Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
SURPRISE


__ADS_3

wuliana melirik wulan dari kacanya depannya, ia pun berkata "jangan sedih sayang, ini hari itu seharusnya kamu bahagia karna hari istimewah kamu nak"


"wulan nggak sedih kok mah, wulan hanya lagi capek saja" ujar wulan


"kamu jangan mikirin satrya & sahabat-sahabat kamu, mungkin mereka sibuk makanya mereka lupa hari ulang ulang tahunMu" kata wuliana


"aku nggak peduli mah, lagian aku sama sekali nggak peduli kak satrya mau tau hari ulang tahun aku atau nggak" jawab wulan kesal bat mood


"yah sudah kita mau kerestoran mana nih sayang" tanya wuliana


"terserah papa sama mama saja, wulan ikut saja mah" ujar wulan,


"yah sudah pah, kerestoran Xx saja, soalnya mama dapat rekomendasi dari teman-teman arisan mama, katanya restoran itu sangat enak banget makanan2 nya" ucap wuliana wulan


"oke istriku" seru wiliam, wulan hanya diam tak berkata apapun, ia hanya mau ingin mengikuti apa yg mama & papanya mau, karna ia sangat malas untuk bicara apapun


tak lama sampai di restoran itu, wiliam, wuliana & wulan pun turun bersama,


"ayok sayang masuk" ajak wuliana sambil bergandeng lengan suami & anaknya yg di samping kiri kanan nya


saat masuk di dalam mereka kaget karna gelap, lampu yg menyalah hanya samar-samar,wulan pun berkata


"mah restoran ini sudah tutup deh kayaknya, kok gelap banget sih" ujar wulan


"iyah sayang, tapi tadi di dalam mobil, mama sudah wa teman mama deh, katanya restorannya buka, kok malah gelap" ucap wuliana


"mama salah sebut restoran kali mah" ujar wiliam


"enak saja, orang mama sudah inbox teman mama dengan nama restoran yg benar kok" ucap wuliana tak mau kalah


sementara mereka sedang berdebat soal restoran, tak lama pelayan restoran keluar dari pintu & berkata


"nyoya tuan, kalo ingin makan di sini, silakan masuk, karna meja makannya sisa satu tempat, kalo terlambat tak dapat tempat" ucap pelayan itu


"tapi kok bisa gelap mbak, nanti kita makannya gimana, masa di gelap-gelapan" ujar wuliana bertanya


"nggak kok nyoya, nanti semua meja full kita akan menyalahkan lampunya" ujar pelayan itu


"kok aneh restorannya, masa ada kayak gituan" ucap wuliana

__ADS_1


"iya ada nyoya, ini restoran kami aturannya seperti itu nyoya" ujar pelayan itu


"baiklah mbak tolong antar kami ke meja yg kosong, soalnya saya merasa agak sedikit gelap, walaupun masih ada samar-samar lampu menyalah satu atau dua lampu di samping" ucap wuliana


pelayan itupun mengantar mereka ke meja kosong yg sudah di sediahkan, wulan bersama kedua orang tuanya pun duduk di tempat kosong itu, "restoran aneh" gumam wulan pelan,


menunggu hingga 15 menit pun lampu tak kunjung menyalah,


"mama katanya lampu menyalah saat meja full, nggak ada kosong, kok sampai sekarang belum menyalah yah" tanya wiliam


"mama juga nggak faham, padahal kita orang terakhir yg memenuhi bangku ini" ujar mamanya,


tak lama wulan mendengar ada suara-suara menyanyikan lagu happy birthday dari belakannya


wulan pun menengok kebelakan ia melihat ada yg membawah kue serta lilin menyalah di atasnya, & semakin dekat..dekat ternyata sahabat-sahabatnya yg membuat surprise, mereka menyanyikan lagi happy berthday berbarengan


"selamat ulang tahun wulan" ucap kelly, cika, & rina nberbarengan


wulan merasa terharu, ia fikir benaran kali teman-temannya lupa memberi selamat karna sibuk, wulan pun menangis, tak kuasa menahan tangisannya


"nyebelin, kalian jahat hiks...hiks" tangis wulan,


wulan pun berdoa sebelum meniup lilinnya,


baru saja ingin meniup lilin, satrya datang dari belakan, wulan yg melihatnya berjalan kearahnya lansung diam tak ada pergerakan apapun


sampai di depan wulan, satrya berlutut di hadapannya sambil menunjukan cincin emas yg ada di box nya & berkata "will you merry me"


wulan hanya diam, ia benar-benar kaget dengan perkataan satrya berusan,


"wulan will you merry me" ujar satrya lagi


semua teman-temannya lansung berteriak "terimah...terimah..terimah.." seru mereka semua antusias


wulan terharu & air matanya sudah kembali jatuh membasahi pipinya, "will you merry me wulan" ujar satrya yg ketiga kalinya


mama & papanya wulan, berbisik kearah wulan, "ayok jawab nak, satrya sudah berlutut lama sayang" bisik orang tuanya


kelly juga berkata " Lan terimah dong kakak gue" ucap kelly

__ADS_1


wulan pun mengangguk & berkata "Yes I will kak satrya" ucap wulan dengan lantang & gugup satu kali


satrya tersenyum & berdiri di hadapan wulan lalu memasangkan cincin yg ia pegang, lalu berkata "makasih sayang, selamat ulang tahun wulan" ucapnya lalu mencium kening wulan, wulan tersenyum senang


semua yg ada di situ berteriak antusias rame, heboh, ada orang tua wulan, orang tua satrya, kelly, cika, rina & ada teman satrya kevin & mamanya juga hadir karna di undang satrya agar rame-rame, ada ricko sella juga.


satrya & wulan hanya tertawa mendengar teriakak mereka semua.


wulan merasa bingung kenapa orang tuanya tak terkejut sama sekali, ia pun bertanya kepada orang tuanya


"mama sama papa tau soal rencana ini" tanya wulan


"ia tau sayang" jawab papa & mamanya barengan


"lah trus kenapa mama sama papa masih berdebat soal lampu padam" tanya wukab lagi


"akting kita, biar kamu ngak curiga sayang..heheheh" ucap wuliana sambil tertawa, & mereka semua pun tertawa saat melihat wajah wulan yg cemberut di kerjain mama & papanya


"akting om sama tante mantap banget" ujar kelly memberi jempol kepada orang tua wulan


"hahahah udah cocok tuh, jadi pemain sinetron" ujar cika lagi


"hahaha kalian ada-ada saja" ucap wuliana tertawa senang


"ayok duduk semuanya, karna sudah jam 8 malam kita mau makan" ucap ketty mamanya satrya


"eits tunggu dulu kuenya kan belum potong, lilinnya juga sudah mati, karna sudah melele sampai kue, makanya gue tiup saja" ujar kelly


"ah loe mah, kayak loe yg ulang tahun saja" ujar cika, mereka semua hanya tertawa senang,


namun mata kevin selalu melirik kelly dalam diam, karna ia melihat kelly semakin berjauhan darinya, ia merasa kesal sendiri


namun berbeda dengan kelly, ia malah tak sibuk dengan keberadaan kevin, mungkin karna waktu itu di mall


kelly pun memberi kue kepada wulan, & menyuruh wulan memotong kuenya "ayok potong kakak ipar" ujar kelly


wulan hanya tersenyum lalu memotong kue itu & memberinya kepada orang tuanya lalu menyuapi satrya, satrya menerimah suapan kue dari wulan & berkata "makasih sayang" ucapnya & mencium kembali kening wulan dengan mesrah, wulan tersenyum senang ia merasa bahagia


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2