
satrya melihat wulan datang pun lansung tercengang dia benar2 takjub melihat wulan yg sangat cantik malam ini
wulan merasa salting karena dia di lirik sama satrya,. wulan pun lansung menyapa orang tua satrya "malam om, tante ,kak satrya. sambil meyalim tangan orang tua satrya
"iyah malam sayang, wah kamu cantik sekali sayang" ucap mama satrya, wulan pun tersenyum
"makasih tante" ucap wulan
"oyah Lan bagaimana, apa kamu sudah tau maksud kedatangan kami kesini" tanya papanya satrya, wulan pun mengangguk
"baiklah satrya apa wanita ini yg benar2 kamu inginkan jadi istrimu" tanya papanya ke satrya, satrya pun mengangguk, wulan merasa senang melihat anggukan satrya, namun dia juga tak berharap takut di jatuhkan begitu saja saat dia sudah benar2 berharap .
"kita kesini mau melamar kamu Lan apa kamu mau menerimah lamaran ini" tanya mamanya satrya wulan mengiyahkan
"wulan menerimanya tante" ucap wulan, satrya merasa benar2 bahagia sekali karna wulan menerimah lamarannya, namun dia tetap bermuka datar agar tak terlihat betapa senangnya dia
"baiklah satrya karna wulan sudah menerimah lamaranMu, kita beri waktu untuk kalian berdua" ucap papanya satrya
mamanya pun berbisik ke anaknya "ayoh ajak wulan ke taman belakan agar kamu bisa berbicara empat mata dengannya" ucap mamanya
satrya pun mengajak wulan kebelakan "Wulan ayok ikut saya" ucap satrya datar lansung keluar ke taman belakan rumah wulan, wulan pun mengikutinya dari belakan dalam hati dia berbisik "apa yg mau dia omongin, apa dia mau memarahiku karna aku menerimah lamarannya"
"aduuk kenapa sih aurahnya bikin takut saja" gumam wulan pelan
**
di dalam mobil kelly benar2 sudah jengkel karna orang tuanya tak keluar2 dari rumah wulan, dia pun menyusul kedalam & melihat mama & papanya sedang berbincang2 sambil tertawa bersama orang tua wulan. dia pun bingung
"ini ada apa kenapa malah asik ngobrol apa mereka lupa sama lamaran kakak, lah kakak juga mana, kok nggak ada" gumam kelly & berjalan masuk
"eeh kelly ayoh nak duduk" ucap mama wulan yg melihat kelly berjalan kearah mereka, kelly pun mengiyahkan
"mah..pah..bagaimana dengan lamaran kakak, apa kalian sudah lupa" tanya kelly ke orang tua nya
__ADS_1
"kita sudah lamar sayang, & diterimah sama wanitanya" ucap mamanya
"maksudnya" tanya kelly bingung
"iyah wulan sudah terimah lamaran kakak mu sayang" ucap mamanya
kelly pun lansung berkaca2 karna mama & kakaknya telah membohongi nya,
"katanya mau lamar wanita lain, kenapa mama tega bo'ongi kelly hiks..hiks..hiks" ucap kelly sambil menangis
"heheh abis kamunya banyak tanya, kita sudah berenti di rumah wulan juga masih nanya, makanya mama bohongi kamu saja" ucap mamanya tanpa ada rasa bersalah
"mama benar2 yah sama anak sendiri begitu, papa juga nggak bisa banget lansung jujur gitu" ucap kelly kesal
"maaf sayang mama kamu tuh" ucap papanya
"sama saja papa sama mama" ucap kelly
"oyah tante wulan mana" tanye kelly
"ada di taman belakan sama satrya, kell" ucap mama wulan
di taman satrya & wulan hanya diam tak membicarakan apapun juga, wulan benar2 bosan karna satrya tak bicara apa2 padahal satrya yg mengajaknya ke taman
"ini orang kenapa sih diam saja" gumam wulan dalam hati, tak lama satrya pun bersuara.
"wulan kenapa kamu menerima lamaran orang tua saya" tanya satrya
"wulan nggak tau harus menerima atau menolak, makanya wulan mengiyakan begitu saja" ucap wulan, satrya hanya menarik nafas.
