
malam hari, wulan turun kebawah ruang makan, makan malam bersama
mamanya lansung menegur putri nya
"ada yah, suami istri yg baru nikah lansung pisah ranjang gini" ucap wuliana menyindir wulan sambil menggelengkan kepalah tak percaya
wulan pun kaget saat dengar ucapan mamanya, ia baru ingat lagi kalo ia sudah punya suami, pasalnya tadi ia tidur & lupa sama sekali
"ia yah, gue kayak anak gadis yg masih sendirian aja" gumam wulan dalam hati
"eiits tapi memang gue masih gadis kan" sambungnya lagi
"heii...ada pa belum ingat kalo sudah bersuami" ucap mamanya
"mama apa-apa'an sih, sensi amat deh sama wulan" ucap wulan
"mama gini juga karna kelakuan kamu wulan, seharusnya kamu sekarang itu sama suami kamu, bukan malah enakan di sini sayang, mama nggak mau orang tua satrya tau, dan aaarhh mama pusing kalo kayak gini" ucap mamanya kesal
"udah mah, nggak usah banyak ngomong, tadi papa sudah menelpon satrya kok" ucap wiliam
"lalu kak satrya gomong apa aja pah"
"lalu satrya ngomong apa pah" tanya wulan & mamanya bersama'an
"yah gitu, papa bilang aja kamu di sini, trus dia bilang nggak apa-apa" jawab wiliam
"nggak mama nggak percaya, walaupun dia bilang nggak apa-apa pasti ada apa-apa" ucap wuliana nggak percaya
"yah papa juga, soalnya jawabannya nggak apa-apa itu dengan malas mah" ujar wiliam
"tuh kan wulan, mama nggak tau lagi, mau di taruh di mana muka mama, kalo orang tua satrya tau kamu sama satrya pisah ranjang padahal baru kemarin nikahnya" ucap wuliana melihat wulan dengan kesal
"yah wulan harus gimana mah, kak satrya nya gitu mulu sama wulan, nggak ada perhatiannya sama wulan, wulan kan juga wanita yg punya perasaan, wulan juga pengen di perhatiin sama suami wulan, hiks..hiks" ucap wulan sudah mulai menangis
"udah..udah sayang, mama juga jangan bikin wulan tambah berpikiran dong, dari siang sampai malam ini juga masih aja bahas-bahas itu mulu" ucap wiliam kesal karna istrinya sudah membuat putri sematawayannya menangis
wuliana hanya diam, memang benar ucapan suaminya, karna sedari tadi ia ngomel sama wulan, namun itu juga demi kebaikan putrinya
"maaf sayang, mama kayak gitu juga demi kebaikan kamu sayang, mama ingin kamu bertanggung jawab sebagai seorang istri, apapun masalah kamu dengan satrya tolong saling bicara jangan lari dari masalah sayang" ucap wuliana lembut kepada anaknya
"wulan minta maaf karna wulan juga belum bisa bertanggung jawab sebagai istri nya kak satrya" ucap wulan sambil ngelap air matanya
"yah udah ayok kita makan, setelah makan papa & mama antar kamu ke hotel yah, ke suami kamu" ucap wiliam
"pah, malam ini jangan dulu, nanti wulan sendiri yg akan pergi, tapi jangan sekarang yah mah pah , please" ucap wulan memohon🙏
"yah sudah terserah wulan, asal jangan lari dari masalah, tapi sebentar kamu tolong kabari suamimu & minta maaf karna kamu sudah pulang tanpa memberitahu suamimu, oke" ujar wiliam, di angguk oleh wulan dan mereka pun melanjutkan makan malam
****
__ADS_1
di hotel satrya sudah selesai mandi, karna ia sendiri ia malas untuk keluar makan, lalu ia pun kembali mengambil laptopnya seperti biasa mengecek file-file dan mengerjakan pekerjaannya seperti biasa
setelah cukup lama berkutak dengan laptopnya, satrya merasa lapar,
"huuh lapar banget gue" ucap satrya, lalu ia pu memesan lewat online saja, karna ini sudah malam, tak mungkin ia meminta kariyawan hotel memasak untuknya lagi
setelah pesan satrya menelpon resepsionis & menyuruh untuk mengantar pesanannya kalo pesanan sudah sampai, lalu ia mematikan panggilan
tak beberapa lama pesanan satrya datang, satrya pun membuka pintunya dan menerimah pesanan dari menager hotel, lalu berkata
"terimakasih pak" ucap satrya
"iyah tuan sama-sama, kalo begitu saya permisi tuan" ucap menager hotel di angguk oleh satrya,
satrya pun kembali menutup pintu kamarnya, lalu bersiap-siap untuk makan,
sementara membuka kotak makanannya nada dering paggilan masuk berbunyi,
satrya melihat ternyata panggilan dari wulan, karna masih marah dengan wulan, satrya tak mengangkatnya, ia malas tau karna ia juga sangat lapar, jadi ia ingin makan dulu
satrya semenatara makan, ponselnya berdering lagi, namun satrya tak mengangkatnya karna dari wulan, berkali-kali ponsel berbunyi,
karna sudah merasa jengkel & mengganggu acara makannya, satrya pun lansung menggeser tombol hijau
dan lansung berkata dengan kasar
"ada apa sih, kalo berkali-kali telpon lalu orang tak mengangkat itu, jangan telpon lagi" ucap satrya kasar
"saya lagi makan, jangan ganggu saya di saat saya makan" ucap satrya kasar lagi.
