Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
wulan di kejar


__ADS_3

wulan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, di pertengahan jalan


ada mobil dari belakan yg ingin mencelakai wulan, mobil itu terus merempet mobil wulan dari belakan lalu kesamping berkali-kali


"siapa sih" gumam wulan sambil melihat mobil yg di belakan lewat kaca yg di atas kepalahnya


wulan kaget saat melihat mobil itu maju ke samping mobilnya, & merempet mobil wulan lagi "ada apa ini.." gumam wulan


"yah Allah selamatkan hamba.. sepertinya ada.. yg in..gin mencelakai ha..mba" gumam wulan yg sudah gemetaran


wulan merogoh hp nya yg ia taru di samping tempat duduknya


"aduu di mana hp nya, mama wulan takut.." ucap wulan air matanya sudah bercucuran karena takut


dari belakan, mobil itu terus saja menabrak mobil wulan, hingga membunyikan suara yg begitu terdengar keras Prak..prak


"mam..maa..." tangis wulan terus memanggil mamannya,


saat tangannya mendapatkan ponselnya "huu..mana nomornya lagi, kenapa gue jadi gini cari nomor saja susah banget oh my god" gumam wulan dalam hati, tangan gementaran saat mencari nomor orang rumah atau no satrya


air matanya terus saja keluar bercampur keringatnya


saat ia mendapatkan no satrya, ia lansung menelpon satrya, namun matanya terus melirik lewat kaca yg di atas kepalahnya


ia terus melajukan mobilnya walaupun ia saat ini sedang gemetaran tangannya karena takut


tak beberapa detik panggilan tersambung


"ada apa malam-malam begini telpon, saya ini mau tidur, karna saya besok masih kerja, meeting pagi, jadi jangan ganggu" ucap satrya panjang lebar dengan nada marahnya


"kak..hiks..hiks kak satrya..tolonng wulan" ucap wulan dengan tangisannya


"kamu kenapa, jangan kamu nangis-nangis di situ" ucap satrya di seberang


"kak please tolongin wulan, wulan sedang di perjalanan sekarang wulan di kejar sama mobil yg nggak di kenal, mobil itu ingin mencelakai wulan kak..hiks" ucap wulan dengan nada cepat


"haah apa, kamu di jalan mana, kamu tenang dulu baru kamu ngomong oke" ujar satrya mulai cemas


"kak..hiks..please datang cepat wulan nggak tau wulan di mana, mobil itu terus saja menabrak mobil wulan dari belakan & di samping " ujar wulan


"yah sudah.kamu tenang, kakak kesitu, kamu buka saja GPS nya, biar kakak cari lewat GPS


"kak please tolong wulan, wulan nggak tau lagi mau kemana, soalnya..hiks hiks..wulan..wulan..jalan terus, wulan takut kak" ucap wulan tangisannya semakin menjadi-jadi


"yah sudah kamu jangan mati'in telponnya" ucap satrya kahwatir,


wulan pun mengiyahkan, jadi telponnya tak di matikan oleh wulan atas perintah satrya

__ADS_1


****


setelah berbicara dengan wulan satrya keluar dan membawah mobilnya dengan kecepatan tinggi, mencari wulan


"kamu tenang yah wulan, kakak dalam perjalanan" ucap satrya


"ia kak, tapi wulan nggak tau lagi wulan di mana" ucap wulan


"iyah kamu tenang, kakak cari lewat GPS saja" ucap satrya


matanya terus melirik layar pada mobil nya, di mana letak mobil wulan, ia menacari mobil wulan lewat GPS mobil


saat satrya tak mendengar suara wulan, ia pun memanggil wulan "Wulan..wulan, kamu nggak apa-apakan" panggilnya


"ia kak, wulan nggak apa-apa, tapi wulan takut, soalnya mobil itu terus saja menabrak mobil wulan dari belakan" ucap wulan


"aah sudah kamu berhenti di situ, kakak sudah menemukan kamu, tapi ingat jangan keluar ataupun membuka jendelah maupun pintu oke" ujar satrya memperingatkan wulan


"ia kak, berati wulan berhenti di sini yah" ucap wulan, & di iakan satrya


satrya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sambil berkata kepada wulan untuk tak mematikan telpon, & wulan pun iakan


****


wulan yg sedang ketakutan hanya bisa berdoa agar selalu di lindungi, karna ada beberapa orang yg keluar dari mobil yg tadi mengejar mobilnya itu


