Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
puncak malam ini


__ADS_3

malam hari satrya menjemput wulan, sebelum itu ia menolpon wulan, & menyuruh wulan bersiap-siap karna ia akan menjemput wulan


wulan pun bersiap-siap mencari baju mana yg cocok dengannya & ia juga bingung harus berpakaian seperti apa


"aduuh aku harus pake apa sih, pake dres takut salah kostum, pake yg celana pun juga sama, aarrth, kak satrya juga nggak bilang mau kemana" gumam wulan sambil mengacak-ngacak lemarinya


wulan yg bingung akhirnya ia memilih menelpon satrya & bertanya saat panggilan tersambung


"kak emang kita mau kemana?" tanya wulan to the point


"yah ampun wulan, kamu udah siap belum saya sudah mau jemput kamu ino" tanya balik satrya


"ia kak, wulan mau siap-siap, tapi wulan takut salah kostum makanya wulan tanya sama kakak, supaya nggak salah, & nggak kelihatan ganjil kak" ucap wulan


"kamu pake apa aja, yg santai-santai kita nggak ke acara yg mewah-mewah kok, kita hanya jalan-jalan malam saja" ucap satrya karna sudah kesal


"dari tadi kek" gumam wulan pelan, satrya yg mendengarnya pun hanya menarik nafas


"oke wulan ganti dulu kak" ucap wulan lansung mematikan telponnya


wulan pun memilih celana panjang & kaos biasa tak lupa dengan jaket, karna malam hari takutnya ia kedinginan


tak lama wulan mendengar klakson mobil, "kayaknya kak satrya sudah datang" gumamnya sambil mengankat tas sampingnya lalu kluar dari kamarnya


"Non Den satrya lagi di depan" ucap bibi dari bawah saat melihat wulan turun ke bawah


"ia bi, bibi wulan pergi dulu yah" jawab wulan sambil berpamitan sama pembantunya,


"cieh non jalan-jalan yah sama calon suami" goda bibinya wulan


"aah bibi," ucap wulan malu-malu


bibinya hanya tersenyum menggoda,


"yah sudah wulan pergi dulu" ucap wulan di angguk oleh bibi nya, lalu wulan pun keluar dari pintu rumahnya


wulan berjalan kearah parkiran mobil satrya,


"ayok masuk" ucap satrya dari dalam mobil


wulan pun masuk duduk di samping satrya, lalu satrya pun menjalankan mobilnya tanpa berkata apa-apa


wulan & satrya hanya saling diam, sebenarnya wulan ingin bertanya lagi, arah tujuan kemana, tapi ia takut satrya jawabnya kasar, akhirnya ia memilih diam

__ADS_1


"kita beli makan dulu" ucap satrya lalu memarkirkan mobilnya di depan restoran mewah yg berbagai macam makanan enak


"kamu tunggu di sini, atau mau ikut" tanya satrya.


"wulan ikut kak" jawab wulan, lalu wulan pun mulai berfikir


"ini sebenarnya mau makan di mana sih, kok beli makan di sini, trus nanti makannya di mana" gumam wulan dalam hati sambil mengikuti satrya dari belakan


sampai di dalam satrya memesan makanan untuk di bungkus di kotak, karna restoran ini bisa di bungkus bisa juga makan di sini


"kamu pilih saja, mau apa-apa" ucap satrya


wulan pun mengangguk lalu memilih daging steak & sate sama hal nya dengan satrya, namun satrya memesan banyak sekali makanan


"dia mau ada acara sama teman-teman nya atau gimana sih, kok pesan makananya sebenyak ini" gumam wulan lagi


setelah selesai pesan lalu mereka pun membawah kotak makanan itu ke dalam mobil,


setelah itu satrya pun kembali menjalankan mobilnya menuju tempat yg ia tuju


wulan hanya melirik satrya bingung, karna sudah di jalan yg begitu sepih ada banyak pepohonan, wulan sudah tidak bisa tahan lagi dengan pertanyaannya yg pengen ia tanya ke satrya, akhirnya wulan pun bertanya