"maaf kak, wulan nggak tau kalo kak satrya lagi makan" ucap wulan dengan nada takut
"makanya kalo nggak tau jangan nelpon berkali-kali" ucap satrya penuh penekanan
"i..iya..maaf" ucap wulan dengan nada bergetar
"kalo nggak ada yg mau kamu bicara, saya tutup" ucap satrya lansung menutup telponnya begitu saja
***
di kamar wulan,
wulan sedang menangis karna satrya menjawab telponnya & berkata kasar,
"aku tau aku salah, tapi kamu juga harusnya sadar diri kenapa aku pulang dan meninggalkan kamu hiks..hiks" ucap wulan sambil menangis sendiri di dalam kamarnya
'kenapa dia baru makan jam segini" ucap wulan memikirkan satrya yg sedang makan katanya
"seharusnya aku di sana, biar siapin makan malam untuknya supaya dia nggak telat makan huuuuaa hiks..hiks istri macam apa aku ini hiks..hiks" ucap wulan semakin menangis menginggat satrya yg makan terlambat
__ADS_1
karna merasa bersalah, wulan terpaksa mengirim pesan kepada satrya
"kak maafin wulan, wulan benar-benar minta maaf, besok wulan akan pulang ke hotel" pesan wulan
^^^"nggak usah datang, besok saya sudah balik"^^^
^^^♡satrya♡^^^
balasan satrya membuat wulan putus asa, wulan ingin membalas namun ia tak tau harus menulis pesan apa lagi
"huuh kak satrya kok gitu amat sama wulan" gumam wulan, ia benar-benar sedih malam ini, ia tak bisa tidur memikirkan satrya yg cuek terhadapanya
wulan kambali mengirim pesan kepada satrya
"wulan minta maaf kak"
pesan wulan
namun tak di balas sama sekali oleh satrya,
wulan kembali menelpon satrya, namun tak kunjung di angkat oleh satrya, sudah berkali-kali wulan menelpon namun nihil tak ada jawaban sama sekali
walaupun dari tadi sudah memarahinya karna telpon berkali-kali namun ia tak menghiraukan marahnya satrya yg tadi ia malah semakin menelpon satrya berkali.
wulan benar-benar sedih, ia kembali menelpon namun tak angkat, satrya malah mematikan telpon, wulan menelpon lagi
"Nomor yg anda tuju sedang tidak aktif" begitulah pesan wanita itu.
"aarrrhht cari masalah banget sih gue, tapi kenapa gue yg merasa bersalah, kan dia yg tadi tinggalin gue di hotel sendirian, aaaarrrhh" ucap wulan kesal, sedih bercampur aduk
wulan melihat jam di hp sudah menunjukan pukul 1 malam,
"jam nya kok cepat banget" gumam wulan, lalu ia pun berniat pulang kembali ke hotel, ia takut hanya karna hal sepeleh rumah tangga yg baru kemarin didirikan sudah hancur dalam sehari,
wulan mengambil tas nya dengan kunci mobilnya, lalu ia pun keluar
sampai di luar, wulan memanggil sekuriti rumahnya,
"pak tolong buka pintu pagarnya saya mau keluar" ucap wulan
"non mau kemana, ini sudah tengah malam non, jangan kemana-mana lagi" ujar sekuriti rumahnya
"buka aja pak, ini penting" ujar wulan
"tapi non..." ujar sekuriti terpotong
"udah yah pak, ini menyangkut rumah tangga saya, jadi saya harus pergi sekarang, buka pintu nya" ucap wulan kesal, sekuriti pun lansung membuka pintu gerbang, lalu wulan membawah mobilnya keluar
"makasih pak, saya jalan dulu" ucap wulan lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"bersambung"