Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
sesak di dada


__ADS_3

satu minggu kemudian


satrya & wulan sedang di kantor, & sudah satu minggu satrya merasa wulan menjauh dari nya, satrya berencana ke ruangan wulan setelah pekerjaannya selesai, namun belum sempat satrya keluar ada ketukan pintu dari luar tok tok tok "iyah masuk" ucap satrya dari dalam, wanita itu masuk kedalam ruangan satrya dengan bajunya yg kecil memperlihat jelas belahan dadanya yg montok & rok mininya yg benar2 sangat pendek memperlihatkan paha putih mulusnya, wanita itu benar2 terlihat sexi


"selamat siang satrya" sapa wanita itu sambil berjalan dengan gaya modelnya yg sexi kearah satrya


"apa yang membawah mu kesini, sehingga kau masuk tanpa minta persetujuan dari saya Laura" ucap satrya tegas & bertanya dengan wajah tak suka, karna satrya benar2 tak suka wanita yg datang ke rungannya dengan pakaian tak sopan seperti itu.


"yah namanya Laura model papan atas, Laura adalah wanita yg sangat mengagumi satrya, & Laura juga sangat ingin memiliki satrya menjadi miliknya seutuhnya, karna satrya lah Laura menjadi sesukses ini & menjadi model papan atas


tapi sayang satrya tidak mencintai wanita manapun, hatinya dari dulu benar2 beku tidak bisa mencintai wanita.


terkecuali sahabat adiknya itu yg selalu membuatnya dag dig dug saat dekat denganya dari waktu pertama kali bertemu di acara ulang tahun adiknya


"satrya aku mencintaiMu" ucap Laura mendekat kerah satrya sambil memegang tangan satrya & menaruhnya di dadanya


wulan megetuk pintu ruangan satrya dari tadi, namun tak ada suara dari dalam ia pun memegang gagang pintu & ternyata tak di kunci "mending aku naroh saja di atas mejanya" gumam wulan sambil masuk,


tak sengaja wulan melihat satrya bersama wanita sexi yg berdiri berhadapan dengan satrya, wulan yg berdiri dari arah bagian belakan wanita itu,mengira kalo satrya sedang berciuman bersama wanita sexi itu, satrya pun kaget saat mendengar langkah kaki wulan berbunyi karna sepatu hak nya, satrya lansung menoleh ternyata wulan ada di balik punggung wanita itu,


saat wulan melihat satrya, wulan lansung berkata


"maaf mengganggu" ucap wulan dengan air mata mulai penuh di pelupuk matanya, & lansumg berlari keluar


satrya pun kaget & lansung medorong Laura & memanggil wulan berkali "wulan..wulan..maksud" panggil satrya telat karna wulan sudah berlari keluar


"kamu apa"an Laura, saya mau kamu keluar sekarang dari ruangan saya Laura,,CEPAT" teriak satrya


"Sat aku jauh2 kesini karna kamu Sat, aku sangat mencintai Mu, kenapa tak ada perasaan kamu sedikitpun kepadaKu Sat" ucap Laura


"apa kamu sudah gila Laura, dari dulu sampai sekarang & sampai nanti pun saya tidak akan perna ada perasaan untuk kamu, saya anggap kamu itu sebagai karyawan saya yg saya buat sukses Laura, bukan siapa2 paham kamu" ucap satrya kasar


"Sat aku mohon cintai aku sedikit, aku sudah sangat mencintaiMu Sat dari pertama aku bertemu denganMu" ucap Laura dengan derai air mata


"saya tidak peduli Laura, karna memang hati saya tidak ada perasaan sedikitpun untuk kamu" ucap satrya tegas

__ADS_1


"cepat kamu keluar dari sini, sebelum sekuriti saya sendiri yg menyeret kamu keluar dari sini" ucap satrya sudah mulai emosih


"Sat..satrya aku mohon" laura memohon, satrya pun lansung menelpon sekuriti


"cepat kesini" ucap satrya tegas lewat telpon


"sat...satrya aku benar2 mencintaimu" ucap Laura dengan kasar, tak lama sekuritipun datang


