
tak lama ponsel satrya berbunyi, bertanda panggilan masuk, satrya pun melihat layar hp nya, ia kaget ternyata wulan yg telpon, karena selama ini wulan tak perna telpon dahulu sebelum satrya telpon, satrya permisi kepada orang tuanya & orang tua wulan, lalu kebelakan
"halo" ucap satrya setelah mengangkat
"Halo tua, apa benar ini dengan tuan satrya chevron" tanya orang itu
"iyah, ini siapa, & yg punya ponsel dimana, kenapa kamu yg bicara" ucap satry bertanya
"maaf tuan, begini nona yg punya ponsel ini sedang mabuk & pinsang di hotel kami, karna tadi ia datang mencari anda di hotel ini, sambil menunjukan foto anda bersama wanita lain kepada saya, lalu ia jatuh begitu saja" ujar orang itu
"kirim alamatnya saya kesana sekarang juga" ujar satrya
"baik tuan, kalo begitu saya mengirim alamatnya lewat pesan saja" ujar orang itu lalu mematikan telpon
satrya pun kembali ke ruang tamu lalu berkata "ma, pah, om tante, satrya keluar dulu ada hal penting yg harus satrya urus" ujar satrya orang tua wulan hanya mengangguk "ternyata urusannya lebih penting dari pada omongan kita saat ini" gumam mama wulan dalam hati, ia benar2 sedih atas purtri nya
"satrya kamu jangan menghidar, ini lebih penting dari yg di luar sana" teriak mamanya yg melihat anaknya berjalan keluar, lalu satrya berbalik "mah, pah, nanti juga kalian tau, satrya harus cepat2 pergi" ujar satrya lansung berlari kearah mobilnya lalu ia mengecek pesan alamat yg di kirim oleh orang itu lewat no wulan,
"ngapain dia bisa mencari saya di hotel itu" ucap satrya melajukan mobilnya ke hotel XX yg di kirim itu
sampai di sana satrya turun, lalu masuk kedalam hotel itu, orang yg tadi menelpon satrya itu sudah tunggu di depan pintu, lalu mengantarnya ke kamar no 09, kebetulan di lantai 1 sedang kosong jadi mereka mebaringkan wulan di situ,
"ini tuan kuncinya, nona sedang tidur didalam, tadi dia pinsang" ucap orang itu, satrya pun menerimah akses kard itu, lalu membuka pintu kamar itu "terimakasih pak" setela berucap satrya masuk kedalam ternyata betul wulan sedang berbaring di atas ranjang besar itu
"ngapain dia bisa berfikir saya di hotel ini, yah ampun" gumam satrya lalu mendekat kearah ranjang itu, lalu duduk dekat wulan & mengelus rambut panjang wulan "maafin saya wulan" ucap satrya pelan
tak lama wulan pun sadar dari pinsangnya "heum.." suara wulan
"wulan kamu sudah sadar" tanya satrya saat melihat pergerakan wulan, wulan pun membuka matanya & kaget melihat satrya sedang duduk di tepi ranjang
"nga..ngapain kak satrya di kamar saya" ucap wulan yg belum sepenuhnya sadar
__ADS_1
"siapa yg di kamar kamu" ucap satrya, wulan pun lansung sadar bahwa ini bukan di kamarnya
"ii..ini..ini di mana" tanya wulan sambil melihat keliling ruangan kamar itu
"di hotel, ngapain kamu sampai di hotel ini hah" tanya satrya
"wulan.." ucap wulan kembali mengingat apa yg terjadi sebelum dia di sini "ya ampun" gumam wulan
"kenapa sudah ingat, kamu kenapa bisa berfikir mencari saya disini" tanya satrya
"wulan..nggak..wulan nggak mencari kakak, wulan hanya mau nginap aja di hotel ini" ucap wulan asal
"sembarangan kamu" sambil menyentil kening wulan "kamu kenapa bisa semabuk itu hah, sampai2 mencari saya di sini" sambung satrya lagi
"aah nggak penting, wulan mau pulang" ucap wulan lalu turun dari ranjang mengambil tasnya & berjalan kearah pintu, satrya lansung menarik wulan "kamu mau kemana" tanya satrya
"saya mau pulang" ucap wulan,