"kak, sebenarnya kita mau kemana sih, ini kok sudah di tengah-tengah hutan" tanya wulan yg sudah takut


"kamu kenapa, kamu takut" tanya balik satrya saat ia melihat wajah wulan sudah memerah akhibat takut


"kamu takut saya ngapa-ngapain kamu gitu" tanya satrya lagi


"nggak..nggak gitu juga kak" jawab wulan cepat


satrya hanya tersenyum, lalu berkata


"ngapain kamu musti takut sama saya, kan saya calon suami kamu, & juga kenapa kamu harus takut sama hal-hal lain, kan ada saya, nggak usah takut yah" ucap satrya lembut sambil mengelus rambut wulan dengan sayang


wulan hanya diam tanpa berkata-kata lagi


wulan pun sudah mulai tenang tak ada rasa takut & gelisa lagi.


setelah beberapa menit mereka pun sampai di puncak,


"ayok, kita sudah sampai" ucap satrya sambil turun dari mobilnya, wulan pun ikut turun, ia kaget saat turun angin malam begitu kencang sekali,


"wow, ini dimana" gumam wulan kaget,

__ADS_1


"kita di puncak" ucap satrya sambil mengeluarkan kotak-kotak makanan yg ia & wulan pesan tadi


wulan pun membantu satrya membawah makanan itu kedalam vila kecil yg terlihat sangat bagus karna vila itu berada di puncak gunung yg tinggi


"kak ini rumah siapa" tanya wulan yg tak tau kalo itu vila


"ini vila, ayok masuk, kita harus menaruhnya di dalam" ucap satrya


wulan pun mengangguk & mengikuti satrya masuk kedalam vila itu, lalu menaruh makanan itu di atas meja


"di sini dingin banget,untung aku bawah jaket" gumam wulan sambil memakai jaket yg tadi hanya ia pegang saja


"kamu masih dingin, nih pake switer saya" ucap satrya sambil memberikan switer itu kepada wulan,


"nggak usah kak, ini sudah agak mendingan kok, kakak saja yg pakek" ucap wulan menolak


di tolak oleh wulan, satrya pun kembali memakai switer besarnya, karna benar-benar dingin sekali


"ayok duduk di sana, atau kamu sudah lapar" ucap satrya bertanya


kerna terlalu dingin, wulan hanya menggeleng bertanda kalo ia belum lapar


"ouw benar-benar dingin banget" gumam wulan dalam hati, sambil mengikuti satrya yg berjalan ke depan melihat pemandangan malam di kota


"wow keren banget kak" ucap wulan takjub dengan pemandangan kota yg ia lihat saat ini di puncak pada di malam hari ini


"ia, karna malam hari indahnya begini" ucap satrya


"pasti siang hari juga keren" ucap wulan, satrya hanya mengangguk


satrya & wulan menikmati pemandangan malam hari duduk di atas batu yg agak besar sambil melihat pemandangan kota, satrya & wulan pun diam, tak berbicara apa-apa lagi


"gini yah, duduk sama orang yg nggak banyak bicara, sunyi banget rasanya" ucap wulan dalam hati


sambil mengangkat kepalahnya lalu wulan melihat k elangit yg begitu banyaknya bintang di atas sana, tak lama wulan pun melihat ada bintang yg jatuh


wulan begitu cepat menutup matanya & bergumam dalam hati "semoga wulan bisa seterusnya melihat pemandangan ini dengan orang yg wulan cintai, yah itu kak satrya" harapan wulan dalam doanya


satrya melihat wulan dengan bingung,, setelah wulan selesai, satrya bertanya


"kamu kenapa" tanya satrya


"nggak kenapa-napa kak" ucap wulan

__ADS_1


satrya hanya mengangguk-angguk


...""bersambung""...


__ADS_2