"Pak tolong usuir ini orang yg tidak tau berterimakasih ini, malah menyukai bos nya sendiri yg sudah membuatnya sukses" ucap satrya emosih, sekuriti pun membawah Laura keluar, satrya menjambak rambutnya sendiri karna benar2 frustasi "aku harus ke ruangan wulan sebelum dia salah faham" gumamnya lansung keluar dari ruangan menuju ruangan wulan,


sampai di ruangan wulan, satrya mengetuk pintu wulan, namun tak ada yg menyaut dari dalam, satrya pun membuka pintu ternyata wulan tak ada di ruangannya "kemana dia" gumamnya, tak lama kevin datang karena melihat satrya dari balik pintu wulan sedang kebingungan "bos,,ada apa bos di ruangan nona wulan" tanya kevin


"dimana wulan, apa kamu melihatnya" tanya satrya balik


"nona wulan keluar makan siang bersama sella bos" jawab kevin, satrya pun berjalan keluar dari ruangan wulan sambil melirik jam di tangannya & bergumam "aku pikir dia kabur, haah, bikin kahwatir saja" gumam satrya dalam hati


"bos, bos nggak makan siang" tanya kevin yg melihat bos nya sudah berjalan meninggalkannya


"saya nggak lapar" jawab satrya lansung menuju ruangannya


wulan & sella makan siang di restoran kantor, sebenarnya wulan tadi menangis di kamar mandi, saat keluar wulan bertemu sella di depan kamar mandi


"Lan kamu kenapa, kow matanya merah, kamu habis nangis yah" tanya sella


"nggak kok mbak, wulan lagi pilek aja" ucap wulan


"owh ya sudah mbak ada obat di laci resepsionis, ayok kita ambil abotnya" ajak sella


"nggak usah mbak, wulan nggak biasa minum obat, makan pedas2 juga sembuh" bohong wulan


"masa gitu Lan, yah sudah ayok kita makan bakso saja" ajak sella, wulan pun mangangguk & berjalan ke restoran kafe


flasoff**


selesai makan wulan & sella masuk kantor karna jam istrahat sudah habis, "mbak wulan ke kedalam" pamit wulan, sella pun mengangguk

__ADS_1


wulan kembali melanjutkan aktifitasnya.


tak terasa jam sudah menunjukan 5 sore, wulan pun bersiap2 untuk pulang, selesai mengemas semua berkas2, wulan pun keluar dari ruangan, sampai di depan wulan bertemu ricko "Wulan" panggil ricko


"iyah pak ricko" jawab wulan


"wulan udah mau balik yah" tanya ricko basa basi


"iyah pak, kalo gitu wulan permisi pulang pak" ucap wulan


di sisi lain ada orang yg sedang mengawasi mereka berdua dengan wajah yg kesal, dia adalah satrya, "ricko benar2 yah" ucap satrya kesal karna melihat ricko menahan tangan wulan, agar tak meninggalkannya


"pak ricko kenapa narik tangan wulan" tanya wulan


"kamu bawah mobil yah Lan, kalo nggak bawah biar aku yg antar" ujar ricko


"makasih pak, wulan bawah mobil, kalo gitu wulan balik du..." belum sempat wulan melanjutkan pembicaraannya satrya sudah berteriak


"ricko, kamu apa2 'an sih, kenapa narik2 tangan wulan hah, saya saja jarang megang tangannya, kamu main pegang2 saja" ucap satrya dengan marah


"maksudnya bos" tanya ricko tak mengerti


"wulan ini calon istri saya, kenapa selama ini saya marah2 kamu agar kamu nggak dekat2 dengan wulan, tapi kamu nggak peka2" ucap satrya kesal


"haah.bos apa yg bos katakan itu benar" tanya ricko


"iyah rick kan gue dah bilang nggak usah ganggu2 nona wulan, karna nona wulan calon istrinya bos" ucap kevin yg baru keluar dari dalam kantor, ricko kaget & hanya diam tak berkata apa2


"ayok Wulan, saya antarin kamu pulan" kata satrya,


"wulan sama mobil wulan, wulan permisi" ucap wulan cuek & meninggalkan mereka bertiga.


wulan pun masuk kedalam mobilnya, & melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia benar2 kesal dengan satrya yg merasa tak ada salah sedikitpun.


"dasar laki2 brengsek, laki2 setan hiks..hiks.hiks..gue benci, gue benciii..ii" wulan menangis di dalam mobil sambil berteriak memukul-mukul stir mobilnya, wulan benar2 kecewa, terjawab sudah pembicaraan mamanya satrya di restoran waktu itu.

__ADS_1


"mama, wulan benar2 kecewa sama dia hiks..hiks..hiks wulan nggak kuat" wulan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia cepat sampai di rumahnya, & menangis sepuas2 nya di dalam kamarnya.


bersambung...?


__ADS_2