Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
perkara


__ADS_3

setelah sampai di hotel penginapan satrya, wulan turun dengan cepat dan membuka pintu mobil untuk satrya, lalu ia membantu satrya turun,


tanpa berbicara apapun, wulan menopang lengan satrya dan membawah satrya masuk,


satrya hanya merasa bingung dengan wulan, karna sedari tadi wulan tak berbicara apapun,


sampai di kamar hotel, wulan meminta akses card pintu kamar mereka


"mana card nya" minta wulan


satrya merogo saku celana nya, dan memberikan card itu kepada wulan saat sudah menemukan


wulan membuka pintu, & membawah satrya duduk di sofa dalam kamar itu,


setelah membantu satrya duduk, wulan mengisi air kedalam teko kecil itu, lalu ia menyolokan kabel agar airnya panas supaya ia bisa mengompres kaki satrya dengan air panas, serta bibir satrya


"kamu mau ngapain pake panasin air segalah" tanya satrya heran


"mau ngompres kaki kakak pakek air panas" jawab wulan tanpa melihat satrya


"kenapa harus pake air panas, kan ada obat di dalam laci kakak" tanya satrya


"biar kaki kakak nggak bengkak karna wulan tau pasti itu salah urat kak, karna tadi wulan lihat orang itu memutar kaki kakak agar patah" ucap wulan


"ia tapi ini nggak patah wulan, pakek minyak aja juga sembuh" ujar satrya


"ia itu nggak patah, untung kakak cepat kalo nggak kaki kakak patah..hiks..hiks" ucap wulan kembali nangis


"yah ampun, kenapa kamu malah nangis wulan, kan saya nggak marah kamu, saya juga nggak berkata kasar sama kamu wulan" tanya satrya saat melihat wulan menangis


"iyah, tapi gara-gara wulan, kakak yg terluka hiks..hiks" ucap wulan


"udah-udah nggak usah nangis, yg penting bukan kamu yg terluka" ucap satrya


wulan lansung berbunga-bunga karna satrya berkata seperti itu, walaupun ia merasa bersalah


setelah air mendidih wulan membawah air panas bercampur air dingin agar panasnya sedikit berkurang,


lalu ia duduk di bawah kaki satrya yg sedang duduk di sofa, wulan membuka sedikit celana di kaki satrya, agar ia bisa mengompres kaki satrya


"kamu mau ngapain" tanya satrya


"ngompres kak" jawab wulan, satrya pun diam hanya mengikuti wulan yg ingin mengompres kakinya


wulan mengonpresnya dengan telaten, satrya yg melihat wulan, ia merasa terkesima dengan wulan, sambil bergumam


"bagaimana bisa gue nggak mencintainya" gumam satrya dalam hati, tanpa sadar tangannya memegang anak rambut wulan lalu merapikannya

__ADS_1


wulan merasa gugup saat satrya merapikan anak rambutnya, setelah selesai mengompres wulan bertanya pada satrya


"kak ada minyak gosok nggak?" tanya wulan


"ada di kotak P3K" kata satrya, wulan pun pergi mengambil, lalu kembali dengan kotak P3K yg ada di tangannya


wulan mulai mengurut kaki satrya, ia sangat pandai mengurut, satrya bertanya


"apasih yg kamu nggak bisa?" tanya satrya tiba-tiba, wulan kaget saat di tanya seperti itu


"maksud kakak" tanya balik wulan


"ia apa yg kamu nggak bisa wulan, saya bertanya jangan kamu tanya balik lagi" ucap satrya


wulan mengangkat kepalah nya, ia bingung dengan pertanyaan satrya,


"yah sudah nggak usah jawab" ucap satrya, wulan pun diam kambali mengurut kaki satrya,


setelah urut, wulan mulai membersikan bibir satrya lalu mengoles obat pada bibir satrya