"maaf kak wulan menerima lamaran orang tua kakak, kalo kakak nggak mau juga kakak bisa menbatalkanya" ucap wulan, satrya pun hanya diam dia tak habis pikir "bagaimana saya bisa membatalkan apa yg sudah menjadi rencana saya, tidak akan saya batalkan" ucap satrya dalam hati
"kenapa harus di batalkan, apa kamu tidak suka orang tua saya melamar kamu malam2 begini, apa kamu tidak kasihan mereka datang malam2 begini hanya untuk melamar kamu" ucap satrya
"maksud saya bukan begitu kak" ucap wulan
__ADS_1
"lalu maksud kamu bagaimana, apa kamu menganggap orang tua saya main2 dengan lamaran ini, makanya kamu ingin saya membatalkannya" ucap satrya kesal
"aduuh kak satrya, bukan begitu, makanya dengar saya bicara dulu jangan main emosi2 saja" ucap wulan pun kesal
satrya pun diam lalu wulan menjelaskan
"gini kak maksud saya, saya tau kakak nggak menyukai saya,maka dari itu saya mau bilang dari pada kita menjalani hubungan tanpa ada rasa, mending kita akhiri dari sekarang saja, dari pada orang tua kita yg jadi stres hanya karna kita berdua kak" ucap wulan
"jalani dulu baru kamu bilang tanpa ada rasa, kamu belum jalani namun sudah bilang seperti itu" ucap satrya lansung masuk kedalam rumah. wulan yg melihat kepergiannya pun hanya menatap sedih, dia benar2 tak habis pikir "kenapa gue harus menyukainya, sedangkan dia tak menyukaiku sama sekali" gumamnya
"ternyata begini rasanya sakit hati, apa gue akan merasakan sakit seperti ini trus bila melihatnya cuek terhadap gue" ucapnya lagi tak terasa air matanya sudah membasahi pipinya dia pun lansung menghapus air matanya saat mendengar kelly memanggilnya
"wulan...Lan.. loe di mana" panggil kelly
"gue di sini kell" ucap wulan masih terdengar bergetar, walaupun dia memaksa untuk tak terlihat baru habis nangis
"Lan..loe kenapa, apa kak satrya menyakiti loe" tanya kelly
"nggak kell, gua nggak di sakiti siapapun" jwb wulan
"tapi gue rasa loe baru habis nangis deh, soalnya nada loe beda kayak baru habis nangis" ucap kelly
"nggak kell, gue lagi pilek aja" ucap wulan berbohong
"yah sudah ayoh masuk kedalam, loe kan pilek nnti tamba pilek kalo terlalu lama kena dingin" ucap kelly mengajak wulan masuk, wulanpun mengikuti kelly masuk
"oyah kell gue ke kamar untuk ganti baju dulu yah soalnya nggak bisa gerak terlalu panjang gaungnya" ucap wulan di angguki kelly
wulan pun masuk ganti dresnya karna dia berfikir "percuma dandan cantik tapi tetap saja nggak di lirik,& nggak jatuh cinta sama sekali" gumamnya dia pun berganti dengan baju santai agar bisa melayani keluarga chevron, setelah ganti dia pun turun karna sudah makan malam
"sini sayang bantu mama siapin makan malamnya" ucap mama wulan ke anaknya, wulan pun membantu mamanya, setelah selesai menyiapkan makan malam wulan di suruh mamanya untuk mengajak keluarga chevron makan.
"om, tante, kak satrya, kelly ayoh kita makan dulu, papa juga ayoh pah" ajak wulan
"ayok pak chevron bersama keluarga kita makan malam dulu" ajak pak wiliam
__ADS_1
mereka pun makan malam bersama, satrya dalam diam melirik wulan terus menerus, dia benar2 bahagia lalu dia juga berpikir "kenapa gue harus kasar sama dia, padahal gue yg sangat menginginkan dia untuk menjadi istri gue" ucapnya dalam hati dia melirik wulan & di lihat oleh adiknya "kak lirikan nya nggak usah berlebihan nanti anak orang takut" ucap kelly
satrya pun salting, & lansung melanjutkan makannya, selesai makan mereka pun duduk sedikit di ruang tamu, lalu berpamit pulang.