"hooi buka pintunya" ucap preman itu


"ya Allah tolonglah hamba mu ini" gumam wullan dalam hati


"hiks..hikss. kak satrya" ucap wulan pelan namun di dengar oleh satrya lewat telpon yg masih berlanjut itu


"kamu tenang yah, kakak sudah dekat" ucap satrya dari arah telpon


beberap orang itu terus saja mengetuk jendela pintu mobil wulan dengan kasar


tak beberapa lama satrya datang


"hei apa yg kalian lakukan" teriak satrya saat turin dari mobilnya


"wah ternyata ada pahlawan yg datang ingin menyelamatkan dia" ucap preman itu & preman yg lain pun tertawa sinis


"kalo kalian laki-laki lawan saya, jangan cuma mau sama wanita" ucap satrya


"wah..wah..wah, emong loe siapa? kita btu nggak ada urusan sama loe" ucap preman yg satunya


"makanya gue mau kalian-kalian berurusan sama gue malam ini" ucap satrya

__ADS_1


"wah..emang loe bisa lawan kita-kita" ucap satrya


"kalian nggak sepuluh orangkan, jadi boleh lah kasih panas sedikit tulang-tulang gue yg sudah lama tak bergerak ini" ucap satrya


"serang dia" teriak preman itu kepada teman-temannya,


& meraka pun menyerang satrya, wulan yg masih dalam mobilnya lansung keluar karna satrya di serang oleh lima preman-preman itu


karna satrya perna ikut bela diri, akhirnya dia tak bisa di kalahkan hanya dengan lima preman itu, semuanya babak belur, walaupun satrya memang ada preman yg menabok bibirnya hinggah picah, & kakinya sedikit terluka


setelah semua babak belur, 5 preman itu pun lansung pergi dengan mobilnya, satrya yg ingin mengejar mereka di tahan oleh wulan yg sedang menangis karna melihat satrya terluka


"kak, biarkan mereka pergi..hiks..hiks" ucap wulan dengan tangisnya


"kamu nggak apa-apakan" tanya satrya sambil mengecek tubuh wulan, karna ia pikir wulan sudah di apa-apain sama preman-preman itu karna sedari tadi wulan hanya menangis-menangis saja


"wulan...hiks..wulan nggak apa-apa kak..hiks," jawab wulan tangisannya semakin menjadi-jadi karna ia melihat satrya sangat khawatir pada dirinya


"yah sudah ayok kita pulang, kamu jangan nangis lagi, kamu sama mobil kakak, mobil kamu kakak telpon orang-orang suruhan kakak datang ambil, karna malam begini mereka belum tidur" ucap satrya di angguk oleh wulan


satrya & wulan pun berjalan ke mobil satrya, wulan yg melihat satrya jalannya pincang-pincang pun, ia lansung menopang lengan satrya & membantu satrya berjalan


sampai di mobil, wulan membukakan pintu mobil di bagian samping pengemdi, & ia menyuruh satrya masuk


"kenapa saya yg di sini" tanya satrya


"kakak di sini, biar wulan yg nyetir" ucap wulan yg masih menangis sambil menghapus air matanya,walaupun tangisnya tak bersuara


"nggak usah biar saya yg nyetir" ucap satrya yg ingin berdiri, namun lansung di dorong oleh wulan agar satrya duduk tenang, wulan pun lansung menutup pintu


wulan masuk & menyetir membawah satrya pulang, air matanya selalu keluar karna ia mengingat satrya yg di serang oleh preman-preman itu karna dirinya


karna dirinya satrya terluka, ia benar-benar merasa bersalah, hingga ia menangis dalam dia, sambil tangannya menghapus air matanya sendiri


satrya yg melihat wulan menangis merasa tak tahan, satrya pun bertanya


"apa kamu ada yg terluka" tanya satrya


"nggak kak..hiks..hiks" jawab wulan


"tapi kamu dari tadi loh nangisnya" ucap satrya, wulan hanya diam


"kalo kamu nggak bisa atau kamu trauma biar kakak saja yg nyetir, soalnya tangan kakak baik-baik saja kalo untuk nyetir" ucap satrya


"sudah kakak diam saja, wulan bisa nyetir" ucap wulan, satrya pun diam


"ini anak kenapa, gue yg luka dia yg nangis" gumam satrya dalam hati

__ADS_1


"bersambung


__ADS_2