"aah, pelan-pelan wulan" pinta satrya


"ia maaf kak" ucap wulan


selesai mengoles wulan membereskan semua obat, mamusakan kembali kedalam kotak itu, lalu ia menyimpan semua barang-barang yg ia pakai tadi


satrya berjalan ke ranjang, karna ia rasa sudah sangat mengantuk, karna jam sudah pukul tiga pagi


wulan keluar dari kamar mandi, ia melihat satrya yg susah mengangkat kakinya, lalu ia pergi membantu satrya


saat wulan membantu mengangkat kaki satrya, satrya malah menariknya, & akhirnya wulan jatuh di atas tubuh satrya, lalu mata mereka bertemu, 1 detik, 2 detik, 3 detik, beberapa detik berlalu wulan sadar dari lamunannya


wulan ingin bangun, satrya malah memeluk erat tubuh wulan, & berkata


"jangan bergerak, ayok kakak pindah kamu kesamping, ini sudah jam tiga pagi, ayok tidur" ucap satrya berbisik di telingah wulan


bulu kuduk wulan lansung berdiri saat satrya berbisik padanya,


"maksudanya apa, kenapa malah berbisik" ucap wulan dalam hati


satrya memeluk wulan sambil memindahkan tubuh wulan yg ada di atasnya,


tangan satrya tak melepaskan pelukkannya pada wulan, ia mencium pucuk kepalah wulan, lalu satrya pun tertidur karna sudah sangat mengantuk


wulan melirik satrya saat sudah tak ada pergerakan, "ooh udah tidur dia,Alhamdullilah" gumamnya dalam hati, sambil mengelus dadanya yg naik turun tak beraturan,


ia pikir satrya akan meminta hak nya malam ini, tak lama wulan pun ikut memejamkan matanya.

__ADS_1


****


pagi hari wulan membuka matanya lebih dulu, karena mendengar alram berbunyi,


wulan melihat pada suaminya yg masih tertidur pulas, ia baru sadar bahwa ia tidur di bawah ketiak suaminya


"oh my god, sejak kapan dia bertelanjang dada kayak gini" kaget wulan, karna ia melihat bulu ketiak satrya


wulan bangun dengan pelan-pelan, lalu ia mengankat tangan satrya yg ada pada perut ratanya & menarunya dengan pelan-pelan ke atas perut satrya agar satrya tak bangun


"huuuh.. susah banget hanya kayak gini saja" gumam wulan, lalu ia berlari ke kamar mandi untuk mandi pagi


setelah selesai mandi, wulan keluar dengan handuk karna ia lupa bawah pakaian gantinya kedalam kamar mandi


wulan keluar dengan langkah yg begitu hati-hati karna ia takut satrya bangun & melihatnya yg masih pakai handuk


"kamu kenapa, jalan kayak maling gitu" tanya satrya yg baru saja bangun


"astafirullah allhazim" ucap wulan kaget, ia lansung berlari kearah lemari dengan cepat


"kamu kenapa hah wulan?" tanya satrya sambil turun dari ranjang lalu berjalan kearah wulan yg menyembunyikan dirinya di balik pintu lemari yg terbuka


"nggak apa-apa" jawab wulan cepat


"aduh ngapain jalannya malah kesini sih, gawat ini" gumam wulan dalam hati sambil memegang dadanya yg naik turun tak beraturan


satrya malah dengan iseng semakin dekat, karna ia sudah tau, wulan begitu karna ia malu hanya memakai handuk


satrya semakin dekat, dekat..dekat.. & dekat


"awasss sana" teriak wulan benar-benar kencang, saking kencangnya satrya kaget hampir jatuh


"wulan,,,stop" satrya teriak balik karna ia hampir jatuh, karna teriakan wulan tiba-tiba


wulan lansung diam,


lalu ia kembali berkata "makanya jangan datang" ucap wulan


"kamu apa-apa'an sih teriak kayak gitu, saya ini bukan mau ke kamu, saya mau ambil handuk sama pakaian saya, saya mau mandi" ucap satrya bohong, padahal ia ingin mengerjai wulan, malah dia yg kena


"awas..minggir kamu ngapain berdiri di sini, ini lemari pakaian saya" ucap satrya, wulan yg melihat ternyata isi lemari itu punya satrya,


wulan pun lansung berjalan kearah kopernya dengan malu,


satrya hanya tersenyum, lalu ia pun pergi mandi.


"bersambung"

__ADS_1


__ADS_2