
karna wulan berkata terserah, jadi satrya membawah wulan pergi makan di restoran favorita nya sendiri.
"ayok turun" ucap satrya setelah sampai di restoran itu, wulan pun mengiyahkan lalu keluar dari mobil tanpa menunggu satrya membuka pintu untuknya, padahal satrya berencana ingin membuka pintu untuk wulan, biar nggak canggung & semakin lengket & romantis, walaupun belum ungkapin rasa cintanya terhadap wulan,
satrya yg melihat wulan sudah turun pun hanya diam, karna pikirnya ia kurang cepat,
satrya & wulan pun masuk kedalam restoran itu, wulan mengikuti satrya dari belakan, lalu satrya berkata
"ayok di samping saya, karna kamu bukan asisten saya" ucap satrya sambil menarik tangan wulan agar berjalan sejajar dengannya
wulan pun mengikuti apa kata satrya, ia berjalan di samping satrya, sambil satrya memegang tangan wulan, tanpa melepaskan sama sekali,
wulan merasa gerogi karna di pegang erat tangannya oleh satrya "kak satrya" gumamnya pelan sambil melirik tangannya yg di pegang satrya
satrya malas tau dengan ucapan wulan yg menyebut namanya, padahal ia dengar,
"kita duduk di sana" ucap satrya sambil menunjuk tempat paling pojok yg di pilih satrya, wulan mengangguk mengikuti perkataan satrya
mereka pun memesan makanan mereka masing-masing, sambil menunggu makanan datang wulan bertanya
"kak kenapa kita nggak ke restoran mamanya kakak saja, kan kasihan uangnya kasih lagi keorang lain" kata wulan
"saya lagi pengen makanan di luar saja, apa kamu nggak suka makanan-makanan di sini" kata satrya balik bertanya
"nggak kak, hanya.." kata wulan terputus karna pelayan sudah membawah pesanan meraka datang
"yah sudah ayok makan" ucap satrya, wulan mengangguk , & mereka berdua pun makan bersama.
****
setelah di tinggal pergi oleh kevin & satrya, ricko pun keluar dari ruangannya sambil membawah sebuah bungkusan kado di tangannya, sampai di lantai satu, ia melihat sella sedang menulis sesuatu,
ia pun berjalan kearah sella, & berkata
"kamu belum makan siang" tanya ricko, sella kaget saat mendengar ricko berbicara tiba-tiba di saat sella sedang fokus
"ee pak maaf, saya nggak melihat bapak tadi" ucap sella gugup
__ADS_1
"saya bertanya kamu nggak makan siang, bukan bertanya kamu melihat saya atau tidak" ujar ricko
"maaf pak, nanti baru makan saya siang" ujar sella
"kamu mau nggak temani saya makan siang" tanya ricko
"haaa..maksudnya pak" tanya sella tak mengerti, karna tiba-tiba ricko mengajak sella menemaninya makan siang
"kamu itu bego apa tolol sih, temani saya makan siang, sekalian kamu juga makan siang bersama saya, selama ini, ini kan yg kamu inginkan, iakan" ucap ricko sambil bertanya
"saya masih nulis ini pak" ucap sella beralasan, supaya ricko tak menganggapnya sebagai cewek centil, cewek gatal sama seperti wanita-wanita di kantor ini
"jarang-jarang loh saya mengajak wanita kantoran ini makan siang bersama, apa kamu nggak mau gitu" tanya ricko lagi, sella pun berfikir beberapa detik
"hello...kenapa diam jadi nggak" tanya ricko lagi
"aaah ia pak boleh" ujar sella
"ini,,,tapi setelah makan siang baru kamu buka, taro saja di situ" ucap satrya sambil memberikan kado yg di tangannya kepada sella, lalu menyuruh sella membukanya saat sudah makan siang,
"tapi pak, kenapa harus kasih ini ke saya, saya tidak berulang tahun hari ini pak" ujar sella
