia siang non" jawab supirnya📞
"pak, tolong jemput wulan di kantor kak satrya" ujar wulan📞
sartrya kaget mendengar wulan menelpon orang untuk menjemputnya, satrya berjalan kearah wulan dengan cepat ia lansung mengambil ponsel wulan
lalu satrya bebicara pada supir itu lewat telpon "tak usah menjemputnya, dia bersama saya" ujar satrya📞, setelah itu satrya lansung mematikan panggilan itu
"saya mau pulang, kenapa kamu menyuruhnya untuk tdk menjemput saya" ucap wulan marah, ia menatap satrya dengan emosih
"ini sudah jam 1, ayok kita keluar makan" ujar satrya mengalihkan pembicaraan karna ia malas berdebat
"makan saja sendiri, saya mau pulang saja" ucap wulan, satrya hanya diam
satrya pun lansung menelpon & mendeliveri saja makan siangnya
setelah pesan, sartya berjalan ke sofa & duduk di samping wulan,
wulan menghapus air matanya, satrya bertanya "apa kamu nggak lapar, nangis itu membuat kita cepat lapar" ujar satrya sambil melirik wulan
wulan hanya diam tak menjawab ucapan satrya,
__ADS_1
"yah sudah...kita tunggu saja sebentar lagi makananya datang" ucap satrya lembut.
"Bersambung"