"iih..lepasin, saya mau pulang, nanti pacar kakak lihat, ayolah lepasin saya" mohon wulan
"pacar saya siapa, bukannya selama ini kamu yg jadi calon istri saya" ujar satrya
"nggak..itu dulu waktu wulan belum tau kalo kakak ada pacar, sekarang wulan udah tau jadi yg dulu biarlah berlalu & sekarang juga wulan mau melupakan lamaran yg nggak ada gunannya itu" ucap wulan marah
"nggak ada guna, kamu fikir saya lamar kamu itu main-main hah" ujar satrya dengan nada tinggi
"udalah, mau main-main pun wulan udah nggak peduli lagi, sekarang lepasin wulan biarkan wulan pulang, nanti papa sama mama cariin wulan" ucap wulan
"bagaimna bisa kamu bicara seperti itu wulan, saya nggak perna main-main melamar kamu" ujar satrya tak terimah
"biarkan wulan melupakan kakak, please jangan muncul di depan wulan lagi hiks..hiks, wulan mohon" ucap wulan yg sudah menangis
__ADS_1
"wulan udah rela kok hiks..hiks kak satrya dengan nya, wulan sadar diri hiks..hiks..wulan nggak pantas dengan kak satrya " sambung wulan lagi
satrya lansung memeluk wulan dengan erat "maafkan saya wulan" ujar satrya lalu mengecup kepalah wulan, wulan masih saja menangis hiks..hiks..
"maafkan saya yg selama ini buat kamu nggak yakin dengan lamaran saya, maafkan saya juga yg selalu buat kamu terluka wulan" ujar satrya masih memeluk wulan dengan erat, wulan hanya diam saja
"saya akan jelaskan, kalo Laura itu bukan siapa-siapa saya, laura itu hanya karyawan saya yg saya buat dia sesukses sekarang, saya nggak punya hubungan apa-apa dengannya karna saya sama sekali nggak ada rasa terhadapnya dia hanya karyawan saya, wulan" ucap satrya lagi
"kalo dia hanya karywan kakak, kenapa kakak berciuman dengannya di ruangan kakak waktu itu" tanya wulan yg masih dengan airmata berlinang
"kita nggak ciuman wulan, dia hanya berdiri di depan kakak, kalo kamu nggak percaya kakak akan tunjukan rekaman CCTV nya, sebenarnya kakak mau jelasain waktu itu ke kamu, tapi kamu sudah berlari jauh, & kakak mau jelasin lagi kamu sakit nggak masuk kantor, trus di pesta itu kakak mau bicara sama kamu, kamu slalu saja menghindar dari kakak sampai pulang, paginya kakak keluar negri makannya kakak nggak jadi jelasin ke kamu" jelas satrya panjang lebar, wulan hanya mendengar tanpa menjawab
"oyah..siapa yg ngasih tau kamu kalo kakak ada di hotel ini" tanya satrya,wulan hanya menggeleng kepalahnya bertanda tak ada yg ngasih tau
"lalu kenapa kamu bisa mencari kakak di sini dengan kadaan mabuk lagi" tanya satrya lagi, wulan tak menjawab ia hanya diam saja
"heum..jawab dong wulan" kata satrya lagi
"nggak ada yg menyuruh wulan kesini, wulan hanya asal2 mencari di hotel saja" ucap wulan
"mencari siapa" satrya sengaja bertanya lagi
"yah..cari kakak" jawab wulan polos
"heum..kenapa kamu bisa asal-asal mencari kakak di hotel, padahal selama ini kakak nggak perna tu menyewah kamar hotel" ucap satrya
"wulan di kirim pesan berisi foto kakak dengan pacar kakak yg sedang duduk di ranjang, nih fotonya kak, makanya wulan cari" ucap wulan polos sambil menunjukan foto itu kepada satrya
"yah ampun wulan, ini foto udah lama, waktu Laura baru jadi model, kamar itu juga bukan kamar hotel, itu kamar ganti para model, dalam kamar itu juga banyak orang" ujar satrya lalu senyum-senyum karena ia merasa senang wulan seperti ini artinya wulan sudah cinta sama dia, lalu satrya membawah wulan duduk di atas ranjang yg tadi wulan tidur itu.
bersabung...
__ADS_1