sella pun mengiyahkan, ia menaru kotak kado itu di laci bawah mejanya, lalu pergi mengikuti ricko dari belakan, karna ricko sudah jalan lebih dulu dari sella agar tak ada yg melihat saat ia pergi makan bersama sella
sampai di mobil ricko masuk kedalam mobilnya, saat melihat sella masih berdiri di depan pintu besar kantor, ia mebunyikan klakson mobil, lalu sella berjalan kearah mobilnya, sella pun bertanya
"apa kita akan makan di luar pak" tanya sella
"ia makan di luar, apa kamu ingin makan di sini supaya semua karyawan tau kalo saya makan siang bersama kamu" ucap ricko bertanya
"nggak bukan seperti itu pak" ucap sella cepat
"yah sudah ayok naik, sebelum ada yg lihat" seru ricko, sella pun masuk kedalam mobil ricko, lalu ricko membawah mobilnya menuju restoran yg ia mau
dalam perjalanan sella hanya diam, begitupun juga dengan ricko, sella benar-benar gugup dalam satu mobil dengan ricko yg sadar sedang menyetir membawah mobil,
sampai di restoran yg di pilih ricko sendiri, ricko pun keluar dari dalam mobil di ikuti oleh sella, ricko masuk kedalam restoran itu lebih dulu, lalu di ikuti oleh sella dari belakan
__ADS_1
"ada niat nggak sih pak ricko ngajak aku makan siang bareng, masuk pun tanpa mengajakku" gumam sella dalam hati
"kita duduk di pojok situ" ucap ricko kepada sella yg berada di belakannya
"iya pak" jawab sella, mereka berdua pun menuju meja bagian pojok itu, sampai di sana mereka memesan makanannya,
sambil menunggu makanan datang, sella hanya duduk diam karna tak menbawah hp, ricko sibuk dengan hpnya
"untung pak ricko bawah hp, jadi ia tak bertanya-tanya sama aku" ucap sella dalam hati, namun ia merasa kasihan pada dirinya sendiri, karna di ajak ricko makan siang, kok kayak nggak ada bahan bicara ia seperti tak di anggap ada oleh ricko
"seharusnya aku alasan ini itu, kalo kayak gini mah aku malu, semua pada ngeliatin aku" gumam sellah lagi dalam hati
tak lama makanan pun datang, ricko makan dalam diam, sella jadi perasaan dengan ricko yg tak menyapa untuk makan,
terpaksa ia berkata "makan pak" ucap sella, ricko hanya diam ia tak membalas ucapan sella
sella pun terpaksa makan dalam diam, mereka berdua makan tanpa berbicara sepatah kata pun.
****
kampus kelly, setelah selesai makan, kelly mengajak 2 sahabatnya untuk pergi jalan-jalan karna selama sebulan mereka tak ada waktu karna ujian iskripsi mereka,
cika & rina pun mengikuti ajakan kelly, lalu mereka pergi mall, setiap mau jalan-jalan pasti tujuannya mall,
dalan perjalanan cika bertanya
"kelly gue mau tanya, loe ada hubungan apa sama temanya kakak loe" tanya cika
"temannya kakak gue, maksudnya" tanya kelly tak mengerti karna fokus menyetir mobil
"loe pacaran yah sama kak kevin itu" tanya cika lagi
"nggaklah, siapa bilang gitu" ucap kelly balik bertanya
"gue yang tanya, loe jawab jujur deh" ucap cika lagi
"nggak lah orang kak kevin punya pacar juga" ucap kelly meyelah pertanyaannya cika
__ADS_1
"jujurlah kelly, pasti loe suka kan sama kak kevin" tanya cika lagi, rina hanya mendengar mereka berdua berbicara, karna ia malas untuk bertanya, ia itu anaknya malas ikut campur sama hal-hal yg masih berbau rahasia, saat orang itu belum bercerita apa-apa padanya, ia masih menganggap itu sebuah rahasia.
kalo cika itu anaknya kepoan sama seperti kelly, kalo wulan ia lebih kediam, ia bertanya saat berdua saja, karna saat bertanya di depan banyak orang itu yg ada malah nggak jawab jujur, jadi ia malas sama orang yg bohong, ia paling nggak suka orang bohongin dia.