
pagi hari di apartemen ricko sudah mau berangkat ke bandara, sebelum berangkat ricko menelpon satrya
"pagi bos" sapa ricko lewat telpon saat panggilan tersambung📞
"heum ada apa" jawab satrya
"bos, jangan lupa yah hari ini & selama 1 minggu gue cuti oke" ujar ricko mengingatkan
"sudah kan, saya mau makan" ucap satrya
"bos marah yah?" tanya ricko
"heumm.kamu banyak tanya yah, mau saya izinkan atau mau saya potong gaji kamu selama sebulan full" ujar satrya emosi
"baik..baik..lah bos, gue tutup bye" ucap ricko lalu panggilan pun berakhir
ricko pun berangkat ke bandara,
"sella..sella hanya karna kamu gue rela cuti dari pekerjaan gue,,gue udah gila kayaknya" gumam ricko yg sudah berada di dalam pesawat.
****
di bali sella sedang berada di apartemennya, hari ini ia tak pergi ke mini bar nya karna ia sedang demam (sakit)
"kenapa juga harus sakit sih, gue kan malas kalo cuma di kamar huuu" gumam sella ia ingin keluar namun kaki serta tubuhnya terasa loyo semua.
sella memesan makanan sebenyak-banyaknya karna ia ingin makan banyak agar tubuhnya tidak loyo lagi, supaya ia bisa pergi ke mini bar nya & kerja membantu karyawan-karyawannya
****
jam menunjukan 3 sore ricko sudah tiba di bali sejak siang tadi, ia sedang beristrahat, ricko berencana ke mini bar sella malam
ricko bersama adiknya, ia tinggal di apartemen adiknya, karna adiknya sudah tinggal di bali sejak ia bekerja di bandara. adik ricko bernama Rasya,
"sya kamu nggak kerja?" tanya ricko saat melihat adiknya sedang nonton
"kerja, tapi hari ini gue libur bang" jawab rasya
"owh kamu nggak ada niatan masakin abang gitu" tanya ricko
"pesan saja bang, gue lagi malas masak, abang kan punya uang banyak" ujar rasya
"kamu tuh yah, seharunya kamu layani abang mu ini yg datang mejengukmu bukan malah menyuruh pesan makanan" ucap ricko
"datang menjenguk gue apa datang mencari pacar abang" ucap sarya
"dua-duanya, di mana-mana juga adik yg jenguk abang nya, seharusnya kamu bersyukur punya abang yg datang jenguk kamu" ujar ricko
"nggak aku nggak bersyukur, bukan karna wanita itu, abang juga nggak mungkin datang" ucap rasya
__ADS_1
"dasar...kamu ini..huu" ucap ricko lalu ia pun terpaksa memesan makanan,
"anak ini pintar sekali berbicara" gumam ricko sambil menatap sinis rasya yg sedang fokus menonton tv
****
jam menunjukan pukul 7 malam, sella sedang bersiap-siap ke mini bar nya, karna karyawannya menelpon bahwa ada orang yg sengaja ingin membuat kaco di bar nya
"tunggu sebentar yah, saya akan segera kesana" jawab sella lewat telpon📞
setelah memberitahu karyawannya bahwa ia akan kesana,
sella pun membawah mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil bergumam
"ada apa lagi sih, cobaan apa lagi, baru juga buka" gumam sella
sampai di bar, sella turun dari mobilnya & berlari masuk kedalam bar itu langsung menuju ruangannya
sella memanggil karyawan nya, sella bartanya saat karyawannya sudah berada di dalam ruanganya
"mega bagaimana?" tanya sella
"anu..itu bu ada orang yg ingin mengacaukan bar ini" jawab mega
"di mana, kenapa tadi saya masuk nggak ada yg ribut-ribut" ucap sella
tak lama ia mendengar teriakan orang dari luar
"mega.." ucap sella sudah mulai tak tenang, ia takut bar kecilnya yg baru saja maju ini di hancurkan oleh orang
"di mana bos kalian, saya ingin bertemu, apa kalian tuli apa kalian bisu haa" teriak orang itu lagi namun teriakannya ini semakin kencang
"suaranya kayak nggak asing" gumam sella
"haa..apa nyonya" tanya mega yg tak dengar ucapan sella
"huust..diam dulu" ujar sella menyuruh mega diam, mega pun lansung diam
"jika kalian tak ingin memanggil bos kalian maka saya akan hancurkan bar ini" teriak orang itu lagi
sella pun lansung keluar namun dengan rasa takut
"ada apa anda mencari saya, apa saya punya hutang sama anda" ucap sella bertanya
"aha...." ucap pria itu yg tak lain adalah ricko,
"pak ricko" gumam sella kaget sambil menutup mulut dengan telapak tangannya tak percaya
"sella" ricko berteriak nama sella
__ADS_1
"apa dia mabuk" gumam sella lansung berbalik sengaja tak melihat ricko
ricko pun berjalan kearah sella & menepuk bahu sella sambil berkata
"sella kamu nggak dengar tadi saya panggil kamu?" ucap ricko bertanya
"eeh pak ricko, maaf saya nggak dengar" ujar sella berbohong
"hem kamu sengaja yah, padahal kamu tadi melihat saya, kamu sengaja berbalik iyah kan" ujar ricko
"aah..nggak kok, saya benar nggak lihat pak ricko" jawab sella berbohong lagi
"pak ricko, ada yang bisa saya bantu" tanya sella
"iyah ada, kamu temani saya minum" ucap ricko
"hah...saya, saya lagi kerja pak" ujar sella
"kamu kerja apa emang, bukan kah kamu bos nya" ucap ricko
"loh dia tau dari mana" gumam sella dalam hati
"heum sa..saya kerja di sini pak bukan bos nya" ucap sella berbohong lagi
"sell, saya rasa sudah beberapa kali kamu berbohong yah" ucap ricko sudah mulai kesal
"i..iyah pak" jawab sella, "maaf pak sudah berbohong" lanjun sella dalam hati
"heum...kalo begitu kamu bisa kan temani saya" tanya ricko
"saya masih kerja pak, nanti bos saya marah" jawab sella
"sella..sella apa begini kamu melayani tamu, ataukah saya harus bertemu bos mu, agar dia setuju kamu menemani saya" ucap ricko dengan menatap sella tanpa berkedip
"pak, pak ricko kayaknya sudah mabuk" ujae sella
"saya nggak mabuk, saya ingin kamu temani sata di sini," ujar ricko lagi
"tapi pak, saya.." ucapan sella terpotong karna ricko lansung menaru jari tunjuknya di bibir sella, agar sella tak berkata apa-apa selain setuju
"apa begini kamu melayani mantan teman kerja kamu, kita ini sudah lama tidak bertemu loh sella" ucap ricko
"haah..baiklah pak, mari saya antar bapak ke tempat duduk" ujar sella mengalah
"nah begini kan bagus" ujar ricko tersenyum senang
"iiihh apa maunya sih, kenapa harus gue yg dia minta tamani" gumam sella dalam hati
sella & ricko pun berjalan kearah sofa tempat duduk dan sella mengode menyuruh karyawannya mengantar minuman untuk ricko
__ADS_1
"bersambung